Review Film The Courier Ketika Benedict Cumberbatch Menjadi Mata-mata Berlatar Krisis Rudal Kuba 1962

 

 
Campusnesia.co.id - Sebuah film tentang perang dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet kembali hadir memotret sejarah. Kali ini berlatar belakang upaya Inggris dan Amerika mencegah perang nuklir ala mata-mata yang menyamar sebagai pengusaha dunia.
 
Judul film yang saya maksud adalah The Courier yang diperankan oleh aktor dunia spesialis film biografi  benedict cumberbatch. Seharusnya tayang pada 2020 namun karena pandemi harus mundur ke 18 februari 2021 ini.
 
Disutradarai oleh  Dominic Cooke (The Hollow Crown) dari skenario yang ditulis oleh Tom O’Connor (The Hitman’s Bodyguard), The Courier juga menampilkan aktor dan aktris papan atas lain seperti Merab Ninidze, Rachel Brosnahan, Jessie Buckley, Angus Wright berdurasi 111 menit dengan plot yang mudah sekali dicerna.
 
Sinopsis Film The Courier 2021
The Courier, adalah film thriller era Perang Dingin yang dibintangi Cumberbatch sebagai pengusaha yang berubah menjadi mata-mata bernama Greville Wynne dan Merab Ninidze (Without Remorse) yang berperan sebagai aset Rusia Oleg Penkovsky yang berusaha mengatasi Krisis Rudal Kuba. 
 
Sedangkan Brosnahan memerankan Emily Donovan, agen CIA yang brilian yang menangani misi spionase Wynne dan Penkovsky.

Bersama Cumberbatch, Brosnahan, dan Ninidze The Courier juga dibintangi oleh Jessie Buckley (I’m Thinking of Ending Things), Angus Wright (The Witches), dan Kirill Pirogov.
 
 
Trailer Film The Courier 2021
 

 
 
Review Film Teh Courier 2021  
Amerika dan inggris di tengah perang dingin yang berkepanjangan mulai khawatir dengan rumor kepemilikan senjata nuklir oleh uni soviet.

Demikian juga, ada bagian dari pemerintahan uni soviet perang dingin ini akan jadi bencana bagi peradaban.

Atas dasar tersebut direkrutlah seorang warga amerika biasa bernama Greville Wynne yang selama ini berprofesi sebagai pengusaha. Ia direkrut oleh CIA untuk menjalin kontak dengan pembelot dari pihak uni soviet Oleg Penkovsky dari kementerian perdagangan.

Sepanjang operasi rahasia ini, mereka berdua sudah membocorkan setidaknya 5.000 dokumen penting terkait detail perkembangan senjata Uni Soviet, salah satu yang paling penting yaitu diketahuinya rencana soviet membuat pangkalan rudal di kuba.

Pihak amerika meng-ekspose data inteligen ini ke publik dan menekan soviet untuk menarik mundur rudal tersebut sebagai upaya menegah terjadinya perang nuklir.

Jasa tokoh Greville Wynne dan Oleg Penkovsky digambarkan sangat besar dalam keberhasilan operasi inteligen ini walau harus dibayar mahal ketika keduanya ditangkap oleh KGB. 

Greville Wynne ditangkap dan dipenjara beberapa tahun hingga kurus dan sakit-sakitan, atas bantuan pemerintah amerika akhirnya dibebaskan sedang Oleg Penkovsky dihukum mati oleh uni soviet.
 
Benedict Cumberbatch sangat bagus memeranka tokoh warga sipil Greville yang harus meninggalkan anak dan istrinya demi misi berbahaya yang tak dapat ia tolak, enah CGI atau real terlihat perubahan badan saat menjalani hukuman menjadi kurus kerontang. 
 
 
Tentang Krisis Rudal Kuba
Film ini berlatar pada tahun 1962 diantara rentetan perang dingin amerika dan soviet terjadi peristiwa yang dicatat dalam sejarah sebagai Krisis Rudal Kuba.
 
Yaitu sebuah krisis yang terjadi antara tahun 1962 yang terjadi sebagai akibat dari Perang Dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Krisis ini terjadi setelah terungkap fakta bahwa Amerika Serikat telah mensponsori sebuah serangan ke Teluk Babi milik Kuba, sebuah negara komunis di Laut Karibia. Meskipun gagal, penyerbuan ini telah menimbulkan kemarahan Uni Soviet, sebagai pemimpin komunis dunia, maupun rakyat Kuba sendiri. 
 
Pada bulan September 1962, Nikita Khruschev, Perdana Menteri Uni Soviet, menyatakan kepada Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bahwa setiap serangan berikutnya terhadap Kuba akan dinilai sebagai tindakan perang. 
 
Tidak lama kemudian, Uni Soviet segera menempatkan rudal-rudal berukuran sedang yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir di Kuba. Rudal-rudal tersebut mengancam AS karena kemampuan merusaknya yang dapat menghancurkan sebuah kota besar dalam waktu singkat setelah diluncurkan. 
 
Pada tanggal 22 Oktober 1962, Kennedy muncul di muka publik dan menuntut Uni Soviet untuk menarik rudal-rudalnya atau AS akan menyerang Kuba. Maka, dimulailah minggu-minggu yang dikenal dengan sebutan Krisis Rudal Kuba ini.  
 
Negosiasi di antara dua musuh bebuyutan ini terjadi dengan alot karena kedua belah pihak merasa siap untuk berperang dan tidak mau mengurangi tuntutannya. 
 
Kapal-kapal perang Amerika mengepung Kuba untuk memaksakan sebuah "karantina" terhadap semua pelayaran milik kuba; pesawat-pesawat pengebom mencari posisi di Florida dan bersiaga menghadapi serangan udara. 
 
Untungnya, pada tanggal 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan menyerbu Kuba.  
 
sumber: Axelrod, Alan (2009). The Real History of the Cold War: A New Look at the Past. New York: Sterling Publishing Co.  
 
 
penulis: Nandar
 
 
 
Baca Juga:
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »