Kandungan Gizi dan Khasiat Buah Kurma Bagi Kesehatan


 

Campusnesia.co.id -- Kurma (Phoenix dactylifera), menjadi buah yang tidak asing terutama di bulan Ramadan ini. Biasanya buah kurma dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun tahukah Sobat kenapa mesti buah Kurma? Apasih baiknya buah kurma dikonsumsi ketika berbuka? Yuk simak penjelasan berikut.

Kurma merupakan buah manis yang banyak mengandung sukrosa, fruktosa, dan glukosa alami. Tanin dalam kurma bersifat anti infeksi dan anti inflamasi, kalsium dalam kurma sangat penting untuk pertumbuhan gigi, sedang kandungan zat besi dan kalium diperlukan untuk menetralisir cairan tubuh bila berada dalam kondisi asam (Rudrappa, 2015).

Kurma dapat menghilangkan rasa sakit, karena adanya kandungan kalium dan asam salisilat yang bekerja sebagai anti nyeri juga dapat mengurangi risiko terkena serangan stroke, menurunkan demam, dan sebagai penambah energi saat puasa karena kandungan gula natar 75-80%. Kurma mengandung karbohidrat tingggi sehingga dapat menyediakan energi untuk berbuka puasa. kandungan gulanya glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Gula dalam kurma rata-rata baru terserap habis dalam 45-60 menit sehingga akan menunda lapar (Satuhu, 2010).

Kandungan vitamin dalam 100 gr kurma kering adalah vitamin A 50 IU, thiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, serta niasin 2,20 mg. Vitamin dapat meningkatkan kebasaan asam lambung yang terlalu asam setelah 13-14 jam berpuasa. Vitamin A berfungsi menjaga kesehatan mata, pertumbuhan, reproduksi, imunitas, pemeliharaan sel epital. Vitamin A dan niasin berfungsi dalam membentuk dan memelihara kulit. Bersama riboflavin, niasin akan membantu melepas energi makanan. Selain itu khasiat lain dari buah kurma yaitu dapat meningkatkan jumlah trombosit, pembekuan darah dan mencegah pendarahan rahim (Satuhu, 2010). Vitamin K dalam kurma penting dalam proses penjendalan darah dan metabolisme tulang (Gopinath dan Arareanne, 2006).

Kurma mengandung kalium dalam jumlah tinggi sehingga dapat menurunkan tekanan darah, hal ini bermanfaat untuk mencegah stroke akibat hipertensi. Selain itu, kurma mengandung salisilat yang berfungsi sebagai antiplatelet sehingga mencegah trombosis arteri, hal ini bermanfaat mencegah stroke iskemik yang disebabkan aliran darah menuju otak tersumbat bekuan darah (Yuliastuti, 2009).


Daftar Pustaka

Gopinath V.K. dan Arareanne A.R. 2006. Saliva as a Diagnostic Tool for Assessment of Dental Caries. Archives of Orofacial

Rudrappa U. 2015. Dates Nutrition Facts. www.nutrition-and-you.com. 

Satuhu, S. 2010. Kurma Khasiat dan Olahannya. Penebar Plus. Jakarta.

Yuliastuti, P. 2009. Manfaat Kandungan Buah Kurma sebagai Pencegah Penyakit Stroke. Skripsi. FK Universitas Jember. Jember.


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »