Pentingnya Critical Thinking dan Creative Thinking Bagi Generasi Muda

 



Campusnesia.co.id - Semarang - Kuliah Alternatif angkatan I yang menjadi kegiatan rutin di Griya Peradaban telah memasuki sesi ke empat pada Sabtu (06/02). Kali ini tema yang diusung adalah Critical Thinking dan Creative Thinking. 

Masing-masing tema dibawakan oleh pemateri milenial, yaitu Agie Nugroho Sugieono (Alumni Kader Bangsa Fellowship Program) yang membawakan Critical Thinking dan Nadea Lathifah N (Duta Internasional Griya Peradaban) dengan materi Creative Thinking-nya.

Agie dalam presentasinya mengutip Psikolog Amerika Serikat, Daniel Kahneman, yang menglasifikasikan dua cara berpikir. Pertama yaitu sistem I, di mana seseorang cenderung berpikir secara pragmatis, emosional, dan inklusif dalam menghadapi persoalan. Sedangkan sistem II, merupakan cara berpikir kritis, metodologis, dan mendalam.




Dalam penjelasan lebih lanjut, ia menerangkan bagaimana cara melatih Critical Thinking (berpikir kritis). Pertama, seseorang harus memiliki rasa penasaran dan skeptis terhadap sesuatu yang masih bias faktanya. Kedua, memformulasikan pertanyaan-pertanyaan. Ketiga, mengumpulkan informasi. Keempat, mempertimbangkan implikasi serta yang terakhir yaitu membandingkan perbedaan-perbedaan pikiran atau pandangan. 

Menurutnya, jika seseorang melatih diri dengan poin-poin tersebut maka hambatan berpikir kritis seperti infodemic, logical fallacy, shock effect dan sebagainya bisa teratasi secara mandiri.

Tak kalah menarik, pemateri kedua, Nadhea Lathifah, mengemukakan hal-hal yang dapat dilakukan untuk berlatih Creative Thinking. "Kunci dari berpikir kritis dan kreatif adalah aware terhadap lingkungan." Ucap dosen muda ini.

Menurutnya, selain peduli terhadap lingkungan, untuk melatih berpikir kreatif seseorang harus open minded, selalu mau tahu dan mau belajar, merancang mind map-nya sendiri, serta membiasakan diri untuk bertanya tentang banyak hal.

"Berpikir kritis dan kreatif merupakan hal yang penting bagi generasi muda. Dengan mengetahui dan terbiasa melakukannya, seseorang lebih bisa menghadapi masalah dan mencari solusinya." Tegasnya.

Kuliah yang dipandu oleh Zakiyyah Iffa ini  berjalan dengan lancar dan disambut antusias oleh para peserta hingga selesai. Turut hadir pula Ma'as Shobirin (founder Griya Peradaban) mendampingi jalannya perkuliahan. (Khozin).

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »