Info Herbal: Mengenal Kandungan dan Manfaat Tanaman Seledri

 



Campusnesia.co.id - Seledri merupakan herba tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatik

yang khas, batang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm, petualangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk payung, 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih mekar secara bertahap. Buahnya kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, dan berwarna hijau kekuningan (Dalimartha, 2003). 

Menurut Rusdiana (2018) seledri merupakan tumbuhan serbaguna jenis herba Apium graveolens Linn memiliki batang yang lembek dan garing serta memiliki daun berwarna hijau segar dengan aroma dan cita rasa yang khas dimana termasuk keluarga Apiaceae yang tumbuh pada daerah beriklim subtropis dan tropis di benua Eropa. 

Menurut Arisandi dan Sukohar (2016) seluruh bagian seledri terdapat senyawa fenol seperti flavonoid, apiin, apigenin, isokuersitrin serta senyawa lain yakni tanin, seleri, bergapten, apiumosida, apiumetin, apigravrin, ostenol, isopimpinellin, isoimperatorin, selereosida, dan 8-hidroksi metoksipsoralen juga minyak atsiri dan beberapa vitamin. 

Tabel Kandungan gizi seledri dalam 100 gram bahan menurut Pamplona dan George (2016):

Kandungan

Jumlah

Energi

Protein (gram)

karbohidrat (gram)

Serat (gram)

Niasin (mg)

Folat (µg)

Zat Besi (mg)

Vitamin E (mg α-TE)

Kalsium (mg)

Magnesium (mg)

Fosfor (mg)

Potassium (mg)

Zinc/Seng (mg)

Vitamin A
Vitamin B1 (mg)
Vitamin B2 (mg)
Vitamin B6 (mg)
Vitamin C (mg)
Total Lemak (gram)
Lemak Jenuh (gram)
Sodium (mg)

16 kkal = 67 kj

0.75

1.95

1.7

0.049

28

0.4

0.36

40

11

25

287

0.13

13 µg RE
0.046
0.045
0.087
7
0.14
0.037
87


Tanaman seledri mengandung flavonoid yang berkhasiat sebagai anti  oksidan, apigenin yang berkhasiat sebagai hipotensif, lipase untuk mencerna lemak, dan kandungan mineralnya yang cukup tinggi seperti kalsium, magnesium dan fosfor dapat memperkuat masa tulang. Selain itu seledri juga mengandung saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0.033%, vitamin (A, B, dan C), kolin, dan zat pahit. 

Akarnya mengandung asparagin, zat pati, minyak astiri dan tirosin. Sedangkan pada buah seledri mengandung apiin, atsiri, apigenin, dan alkohol. Secara tradisional tanaman seledri digunakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruhan air kencing, dan penurunan hipertensi (Dalimartha, 2000).

Beberapa kandungan senyawa fitokimia utama yang ada pada seledri seperti fenol, alkaloid, karbohidrat dan steroid serta vitamin C, flavonoid, dan vitamin A yang menjadikan seledri sebagai pengobatan secara alami berfungsi untuk memelihara kesehatan tubuh (Rusdiana, 2018). 

Mengkonsumsi seledri juga memiliki manfaat bagi kesehatan seperti mengobati encok, keasaman metabolis, hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol berlebih, diabetes, psoriasis erupsi kemerahan dan kerak pada kulit), antipasmodik, anti-asma, anti-rematik, dan anti-bronkitis, menstruasi yang tidak teratur, dan diuretik (Pamplona dan George, 2016). 

Sedangkan menurut Abdou dkk (2012), manfaat dari tanaman seledri adalah, daun yang dimanfaatkan sebagai penambah aroma masakan, akar seledri berkhasiat memacu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik) sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang (antispasmodik), menurunkan kadar asam urat darah, anti rematik, penenang (sedatif), dan anti hipertensi.

Penulis: Ika Shintya

Daftar Pustaka:

1. Abdou, H.S., Salah,S.H., Hoda, B.F., Abdel, R.E.A., 2012. Antioksidan Effect of Calery Against Carbontetracloride Induced Hepatic Damage in Rats. African Journal of Microbiology Research. 6(27). 5657-5667.

2. Arisandi, R. dan Sukohar A. 2016. Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Agen Kemopreventif bagi Kanker. Majority. Vol.5 No.2.

3. Dalimartha, S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid II. Trubus Agriwidya. Jakarta.

4. ___________ 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid III. Puspa Swara. Jakarta.

5. Pamplona. R dan George D., M.D. 2016. Makanan Menyehatkan. Seri Pola Hidup Baru. Hal 232-233. Indonesia Publishing House. Bandung.

6. Rusdiana, T. 2018. Telaah Tanaman Seledri (Apium Graviolens L.) sebagai Sumber Bahan Alami Berpotensi Tinggi dalam Upaya Promotif Kesehatan. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal. Vol. 3, No. 1.



Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »