Mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2022/2023 Bantu Cegah Stunting di Desa Pucanggading

0
  
Foto Bersama Para Ibu dan Balita di Posyandu Balita Pucanggading Utara


Campusnesia.co.id - Pucanggading (25/07)-Desa Pucanggading adalah desa di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Salah satu masalah kesehatan di desa ini yaitu masih tinggi nya angka stunting pada anak. 

Oleh karena itu, Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro yang berada di Desa Pucanggading ikut berpartisipasi dalam mecegah angka stunting semakin meningkat.

Foto Pada Saat Sesi Tanya-Jawab Mengenai Materi Stunting

Kegiatan penyuluhan tentang stunting dan pencegahan nya dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Juli 2023. Kegiatan ini diawali dengan pembagian leaflet, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai arti stunting, ciri-ciri anak yang terkena stunting, dampak buruk stunting, dan pencegahan nya. Setelah pemaparan materi selesai, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro membuka sesi tanya-jawab, para ibu turut aktif dalam sesi ini.

Pengukuran tinggi badan di Posyandu Balita Pucanggading


Setelah penyuluhan, dilanjutkan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala balita. Hasil dari pengukuran tersebut dicatat dan dihubungkan dengan kurva pertumbuhan yang ada pada buku KIA anak. Setelah itu, kegiatan diakhiri dengan pembagian snack dan foto bersama.



Oleh: 
Inarti Damai Yani Pakpahan
Fakultas Kedokteran, Universitas
Diponegoro

Bersama Wujudkan Desa Pucanggading Menjadi Desa ODF Melalui Jamban Sehat

0
 
Foto bersama Mahasiswa KKN Tim II UNDIP 2022/2023 
dengan Ibu-Ibu Pengajian Pucanggading Utara dalam Sosialisasi Jamban Sehat


Campusnesia.co.id - Pucanggading (26/07) – Desa Pucanggading adalah desa di Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Salah satu masalah kesehatan di desa ini yaitu masih banyak masyarakat desa yang belum memiliki septic tank. Kotoran langsung mengalir ke sungai dan sungai ini pun mengairi sawah. 

Hal ini dapat memicu muncul nya beberapa penyakit juga menekan peningkatan angka stunting. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang berada di Desa Pucanggading ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki septic tank dan pentingnya mengubah desa ini menjadi desa ODF (Open Defecation Free).

Penyuluhan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli 2023 di acara pengajian Ibu-Ibu Pucanggading Utara. Kegiatan ini diawali dengan pembagian poster, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai arti jamban, syarat-syarat jamban sehat, dan manfaat jamban sehat. 

Foto Pada Saat Sesi Tanya-Jawab Mengenai Materi Jamban Sehat

Selain materi jamban sehat, ditambahkan juga mengenai arti, tujuan, dan manfaat ODF (Open Defecation Free). Setelah pemaparan materi selesai, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro membuka sesi tanya-jawab, para ibu turut aktif dalam sesi ini. Pada akhir acara, Mahasiswa KKN Tim II UNDIP beserta Ibu-Ibu Pengajian Pucanggading Utara melakukan foto bersama.



Oleh:
Inarti Damai Yani Pakpahan
Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro

Mahasiswa KKN Undip Katelan Tim 2 Membangkitkan Srikandi Pertanian: Mendorong Pertumbuhan Pertanian dan Kemandirian Ibu-Ibu PKK

0
 


Campusnesia.co.id - Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen - 10 Agustus 2023 Pertanian, sebagai tulang punggung ekonomi di Desa Katelan, telah menjadi penopang utama bagi keberlanjutan masyarakat. Namun, tantangan dalam bidang ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Dalam rangka menghadapi kendala tersebut, Tim KKN Tim 2 Universitas Diponegoro (Undip) TA. 2022/2023 meluncurkan program multidisiplin yang mengusung semangat pemberdayaan: "Srikandi Pertanian: Penguatan Pertanian dan Kemandirian Ibu-Ibu PKK." Dengan kerja tim yang terdiri dari 7 individu yang andal di bidangnya, program ini telah melibatkan serta memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan dalam sektor pertanian dan perekonomian lokal.


Lahir dari Hasil Survei dan SDGs yang Berkesinambungan
Rencana "Srikandi Pertanian" tidak lahir dari kehendak semata, tetapi merujuk pada hasil survei komprehensif yang dilakukan sebelumnya. Survei ini mencakup wawancara terstruktur, pengamatan lapangan, dan pengumpulan data statistik yang mendalam terkait sektor pertanian dan kemandirian perempuan. Hasil survei ini membuka mata terhadap potensi dan tantangan yang dihadapi oleh ibu-ibu PKK di Desa Katelan.

Dalam wadah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program ini menjawab panggilan SDG 2, 5, dan 8. SDG 2, yang menitikberatkan pada akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi, menjadi alasan kuat mengapa program ini sangat penting. 

SDG 5 tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dan SDG 8 yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan turut meramaikan pandangan utama program ini. Dalam konteks ini, program "Srikandi Pertanian" menjelma menjadi solusi holistik yang membawa dampak positif bagi ibu-ibu PKK.


Meretas Rencana: Tahap Demi Tahap
Program "Srikandi Pertanian" tidak hanya sekadar mimpi, tetapi terwujud dalam bentuk aksi nyata. Tahap pertama adalah pelaksanaan kegiatan pertanian di balai desa pada tanggal 22 Juli 2023. Ibu-ibu PKK menjadi protagonis dalam penanaman tanaman obat keluarga (toga) yang tidak hanya meningkatkan akses terhadap obat-obatan tradisional, tetapi juga mendorong keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan. Bimbingan teknis meliputi pemilihan tanaman, teknik bercocok tanam, serta perawatan tanaman dan pengendalian hama. Inilah tahap awal menuju pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Melangkah lebih jauh, tahap kedua, yang berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2023, melibatkan pengajaran tentang pembuatan keripik pisang dan strategi pemasaran. Melalui pendekatan ini, ibu-ibu PKK diberdayakan untuk merubah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah yang dapat mendukung kemandirian ekonomi mereka. 

Selain itu, program ini juga menyediakan edukasi mengenai pengelolaan dan perencanaan kegiatan pertanian, memberikan akses informasi tentang pasar dan teknologi pertanian terbaru, serta memberikan ide bisnis yang dapat memberikan dampak nyata dalam perekonomian desa.


Pengukuran Keberhasilan: Parameter dan Transformasi
Kesuksesan program "Srikandi Pertanian" diukur melalui berbagai parameter kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan kuantitatif mencakup peningkatan jumlah ibu-ibu PKK yang terlibat dalam program, serta peningkatan produksi pertanian melalui program ini. 

Ibu-ibu PKK yang berhasil menjalankan usaha keripik pisang juga menjadi indikator kesuksesan, ditambah dengan pendapatan rata-rata yang dihasilkan. Pada aspek kualitatif, tingkat kepuasan, pengetahuan, dan keterampilan ibu-ibu PKK menjadi pijakan untuk menilai dampak program ini.

Selain itu, program ini turut membawa perubahan dalam persepsi dan kesadaran masyarakat mengenai pertanian berkelanjutan dan pentingnya ketahanan pangan. Dalam hal ini, program "Srikandi Pertanian" tak hanya mengubah lahan, tetapi juga merubah paradigma masyarakat.
Pada puncak keberhasilan program ini, terangkum nama Dr. Tuswan, S.T., dosen pembimbing yang telah memandu dan mendorong tim KKN Undip Katelan Tim 2 menuju sukses. 

Dengan visinya yang bijaksana, program ini tak hanya membantu ibu-ibu PKK menemukan suara mereka dalam sektor pertanian, tetapi juga mengejawantahkan semangat keberlanjutan, pemberdayaan, dan kesetaraan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN Undip Katelan Tim 2 berhasil mengukir prestasi yang tidak hanya menggugah emosi, tetapi juga membawa perubahan konkret. Dengan menggandeng "Srikandi Pertanian," pertanian dan kemandirian ibu-ibu PKK di Desa Katelan semakin kokoh dan berwawasan masa depan.

Mahasiswa KKN Undip Katelan Tim 2 Mewujudkan Gebrakan Nyata Melalui Program "Hotline: Tuberkulosis Tuntas"

0
 
Menyelami Perubahan Menuju Kesejahteraan dan Kesehatan yang Lebih Baik


Campusnesia.co.id - Desa Katelan, 10 Agustus 2023 - Dalam upaya mengatasi permasalahan serius yang mengintai Desa Katelan, tim KKN Anggota KKN Tim II UNDIP TA. 2022/2023 dengan penuh semangat meluncurkan program yang tidak hanya mendobrak paradigma, tetapi juga merangkul harapan. 

Melalui program inovatif yang diberi judul "Hotline Tuberkulosis Tuntas," tim ini menjadikan revolusi kesehatan sebagai tonggak perubahan untuk meningkatkan akses, kesadaran, dan penanganan terhadap tuberkulosis di tengah-tengah masyarakat.

Tuberkulosis, sebagai salah satu permasalahan kesehatan yang tak boleh diabaikan, kini menghadapi tantangan baru dalam wujud solusi yang cerdas dan efisien. Tim KKN yang terdiri dari tujuh individu penuh talenta dan semangat ini telah menggabungkan keahlian dan dedikasi mereka dalam melahirkan "Hotline Tuberkulosis Tuntas." Program ini bukan sekadar jawaban atas suara panggilan masalah, melainkan juga menjadi pelengkap penting dalam langkah menuju Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan fokus utama pada SDGs 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik.

Dibandingkan hanya menyoroti masalah tuberkulosis di Desa Katelan, tim ini menerapkan metode survey yang berbasis pada pendekatan multidisiplin dan pengumpulan data yang komprehensif. 

Dari survei epidemiologi hingga pengetahuan masyarakat, dan dari aksesibilitas layanan hingga ketersediaan perawatan, data yang terkumpul telah menjadi landasan kokoh bagi perencanaan strategi. Dengan memahami akar permasalahan, program "Hotline Tuberkulosis Tuntas" lahir sebagai solusi yang terpercaya.

Ketua tim, Sinatrya Ahmad Dwifa, menekankan bahwa program ini bukanlah semata panggilan, tetapi juga jawaban yang tangguh. Berikutnya salah satu anggota tim yaitu Nadine Annisa Andre yang berasal dari Fakultas Kedokteran menjelaskan bahwa "Kami menyadari bahwa efektivitas program terletak pada komitmen nyata untuk berubah. Dengan bergandengan tangan, kami ingin menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera bagi warga Desa Katelan," ungkapnya dengan penuh semangat.


"Hotline Kesehatan 24 Jam: Jembatan Akses untuk Tuberkulosis Tuntas"
Sekali lagi, tim KKN UNDIP Katelan membuktikan bahwa program ini bukan hanya sekedar retorika. Pada tanggal 3-5 Agustus 2023, sosialisasi awal yang intensif dilakukan di antara warga terdampak, terutama di RT yang menjadi endemi, yaitu Gilis RT 2A dan RT 2B. 

Melalui kegiatan ini, masyarakat dihadapkan pada realitas yang tak bisa lagi diabaikan. Sosialisasi ini turut melibatkan kader-kader terlatih yang siap memberikan informasi akurat dan dukungan komprehensif melalui hotline yang telah disiapkan.


"Tanggung Jawab, Kesadaran, dan Kesinambungan: Fondasi Menuju Perubahan Nyata"
Program "Hotline Tuberkulosis Tuntas" merangkul kesinambungan dengan membentuk SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kerja sama dengan pemerintah setempat, organisasi non-pemerintah, dan komunitas menjadi kunci kesuksesan program ini. 

Melalui pendekatan kolaboratif, akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas, penanganan, pencegahan, dan pengobatan tuberkulosis bisa tercipta dengan lebih efektif.


”Revolusi Kesehatan: Langkah Awal Menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera"
Program "Hotline Tuberkulosis Tuntas" tak sekadar menghadirkan jawaban yang konkrit, tetapi juga mengukuhkan tekad untuk menjadikan Desa Katelan sebagai contoh nyata perubahan. Dalam setiap tahapan, mulai dari hotline kesehatan 24 jam hingga pelatihan kader, program ini memastikan bahwa masyarakat dilibatkan secara langsung dalam menghadapi masalah yang kompleks.

Tim KKN Undip Katelan Tim 2 telah menciptakan terobosan nyata dalam penanganan tuberkulosis. Melalui program "Hotline: Tuberkulosis Tuntas," mereka tidak hanya memberikan solusi kesehatan, tetapi juga menggugah semangat perubahan di tengah masyarakat. Dengan langkah-langkah konkret dan pendekatan ilmiah, tim ini telah membuka jalan menuju kesembuhan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Dr. Tuswan, S.T., dosen pembimbing yang bijaksana, adalah panduan di balik pencapaian gemilang ini. Dengan bimbingannya, Tim KKN Undip Katelan Tim 2 telah mengubah wacana menjadi aksi nyata, membuktikan bahwa kepedulian dan keahlian dapat merubah dunia, satu langkah kecil pada satu waktu.



Oleh: 
Mahasiswa KKN Undip Katelan Tim 2




Mahasiswa KKN Undip Menginspirasi Kesejahteraan melalui Pemancingan Ramah Lingkungan

0
 



Campusnesia.co.id - Desa Katelan, 30 Juli 2023 - Sejauh mata memandang, perairan tawar Desa Katelan, dengan hamparan airnya yang tenang dan lembut seperti kain sutra yang menghampar terbentang. Di tengah gemuruh alam yang menenangkan, terjadi gerakan tak terlihat namun memikat hati. 

Terhampar di pinggirannya, sebuah upaya luar biasa tengah menggeliat; Sinatrya Ahmad Dwifa seorang Mahasiswa KKN Tim II UNDIP TA. 2022/2023 yang berkolaborasi dengan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan Program Pemancingan Berkelanjutan dengan tujuan untuk Mendorong Kesehatan Ekosistem Perikanan melalui Kegiatan Pemancingan Ramah Lingkungan.

Masalah mendasar menemukan pijakan pada kurangnya pemahaman tentang praktik pemancingan yang bertanggung jawab, rendahnya kesadaran akan pentingnya pelestarian ikan, dan minimnya promosi terkait kegiatan pemancingan lokal. Untuk menangani berbagai persoalan ini, pendekatan ilmiah dipilih sebagai metode utama. 

Mahasiswa KKN UNDIP membawa cahaya pengetahuan melalui metode survei mendalam, dengan tujuan mengidentifikasi potensi serta masalah yang melingkupi komunitas nelayan di Desa Katelan.

Proses ini menghasilkan penemuan berharga. Melalui penelitian yang cermat, tim KKN mengungkapkan kerentanan lingkungan perairan dan menyoroti urgensi pelestarian sumber daya ikan. 

Dengan penuh semangat, program ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan prinsip-prinsip pemancingan yang bertanggung jawab, tetapi juga untuk memfasilitasi pelatihan dan penyebaran informasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan.

"Kami memilih pendekatan edukasi dengan membuat poster yang tak hanya menarik mata, tetapi juga merangkul hati," ungkap Sinatrya Ahmad Dwifa, mahasiswa Ilmu Kelautan sekaligus koordinator program. 

Poster edukasi yang dirancang dengan penuh perhatian tidak hanya menyajikan prinsip-prinsip pemancingan yang bertanggung jawab, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perikanan. Setiap warna, setiap garis, serta setiap kata, menjadi seruan emosional yang menyentak semangat pelestarian.

Dalam perjalanannya, tim KKN merangkul peran strategis media sosial untuk memberikan sorotan pada kegiatan pemancingan lokal. Melalui konten yang kreatif dan penuh daya tarik, mahasiswa berhasil mempromosikan kegiatan ini dengan gamblang kepada masyarakat. 

Dampak positif yang diraih pun begitu mengesankan. Desa Katelan kini semakin menjadi pusat perhatian, bukan hanya sebagai destinasi wisata yang menarik, tetapi juga sebagai contoh inspiratif tentang bagaimana pelestarian sumber daya alam dapat diwujudkan melalui kolaborasi berkelanjutan.

 
Program Pemancingan Berkelanjutan ini juga merupakan langkah konkret dalam mendukung dua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 14 (Kehidupan di Bawah Air) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Dengan mengutamakan keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem perikanan, Desa Katelan memperlihatkan tanggung jawab ekologis yang sejalan dengan agenda global.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari dosen pembimbing, Dr. Tuswan, S.T., yang dengan bijak memberikan arahan dan wawasan mendalam kepada tim KKN. Program ini tidak hanya berbicara tentang pemancingan, tetapi juga tentang masa depan generasi mendatang yang terjaga keberlanjutannya.

Seiring berlalunya waktu, langkah-langkah kecil yang diambil oleh Sinatrya selaku Mahasiswa KKN UNDIP TA. 2022/2023 di Desa Katelan berubah menjadi sebuah gerakan kuat yang membawa perubahan positif. Mereka tidak hanya menangkap ikan di perairan, tetapi juga menangkap hati masyarakat, mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam menjaga ekosistem perikanan demi kesejahteraan bersama.

Inilah cerita luar biasa yang ditorehkan oleh Mahasiswa KKN UNDIP: sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana upaya nyata dan ilmiah dapat membawa perubahan positif yang menghentak. Semua itu bermula dari pemahaman sederhana, bahwa setiap tindakan baik—meskipun sekecil apapun—akan memberi dampak yang mendalam jika dilakukan dengan cinta dan kearifan.

Wujudkan Pembangunan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN Tim II Undip Lakukan Pembentukan dan Pendampingan UMKM sebagai Bentuk Pengembangan Kelompok Usaha Desa Kalijoyo

0
 


Campusnesia.co.id - Pekalongan (27/7/2023) – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Keberadaan UMKM sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi, khususnya ekonomi di desa yang belum maksimal. Salah satunya di Desa Kalijoyo yang belum memiliki produk UMKM yang dapat menjadi sumber pemasukan desa.

Pembentukan UMKM sendiri dapat bermanfaat baik bagi pelaku usaha melalui penjualan produk, bagi warga sekitar dengan terbukanya lapangan kerja baru, bahkan bagi negara secara nasional karena dapat meningkatkan nilai produk domestik bruto (PDB). Oleh karena itu, mahasiswa Tim II KKN Undip 2023 merancang program “Pembentukan dan Pendampingan UMKM Sabun Cair dari Minyak Jelantah”.

Kegiatan dilakukan pada Kamis, 27 Juli 2023 di Balai Desa Kalijoyo. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan kerap menggunakan minyak goreng yang berpotensi menjadi minyak jelantah. 

Acara diawali dengan pemaparan materi dan demonstrasi mengenai cara pembuatan sabun cair dari minyak jelantah. Selanjutnya disampaikan cara pengembangan dan pemasaran UMKM melalui media sosial dan marketplace. Pada akhir acara, dilakukan pembentukan kelompok usaha baru bagi peserta yang bersedia untuk mengembangkan UMKM ini, serta pembentukan nama dan logo usaha.


Pertemuan kedua dilaksanakan pada Minggu, 6 Agustus 2023 yang juga bertempat di Balai Desa Kalijoyo. Dalam acara ini, peserta pelatihan dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok melakukan praktik pembuatan sabun cair dari minyak jelantah secara langsung. 


Setelah produk sabun cair berhasil dibuat, disampaikan cara pengemasan produk, serta pemasangan label pada kemasan. Selanjutnya dilakukan pendampingan pembuatan akun kelompok usaha di media sosial Instagram dan marketplace Shopee, serta pembuatan brosur untuk pemasaran offline.

Dengan dilakukannya pembentukan dan pendampingan UMKM ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan warga desa dan membuka lapangan kerja baru di Desa Kalijoyo, serta menjadi sumber pemasukan yang berkelanjutan bagi para anggota kelompok usaha.

Sampah bikin Untung! Mahasiswa KKN UNDIP Memberdayakan Masyarakat Melalui Inovasi Bank Sampah

0
 
Penyuluhan dan Pemilahan Sampah 
oleh Alifya Hananta, mahasiswa KKN UNDIP


Campusnesia.co.id - Kedungbokor, Kabupaten Brebes (07/08/2023). Pada minggu ke-3 kegiatan KKN, Mahasiswa KKN Undip melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pemilahan sampah anorganik. Penyuluhan dan pemilahan ini menjadi cikal bakal keberjalanan program bank sampah di desa Kedungbokor, mulai dari 3, 6 hingga rt 7. 

Alasan mahasiswa melakukan program bank sampah ini adalah kurangnya kesadaran warga mengenai pentingnya pemilhan sampah dan perekonomian warga hanya bergantung pada bawang. 

Sampah adalah suatu bahan yang terbuat atau dibuang dari sumber aktifitas manusia maupun alam. Sampah dibedakan menjadi sampah organic dan anorganik. Sampah organic yaitu sampah yang mudah membusuk dan biasanya berupa sisa makanan, sayuran maupun daun-daun kering. Sedangkan sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk dan dapat didaur ulang, biasanya sampah ini berupa botol, kertas, plastic, kaleng dan alat elektronik lainnya.

Dikarenakan masyarakat kurang menyadari akan pentingnya pemilahan sampah, khususnya sampah anorganik yang sulit membusuk, mahasiswa KKN menggalakkan program bank sampah. Bank sampah adalah sebuah program pengelolaan sampah, menampung, memilah, dan menyalurkan sampah yang bernilai ekonomi sehingga masyarakat mendapat keuntungan dari menabung sampah. Manfaat bank sampah tidak hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian warga kedungbokor. 

Warga dapat mengumpulkan sampah berupa botol plastic, botol kaleng, botol kaca hingga kardus. Setelah sampah dikumpulkan, sampah akan dibawa ke bank sampah untuh ditimbang dan hasil timbangan akan dicatat dibuku tabungan. 

Sampah yang sudah ditimbang akan dibawa dan disalurkan petugas bank sampah untuk proses daur ulang. Penimbangan bank sampah dilakukan pada tanggal 13 agustus nanti dan bertempat di rumah pak Carso selaku ketua RT 3 dusun Kedungbokor. Warga pun dapat mengambil uang saat tabungannya dirasa sudah cukup banyak.



Mahasiswa melakukan monitoring 
pengumpulan sampah dari rumah ke rumah


Diharapkan dengan adanya program ini, warga mampu mengelola sampah dengan bijak khususnya sampah anorganik supaya lingkungan tidak tercemar dan meningkatkan perekonomian warga kedungbokor.

Peran Mahasiswa Ekonomi Memaksimalkan Potensi UMKM: Melalui Pelatihan Pembukuan Menggunakan Aplikasi Manager.IO

0
  


Campusnesia.co.id - Desa Sumberagung, Kecamatan Klego (10/8/2023) Kepentingan majunya negara tak terlepas dari meleknya negara akan ekonominya. Tulisan diatas merupakan pesan Joko Widodo selaku Presiden Indonesia mengenai investasi paling berguna adalah berinvestasi dalam sektor UMKM negara Indonesia. 

Oleh karena itu, berlandaskan pesan tersebut, menjadi keyakinan sendiri dan motivasi bagi saya untuk menginvestasikan pengalaman dan ilmu berharga, dalam bentuk pemberian inovasi dan optimalisasi potensi UMKM, hingga UMKM ini punya nilai jual tersendiri serta memiliki pencatatan keuangan yang terintegrasi dengan baik. 

Berdasarkan hasil survei lapangan yang telah dilakukan, salah satu potensi di Desa Sumberagung yaitu keberadaan para pelaku UMKM yang turut serta dalam mendorong perekonomian masyarakat desa. Adapun keberadaan UMKM cenderung didominasi dari sektor produktif kreatif salah satunya UMKM Pembuatan Tas dari Limbah Plastik. 

Namun demikian, kebanyakan para pelaku UMKM di Desa Sumberagung belum melakukan pembukuan keuangan secara terintegrasi dan kebanyakan masih dilakukan secara manual atau bahkan tidak melakukan pembukuan pada usahanya, padahal hal tersebut berisiko untuk kehilangan catatan keuangan usaha.

Berdasarkan permasalahan tersebut salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023, Yusup Nurfaizi (21) dari program studi Ekonomi membawa program “Pelatihan Pembukuan kepada Pelaku UMKM di Desa Sumberagung dengan Menggunakan Aplikasi Manager.IO”. 

Saya titip agar dalam rakornas ini, bisa dipastikan jumlah UMKM kita yang on boarding digital, yang masuk ke market place, yang masuk ke platform digital tahun 2022 ini, harus mencapai target 20 juta minimal, dan meningkat 24 juta di tahun 2023, dan 30 juta 2024. Ini target, kalau semua kerja keras, memiliki keinginan yang sama mencapai target yang telah kita tentukan saya yakin Insya Allah semuanya bisa melakukan,”
- Joko Widodo (Presiden Indonesia ke-7) –

Program ini sejalan dengan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP untuk melaksanakan salah satu dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan dan 169 target, dengan mempertimbangkan masalah yang terjadi di lapangan. Maka penulis memutuskan untuk mengangkat tema yang berkaitan dengan poin nomor 8 dari tujuan SDGS yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua. 

Tema ini berbicara terkait pentingnya untuk pengembangan potensi UMKM yang nantinya bisa dimaksimalkan melalui optimalisasi Digital Marketing yang membutuhkan bantuan dari generasi muda yang lebih melek digitalisasi serta dilandasi oleh edu cultural tourism yang membuat budaya khas dari Desa Sumberagung semakin dikenal oleh khalayak umum disamping pada sekedar produk UMKM biasa saja. 

Dilandasi oleh tema tersebut, pelaksanaan program, dilakukan mahasiswa selama satu minggu dimulai dari tanggal 28 Juli – 3 Agustus 2023 yang dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan dan pelatihan pembukuan UMKM menggunakan Aplikasi Manager.IO, dan Tahap evaluasi. 

Mahasiswa menyampaikan teori dan praktik teknis penggunaan aplikasi Manager.IO secara rinci yang disertai dengan pemberian modul. Modul yang diberikan mengenai cara mengoperasikan aplikasi Manager.IO meliputi Meng-Create Persediaan Barang Dagang, Menambah Akun yang dibutuhkan, Menginput Penerimaan dan Pembayaran, Menginput Pemasok, Faktur Pembelian, dan Pelunasan serta Mencetak Laporan Keuangan.



Adapun harapan dari program kerja ini nantinya “Para Pelaku UMKM dapat memahami, mempraktekkan dan cara pembuatan Jurnal, Buku Besar, Neraca Saldo, Worksheet, Buku Besar, dan Laporan Keuangan dari usaha yang dilakukannya”. Ujar Yusup Nurfaizi, dalam reportase program kerjanya.

Adanya program ini, tentunya disambut baik oleh warga Desa Sumberagung dengan harapan pelaku UMKM dapat mengetahui penerimaan dan penjualan dari dagang bulanan secara terperinci. “Semoga dengan adanya program KKN dari teman-teman mahasiswa UNDIP ini, khususnya Pelatihan Pembukuan UMKM dengan Aplikasi Manager.IO di Desa Sumberagung dapat meningkatkan literasi pembukuan yang baik kedepannya bagi para pelaku UMKM di Desa Sumberagung, dan saya selaku pelaku UMKM merasa terbantu dengan adanya pelatihan pembukuan menggunakan aplikasi Manager.IO” ujar Najwa.

Selain itu, saya juga mengirimkan materi kepada para pelaku UMKM via WhatsApp yang diharapkan nantinya materi pelatihan dalam bentuk softfile dapat diteruskan dan disampaikan kepada Masyarakat luas di Desa Sumberagung.


“Banyak orang hebat di dunia, namun yang terpenting adalah ketika
orang hebat bisa menginspirasi orang lain dan membangkitkan semangat UMKM
untuk bisa seperti pengusaha sukses lainnya”
-YUSUP NURFAIZI-




Peran Mahasiswa Ekonomi Memberikan Pelatihan Perencanaan Keuangan Menggunakan Ms. Excel kepada Pelaku UMKM di Desa Sumberagung melalui Sentuhan Financial Tracker

0
 


Campusnesia.co.idDesa Sumberagung, Kecamatan Klego (10/8/2023) Seiring berkembangnya era digitalisasi, pemasaran digital kini memiliki peranan yang sangat besar bagi UMKM, salah satunya adalah memperluas dan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mempromosikan usahanya melalui website, medsos, ataupun media digital lainnya. 

Namun, hal tersebut juga harus dilengkapi dengan kemampuan mengelola keuangan yang baik, tujuannya agar antara pemasukan dan pengeluaran dapat tercatat dengan jelas, sehingga setiap posko baik pemasukan dan pengeluaran dapat menjadi proyeksi keberlanjutan kondisi keuangan kedepannya. 

Dari hasil survei yang telah dilakukan, ditemukan bahwa di Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali memiliki potensi, salah satunya pada UMKM yakni Pembuatan Tas dari Limbah Plastik. Dengan demikian diperlukan adanya pembinaan dan pelatihan pengelolaan keuangan untuk mengajak para kader UMKM lebih melek dalam pengelolaan keuangan. Sehingga pentingnya dilakukan Pelatihan Perencanaan Keuangan kepada Kader UMKM di Desa Sumberagung.

Berdasarkan permasalahan tersebut salah satu mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023, Yusup Nurfaizi (21) dari program studi Ekonomi membawa program “Pelatihan Perencanaan Keuangan kepada Kader UMKM di Desa Sumberagung Menggunakan Aplikasi Ms. Excel”. 

Program ini sejalan dengan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNDIP untuk melaksanakan salah satu dari target Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan dan 169 target, dengan mempertimbangkan masalah yang terjadi di lapangan. Maka penulis memutuskan untuk mengangkat tema yang berkaitan dengan poin nomor 8 dari tujuan SDGS yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua. 

Sebagai gambaran umum, UMKM Pembuatan Tas dari Limbah Plastik merupakan salah satu produk UMKM yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. UMKM Pembuatan Tas dari Limbah Plastik merupakan usaha kreatif lokal yang berbasis rumah tangga, menjual berbagai macam produk tas dengan berbagai model. 

Target pasar dari UMKM Pembuatan Tas dari Limbah Plastik adalah masih masyarakat sekitar Kabupaten Boyolali, meskipun sekarang sudah merambah ke media sosial salah satunya Facebook dan Shopee. Semakin berkembangnya usaha Pembuatan Tas dari Limbah Plastik, ada beberapa masalah yang perlu segera dituntaskan seperti salah satunya pengelolaan keuangan yang baik dan terencana.

Program kerja dilaksanakan berkoordinasi dengan perangkat desa terkait UMKM di Desa Sumberagung yang perlu dilatih dan diedukasi. Adapun pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu Tahap persiapan, Tahap pelaksanaan dan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan pengelolaan keuangan UMKM menggunakan Ms. Excel, dan Tahap evaluasi. 

Program ini dilakukan selama satu minggu dimulai dari tanggal 20-27 Agustus 2023. Kegiatan pemberian pelatihan ini dimulai dengan observasi keadaan dari UMKM Tas dari Limbah Plastik, seperti menganalisa apa saja kegiatan pengelolaan keuangan yang sudah pernah dilakukan.
 
Adapun harapan dari program kerja ini nantinya “Pelaku UMKM Tas dari Limbah Plastik bisa melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri dan terencana, sehingga nantinya dapat memproyeksikan pendapatan yang sudah diperoleh pada pos-pos pengeluaran produktif guna mencapai kebebasan financial serta bisa melakukan financial check-up secara mandiri dengan template financial tracker yang telah disediakan dalam bentuk excel, yang diharapkan pada nantinya dapat digunakan oleh para pelaku UMKM di Desa Sumberagung. Template financial tracker ini telah dibuat secara otomatis, sehingga siapapun bisa mengoperasikannya tanpa perlu memiliki basic finance”. Ujar Yusup Nurfaizi, dalam reportase program kerjanya.
 
Adanya program ini, tentunya disambut baik oleh warga Desa Sumberagung dengan harapan pada akhirnya warga umumpun tidak hanya pelaku UMKM dapat mengetahui pemasukan dan pengeluaran bulanan secara terperinci yang bisa dilakukan pada berbagai aktivitas. “Semoga dengan adanya program KKN dari teman-teman mahasiswa UNDIP ini, khususnya Pelatihan Perencanaan Keuangan kepada Kader UMKM di Desa Sumberagung Menggunakan Aplikasi Ms. Excel dapat meningkatkan literasi pengelolaan keuangan yang baik dan terencana kedepannya bagi Masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Sumberagung, dan saya selaku pelaku UMKM merasa terbantu dengan adanya template financial tracker ini.” ujar Ibu Sugeng Haryanti.

Selain itu, saya juga mengirimkan materi kepada para pelaku UMKM via WhatsApp yang diharapkan nantinya materi pelatihan dalam bentuk softfile dan modul serta template financial tracker dalam bentuk Ms. Excel guna dapat diteruskan dan disampaikan kepada Masyarakat luas di Desa Sumberagung.

“Ayo Makaryo, Ojo Kesusu Rabi”, Upaya Preventif Perkawinan Dini di Desa Pucung

0
  


Campusnesia.co.id - Wonogiri (30/07/2023) Berdasarkan data Pengadilan Agama Wonogiri, sepanjang Januari-Juni 2023 terdapat 67 pengajuan dispensasi kawin. Angka ini menurun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya di mana pada periode Januari-Juni 2022 terdapat 100 pengajuan dispensasi kawin. 

Perkawinan dini ini sendiri sejatinya membawa beberapa dampak salah satunya bagi anak Perempuan yakni tercurinya hak seorang anak perempuan seperti hak pendidikan, hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan pelecehan, hak kesehatan, hak dilindungi dari eksploitasi, dan hak tidak dipisahkan dari orangtua. Berkaitan dengan hilangnya hak kesehatan, seorang anak yang menikah di usia dini memiliki risiko kematian saat melahirkan yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang sudah cukup umur. 

Berkenaan dengan hal tersebut, mahasiswa Fakultas Hukum Tim KKN II Undip Tahun 2023 memberikan pendampingan berkaitan dengan perkawinan dini dengan judul “Ayo Makaryo Ojo Kesusu Rabi”. Pendampingan tersebut diawali dengan pemaparan mengenai definisi perkawinan, definisi perkawinan dini, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai data dispensasi perkawinan di Wonogiri. 

Tak sampai situ saja, pendampingan dilanjutkan dengan dampak perkawinan dini baik itu dampak bagi perempuan, dampak bagi anak hasil perkawinan dini, dan dampak bagi masyarakat. Dalam acara ini, para peserta nampak antusias menyimak penjelasan yang diberikan. Terlebih di akhir pemaparan diberikan hadiah bagi para peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan. 

Guna mendukung keberlanjutan program kerja ini, diberikan luaran berupa poster mengenai perkawinan dini yang dipajang di Balai Dusun Soka. Dengan dilaksanakannya program kerja ini, diharapkan dapat membantu menekan kembali angka perkawinan dini di Wonogiri sehingga remaja-remaja di Wonogiri utamanya di Desa Pucung dapat terhindarkan dari dampak negatif perkawinan dini.



Penulis: 
Erlangga Aryadi Putra

DPL: 
1. Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.Si.   
2. Megarini Hersaputri, S.T., M.T.
3. Moh. Asadullah Hasan Al Asy'Arie, S.H., M.Kn.

Lokasi: 
Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri