Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Review Film The Odyssey (2026), Mahakarya Mitologi Megah Christopher Nolan

0
Review Film The Odyssey (2026), Mahakarya Mitologi Megah Christopher Nolan



Campusnesia.co.id - Dunia perfilman kembali diguncang oleh karya terbaru dari sutradara pemenang Oscar, Christopher Nolan. Melalui film The Odyssey, Nolan mengadaptasi salah satu puisi epik paling berpengaruh sepanjang sejarah karya Homer ke dalam format layar lebar yang belum pernah ada sebelumnya.

Dengan anggaran mencapai USD 250 juta, film ini dinobatkan sebagai proyek termahal sepanjang karier Nolan. Menggabungkan elemen drama sejarah, mitologi, dan aksi kolosal, The Odyssey sukses menjadi salah satu film paling diantisipasi dan menyita perhatian penikmat sinema global.


Alur Cerita dan Sinopsis Singkat
Film ini mengikuti kisah Odysseus, Raja Ithaca yang legendaris, saat ia harus menghadapi perjalanan panjang dan penuh marabahaya selama satu dekade untuk kembali ke tanah airnya setelah Perang Troya. Di sepanjang pelayarannya, ia diuji oleh amarah para dewa, makhluk-makhluk mitologi mengerikan, hingga ujian kesetiaan.

Sementara itu, di Ithaca, istrinya Penelope dan putra mereka Telemachus harus berjuang menghadapi para pelamar arogan yang ingin merebut takhta kerajaan. Nolan tidak hanya berfokus pada aksi petualangan semata, tetapi juga menggali rasa bersalah Odysseus atas kehancuran Troya serta konsep hubris (kesombongan) manusia di hadapan hukum para dewa.


Daftar Pemain Bertabur Bintang (A-List Cast)
Salah satu daya tarik utama dari The Odyssey adalah jajaran pemeran bertaraf bintang (star-studded ensemble) yang menghiasi setiap adegan:

- Matt Damon sebagai Odysseus (Raja Ithaca yang cerdik dan penuh strategi)

- Anne Hathaway sebagai Penelope (Istri setia Odysseus)

- Tom Holland sebagai Telemachus (Putra Odysseus yang gigih mencari ayahnya)

- Robert Pattinson sebagai Antinous

- Zendaya sebagai Athena (Dewi kebijaksanaan)

- Charlize Theron sebagai Calypso

- Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya / Clytemnestra

- Jon Bernthal sebagai Menelaus

- Benny Safdie sebagai Agamemnon

- Elliot Page sebagai Sinon


Rekam Jejak Sutradara, Film-Film Nolan Sebelumnya
Sebelum menyutradarai The Odyssey, Christopher Nolan telah membangun reputasi emas sebagai salah satu sutradara paling visioner di era modern berkat deretan film ikonik yang selalu mendobrak batas sinema:

1. Oppenheimer (2023): Film biografi sejarah yang memborong banyak piala Oscar, termasuk Sutradara Terbaik dan Film Terbaik.

2. Tenet (2020): Thriller fiksi ilmiah penuh teka-teki dengan konsep manipulasi waktu (inversion).

3. Dunkirk (2017): Drama perang menegangkan berbasis sejarah evakuasi Perang Dunia II.

4. Interstellar (2014): Mahakarya fiksi ilmiah tentang penjelajahan luar angkasa dan teori lubang cacing (wormhole).

5. The Dark Knight Trilogy (2005–2012): (Batman Begins, The Dark Knight, The Dark Knight Rises) Trilogi pahlawan super yang merevolusi genre film komik menjadi lebih kelam dan membumi.

6. Inception (2010): Film aksi-pencurian mimpi yang memukau secara visual dan filosofis.

7. Prestige (2006) & Memento (2000): Drama misteri dengan plot twist legendaris yang menguji kecerdasan penonton.


Fakta Unik dan Hal Menarik di Balik Layar The Odyssey

- 100% Kamera IMAX: The Odyssey mencetak sejarah sebagai film blockbuster pertama yang diambil sepenuhnya menggunakan teknologi kamera IMAX baru, memberikan pengalaman visual megah dengan rasio layar penuh yang luar biasa.

- Transformasi Fisik Matt Damon: Demi mendalami karakternya sebagai prajurit tangguh, Matt Damon menjalani diet ketat bebas gluten serta melakukan latihan fisik intensif hingga menurunkan berat badannya, serta membiarkan janggutnya tumbuh alami selama setahun penuh tanpa bantuan riasan artifisial.

- Kolaborasi Musik oleh Ludwig Göransson: Musik latar digarap kembali oleh komposer pemenang Oscar, Ludwig Göransson, yang sukses membangun atmosfer epik, megah, sekaligus menegangkan di sepanjang durasi 172 menit film ini.



Sebagai penutup, The Odyssey membuktikan bahwa Christopher Nolan tidak pernah kehabisan ambisi untuk menciptakan pengalaman sinematik yang imersif. Dengan visual IMAX yang memukau, akting kelas atas dari Matt Damon dan kawan-kawan, serta kedalaman cerita mitologi Yunani kuno yang dibungkus dengan gaya penceritaan modern, film ini wajib masuk dalam daftar tontonan wajib sobat tahun ini.

Apakah The Odyssey berhasil merajai ajang penghargaan musim depan menyusul jejak Oppenheimer? Saksikan langsung petualangannya di bioskop dan layar IMAX terdekat!

Review Film The Furious, Aksi Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian serta Joey Iwanaga

0


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
- Miao Xie sebagai Wang Wei

- Joe Taslim sebagai Navin

- Yayan Ruhian sebagai Tak the Arrow Man

- JeeJa Yanin sebagai Matia istri Navin

- Enyou Yang sebagai Rainy

- Sahajak Boonthanakit sebagai Mr. Song

- Joey Iwanaga sebagai Paklung

- Guo Junqing sebagai Marky

- Brian Le sebagai Ho

- Manatsanun Phanlerdwongsakul sebagai Yadong

- Kittiphoom Wongpentak sebagai Sacha

- Winai Wiangyangkung sebagai Donkey Head

- Sahatchai Chumrum sebagai Kun Tai Luo


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious
Hari ini saya menonton film The Furious setelah sekian bulan menahan diri dengan rasa penasaran akhirnya ekpektasi itu terbayarkan. Sambil menunggu tayang saya coba nonton dulu film Xie Miao berjudul Fight Against Evil 3 yang juga menawarkan aksi pertarungan yang keren.

Kembali ke film The Furious, sejak menit pertama sudah disajikan pertarungan seru antara karakter Matia yang diperankan oleh JeeJa Yanin seorang jurnalis yang sedang menyelidiki sindikat penculikan anak. Sebagai pertarungan pembuka, aksi Jeeja Yanin sangat memukau dan nostalgia mengingat penampilannya dalam film lawasnya berjudul Chocolate (2008).

Dari sisi cerita sebenarnya The Furious sangat sederhana, seorang tukang ledeng tunawicara bernama Wang Wei yang diperankan oleh Xie Miao berjuang mencari anaknya yang diculik. Dalam perjuaangannya tersebut ia bertemu dengan karakter Navin yang diperankan oleh Joe Taslim yang juga sedang mencari sang istri yang hilang saat menelusuri sindikat penculikan anak.

Dari separuh film hingga akhir, aksi perkelahian tangan kosong dan aneka senjata disajikan tanpa henti dan selalu asyik diikuti koreografinya. Bahkan pertarungan menjelang babak akhir menampilkan 2 lawan 2 plus 1 yang semuanya saling baku hantam tanpa ada jeda kelihatan saling menunggu untuk memukul.

Kalau dibilang bahwa The Furious adalah film laga dengan pertarungan ikonik sejak The Raid nampaknya sebutan tersebut tidak sepnuhnya salah. Koreo yang dihadirkan benar-benar clear dengan kamera work yang bagus tanpa membuat kepala pusing.

Jika sobat pernah menonton franchise live action Rurouni Kenshin dan familiar dengan gaya bertarunganya yang dominan movement di lantai dan banyak menggunakan pergulatan jarak dekat serta kaki maka perasaan itu tidak salah, sutradara film The Furious adalah Kenji Tanigaki orang yang menjadi action Director di film Rurouni Kenshin.

Sebagai penonton The Raid pertama yang sedih karena Joe Taslim tumbang di tangan Mad Dog yang diperankan Yayan Ruhiyan, dalam film The Furious Kenji Tanigaki memberi kesempatan keduanya untuk reuni dan beradu fisik lagi dengan berdarah-darah, spoiler sedikit kali ini Joe Taslim berhasil membalas kekalahannya di The Raid.

Secara keseluruhan film The Furious sangat memanjakan dan menyenangkan bagi penggemar film action apalagi buat sobat yang sudah mengikuti perjalanan aktor-aktornya dari Jejaa Yanin, Xie Miao, Joes Taslim hingga Yayan Ruhiyan.

Screen Stealer pada film The Furious ada dua yaitu Brian Le yang berperan sebagai Ho, posturnya yang gempal namun lincah mengingatkan pada Sammo Hung dan Joey Iwanaga aktor muda asal Jepang dengan gaya pertarungannya yang khas. Saya yakin setelah ini keduanya pasti bakal sering muncul di berbagai film laga.

Demikian review kita kali  ini tentang film The Furious, selamat menonton.


Penulis
Nandar



====
Baca juga:


Review Film Wings of Dread, Ketika Ashton Chen Melawan Iko Uwais di Atas Pesawat

0



Campusnesia.co.id - Jika sobat adalah generasi 90an yang tumbuh besar dengan film-film komedi Boboho seperti Shaolin Popey, pasti tidak asing dengan sahabatnya yang jago kungfu. Yak namanya Ashton Chen dikenal karena peran-perannya bersama Steven Hao (Boboho) wajahnya imut, lugu tapi jago kungfu.

Setelah dewasa kita jarang melihatnya, padahal banyak juga series dan film yang dibintanginya, misalnya ia berperan dalam film Ip Man 2 sebagai Tsui Sai Cheung yang tayang pada tahun 2010.

Kabar gembira untuk karena akhir-akhir ini ia kembali sering bermain dalam film layar lebar, tahun 2022 ia bermain dalam film Tao Xue Shen tan dan Detective Chen, pada tahun 2026 ini setidaknya ada dua film yang ia bintangi yaitu Detective Chen 2 dan Wings of Dread.

Nah dalam postingan ini, kami akan hadirkan review filmnya Ashton Chen yang berjudul Wings of Dread. Kenapa film ini menarik? karena ada Iko Uwais yang berperan sebagai musuhnya dan terlibat baku pukul di pesawat menggunakan teknik bela diri pencak silat vs kungfu.

Duduk di bangku sutradaanya ada Ashton Chen sendiri bekerjasama dengan Qin Pengfei yang sudah terkenal melahirkan film-film laga kondang seperti Fight against Evil, Painted Skin dan Reign of Assassins.


Sinopsis film Wings of Dread
Seorang polisi udara bernama Gu Zhaoyang mengalami krisis pembajakan pesawat dalam penerbangan pulang dari luar negeri. Dengan mengandalkan profesionalisme yang sangat tinggi, ia berusaha menghalangi para pembajak dengan mempertaruhkan nyawa, dan pertarungan hidup dan mati di ketinggian sepuluh ribu meter pun dimulai.



Pemeran film Wings of Dread

- Ashton Chen sebagai Gu Chaoyang

- Iko Uwais sebagai pemimpin komplotan pembajak pesawat

Nita Lei sebagai Xia Ruoyan

- Fengchao Liu sebagai Chang Jianrong



Poster film Wings of Dread


Review film Wings of Dread
Ceritanya cukup sederhana, seorang polisi udara punya masalah dengan sang kekasih yang hendak dilamar. Ia sering melewatkan janji karena tak bisa berdiam diri saat melihat kejahatan bahkan saat dalam perjalanan menuju tempat janjian pacaran.

Suatu hari ia menyusul sang kekasih yang bekerja sebagai pramugari, betepatan dengan pesawat yang sama yang akan digunakan membawa tahanan Internasional untuk dideportasi ke China.

Seperti cerita film pada umumnya, komplotan penjahat mencoba membajak pesawat tersebut untuk menyelamatkan sang penjahat, Ashton Chen yang berada di pesawat yang sama tidak bisa tinggal diam sebagai polisi udara ia harus menyelamatkan nyawa penumpang dan sang kekasih.

Daya tarik film ini jelas, menantikan pertarungan antara Ashton Chen dan Iko Uwais yang dikenal dengan ciri khas masing-masing. Ashton Chen mantan aktor cilik jago kungfu dan Iko Uwais dengan bela diri pencak silatnya.

Tidak mengecewakan, nyaris sejak separuh film hingga akhir kita disajikan pertarungan yang tanpa basa-basi. Tidak hanya sekali mereka berduel setidaknya dua kali sebelum akhirnya berhasil dikalahkan.

Pencuri perhatian lain yang tidak boleh dilewatkan adalah side kick pertarungan polisi wanita yang diperankan dan musuh wanita sangat brutal. Pengambilan lokasi di toilet pesawat yang sempit mengingatkan saya pada pertarungan antara Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan di lift dalam film Merantau (2009).

Ngomongin jadi penjahat, Iko Uwais bukan kali pertama ini memerankannya, sebelumnya ia juga jadi antagonis di film Expend4bles ia berperan sebagai Suarto Rahmat, Stuber sebagai Oka Tedjo dan The Night Comes For Us sebagai Arian.

Secara keseluruhan film Wings of Dread sangat rekomended untuk ditonton, apalagi bagi sobat yang suka dengan aktor Ashton Chen dan Iko Uwais. Tentu saja di akhir kita akan melihat bagaimana prpopaganda kehebatan polisi udara China, tapi ya gak apa-apa. Nontonya di aplikasi iQiyi.

Kabar gembira untuk penonton Indonesia karena film Wings of dread bakal tayang di bioskop dulu sebelum masuk iQIYI regional Indonesia.


Penulis
Nandar


====
Baca juga:


Penjelasan Ending Film Inception, Apakah Cobb Masih Berada di Dalam Mimpi?

0
Penjelasan Ending Film Inception, Apakah Cobb Masih Berada di Dalam Mimpi



Campusnesia.co.id - Ngomongin film karya Christopher Nolan memang tidak ada habisnya, sutradara yang dikenal tidak mau banyak menggunakan CGI dan cerita-cerita penuh plot twist.

Tema yang diangkat juga tidak biasa, bagaimana trilogi Batman yang jadi sangat manusiawi, cerita tentang kembali ke masa lalu dalam film Tenet atau tema kloning manusia lewat The Prestige.

Selain judul di atas, ada film yang berjudul Inception yang temanya tentang bagaimana manusia bisa dengan sadar masuk ke mimpi orang hingga beberapa level kedalaman. Seperti yang pernah kita alami mimpi di dalam mimpi.

Lewat postingan kali ini yuk kita bahas Sinopsis, Alur Cerita dan Review Film Inception Ketika Leonardo DiCaprio dan Christopher Nolan Bermain dengan Mimpi.

Inception adalah film fiksi ilmiah tahun 2010 yang disutradarai oleh Christopher Nolan dan diproduseri oleh Christopher Nolan dan Emma Thomas. Naskah film ini ditulis oleh Christopher Nolan. Film ini dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Joseph Gordon-Levitt, Elliot Page, Tom Hardy, Ken Watanabe, Cillian Murphy, Marion Cotillard, Tom Berenger dan Michael Caine.

Film Inception ditayangkan secara perdana di Odeon Leicester Square pada tanggal 8 Juli 2010 dan dirilis di Amerika Serikat dan Britania Raya pada tanggal 16 Juli 2010. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.


Pemeran film Inception

Leonardo DiCaprio sebagai Dominic "Dom" Cobb

Joseph Gordon-Levitt sebagai Arthur

- Elliot Page sebagai Ariadne

- Tom Hardy sebagai Eames

- Ken Watanabe sebagai Mr. Saito

- Cillian Murphy sebagai Robert Fischer

- Marion Cotillard sebagai Mal Cobb

- Dileep Rao sebagai Yusuf

- Tom Berenger sebagai Peter Browning

- Michael Caine sebagai Profesor Stephen Miles

- Pete Postlethwaite sebagai Maurice Fischer

- Lukas Haas sebagai Nash



Alur cerita film Inception

Dominick "Dom" Cobb dan Arthur adalah "ekstraktor"; mereka melakukan spionase perusahaan menggunakan teknologi militer eksperimental untuk menyusup ke alam bawah sadar target mereka dan mengekstrak informasi melalui dunia mimpi bersama. Target terbaru mereka, Saito, mengungkapkan bahwa dia mengatur misi mereka untuk menguji Cobb untuk pekerjaan yang tampaknya mustahil: menanamkan ide di alam bawah sadar seseorang, atau "awal". Saito ingin Cobb meyakinkan Robert, putra pesaing Saito, Maurice Fischer, untuk membubarkan perusahaan ayahnya. Saito berjanji untuk menghapus status kriminal Cobb, yang mencegahnya kembali ke rumah untuk anak-anaknya.

Cobb menerima tawaran itu dan mengumpulkan timnya: Eames, seorang pemalsu identitas; Yusuf, seorang ahli kimia dengan obat penenang untuk strategi "mimpi dalam mimpi"; dan Ariadne – mahasiswa arsitektur dari ayah mertuanya, Profesor Stephen Miles – bertugas merancang labirin impian. 

Ariadne menemukan bahwa alam bawah sadar Cobb menyimpan proyeksi invasif mendiang istrinya, Mal. Setelah Fischer meninggal, tim menemani Robert dalam penerbangan di mana mereka membiusnya ke dalam mimpi bersama. 

Pada setiap tingkat mimpi, orang yang menghasilkan mimpi tetap berada di belakang untuk membuat "tendangan" untuk membangunkan anggota tim lain dari mimpi yang lebih dalam. Tendangan ini harus terjadi secara bersamaan, meskipun waktu mengalir lebih cepat di setiap level yang berurutan.

Tingkat pertama adalah mimpi Yusuf tentang Los Angeles. Tim menculik Robert tetapi diserang oleh proyeksi dari alam bawah sadarnya. Saito terluka, dan Cobb mengungkapkan bahwa saat sekarat dalam mimpi biasanya akan membangunkan pemimpi, obat penenang malah akan mengirim mereka ke "limbo": dunia alam bawah sadar yang tak terbatas. Eames meniru ayah baptis Robert, Peter Browning, untuk menyarankan agar Robert mempertimbangkan kembali wasiat ayahnya. 

Cobb memberi tahu Ariadne bahwa dia dan Mal memasuki limbo saat bereksperimen dengan teknologi berbagi mimpi. Dibius selama lima jam waktu nyata, mereka menghabiskan lima puluh tahun di dunia mimpi. Ketika Mal menolak untuk kembali ke kenyataan, Cobb menggunakan bentuk awal dengan mengaktifkan kembali totemnya, sebuah objek yang digunakan pemimpi untuk membedakan mimpi dari kenyataan. 

Setelah bangun, Mal masih percaya bahwa dia sedang bermimpi. Mencoba untuk "bangun", dia bunuh diri dan menjebak Cobb untuk memaksanya melakukan hal yang sama. Cobb melarikan diri dari AS, meninggalkan anak-anaknya dalam perawatan Miles.

Yusuf mendorong tim di sekitar tingkat pertama saat mereka dibius ke tingkat kedua, sebuah hotel yang diimpikan oleh Arthur. Cobb meyakinkan Robert bahwa dia telah diculik oleh Browning dan bahwa Cobb adalah pelindung bawah sadarnya, membawa Robert ke tingkat yang lebih dalam sebagai bagian dari tipu muslihat untuk memasuki alam bawah sadar Robert. 

Di tingkat ketiga, tim menyusup ke rumah sakit pegunungan berbenteng yang diimpikan oleh Eames dan menahan para penjaga saat Saito membawa Robert ke alam bawah sadarnya yang setara. Yusuf, dikejar oleh proyeksi Robert di tingkat pertama, dengan sengaja mendorong jembatan, memulai tendangannya terlalu cepat. Hal ini menyebabkan longsoran salju di level Eames, dan menghilangkan gravitasi di level Arthur, memaksa Arthur untuk mengimprovisasi tendangan baru yang disinkronkan dengan van yang menabrak air. 

Proyeksi Mal muncul di level Eames dan membunuh Robert; Cobb membunuh Mal, dan Saito menyerah pada luka-lukanya. Cobb dan Ariadne memasuki limbo untuk menyelamatkan Robert dan Saito, sementara Eames menyiapkan tendangan dengan mencurangi rumah sakit dengan bahan peledak.

Cobb berdamai dengan kematian Mal. Ariadne membunuh proyeksi Mal dan membangunkan Robert dengan tendangan. Dibangkitkan kembali ke tingkat ketiga, ia menemukan ide yang ditanamkan: proyeksi ayahnya yang sekarat yang menyuruhnya menjadi orangnya sendiri. Sementara Cobb mencari Saito dalam keadaan limbo, yang lain kembali ke kenyataan. 

Cobb menemukan Saito yang sudah tua dan mengingatkannya akan kesepakatan mereka. Semua pemimpi terbangun di pesawat, dan Saito membuat panggilan telepon. Sesampainya di Bandara Internasional Los Angeles, Cobb melewati pos pemeriksaan imigrasi dan Miles menemaninya ke rumahnya. Cobb menggunakan totem Mal – bagian atas yang berputar tanpa batas dalam mimpi – untuk menguji apakah dia memang ada di dunia nyata, tetapi memilih untuk tidak mengamati hasilnya dan malah bergabung dengan anak-anaknya.



Review film Inception
Film Inception mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 86%, berdasarkan 337 ulasan, dengan rating rata-rata 8,1/10.

Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 74 dari 100, berdasarkan 42 kritik, menunjukkan "ulasan yang baik". Berdasarkan CinemaScore, film ini mendapatkan nilai "B+" dari penonton film untuk skala A+ sampai F.


Film Inception mendapatkan $292.576.195 di Amerika Utara dan $535.745.837 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $828.322.032, melebihi anggaran produksi film $160 juta.

Pada pembukaan akhir pekan, film ini mendapatkan $62.785.337, menempati posisi teratas di box office.


Demikian tadi sobat campusnesia postingan kita kali ini tentang Sinopsis, Alur Cerita dan Review Film Inception Ketika Leonardo DiCaprio dan Christopher Nolan Bermain dengan Mimpi, semoga bermanfaat sampai jumpa. 


===
Baca juga:

Penjelasan Ending Film Tenet, Arti Time Inversion dan Kronologi Aslinya

0
Penjelasan Ending Film Tenet, Arti Time Inversion dan Kronologi Aslinya



Campusnesia.co.id - Bukan Christopher Nolan kalau film-filmnya bisa dipahami oleh penonton dengan sekali lihat. Sebut saja The Prestige 2006, Inception 2010 dan interstellar 2014. Selain tema dan plot cerita yang penuh misteri, ciri khas lain adalah praktikal effect dalam hampir semua filmnya.

Begitu juga dengan film barunya yang berjudul TENET. Sempat tertunda tiga kali karena pandemi COVID-19, film ini akhirnya dirilis di Britania Raya, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Rusia pada tanggal 26 Agustus 2020 serta di Amerika Serikat pada tanggal 3 September 2020.

Sekenario Tenet ditulis dan disutradari oleh Christopher Nolan sendiri, dan di jajaran pemain banyak nama besar seperti John David Washington sebagai agen protagonis, Robert Pattinson sebagai Neil, rekan agen protagonis, Elizabeth Debicki sebagai Kat, juru lelang seni dan mantan istri Andrei, Dimple Kapadia sebagai Priya, penjual senjata dan istri Sanjay'

Ada juga Michael Caine sebagai Sir Michael Crosby, perwira Intelijen Britania Raya, Kenneth Branagh sebagai Andrei Sator, oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan, Clémence Poésy sebagai Laura, ilmuwan, Aaron Taylor-Johnson sebagai Ives, komandan militer, Himesh Patel sebagai Mahir, rekan agen protagonis dan Neil Martin Donovan sebagai Victor, atasan agen protagonis, Denzil Smith sebagai Sanjay Singh, suami Priya, Fiona Dourif sebagai Wheeler, ketua Tim Biru dan Yuri Kolokolnikov sebagai antek.


Sinopsis, Seorang agen rahasia (John David Washington) dari organisasi yang diketahui sebagai Tenet ditugaskan untuk mencegah terjadinya Perang Dunia III melalui perjalanan waktu. iya sesimpel itu sinopisnya tetapi tentu sangat bebeda ketika kita menonton dan mencoba memahami isi filmnya, so mari kita review.



Trailer film Tenet


(Spoiler Alert)

Tentu saja konten berikut ini akan mengandung spoiler akut, buat kamu yang gak mau terpapar spoiler jangan lanjutkan membaca. yuk kita mulai.

Adegan dimulai dengan scene penyerangan sebuah konser musik orkestra oleh sekelompok pasukan berseragam khusus layaknya swat. Mereka membuat seisi auditorium pingsan setelah melepas gas dan memasang bom di sana sini. Protagonis (John David Washinton) yang seorang agen rahasiswa menyusup ke rombongan teroris tadi dengan beberapa rekanya, menyelamatkan pimpinan dan berhasil menggagalkan serangan bom tersebut.

Malang, ia tertangkap oleh musuh dan layaknya dalam film agen rahasia, ketika tertangkap oleh musuh dari pada membocorkan rahasia, ia memilih menelan kapsul sianida.

Anehnya ia tidak mati, terbangun di sebuah kapan bersama pimpinanya dan dalam percakapan ia ditugaskan untuk misi selanjutnya terkait mencegah perang dunia ke III dan sebuah clue tentang project Tenet.

Selanjutnya ia bertemu dengan rekanya Neil (Robert Pattinson) menemui seorang penjual senjata illegal dan berbicara tentang sebuah bahan peledak yang kalau gak salah Plutonium. Barang ini dimiliki oleh Andrei Sator, oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan. 

Protagonis mencoba mendekat Andrei melalui mantan instrinya yang juga juru lelang seni bernama Kat. 

Film mulai inten ketika protagonis, neil dan timnya membajak pengiriman plutonium yang dramatis dengan memepet mobil penjahat menggunakan 6 mobil besar dan pemadam kebakaran. Rupanya rencana protagonis dkk diketahui oleh Andrei, dalam perjalanan ia dicegat andrei dan anak buahnya.  Adegan saling tembak dan kejar-kejaran di jalan disajikan dengan epik, ditambah tiba-tiba ada mobil yang berjalan mundur.

Sebentar, berjalan mundur yang saya maksud di sini bukan berjalan mundur seperti umumnya ya, tetapi layaknya kalau kita muter video dan kita "Rewind" atau putar mundur. Inilah awal mula konsep inversi waktu diperkenalkan secara gamplang setelah adegan awal film saat di opera ada peluru menembak secara "reverse" bukan keluar dari mulut senjata, tetap peluru yang telah menengenai sasaran (kursi penonton) kembali ke senjata (menangkap) tetap saja jika kamu kebetulan ada diantara objek yang tertembak dan senjata, peluru yang berjalan mundur tadi akan melukai tubuhmu.

Singkat cerita, Andrei behasil mendapatkan plutonium kerena menyandera Kat dan berhasil menangkap protagonis. Mereka di bawa ke dalam 2 ruangan terpisah dan dibedakan dengan warna lampu merah dan biru, di ruangan lampu biru, orang-orangnya mengenakan masker oksigen untuk membantu bernafas, ini juga klu. Andrei melalukan interogasi protagoniost dengan mengancam membunuh Kat, di ruangan biru waktu berjalan terbalik. Untung Neil segera menyelamatkan protagonis dan kat.

Sejauh yang saya pahami, sebagai mana clue yang diberikan Tenet di wikipedia terkait nama pemeranya, Andrei disebut oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan. Ternayat ia sudah menguasi teknologi Tenet. Teknologi yang memungkin seseorang datang ke masa lalu dan bisa mengintervensi. Bedanya tidak seperti dalam film-film dengan tema time travel atau mesin waktu dalam Tenet Christopher Nolan menngunakan teori Inversi Waktu. Apa itu?

Secara teori waktu hanya berjalan satu arah yaitu maju, tapi bagaimana jika bisa melihat sebuah peristiwa berjalan mundur yang disebut riversible (proses pembalikan). Bisa dengan menggunakan teori hukum pertama thermodinamika bisa terjadi. Caranya jika terpenuhi hukum Maxwell’s Demon merupakan konsep yang dikembangkan James Clerk Maxwell. Jadi kasus yang ia buat begini:



Terdapat dua buah kontainer yang didalamnya terdapat gas yang seragam. dua kontainer memiliki dua sisi yang dihubungkan dengan lubang yang dapat dibuka dan ditutup. mula-mula, kedua sisi memiliki temperatur yang sama — kecepatan molekul terdistribusi sama di dua sisi. sekarang terdapat sebuah mahluk hipotetis — kita sebut iblis (demon). Iblis ini dapat membuka dan menutup lubang diantara dua sisi dengan tidak ada gaya (karena tutup ini tidak memiliki inersia dan gesekan). Iblis ini sangat cerdas sehingga dapat dia dapat mengetahui kecepatan setiap molekul gas didalam kontainer. maka, dia pun mulai memisahkan molekul dengan kecepatan yang cepat di satu sisi, dan kecepatan lambat di sisi lain. setelah beberapa lama, kedua sisi memiliki distribusi kecepatan molekul yang sangat berbeda. di satu sisi sangat panas, dan di sisi lain sangat dingin. dan tadaaa!! hukum kedua termodinamika dapat dilanggar! (sumber: Medium)

Babak akhir film kita disajikan kerja sama antara Protagonis, Neil dan tim pasukan khususnya serta Kat yang masing-masing punya tugas untuk menyelatkan dunia. Protagonis masuk tim merah menyerbu markas Andrei dengan lajur waktu normal. Sedang Neil masuk pasukan biru menyerbu markas Andrei dengan time riversal (pembalikan waktu). Sedang Kat menyelinap ke menemui Andrei di kapal pesiarnya.

Warna merah dan biru mewakili 2 kontainer teori Maxwell tadi, uniknya andrei bisa berkomunikasi dengan 2 lajur waktu. Protagonis dan Neil juga memiliki jam tangan yang menandakan hitungan mundur, Dugaan saya ini adalah timer dimana masing-masing dari mereka yang sedang beraksi di dua jalur berbeda akan bertemu pada titip waktu tertentu atau dalam ilustrasi kontainer maxwell tadi mencapai titik kesimbangan.

Pusing? tenang cobalah tonton setidaknya 2 kali agar bisa memahami, Punya teori lain? silahkan tulis di kolom komentar.


Penulis: 
Nandar



Daftar Film Korea, Jepang, Hollywood, dan Indonesia yang Tayang Bulan Juli 2026, Banjir Judul Seru!

0
Daftar Film Korea, Jepang, Hollywood, dan Indonesia yang Tayang Bulan Juli 2026, Banjir Judul Seru



Campusnesia.co.id - Bulan Juli 2026 menjadi waktu yang sangat sibuk bagi industri perfilman dunia sekaligus surga bagi para pencinta sinema. Bagaimana tidak? Sepanjang bulan ini, layar lebar global hingga bioskop tanah air akan digempur oleh perilisan film-film blockbuster yang sudah lama dinantikan.

Mulai dari kembalinya aksi detektif cerdas Hollywood, kelanjutan perang kolosal Jepang, tontonan horor lokal yang segar, hingga melodrama Korea yang menyentuh hati. Bagi Anda yang sedang merencanakan agenda nonton, berikut adalah rekomendasi daftar film korea, jepang, hollywood, dan indonesia yang tayang bulan Juli 2026 yang wajib masuk ke dalam watchlist Anda!


Rekomendasi Film Hollywood Terbaru Juli 2026
Hollywood membawa amunisi besar di bulan ini lewat sekuel waralaba populer, adaptasi kisah epik, hingga film animasi ramah keluarga.

1. Enola Holmes 3 (Netflix) – 1 Juli 2026
Detektif muda berbakat, Enola Holmes (Millie Bobby Brown), kembali beraksi. Kali ini petualangannya jauh lebih personal karena ia harus menyelidiki kasus penculikan kakaknya sendiri, Sherlock Holmes (Henry Cavill).


2. Minions & Monsters – 2 Juli 2026
Illumination Entertainment kembali menghadirkan kelucuan para Minions. Kali ini, mereka akan membawa penonton ke era Hollywood tahun 1920-an dalam petualangan baru yang penuh komedi dan makhluk-makhluk unik.


3. Moana Live-Action (Disney) – 10 Juli 2026
Adaptasi live-action dari animasi petualangan laut ikonik Disney akhirnya tiba. Menampilkan Catherine Laga'aia sebagai Moana dan Dwayne Johnson yang kembali memerankan Maui, film ini siap memukau penonton secara visual.


4. The Odyssey – 17 Juli 2026
Karya epik berskala masif yang menceritakan perjalanan legendaris raja Yunani, Odysseus (Matt Damon), untuk kembali ke tanah airnya melewati berbagai rintangan mitologi yang berbahaya. Film ini juga bertabur bintang seperti Zendaya dan Anne Hathaway.


5. Spider-Man: Brand New Day – 31 Juli 2026
Menutup akhir bulan dengan sangat meriah, Peter Parker (Tom Holland) kembali ke layar lebar. Menampilkan transisi kehidupan Peter yang melangkah ke fase dewasa, film ini menjanjikan sudut pandang cerita yang lebih segar dan emosional.


Rekomendasi Film Indonesia Terbaru Juli 2026
Sinema tanah air tidak mau kalah dengan menyuguhkan variasi genre yang sedang naik daun, mulai dari drama keluarga yang hangat hingga komedi horor yang viral.

1. Dua Nafas – 2 Juli 2026
Sebuah drama keluarga menyentuh tentang kasih sayang, pengorbanan, dan ikatan emosional yang mendalam antara seorang nenek dan cucunya. Film ini dibintangi oleh aktris senior Aty Cancer.


2. Eksil (Pemutaran Khusus Jakarta) – 4 Juli 2026
Film dokumenter berbobot karya Lola Amaria ini akan menggelar pemutaran khusus di Jakarta (XXI Blok M Square). Kisah mendalam tentang para eksil politik Indonesia di luar negeri ini sangat wajib ditonton bagi pencinta sinema dokumenter sejarah.


3. Cek Khodam – 16 Juli 2026
Tren fenomena sosial "cek khodam" diangkat ke layar lebar lewat balutan komedi horor yang segar. Film ini diprediksi akan sangat menghibur berkat penampilan dari bintang multitalenta Jirayut, Benidictus Siregar, hingga Kak Gem.


Rekomendasi Film Korea Terbaru Juli 2026
Chungmuro menghadirkan penceritaan yang kuat dengan visual fiksi ilmiah memukau serta melodrama keluarga yang intens.

1. The Second Child – 1 Juli 2026
Sebuah melodrama psikologis yang menyoroti dinamika konflik, rahasia masa lalu, dan hubungan emosional yang rumit di dalam sebuah keluarga bersaudara.


2. Hana Korea – 8 Juli 2026
Film yang menjanjikan narasi hangat tentang refleksi sosial budaya masyarakat Korea modern yang dikemas secara menyentuh dan penuh pesan moral.


3. Hope – 15 Juli 2026
Salah satu film fiksi ilmiah (sci-fi) horor yang paling diantisipasi tahun ini. Hope akan membawa penonton ke dalam teror mencekam akibat mutasi makhluk misterius dan ancaman alien yang mengancam umat manusia.



Rekomendasi Film Jepang Terbaru Juli 2026
Dari negeri sakura, bulan ini menjadi ajang unjuk gigi bagi film adaptasi kolosal berskala masif serta sinema bertema sejarah.

1. Kuchi ni Kansuru Enquete – 3 Juli 2026
Film bernuansa misteri psikologis dengan premis unik khas sinema Jepang yang eksentrik, sangat cocok untuk pencinta cerita penuh teka-teki.


2. Kingdom 5 – 17 Juli 2026
Live-action megah adaptasi manga karya Yasuhisa Hara akhirnya kembali. Kelanjutan perjuangan Shin dan Ei Sei dalam menyatukan dataran China ini menjanjikan koreografi perang kolosal yang jauh lebih masif dan efek visual yang memukau.


3. Kaisen Zenya – 31 Juli 2026
Film bertema drama-sejarah militer yang menyoroti detik-detik krusial, ketegangan politik, dan pengorbanan para tokoh sebelum pecahnya sebuah pertempuran laut yang besar.


Bulan Juli 2026 benar-benar dipenuhi oleh pesta sinema dari berbagai belahan dunia. Baik Anda menyukai aksi pahlawan super Hollywood, cerita horor-komedi lokal Indonesia, ketegangan fiksi ilmiah Korea, maupun kemegahan kolosal Jepang, semuanya tersedia di bulan ini.

Dari daftar film korea, jepang, hollywood, dan indonesia yang tayang bulan Juli 2026 di atas, film mana yang sudah masuk daftar paling atas untuk Anda tonton di minggu pertama? Tulis pendapat Anda di kolom komentar bawah, ya!

Review Film Wuxia Blades of the Guardians, Ketika Wu Jing Kembali Bertarung Melawan Nicholas Tse

0
Film Wuxia Blades of the Guardians



Campusnesia.co.id - Setelah menanti sekian lama akhirnya film wuxia Blades of the Guardians yang ditunggu-tunggu bisa disaksikan secara online dengan legal di platform streaming.

Bukan tanpa alasan, film Blades of the Guardians sangat dinanti pecinta film aksi mandarin karena bertabur bintang dengan track record sebagai aktor-aktor yang selama ini menjadi bintang dalam banyak film action. Sebut saja Jet Li, Wu Jing, Nicholas Tse dan Max Zhang. Sang sutradara yaitu Yuen Woo-ping juga dikenal sudah malang melintang dan menghasilan banyak karya film aksi yang memukau.


Sinopsis film Wuxia Blades of the Guardians
Dao Ma, seorang mantan prajurit yang kini hidup sebagai pemburu buronan di padang pasir, menjalani kehidupan sederhana demi melindungi Xiao Qi, anak yang berada di bawah tanggung jawabnya. Suatu hari, ia menerima misi rahasia dari pemimpin suku Lao Mo.

Ia ditugaskan mengawal seorang pria bertopeng bernama Zhi Shi Lang menuju ibu kota Chang'an. Misi ini menjadi sangat rumit dan penuh pertumpahan darah ketika Dao Ma menyadari bahwa Zhi Shi Lang adalah buronan paling dicari kekaisaran yang menyimpan rahasia besar. Mereka juga ditemani oleh Ayuya, seorang pemanah ulung yang merupakan putri dari Lao Mo.

Dalam perjalanan panjang tersebut, mereka harus menghadapi kejaran panglima perang, pemberontak, hingga pejabat Dinasti Sui yang kejam. Sepanjang perjalanan ini, Dao Ma harus mengerahkan seluruh kemampuan bela dirinya melawan musuh-musuh yang menginginkan nyawa mereka.


Daftar Pemeran film Wuxia Blades of the Guardians

- Wu Jing sebagai Dao Ma

- Nicholas Tse sebagai Diting

- Yu Shi sebagai Shu

- Chen Lijun sebagai Ayuya

- Sun Yizhou sebagai Zhi Shilang

- Ci Sha sebagai He Yixuan

- Li Yunxiao sebagai Yan Ziniang

- Tony Leung Ka-fai sebagai Lao Mo

- Zhang Jin sebagai ular kepala dua

- Kara Wai sebagai Madam Yuchi

- Zhang Yi sebagai Pei Shiju

- Jet Li sebagai Chang

- Wen Junhui sebagai Yuji Niuluo

- Liu Yaowen sebagai Pei Xingyan

- Dong Sicheng sebagai Da Lai

poster Film Wuxia Blades of the Guardians


Review film Wuxia Blades of the Guardians
Sebagai penikmat film wuxia apalagi dengan deretan bintang di atas tentu saja saya sangat menikmati film Blades of the Guardians. Pertama mengenal Wu Jing dalam film SPL I (2005) yang bertarung di gang dengan Donnie Yen sejak saat itu selalu mengikuti film-film yang dibintanginnya.

Film Blades of the Guardians juga jadi reuni pertarungan antara Wu Jin dan Nicholas Tse yang sebelumnya pernah bertarung dalam film Invisible Target (2007) dan juga reuni antara Wu Jing vs Zhang Jin (Max Zhang) yang pernah bertarung dalam film SPL II: Kill Zone (2015).

Penampilan Jet Li sebagai cameo juga sangat memukau, di usia beliau yang tak lagi muda gerakan-gerakannya yang khas berhasil ditampilkan sehingga sangat menyenangkan bagi penggemar beliau.

Dari sisi alur cerita sebenarnya mudah dipahami, seorang mantan pasukan khusus istana jadi pemburu bayaran dan harus mengawal seorang pimpinan revolusi yang digadang-gadang bakal merubah tatanan dunia dan politik saat itu.

Mereka harus berhadapan dengan pasukan dari kekaisaran dan para pembunuh bayaran karena nyawa keduanya dihargai mahal oleh kekaisaran.

Jika ada kekurangan, sosok Zhi Shilang yang katanya tokoh revolusi dengan ide besar membawa umat manusia pada kemakmuran tanpa penindasan tidak berhasil ditampilkan dengan baik.

Sebaliknya justru kesan yang ditangkap oleh penonton sosok Zhi Shilang adalah beban sejak awal hingga akhir film. Bahkan dengan karakterisasinya yang katanya sosok dengan pemikiran maju dan revolusioner tak sebait kata atau gagasan berhasil ditampilkan yang bisa menunjukkan kehebatannya tersebut.

Secara keseluruhan film Blades of the Guardians sangat menghibur terlebih buat sobat penikmat film-film wuxia. Rekomended, selamat menonton.


Penulis
Achmad Munandar


====
Baca juga:

Sinopsis Film The Furious, Ketika Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian

0




Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
Miao Xie sebagai Wang Wei

Joe Taslim sebagai Navin

Yayan Ruhian sebagai Tak the Arrow Man

JeeJa Yanin sebagai Matia istri Navin

- Enyou Yang sebagai Rainy

- Sahajak Boonthanakit sebagai Mr. Song

- Joey Iwanaga sebagai Paklung

- Guo Junqing sebagai Marky

- Brian Le sebagai Ho

- Manatsanun Phanlerdwongsakul sebagai Yadong

- Kittiphoom Wongpentak sebagai Sacha

- Winai Wiangyangkung sebagai Donkey Head

- Sahatchai Chumrum sebagai Kun Tai Luo


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious


Penulis
Nandar



====
Baca juga:


Review Fight Against Evil 3, Film Aksi Komedi dari Mainland yang Memukau

0


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menonton sebuah film aksi komedi berjudul Fight Against Evil 3 yang diperankan oleh Xie Miao. Siapa Xie Miao? jika sobat penikmat film Layar Emas RCTI dan pernah nonton film The New Legend of Shaolin yang dibintangi oleh Jet Li dan seorang anak kecil yang jago kungfu itulah Xie Miao.

Fight Against Evil 3 kisahnya melanjutkan perjalanan karakter polisi dari seri Northeast Police Story yang memutuskan untuk pergi ke pulau tropis untuk mempersiapkan pernikahannya, namun rencana tersebut berantakan karena ia kembali terlibat dalam pertarungan melawan kriminal. Film ini menonjolkan adegan aksi, tinju, dan tendangan khas Xie Miao. 

Saya sudah nonton Fight Against Evil 1 tapi belum nonton yang ke 2, tapi di film ke 3 ini peningkatan value produksinya sangat luar biasa. 


Sutradaranya yaitu Yang Bingjia, sebelumnya merupakan penulis naskah untuk dua film pertamanya, kini mengambil alih kursi sutradara.

Sebagi informasi ini bukan film produksi Hong Kong namun Main Land yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dunia industri hiburan dari sisi sinematografi, teknologi, efek komputer dan tentu saja yang paling penting biaya produksi yang luar biasa karena didukung korporasi besar dengan anggran yang juga besar.

Plot Fight Against Evil 3 terbilang sederhana, polisi yang sedang mempersiapkan pernikahan harus menangani kasus penculikan dan perdangan anak dengan balutan aksi namun juga komedi.

Komedi aksi yang ditampilkan mengingatkan gaya-gaya pertarungan ala Jackie Chan dan ada bagian pertarungan 1 lawan 2 yang mengingatkan pada scene aksi film The Raid 2 antara Iko Uwais melawan baseball man dan hammer girl.

Berbeda dengan dua film sebelumnya yang lebih gritty (kelam), seri ketiga ini menyisipkan lebih banyak elemen komedi di awal film. Namun, untuk urusan aksi, film ini tetap menonjolkan teknik grappling yang apik dari Xie Miao dan koreografi pertarungan yang brutal di bagian akhir.

Poster film Fight Against Evil 3


Poster film Fight Against Evil 3



Daftar pemeran film Fight Against Evil 3
 
- Xie Miao (Miu Tse) sebagai Li Hongqi
Tokoh utama, seorang polisi tangguh dari Northeast China. Di film ketiga ini, ia melakukan perjalanan ke pulau tropis untuk urusan pernikahan, namun justru terlibat kembali dalam misi penangkapan penjahat.


- Philip Ng (Ng Wan-lung) sebagai "Fish Guy"
Aktor laga kenamaan ini berperan sebagai antagonis utama. Karakternya digambarkan sebagai sosok yang psikotik dan berbahaya, memberikan tantangan fisik yang besar bagi Li Hongqi.


- Diana Lin (Lin Xiaojie) sebagai Wang Xiuqin
Berperan sebagai calon ibu mertua Li Hongqi yang memberikan tekanan komedi dalam persiapan pernikahannya.

- Cui Zhijia sebagai Sun Biao
Partner atau rekan yang sering kali memberikan unsur humor dalam cerita.

- Huang Miyi sebagai Qin Yerong

- Ma Qianyi sebagai Liu Xinxin

- Momo Wu (Wu Mochou) sebagai Bingbing (Penampilan Spesial)

Sebagai informasi Miao Xie juga berperan dalam film The Furious (2025) yang akan tandem dengan Joe Taslim melawan Yayan Ruhiyan kabar gembiranya bakal tayang di bioskop Indonesia.

Oke sobat Campusnesia, secara keseluruhan film 
Fight Against Evil 3 sangat rekomended apalagi buat sobat yang suka film action terutama dari mandarin, selamat menonton.


===
Baca juga: