Campusnesia.co.id - Semarang - Dua mahasiswa Universitas iVET (Unisvet) Semarang berhasil mengimplementasikan inovasi edukasi kebencanaan melalui komik "Ayo Siaga Gempa" dalam Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional "Mangunsari Goes Abroad" di Selangor, Malaysia. Program yang diselenggarakan melalui kolaborasi LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah bersama Forum Kerja Sama (FORKAMA) Perguruan Tinggi Jawa Tengah tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi global.
Mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Risas Dika Maulana dari Program Studi Administrasi Kesehatan dan Alan Firos dari Program Studi Pendidikan Geografi. Selama kurang lebih satu bulan, keduanya bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melaksanakan pengabdian masyarakat di sejumlah Sanggar Belajar Indonesia (SBI) di Malaysia, yang menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI). Program KKN Internasional "Mangunsari Goes Abroad" memang dirancang untuk memperkuat pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut, Risas dan Alan mengangkat program kerja bertajuk edukasi mitigasi gempa melalui komik "Ayo Siaga Gempa". Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap potensi bencana gempa bumi melalui media pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan mudah dipahami.
Komik "Ayo Siaga Gempa" memuat cerita sederhana mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Dengan ilustrasi berwarna dan bahasa yang sesuai dengan usia anak, materi mitigasi bencana disampaikan secara menarik sehingga lebih mudah dipahami. Setelah sesi membaca komik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif serta simulasi penyelamatan diri ketika terjadi gempa, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan tindakan penyelamatan secara langsung.
Risas Dika Maulana mengatakan bahwa pendekatan edukasi melalui komik dipilih agar materi kebencanaan tidak terasa membosankan bagi anak-anak.
"Kami ingin mengenalkan mitigasi gempa dengan cara yang menyenangkan. Melalui komik 'Ayo Siaga Gempa', anak-anak lebih mudah memahami bagaimana bersikap tenang dan melakukan langkah penyelamatan ketika terjadi gempa. Antusiasme mereka selama kegiatan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan media edukasi yang kreatif," ujarnya.
Sementara itu, Alan Firos menilai pengalaman mengikuti KKN Internasional memberikan banyak pembelajaran, baik dari sisi akademik maupun pengembangan karakter.
"Program ini mengajarkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas negara. Kami belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan budaya, bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sekaligus menerapkan ilmu yang kami pelajari untuk memberikan manfaat kepada masyarakat," katanya.
Selama mengikuti program, kedua mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan pertukaran budaya bersama masyarakat Indonesia di Malaysia. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah di lapangan.
Keikutsertaan mahasiswa Universitas iVET Semarang dalam KKN Internasional didampingi oleh Restu Ayu Eka Pustika Dewi, S.Si.T., M.Biomed., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas iVET Semarang. Sebagai dosen pendamping, beliau memberikan arahan, pembinaan, serta pendampingan selama pelaksanaan program agar setiap kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sasaran.
Universitas iVET Semarang melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Raditya Achmad Rifandi, S.Ling., M.Ling,terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai program internasional sebagai bagian dari implementasi kebijakan internasionalisasi kampus. Melalui kegiatan seperti KKN Internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar lintas negara, memperluas jejaring akademik, serta meningkatkan kapasitas sebagai lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Keberhasilan Risas Dika Maulana dan Alan Firos menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas iVET Semarang mampu berkontribusi di tingkat internasional melalui inovasi yang sederhana namun berdampak. Edukasi mitigasi gempa melalui komik "Ayo Siaga Gempa" diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan media pembelajaran kebencanaan yang kreatif dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan pendidikan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar
