Loading...

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Pembuatan Pupuk Organik Cair pada Warga Muktiharjo Semarang


Campusnesia.co.id - Sampah merupakan barang sisa yang dibuang karena dianggap sudah tidak memiliki fungsi atau manfaat. Padahal barang-barang sisa tersebut masih bisa dimanfaatkan. 

Jumlah sampah yang sangat banyak dan tidak terkontrol bisa mencemari lingkungan dan akan berdampak kepada masyarakat. Sampah yang banyak dihasilkan oleh masyarakat yaitu sampah rumah tangga. 

Sampah organik rumah tangga masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk/barang yang sangat bermanfaat. 


Sampah organik rumah tangga yang tertimbun setiap hari seperti sisa-sisa sayuran, kulit buah, dan lain-lain bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) untuk tanaman. 

Sehingga dengan memanfaatkan kembali limbah organik tersebut dapat mengurangi pencemaran dan penyebaran wabah penyakit terutama virus Covid-19. 

Manfaat program kegiatan pembuatan pupuk organik ini bagi masyarakat adalah memberikan pengetahuan ke pada masyarakat dalam memanfaatkan sampah-sampah organik rumah tangga dengan baik dan benar. 

Pemanfaatan sampah-sampah organik menjadi pupuk bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menanam berbagai tanaman di pekarangan rumah.

Melalui program KKN Universitas Diponegoro, mahasiswa berkesempatan untuk melaksanakan dan berbagi ilmu mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada masyarakat. 

Program kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Januari 2022 di lokasi RW 02 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan melakukan edukasi cara pembuatan melalui pembagian modul dan sampel POC pada ibu-ibu rumah tangga dari rumah ke rumah.

Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan dan memberi edukasi mengenai manfaat dari masing-masing bahan. setelah itu, mahasiswa menjelaskan langkah membuatnya diselingi tanya jawab seputar POC. 

Kegiatan ini membagikan 10 botol pupuk organik cair pada tiap rumah dan bisa langsung disemprotkan ke tanaman. Efek dari POC tersebut akan dapat dilihat setelah kurang lebih 10 hari.

Hasil dari kegiatan tersebut sangat tidak terduga, setelah 10 hari tepatnya pada hari Senin, 28 januari 2022 dilakukan monitoring ke rumah warga yang diberikan sampel POC. 

Tanaman yang semula terlihat layu tampak lebih segar, terutama pada daun-daun tanaman hias di pekarangan rumah mereka yang semula terlihat pucat kini menjadi hijau kembali karena POC mengandung Nitrogen yang tinggi dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. 

Tak puas dengan penjelasan dari modul, warga ingin mengetahui proses pembuatannya secara langsung agar dapat membuat POC lebih banyak.



Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Silahkan Komen Guys