Review Film "Master" 2016, Upaya Polisi Membongkar Bisnis Ponzy dan Money Game Korea Selatan

 




Campusnesia.co.id - Beberapa hari yang lalu, saya menemukan sebuah cuitan Puthut EA seorang penulis yang dikenal juga sebagai kepala suku media online Mojok tentang munculnya banyak video di youtube yang membahas korban penipuan investasi seorang ustad besar di tanah air.

Dari relyan twit tersebut lalu banyak yang membahas tentang bisnis skema Ponzi dan menyinggung sebuah grup facebook bernama Masyarakat Anti Ponzi, penasaran saya coba menelusurinya dan di dalamnya penuh postingan yang menurut saya positif tentang spirit melawan penipuan berkedok skema ponzi, piramida, money game dan segela jenis turunanya.

Agar lebih kontekstual, berdasar wikipedi Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. 

Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau luar biasa konsisten. 

Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

Dari dahulu kala hingga sekarang, topeng bisnis ini silih berganti menyesuaikan perkembangan zaman, ketika saya SMP sekitar tahun 2002 saat alm. bapak sakit, pernah ditawari orang obat yang katanya manjur, selain harganya mahal ternyata ujung-ujungnya diajak cari orang agar dapat komisi besar, ini kali pertama saya mengenal yang namanya skema ponzi dengan bahasa keren MLM.

Saat masuk kuliah, ternyata marak sekali diantara mahasiswa yang tergiur dengan keuntungan semu dan beberapa kali sempat diprospek, topengnya masih ada sebagai produk kesehatan dan jualan pulsa, sekitar tahun 2007 masyarakat mulai bisa mampu membeli HP, iming-imingnya bisa dapat bonus mobil mercy, liburan ke luar negeri dan kapal pesiar, mbelgedes.

Ketika era bergerak menuju digital, mereka juga ternyata turut menyesuaikan dengan perkembangan zaman, seolah-olah aplikasi penghasil uang padahal sebenarnya skema ponzi.

Atau jualan kapur barus dengan narasi penghemat bbm, menaikkan oktan, bikin awet kendaraan dll, tapi bisnis sesungguhnya ya tetap jualan paket keanggotaan dan harus rekrut orang baru berturut-turut.

Tapi kan memang ada bukti orang yang sukses dalam bisnis ini? 
betul jika bergabung di awal, tapi kalau masuk belakangan menjelang kejenuhan rektrutmen anggota baru atau scam ya dapatnya Zonk.

Pernah saya coba meneliti, mereka yang aktif sebagai "leader-leader" dari bisnis seperti ini orangnya ya itu-itu saja, jika ada kedok baru mereka bergabung di awal, jadi leader, dapat untung besar, scam dan bubar, gitu aja siklusnya.

Akhir-akhir ini bahkan ada yang berani bawa embel-embel syariah no riba, padahal intinya sama saja.

Agar nyambung dengan judul, setelah ngulik tentang isu di atas, saya mendapati sebuah film korea tahun 2016 di aplikasi Vidio setelah nonton badminton tim sudirman Indonesia, judulnya Master dibintangi oleh  Lee Byung-hun, Gang Dong-won dan Kim Woo-bin.

Pemeran Film Master 2016
Nama-nama besar menghiasi layar film ini, sebut saja Lee Byung Hun yang berperan sebagai President Jin, Kang Dong Won sebagai Kim Jae-Myung polisi kehatan ekonomi dan intelektual, Kim Woo Bin sebagai Park Jang-Goon semacam chief technology officer dan Uhm Ji Won sebagai Shin Gemma.

Tayang pada Desember 2016 film Master disutradarai oleh Choi Ui Suk sedang untuk naskah ditulis oleh Choi Ui Suk didistribusikan oleh CJ Entertainment.


Review Film Master 2016
Film ini berkisah tentang Jin Hyun-pil (diperankan oleh Lee Byung Hun) bersama Kim Mi Yong (diperankan oleh Jin Kyung) dan Park Jang Goon (diperankan oleh Kim Wo Bin) perusahaan Multi Level Marketing bernama 'One Network Inc.' yang memiliki anggota dan  jaringan luas di seluruh Korea Selatan.

Mereka akan mengakuisisi sebuah bank swasta dan hendak membuah proyek bernama One Island dengan mengumpulkan uang investasi dari para anggota masyarakat yang dijanjikan akan mendapatkan bagi hasil tetap besar setiap bulan.

Praktik bisnis Ponzi yang berpotensi merugikan masyarakat hingga triliunan dan bisa scam kapan saja ini diendus oleh tim khusus kejahatan intelektual di bawah pimpinan Kim Jae Myung (diperankan oleh Gang Dong Won).

Tapi pengungkapan kejahatan ini tak semudah yang dibayangkan, Jin Hyun Pil dan Kim Mi Yong melarikan diri ke Filipina saat hendak ditangkap, di sana mereka kembali menjalankan bisnis serupa kali ini targetnya adalah walikota setempat dengan menawarkan kerja sama pembangunan proyek perumahan ramah lingkungan dan bendungan yang nilainya 6T.

Modusnya saat pihak pemerintah mentransfer modal, uangnya akan di bawa lari dan mencari korban baru di tempat lain.

Tentu saja film ini happy ending, penjahat tertangkap dengan bumbu aksi kejar-kejaran dan tembak-menembak, seru dan banyak hal yang bisa dipelajari terutama bagaimana para pelaku bisnis skema ponzi beraksi, mirip berita-berita di tanah air, terutama bagimana sengsaranya para korban dan anggota yang belakangan bergabung.

Rekomended untuk ditonton selagi senggang, bagi yang nyari link streaming film korea Master 2016 sub indo yang legal, bisa langsung langganan vidio.com klik di sini

Poster Film "Master" 2016



Trailer Review Film "Master" 2016, Upaya Polisi Membongkar Bisnis Ponzy Korea 


Penutup
Sebagai clossing saya akan kembali menulis tentang konsep kemandirian yang saya anut dan percaya, bahwa semua orang yang sudah beranjak dewasa harus mandiri, tidak masalah caranya bisa lewat usaha atau bekerja, keduanya baik selama tidak melanggar hukum negara, adat dan agama.

Kalau tanya baik mana kerja vs usaha? jawaban saya masih sama, keduanya baik yang jelek adalah mereka yang terus bertanya tanpa berbuat apa-apa.

Ditinjau dari sisi agama tentu sudah banyak dalilnya, cara sederhana dengan logika saja mengapa money game dan skema ponzi adalah pilihan cara mencari uang yang salah karena pasti ada yang dirugikan.

Andai bisnis yang kamu ikuti sukses besar, semua manusia di bumi ikut, bayangin nanti manusia terkahir yang bergabung dapat bonus downline dari mana? alien?.

Kadang yang bikin jengkel, sekalipun produknya bagus walau harganya mahal, ketika orang sudah tahu manisnya bonus dari downline yang sengsara orientasinya bukan lagi menawarkan solusi kesehatan, ujung-ujungnya diminta ajak orang juga.

Hal penting yang menurut saya perlu diperhatikan adalah, jangan tergoda dengan iming-iming bagi hasil besar dari bisnis yang tidak jelas, banyak sekali yang menjadi korban Money Game karena tergiur bagi hasil tiap bulan yang besaranya tidak masuk akal jauh melebihi bungan bank dan deposito (belum lagi ngomongin riba ya).

Modus money game ini biasanya, bonus yang dijanjikan diambil dari uang setoran anggota, satu, dua, tiga bulan lancar setelahnya akan ditawari lanjut atau udahan atau nambah nominal investasi, merasa sudah dapat untung selama tiga bulan umumnya akan lanjut bahkan nambah nominal dan setelahnya bandar menghilang, zonk.

Anehnya, tidak jarang mereka yang tertipu bukanlah masyarakat dengan pendidikan rendah, banyak yang terpelajar, rajin ibadah dan tentu saja punya uang banyak, kalau ditanya apa sebabnya karena satu persamaan tergoda dapat uang besar dengan cara mudah, cepat dan instan dalam satu kata bisa disebut "serakah" maaf kalau tersinggung.

Mestinya mindset investasi yang benar bukan semata-semata mencari keuntungan, tapi mengalirkan harta, menggerakkan ekonomi real dan memutarkan uang, kedua belah pihak harus sudah paham tentang kemungkinnanya kalau untung ya bagi hasl, kalau rugi bagi resiko.

Besaran bagi hasil juga yang masuk akal, tergiur dengan fix rate, padahal mana ada bisnis yang bisa stabil sepanjang waktu, kadang naik kadang turun, kalau bagi hasil sama tiap bulan kalau pas lagi untung berbarti investor dirugikan dan kalau sedang rugi pengelola dirugikan.

Semoga tulisan kali ini ada manfaatnya, tentang bisnis ponzi dan money game yang dibumbui review film.


penulis: Nandar

===
Baca Juga: 


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »