Rekomendasi 10 Film tema Olahraga yang Inspiratif, Cocok Ditonton selama Olimpiade Tokyo 2020

 


Campusnesia.co.id - Salah satu kebahagian datang dari gelaran Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di jepang dari tanggal 23 Juli hingga 8 agustus, bendera merah putih dan lantunan lagu Indonesia Raya menggaung sebagai tanda keberhasilan pasangan ganda putri bulu tangkis indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang berhasil meraih medali emas dalam laga final yang berlangsung sengit dan menegangkan melawan ganda putri asal China.

Medali Perunggu juga berhasl dibawa pulang oleh Anthony Sinisuka Ginting dalam bulu tangkis tunggal putra setelah mengalahkan pemain asal Guatemala.

Dari cabang olahraga Angkat Besi, 3 lifter asal indonesia yakni Windy Cantika Aisah menyumbang satu medali Perunggu), Eko Yuli Irawan meraih medali Perak, dan satu lagi dari Rahmat Erwin Abdullah berhasil menyabet medali Perunggu.

Sungguh kabar baik yang menambah imun bagi masyarakat indonesia di tengah suasana pandemi yang tak kunjung usai.

Sambil terus mengikuti gelaran Olimpiade Tokyo 2020, redaksi Campusnesia akan menghadirkan 10 Rekomendasi Film Bertema Olahraga yang Inspiratif, Cocok Ditonton selama Gelaran Olimpiade Tokyo 2020.


1. Film Susi Susanti: Love All 


Adalah film biopik Indonesia yang mengisahkan perjalanan hidup atlet bulu tangkis putri Indonesia, Susi Susanti yang meraih medali emas di Olimpiade Musim Panas 1992 Barcelona. Film ini diproduksi oleh Damn! I Love Indonesian Movies bekerja sama dengan Oreima Films dan East West Synergy dengan produser Daniel Mananta dan Reza Hidayat. Film ini merupakan debut Sim F sebagai sutradara film panjang dan Daniel Mananta sebagai produser film. Film ini tayang di bioskop pada 24 Oktober 2019, dan juga ditayangkan di Disney+ Hotstar mulai 1 Januari 2021.

Film yang dibintangi oleh Laura Basuki sebagai Susi Susanti dan Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma ini berhasil mendapatkan 13 nominasi termasuk Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2020 dan berhasil memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik. Penghargaan ini menjadi Piala Citra kedua yang berhasil dimenangkan Laura Basuki. 

Susi Susanti menjadi sensasi bulutangkis pada usia 14 tahun dan berkembang menjadi atlet paling dicintai di Indonesia. Melalui bimbingan pelatihnya, Liang Chiu Sia, dan didorong oleh janji suci pada ayahnya, Susi mendapat pengakuan dunia dengan meraih medali emas Olimpiade pertama untuk Indonesia. Ketika sang negeri terjungkal dalam gejolak ekonomi, Susi membuktikan pada dunia bahwa kepahlawanan tidak diukur dari tingginya prestasi, tetapi dari besarnya pengorbanan untuk tanah airnya. Tekad dan cinta Susi kepada Tuhan, keluarga, dan pasangan hidupnya-lah yang mengukir sejarah olahraga Indonesia.


2. Million Dollar Arm 


Merupakan sebuah film biografi Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2014. Film yang disutradarai oleh Craig Gillespie dan ditulis oleh Tom McCarthy ini diperankan oleh Jon Hamm, Aasif Mandvi dan masih banyak lagi. Film ini dirilis pada 16 Mei 2014. Million Dollar Arm sempat menjadi nominasi dalam Teen Choice Award untuk Film Pilihan: Drama, Teen Choice Award untuk Film Pilihan: Aktor Drama

Film Million Dollar Arm berasal dari kisah nyata pelempar bisbol Rinku Singh dan Dinesh Patel, dalam film ini diceritakan upaya menemukan bakat pemain bisbol segar untuk perusahaan yang baru didirikan. Agen olahraga Amerika JB Bernstein berburu pemain di India melalui kontes 'Million Dollar Arm'.


3. Moneyball


Moneyball adalah film drama Amerika Serikat yang disutradarai oleh Bennett Miller dan diproduseri oleh Michael De Luca, Rachael Horovitz dan Brad Pitt, dan penulis naskah  Aaron Sorkin, Steven Zaillian. Naskah film ini ditulis oleh Aaron Sorkin dan Steven Zaillian, sementara ceritanya ditulis oleh Stan Chervin berdasarkan buku Moneyball: The Art of Winning an Unfair Game karya Michael Lewis. 

Film ini dibintangi oleh Brad Pitt, Jonah Hill, Philip Seymour Hoffman dan Chris Pratt. Film ini dirilis pada 19 September 2011 (Amerika). Sempat mendapat nominasi dalam Academy Award untuk Aktor Terbaik, dan memenagkan penghargaan Critics' Choice Movie Award untuk Best Adapted Screenplay.

Film Moneyball didasarkan pada buku non-fiksi karya Michael Lewis tahun 2003 dengan nama yang sama yang membedah tim bisbol Oakland Athletics tahun 2002 dan upaya manajer umumnya Billy Beane dalam membentuk tim yang kompetitif. Dalam film Moneyball, Beane (yang diperankan Brad Pitt) dan asisten Peter Brand (Jonah Hill), dihadapkan dengan anggaran minim untuk membentuk skuat bisbol, namun mampu membangun tim dengan pendekatan statistik canggih dan rumit untuk memantau dan menganalisis pemain.


4. Dangal


Dangal (Bahasa Indonesia: Kompetisi Gulat) adalah sebuah film drama olahraga India yang disutradarai oleh Nitesh Tiwari dengan aktor utama Aamir Khan. Film ini diproduksi oleh Walt Disney Pictures, Aamir Khan Productions dan UTV Motion Pictures. 

Film yang dirilis di India pada 23 Desember 2016 ini berdasarkan kisah nyata tentang Mahavir Singh Phogat, seorang pegulat senior India yang berhasil melatih anak-anak perempuannya, Geeta Phogat dan Babita Kumari untuk menjadi pegulat kelas dunia, keduanya berhasil memenangkan medali di Commonwealth Games 2010.


5. My Blind Side


The Blind Side adalah film biografi drama Amerika Serikat tahun 2009 yang disutradarai oleh John Lee Hancock dan diproduseri oleh Broderick Johnson, Andrew Kosove dan Gil Netter. Naskah film ini ditulis oleh John Lee Hancock berdasarkan buku The Blind Side: Evolution of a Game karya Michael Lewis. Film ini dibintangi oleh Sandra Bullock, Tim McGraw, Quinton Aaron, Jae Head, Lily Collins dan Kathy Bates.

Film The Blind Side ditayangkan secara perdana di New York pada tanggal 17 November 2009 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 20 November 2009. Film ini mendapatkan review rerata dari para kritikus.

Deretan nama besar ikut berperan dalam film ini, diantaranya Sandra Bullock sebagai Leigh Anne Tuohy, Tim McGraw sebagai Sean Tuohy, Quinton Aaron sebagai Michael "Big Mike" Oher, Jae Head sebagai Sean "S.J." Tuohy, Jr., Lily Collins sebagai Collins Tuohy, Kathy Bates sebagai Miss Sue, Ray McKinnon sebagai Pelatih Burt Cotton, Kim Dickens sebagai Mrs. Boswell, Adriane Lenox sebagai Denise Oher dan Eaddy Mays sebagai Elaine.

Film ini dibuka dengan Michael "Big Mike" Oher yang berusia 17 tahun dan berbicara dengan seorang penyidik NCAA. Lalu kilas balik terjadi kemudian.


Mike (Quinton Aaron) dibesarkan dengan keluarga yang berbeda di Memphis, Tennessee, karena ibunya yang merupakan pecandu narkoba. Setiap kali Mike ditempatkan di rumah baru, ia melarikan diri. Ayah dari teman Mike meminta Burt Cotton (Ray McKinnon), pelatih Wingate Christian School, untuk membantu mendaftarkan putranya dan Mike. 

Terkesan dengan atletisme Mike, Burt memberinya pengakuan meskipun ia mengetahui catatan akademis Mike yang buruk. Kemudian, Mike berteman dengan seorang siswa yang lebih muda bernama Sean Jr. atau sering disapa SJ (Jae Head). Ibu SJ, Leigh Anne Tuohy (Sandra Bullock), adalah seorang perancang interior yang berpikiran kuat dan istri pengusaha kaya Sean Tuohy (Tim McGraw).

Staf sekolah memberitahu Mike bahwa ayahnya telah meninggal karena kecelakaan. Belakangan, Leigh Anne dan Sean melihat putri mereka, Collins (Lily Collins), bermain bola voli. Setelah pertandingan, Sean memperhatikan Mike memunguti sisa makanan di bangku penonton.

Suatu malam, Leigh Anne melihat Mike berjalan sendirian di jalan basah, menggigil kedinginan tanpa pakaian yang memadai. Ketika Leigh Anne mengetahui bahwa Mike berencana untuk bermalam di luar gym sekolah yang tertutup, Leigh Anne menawarkan untuk tidur di sofa di rumah keluarga Tuohy.

Keesokan paginya, Leigh Anne melihat bahwa Mike telah pergi. Melihatnya berjalan pergi, Leigh Anne meminta Mike untuk menghabiskan liburan Thanksgiving bersama keluarganya. Pelan-pelan, Mike menjadi anggota keluarga Tuohy dan belakangan, Leigh Anne mengantarkan Mike ke rumah ibunya. Mike melihat sebuah pengumuman penggusuran yang dipasang di pintu dan ibunya pergi.

Teman-teman Leigh Anne bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya dan memberitahu bahwa Collins tidak aman di sekitar Mike, namun Leigh Anne menegur mereka. Leigh Anne kemudian bertanya kepada Collins bagaimana perasaannya tentang hal itu. Collins menjawab bahwa mereka tidak bisa begitu saja menyingkirkan Mike. 

Ketika Leigh Anne berusaha menjadi wali sah Mike, ia mengetahui bahwa Mike diambil dari ibu pecandu narkoba saat berusia tujuh tahun dan tidak ada yang tahu keberadaan sang ibu. Ia juga diberitahu bahwa, meskipun Mike mendapatkan nilai buruk dalam tes bakat dan karier, Mike mendapatkan nilai 98% dalam "insting melindungi". 

Ketika Mike tampaknya ragu menggunakan kekuatan dan ukurannya saat belajar bermain football, Leigh Anne memberitahunya bahwa sebagai penyerang, ia harus melindungi pemain quarterback-nya. Sejak saat itu, Mike semakin membaik, cukup mampu bermain di tingkat perguruan tinggi. Namun, untuk melakukannya, Mike harus memenuhi rata-rata nilai minimum untuk masuk sehingga keluarga Tuohy membayar seorang guru pribadi untuknya, Miss Sue (Kathy Bates) yang baik.

Leigh Anne bertemu dengan ibu Mike tentang hak asuh Mike. Meski awalnya ia merasa tidak responsif, sang ibu akhirnya mengharapkan Mike yang terbaik.

Banyak universitas bergengsi yang merekrut Mike. SJ berbicara dengan pelatih dan bernegosiasi atas nama Mike - dan SJ juga. Ketika Mike mendapatkan nilai yang cukup tinggi, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Ole Miss, tempat Sean bermain dan Leigh Anne menjadi pemandu sorak. Hal itu menyebabkan penyidik NCAA Granger menyelidiki masalah ini untuk menentukan apakah keluarga Tuohy membawanya masuk dan terlalu mempengaruhinya sehingga ia bisa bermain untuk almamater mereka.

Mike melarikan diri sebelum wawancara selesai dan bertemu dengan Leigh Anne tentang motifnya untuk mendaftarkan Mike. Mike kemudian mulai menemukan ibu kandungnya di Hurt Village. Seorang pemimpin geng menyambut Mike kembali, menawarinya bir dan melakukan sindiran seksual tentang Leigh Anne dan Collins. 

Ketika pemimpin geng mengancam untuk mengejar Leigh Anne dan Collins, Mike berkelahi dengannya dan preman lainnya. Setelah memikirkan semuanya dan bertanya kepada Leigh Anne, Mike memberitahu Granger bahwa ia memilih Ole Miss karena "di sanalah keluarga saya pergi ke sekolah". Mike diterima di perguruan tinggi dan menyampaikan perpisahannya dengan keluarga Tuohy.

Film ini berakhir dengan informasi tentang dan foto keluarga Tuohy yang sebenarnya dan Michael Oher, yang kemudian bermain di National Football League. Ia bermain untuk klub Baltimore Ravens di babak pertama NFL Draft 2009 di mana ia memenangkan Super Bowl XLVII pada tahun 2013 sebelum bermain untuk klub Tennessee Titans dan Carolina Panthers.


6. The Mighty Duck 


The Mighty Duck adalah sebuah film drama komedi-olahraga yang dirilis pada tahun 1992. Disutradarai oleh Stephen Herek dan pemainnya adalah Emilio Estevez, Joss Ackland dan masih banyak lagi. Film ini diproduksi oleh The Kerner Entertainment Company dan Avnet – Kerner Productions dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. 

Di beberapa negara, film ini dirilis dengan judul Champions, sementara rumah produksi dirilis sebagai The Mighty Ducks Are the Champions untuk menghindari kebingungan dengan judul sekuel. Film ini dirilis di Amerika Serikat pada 2 Oktober 1992.

The Mighty Duck menceritakan tentang seorang pengacara sukses, Gordon Bombay (Emilio Esteves) tengah melakukan kerja sosial sebagai seorang pelatih tim hockey. Ia ditugaskan untuk melatih tim tersebut di sebuah daerah bernama Distrik 5, tempat para orang yang telah melakukan pelanggaran, mengemudi dalam keadaan mabuk.  

Dahulu Gordon sempat menjadi seorang pemain hockey, namun dirinya memilih untuk tidak mengingat kejadian tersebut.  Sewaktu Gordon bertemu dengan tim Distrik 5, ia langsung menyadari tim lokal tersebut tidak memiliki kemampuan dalam bermain hockey, bahkan perlengkapan dan arena berlatih juga tidak ada. 

Ia bertemu kembali dengan pelatih lamanya. Setelah menceritakan kisahnya, Gordon merasa menemukan titik terang, Gordon pun mulai melakukan perubahan pada tim Distrik 5, mulai dari penampilan hingga pembelajaran mengenai hockey.


7. Goal! 


Goal! (Goal! The Dream Begins) merupakan sebuah film Inggris yang dirilis pada tahun 2005. Film yang disutradarai oleh Danny Cannon ini pemainnya antara lain ialah Kuno Becker, Alessandro Nivola, Marcel Iures, dan Stephen Dillane. Tanggal rilisnya pada 30 September 2005. Ini adalah film pertama dari trilogi Goal!. 

Film ini dibuat dengan kerjasama sepenuhnya terhadap FIFA, Karena inilah pemain asli digunakan dalam setiap pertandingan di film ini. Film kedua, Goal! 2: Living the Dream telah dirilis pada Februari 2007. Film ketiga, Goal! 3: Taking on the World, Telah dirilis di media DVD pada Juni 2009.

Film pertama Goal! The Dream Begins, dirilis pada 2005. Dikisahkan, seorang pemuda berdarah Meksiko bernama Santiago Munez. Ayahnya yang hanya seorang tukang kebun membuat Santiago harus bekerja sebagai pelayan restoran untuk mengumpulkan uang dengan harapan bisa membeli perlengkapan bola. 

Berkat ketekunannya berlatih di sebuah tim lokal, Santiago dilirik seorang pemandu bakat untuk bergabung di klub Newcastle United. Di sinilah dia memulai merajut impian untuk menjadi pemain sepak bola terkenal. Hingga film ini diakhiri dengan bergabungnya Santiago bersama klub Real Madrid.


8. Shaolin Soccer 


Shaolin Soccer adalah film Hongkong yang dirilis pada tahun 2001. Film ini disutradarai dan juga diperankan oleh Stephen Chow. 

Film yang mengisahkan seorang gelandangan yang ingin mengubah nasib dengan cara menerapkan ilmu bela diri shaolin yang dia miliki, dan berusaha mengumpulkan saudara-saudara seperguruannya untuk menjadi pemain sepak bola.

Film ini bercerita tentang seorang pemuda dari perguruan Shaolin bernama Sing memiliki ide untuk menggabungkan ilmu shaolin yang ia pelajari sebelumnya dalam olahraga sepakbola. Ia pun mengajak mantan saudara seperguruannya untuk membentuk tim sepakbola dan ikut dalam kompetisi dengan memanfaatkan ilmu bela diri masing-masing, dengan tujuan untuk membuat perguruan shaolin menjadi dikenal oleh masyarakat luas. 


9. Kung Fu Dunk 

Kung Fu Dunk (Silver Medalist) adalah sebuah film drama-olahraga buatan tahun 2008 dan disutradarai oleh Chu Yin-Ping. Film ini dirilis oleh Shanghai Film Group Corporation di Republik Rakyat Tiongkok, Emperor Motion Pictures di Hong Kong, dan MediaCorp Raintree Pictures di Singapura.

Kung Fu Dunk dikenal untuk pemeran-pemerannya yang merupakan aktor-aktor bintang Tionghoa: Jay Chou, Charlene Choi, Wilson Chen, Eric Tsang, dan masih banyak lagi.

Film Kung Fu Dunk menceritakan tentang remaja bernama Shi-Jie (Jay Chou). Ia adalah seorang remaja yang besar di sebuah sekolah Kung-Fu. Shi-Jie sendiri yang besar di lingkungan bela diri tak disangka mahir dalam bermain basket terutama gerakan Slam Dunk. Meskipun ia mahir dalam basket dan kungfu namun ia selalu sedih dan berusaha mencari tahu tentang keluarganya. Chen-Li (Eric Tsang) adalah lelaki tua yang berusaha membantunya mencari keluarganya.

Ketika Shie-Jie berusaha mencari tahu keluarganya, ia diajak Chen-Li untuk mengikuti kejuaraan Basket tingkat Universitas. Namun sayang, upaya memasukkan Shie-Jie hanyalah untuk keuntungan Chen-Li semata. 

Setelah bergabung dengan tim basket tersebut ia memang sejak lama menyukai seorang gadis bernama Li-Li (Charlene Choi) yang ternyata adlah adik dari Ting-Wei (Bo-Lin Chen), pimpinan tim basket mereka. Maka untuk itu ia kemudian berencana untuk bersaing dengan Xiao-Lan (Baron Chen), pria idaman Li-Li, yang akhirnya membuat tim tersebut renggang.


10. Film Invictus


Invictus adalah sebuah film drama biografi tahun 2009 yang disutradarai oleh Clint Eastwood serta diperankan oleh Morgan Freeman dan Matt Damon. Cerita film ini didasarkan pada buku karya John Carlin yang berjudul Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Made a Nation yang bercerita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Afrika Selatan sebelum dan selama berlangsungnya Piala Dunia Rugbi 1995. 

Springboks, tim rugby Afrika Selatan, diperkirakan tidak akan tampil dengan baik, sebab mereka baru saja kembali bermain dalam kompetisi internasional bergengsi setelah dihapusnya sistem apharteid -- negara tersebut menjadi tuan rumah, oleh karena itu Afrika Selatan dapat ikut serta dalam Piala Rugby 1995.Dalam film ini, Freeman dan Damon masing-masing berperan sebagai Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan François Pienaar, kapten tim uni rugbi Afrika Selatan, Springboks.

Invictus dirilis di Amerika Serikat pada 11 Desember 2009. Judul tersebut, yang merujuk pada julukan Dewa bangsa Romawi, Invictus, dapat juga diterjemahkan dari bahasa Latin sebagai "tak terkalahkan" atau "tak tertaklukkan", dan juga merupakan judul dari sebuah puisi oleh penyair Inggris William Ernest Henley (1849-1903).Film ini mendapat kritikan positif dan mendapat nominasi Academy Award untuk Freeman (Aktor Terbaik) dan Damon (Aktor Pendukung Terbaik).

Nama-nama besar turut serta meramaikan, seperti Morgan Freeman yang berperan sebagai Nelson Mandela, Matt Damon sebagai François Pienaar, Adjoa Andoh sebagai Brenda Mazikubo, Tony Kgoroge sebagai Jason Tshabalala, Julian Lewis Jones sebagai Etienne Feyder, Patrick Mofokeng sebagai Linga Moonsamy, Matt Stern sebagai Hendrik Booyens dan Marguerite Wheatley sebagai Nerine.

Pada tanggal 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan dari Penjara Victor Verster setelah menghabiskan waktu selama 27 tahun di penjara tersebut. Empat tahun kemudian, Mandela dipilih sebagai Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama. 

Kepresidenannya menghadapi banyak tantangan era pasca-apartheid, termasuk kemiskinan dan kriminalitas yang merajalela, dan Mandela sangat prihatin terhadap perbedaan ras antara orang Afrika Selatan yang berkulit hitam dan putih, yang dapat menyebabkan kekerasan. 

Rasa sakit hati yang dimiliki oleh masing-masing ras tersebut terhadap satu sama lain dapat dilihat bahkan dari pengamannya sendiri, di mana hubungan antara petugas berkulit putih, yang tadinya mengawal pendahulu Mandela, dan pengawal tambahan ANC berkulit hitam, yang sangat dingin dan ditandakan dengan rasa saling tidak percaya.

Saat menghandiri permainan antara Springboks, tim uni rugbi negaranya, dan Inggris, Mandela melihat bahwa orang-orang yang berkulit hitam mendukung Inggris, karena Springboks yang bermayoritas kulit putih menggambarkan apartheid di dalam benak mereka; ia berkata bahwa ia juga melakukan hal yang sama selama ia dipenjara di Pulau Robben. Mengetahui bahwa Afrika Selatan merupakan tuan rumah Piala Dunia Rugbi 1995 dalam waktu satu tahun, Mandela membujuk Komite Olahraga Afrika Selatan baru yang didominasi oleh orang berkulit hitam dalam rapat mereka untuk mendukung Springboks. Setelah itu dia bertemu dengan kapten tim rugbi Springboks, François Pienaar, dan mengatakan bahwa kemenangan Springboks dalam Piala Dunia akan menyatukan dan menginspirasikan negaranya. Mandela juga berbagi dengan François sebuah puisi Inggris, "Invictus", yang telah menginspirasinya selama ia dipenjara.

François dan timnya berlatih. Banyak orang Afrika Selatan, baik yang berkulit hitam maupun putih, ragu kalau rugbi dapat menyatukan sebuah negara yang terbelah selama hampir 50 tahun oleh ketegangan rasial, karena untuk kebanyakan orang kulit hitam, terutama para radikal, Springboks menggambarkan supremasi putih. Tetapi, Mandela dan Pienaar tetap berdiri teguh pada teori mereka bahwa permainan tersebut dapat menyatukan negara Afrika Selatan.

Hal-hal mulai berubah setelah para pemain berinteraksi dengan para fans dan memulai pertemanan dengan mereka. Selama permainan pembuka, dukungan untuk Springboks mulai bertumbuh di dalam penduduk berkulit hitam. Pada permainan kedua, seluruh negeri berkumpul bersama untuk mendukung Springboks dan usaha Mandela. Tim keamanan Mandela juga mulai bertumbuh dekat setelah mereka saling menghormati dedikasi dan profesionalisme satu sama lain.

Springboks melampaui berbagai haramapn mereka dan masuk ke dalam final melawan All Blacks - pesaing Afrika Selatan. Selandia Baru dan Afrika Selatan dianggap secara universal sebagai dua negara rugbi terhebat, dengan Springboks adalah satu-satunya tim yang punya rekor kemenangan terhadap All Blacks sampai saat ini. 

Seri tes pertama antara kedua negara pada tahun 1921 merupakan awal permusuhan kuat, dengan berbagai emosi yang tinggi kapanpun kedua negara tersebut bertemu di lapangan rugbi.

Sebelum permainan tersebut, tim Springboks datang ke Pulau Robben, di mana Mandela menghabiskan 18 dari 27 tahun ia dipenjara. Di sana, Pienaar terinspirasi oleh hasrat Mandela dan penguasaan diri di dalam "Invictus". François menyatakan ketakjubannya bahwa Mandela "dapat menghabiskan waktu selama tiga puluh tahun di sel kecil, dan keluar bersedia untuk memaafkan orang-orang yang menaruhnya di sana".

Didukung oleh kerumunan besar dari berbagai ras, Pienaar memotivasi timnya. Pengaman Mandela takut ketika, sebelum pertandingan dimulai, pesawat penumpang jet Boeing 747 milik South African Airways terbang rendah di atas stadium. Itu bukan upaya pembunuhan, melainkan penunjukkan rasa patriotisme, dengan pesan "Good Luck, Bokke" (Semoga Berhasil, Bokke) - Nama panggilan Springboks dalam bahasa Afrikaans - dicat di bagian bawah sayap pesawat tersebut. 

Springboks memenangkan pertandingan dengan drop-kick jauh di dalam waktu yang ditambah oleh fly-half Joel Stransky, dengan skor 15-12. Mandela dan Pienaar bertemu di lapangan bersama-sama untuk merayakan kemenangan yang tak disangka dan mustahil. 

Mobil Mandela lalu berkendara di dalam jalanan yang macet sambil meninggalkan stadium. Selama Mandela melihat para orang Afrika Selatan merayakan bersama dari mobilnya, suaranya terdengar membaca sebuah bagian dari puisi "Invictus".


Itu tadi sobat Campusnesia, 10 Rekomendasi Film Bertema Olahraga yang Inspiratif, Cocok Ditonton selama Gelaran Olimpiade Tokyo 2020. 

Sudah nonton film yang mana saja? inspirasi apa yang kalian dapat? share di kolom komentar ya, sampai jumpa.



Penulis: Ika Shintya
diolah dari berbagai sumber

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »