Kenal Lebih Dekat dengan "The Daddies" Hendra Ahsan Pasangan Bulu Tangkis Ganda Putra Kebanggaan Indonesia

 



Campusnesia.co.id - Kabar gembira datang dari ajang Olimpiade Tokyo 2020, pasangan ganda putra bulu tangkis asal indonesia Hendra Ahsan melaju ke babak semifinal dan akan bertanding melawan ganda putra asal Taipe Wang Lee. Jika menang maka dipastikan The Daddies (sebutan untuk Hendra Ahsan) akan tampil di final memperebutkan medali emas.

Pertandingan paling ditunggu masyarakat indonesia ini akan dihelat pada Jumat pukul 16.15 WIB, bisa disaksikan melalui saluran tv nasional Indosiar dan TVRI dan aplikasi streaming Vidio.

Sambil menunggu pertarungan sengitnya nanti, yuk berkenalan dahulu dengan sosok pasangan ganda putra kebanggaan indonesia Hendra Ahsan.



Profil Hendra Setiawan
Hendra Setiawan lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984; umur 36 tahun adalah salah satu pemain bulu tangkis Indonesia. Hendra Setiawan mengawali kariernya berpasangan dengan Markis Kido dan pernah menduduki peringkat ke-2 dunia IBF untuk ganda putra. 

Gelar yang pernah didapat adalah juara dunia 2007 di Malaysia, juara China Super Series 2007 dan Hongkong Super Series 2007. Pada tahun 2008 juga menjadi pasangan Kido/Setiawan juara di Malaysia Super Series.

Karier
Hendra Setiawan bersama pasangannya Markis Kido berhasil meraih medali emas untuk Indonesia di Olimpiade Beijing 2008 untuk cabang bulu tangkis ganda putra. Di partai final pada tanggal 16 Agustus 2008 itu, mereka berhasil menaklukkan pasangan RRC Cai Yun/Fu Haifeng melalui pertarungan sengit 3 set dengan skor 12-21, 21-11, 21-16.

Semenjak penghujung tahun 2012, Hendra Setiawan berpasangan dengan Mohammad Ahsan yang sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano sedangkan Markis Kido bermain tandem di ganda putra dengan Alvent Yulianto dan di ganda campuran dengan sang adik, Pia Zebadiah.

Prestasi pertama yang diraih oleh Hendra Setiawan dengan Mohammad Ahsan adalah pada tahun 2012 sebagai semi finalis di YONEX Denmark Open 2012 sedangkan pada tahun 2013 berhasil menyabet dua gelar superseries yakni sebagai juara di Maybank Malaysia Open Superseries dan Djarum Indonesia Superseries Premier. 

Dalam kedua laga final kejuaraan tersebut Hendra/ Ahsan mengalahkan lawan yang sama, yaitu : Lee Yong-dae dan Ko Sung-hyun dua set langsung. Sekali lagi, mereka mengalahkan ganda korea tersebut di final 2013 Singapore Super Series dengan skor 21-15 21-18. 

Pada ajang Dunia BWF 2013, Hendra/ Ahsan berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan pasangan Mathias Boe dan Carsten Mogensen asal Denmark dengan skor 21-13 23-21.

Pada tahun 2014, Hendra dan Ahsan kembali membuat harum nama bangsa Indonesia. Ganda putra peringkat satu dunia ini sukses merebut gelar juara All England 2014 nomor Ganda Putra. Di final pasangan ini sukses menekuk ganda Jepang, Hiroyuki Endo dan Kenichi Hayakawa, dua set langsung 21-19 21-19.

Sebagai Ganda Putra dan Ganda Campuran Hendra Setiawan  Peringkat tertinggi 1 dunia saat berpasangan dengan alm. Markis Kido (data 27 September 2007). Peringkat saat ini 2 dunia bersama pasangan Mohammad Ahsan (data 9 Februari 2021).

Catatan Medali Emas selama Mewakili  Indonesia
Pada Olimpiade Beijing 2008 berhasil mempersembahkan Emas pada sektor Ganda Putra berpasangan dengan alm. Markis Kido.

Emas juga pernah didapat pada ajang Asian Games Guangzhou tahun 2010 dan Incheon tahun 2014.

Saat mengikuti Kejuaraan Dunia BWF berhasil membawa pulang Emas pada BWF Kuala Lumpur tahun 2007, Emas pada BWF Guangzhou 2013, Jakarta 2015, dan BWF Basel tahun 2019.


Profil Mohammad Ahsan
Mohammad Ahsan atau yang akrab dipanggil Ahsan adalah anak laki-laki pasangan Tumin Atmadi dan Siti Rohanah. Ia dilahirkan di Palembang, 7 September 1987. Pebulutangkis dengan tinggi 173 cm ini merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Ia memiliki kakak yakni Nisa Tartiela dan M. Askyuru.

Kecintaan Ahsan terhadap olahraga bulutangkis telah muncul sejak masih berusia 6 tahun. "Saya sering melihat pertandingan bulutangkis di televisi, melihat para pemain naik podium membuat saya ingin menjadi atlet suatu saat," ungkapnya.

Pemain ganda putra ini mulai menekuni dunia bulutangkis setelah lulus SMP. Hijrah bersama kakaknya ke Jakarta, Ahsan bermaksud menekuni kegemaran bermain olahraga raketnya. Setelah beberapa saat, pemain yang mengidolakan Ricky Soebagja ini bergabung dengan klub bulutangkis PB Djarum, yang telah melahirkan pemain-pemain hebat.

Sebagai salah satu jebolan klub ternama, Mohammad Ahsan tidak membutuhkan waktu lama untuk masuk pelatnas. Karir di pelatnas Cipayung yang mulai ia jalani sejak 2008 membuatnya bertemu dengan pasangan ganda putra pertamanya Bona Septano.

Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu masuk pelatnas, karir Mohammad Ahsan dengan Bona Septano tak lantas menunjukkan hasil yang memuaskan. Beberapa kali duet tim ganda putra ini dikritik karena ketidakmampuan mereka untuk saling mengembangkan skill bermainnya. Pada akhirnya, pasangan ini harus dipisahkan.

Perpisahan Mohammad Ahsan dan Bona Septano terjadi karena kegagalan mereka merebut gelar juara pada Olimpiade 2012 di London. Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, menganggap baik skill bermain kedua pemain tersebut tidak cocok jika disatukan. "Perpisahan ini murni dari masing-masing pemain. Ahsan maupun Bona menyadari mereka tidak dapat berkembang jika masih berpasangan. Lebih baik keduanya mencari pasangan baru untuk meraih prestasi yang lebih baik," ungkapnya.

Tak lagi satu tim dengan Bona, Ahsan dipasangkan dengan Hendra Setiawan yang baru saja berpisah dengan rekannya Markis Kido setelah 13 tahun bersama. Debut ganda putra Indonesia ini dimulai dalam pertandingan Yonex Denmark Open Super Series Premiere tahun 2012. Di pertandingan pertama mereka, pasangan baru ini telah memperlihatkan kehebatan mereka. Terbukti dengan melesatnya Ahsan-Hendra ke babak semifinal.

Ahsan-Hendra sebagai wakil Indonesia di partai ganda putra terus berburu juara di sepanjang tahun 2012. Setelah menunggu melewati 3 kejuaraan super series tanpa juara yaitu Yonex French Open 2012, Yonex Sunrise Hongkong Open 2012 dan Victor Korea Open 2013, Ahsan-Hendra ini berhasil mengalahkan ganda putra asal Korea Selatan, Lee Yong Dae dan Ko Sung Hyun.

Partner asal Palembang dan Pemalang ini semakin menunjukkan taring mereka di dunia bulutangkis. Prestasi terakhir yang diukir kedua putra bangsa ini adalah dengan berhasilnya mereka menduduki podium juara dunia. Pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 yang diadakan di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou, China, Minggu (11/8), Mereka berhasil mengalahkan pasangan asal Denmark (Mathias Boe - Carsten Mogensen).

Peringkat tertinggi 1 dunia bersama Hendra Setiawan (data 25 Desember 2013) dan peringkat saat ini adalah 2 dunia  bersama Hendra Setiawan (data 9 Februari 2021).


Catatan medali saat Mewakili Indonesia
Kejuaraan Dunia BWF, berhasil meraih Perunggu di London 2011, kemudian Emas saat Guangzhou tahun 2013, Emas kembali diraih saat bertanding Jakarta tahun 2015 dan medali Perak di Glasgow tahun 2017.

Pada ajang Asian Games berhasil meraih medali Perunggu di Guangzhou 2010 dan medali Emas di Korea tahun 2014 sebagai Ganda Putra.

Dalam ajang SEA Games berhasil mempersembahkan medali Emas di Laos tahun 2009 dalam Beregu Putra, kemudian medali Emas Indonesia 2011 sebagai Ganda Putra, Emas Indonesia 2011 dalam Beregu Putra, serta Perunggu di Laos 2009 sebagai Ganda Putra


Kehidupan Keluarga Hendra Ahsan
Selain prestasi di lapangan, Hendra dan Ahsan juga dikenal sebagai sosok family man. Melalui Instagram pribadi masing-masing, keduanya sering menggunggah potret kekompakan mereka saat menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hendra Setiawan menikah dengan Sandiani Arief pada tahun 2011. Dari pernikahannya ini, keduanya dikaruniai tiga orang anak yang menggemaskan.

Anak pertama mereka terlahir kembar dengan nama Richard Heinrich Setiawan dan Richelle Hillary Setiawan. Sementara itu, anak ketiga pasangan ini diberi nama Russell Howard Setiawan. Ketiga anaknya diberi julukan RRR atau 3R.

Sedangkan Mohammad Ahsan dan istrinya Christine Novitania resmi menikah pada 24 Maret 2013. Keduanya bertemu pertama kali pada sebuah acara yang diadakan oleh Djarum.

Berbeda dengan Ahsan, sosok Christine bukanlah pecinta olahraga bulu tangkis. Dikarenakan perkenalan singkat yang berujung tukeran kontak, akhirnya benih-benih cinta tumbuh di antara keduanya seiring berjalannya waktu.

Ahsan serta Christine pun menjalin hubungan selama empat tahun lamanya dan memutuskan untuk menikah.

Dari pernikahannya dengan Christine, keduanya dikaruniai tiga orang anak yang menggemaskan.

Anak pertama diberi nama Chayra Maritza Ahsan, lalu anak kedua bernama King Arsakha Ahsan. Sementara itu, anak ketiga yang baru saja lahir bulan Januari lalu dinamai Aisyah Nayyara Ahsan.

Karena harus mewakili bulu tangkis Indonesia di pertandingan BWF World Tour Finals 2020 pada bulan Januari tahun 2021 lalu, Ahsan harus rela tidak bisa menemani istrinya melahirkan anak ketiga mereka.

Momen ini sempat dibagikannya lewat unggahan Instagram pribadinya. Terlihat bagaimana ekspresi haru Ahsan saat sambungan video call memperlihatkan anak ketiganya yang berjenis kelamin perempuan.

Melihat itu, banyak warganet yang turut mendoakan sekaligus memberi selamat kepada Ahsan. Bahkan, kelahiran putri kecilnya ini juga sempat menjadi sorotan media di China.

Dipasangkan sebagai ganda putra di lapangan, membuat keluarga Ahsan dan Hendra semakin akrab dan terlihat kompak. Sebelum adanya pandemi, istri Ahsan dan istri Hendra selalu mengajak anak-anak mereka untuk memberikan dukungan kepada The Daddies lewat kursi penonton.

Teriakan dukungan dari keluarga tercinta ini tentu saja membakar semangat Ahsan dan Hendra di lapangan untuk memenangkan pertandingan. Itu dia beberapa potret keharmonisan dan kekompakan keluarga ‘The Daddies’. (sumber: popmama.com)


Itu tadi sobat Campusnesia, profile dan biografi pasangan ganda putra kebanggaan indonesia Hendra dan Ahsan, inspiratif ya.

 
sumber: 
wikipedia.org
popmama.com
wowkeren.com


Baca Juga:


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »