Review Film Justice League Snyder Cut dan Bukti Netijen Bersatu tak Bisa Dikalahkan

 


Campusnesia.co.id - Akhirnya kelar juga nonton Justice League versi Snyder Cut, butuh 3 hari untuk menyelesaikanya di sela-sela waktu istirahat karena memang durasinya yang sangat panjang yaitu 4 jam 2 menit 40 detik. Terhitung dari kata pengantar di awal film oleh Snyder Cut yang mengucapkan terima aksih kepada fans DC dan penikmat film-filmnya terdahulunya seperti Man of Steel dan Batvan v Superman hingga end credit scene. Mengalahkan rekor Avenger End Game yang kala itu merupakan film paling panjang dengan durasi 3 jam 2 menit. 
 
Rilisnya Justice League versi Zack Snyder Cut adalah bukti lain sebuah anekdot Netijen Bersatu Tak Bisa Dikalahkan, setelah sebelumnya aksi spontan pengguna sosial media terutama twitter mengguncang jagad maya saat demo omnibus law hingga apa yang terjadi dengan selebgram Dayana yang jadi populer dalam sesaat dan jatuh dalam tempo singkat, baru-baru ini akun official WBF hilang setelah netijen indonesia "silaturahim" pasca insiden diskualifikasi kontingen kontingen indonesai dalam ajang bulu tangkis all england akibat arut-marut masalah tes covid.
 
Tayang 18 Maret 2021 lalu melalui layanan streaming HBO Max, antusias masyarakat dunia sangat luar biasa hingga dikabarkan membuat layanan streaming besutan Warner Bros ini sempat down karena saking banyaknya pengguna dalam waktu bersamaan. 
 
Mayoritas penonton puas dengan Justice League versi Snyder Cut, entah apa yang dipikirkan oleh warner bros dan Jooss Wedon sebagai sutradara dengan keputusan perombakan besar-besaran master piece Zack Snyder ini. Oke sebelum kita masuk ke review detail filmnya, sebagai pemanasan akan kami berikan info dasar sebagai pengingat tentang film yang sudah pernah tayang versi bioskopnya di tahun 207 lalu ini.
 
Pemeran Justice League Snyder Cut 2021
- Ben Affleck sebagai Bruce Wayne / Batman
- Henry Cavill sebagai Clark Kent / Superman
- Gal Gadot sebagai Diana Prince / Wonder Woman
- Jason Momoa sebagai Arthur Curry / Aquaman
- Ezra Miller sebagai Barry Allen / Flash
- Ray Fisher sebagai Victor Stone / Cyborg
- Ciarán Hinds sebagai pengisi suara Steppenwolf
- Amy Adams sebagai Lois Lane
- Jeremy Irons sebagai Alfred Pennyworth
- Dliane Lane sebagai Martha Kent
- Connie Nielsen sebagai Queen Hippolyta
- J. K. Simmons sebagai James Gordon
 
Poster Resmi Justice League Snyder Cut 2021

 
 
Trailer Resmi Justice League Snyder Cut 2021 

 
 
Review Resmi Justice League Snyder Cut 2021 
Bukan tanpa alasan jika Zack Snyder ngotot Justice Leauge versinya dirilis, karena setelah menonton walau dengan durasi 4 jam, isinya memang sangat jauh berbeda dengan versi Joss Wedon, perombakan besar-besaran itu selain mengurangi banyak adegan penting juga mengurasi esensi jalan ceritanya dan yang paling berasa adalah taste gaya sinematografi dan penceritaan yang nyaris bisa dipahami pun berbeda antar versi masing-masing. 

Jalan cerita Justice Leauge adalah upaya Batman menyatukan para manusia dengan kekuatan meta, seperti yang diperlihatkan di akhir film Batman v Superman, Lex Luthor sudah lama mengamati bahwa ada manusia super lain selain superman, kala itu yang sudah kelihatan adalah Wonder Women dari suku Amazon dan ada Aquaman sang calon Raja Atlantis dan Barry Allen si Flash serta Cyborg.

Pasca kematian superman Bruce Wyne merasa bersalah dan untuk menghadapi musuh yang akan datang dari dimensi lain, ia dan Diana saja tidak akan cukup, maka mepersatukan para pahlawan super dalam justice leauge adalah solusi satu-satunya.

Adegan dimulai dengan peristiwa kematian Superman, teriakan terakhirnya ternyata membangkitkan Mother Box sebuah benda mistis berisi kekuatan ilmu dan teknologi masa depan sebanyak 3 buah yang kalau disatukan akan menjadi Unity yang mampu menghanurkan bumi dan isinya.

Mother Box ini ditingalkan oleh Darkseid yang ribuan tahun lalu pernah mencoba menginvasi bumi namun akhirnya kalang kabut setelah mendapat perlawan sengit dari suku Amazon, Atlantis, Dewa Petir dan manusia. Agar aman 3 mother box ini dibawa, disimpan dan dijaga oleh Amazon, Atlantis dan Manusia. 

Kematian superman membangkitkan Mother Box dan mengundang kehadiran penakluk semesta anak buah Darkseid bernama Steppenwolf yang terobsesi mendapat atensi dan pengampunan darkseid.

Ada pertanyaan menarik, secara time line, penciptaan Cyborg yang mana komponen penyusunya adalah dari bagian Mother Box adalah 2 tahun sebelum event Doomsday, tapi mengapa Steppenwolf dan parademon tidak datang? jawabanya karena mereka takut pada para kesatria Green Lantern dan Superman, maka wajar jika mereka mulai menyerang bumi ketika tahu sang superman telah mati.Alasan yang sama menjadi jawaban logis mengapa superman dibuat mati oleh Zack Snyder di Batman v Superman karena Steppenwolf ternyata gak kuat-kuat amat, kalau superman masih hidup, Justice League hanya butuh durasi 15 menit saja sudah tamat.

Porsi pengenalan dan pengembangan karakter baru yaitu Stone sebagai Cyborg dan Barry Allen sebagai Flash tersaji dengan sangat apik, kita jadi alasanya mengapa Stone benci banget sama ayahnya dan sebaliknya Barry yang ingin membahagiakan ayahnya, semua jadi masuk akal, rekrutmen ketiganya untuk masuk Justice League juga berasa lebih menantang bagi Brue Wyne dan Diana.

Kakakter Steppenwolf jadi lebih gahar dengan armor uniknya, kekuatanya pun cukup kuat hingga membuat batman, flash, aquaman dan wonder women dibuat kewalahan yang akhirnya terpikir solusi menghidupkan superman dengan kekuatan Mother Box sebagaimana Cyborg tercipta.

Sebagaimana kita tahu, superman yang hidup kembali merasa bingung dan nyaris menjadi musuh manusia terutama Batman yang dalam ingatan terkahirnya adalah sosok yang ingin ia mati, beruntung Lois Lane sang pacar mengembalikan ingatanya.

Di sini akhirny kita bisa melihat sosok "Black Superman" superman dengan baju warna hitam over power hingga dengan seorang diri mampu menghajar Steppenwolf dengan mudah.

Kurang seru jika tanpa plot twist, jauh berbeda dengan versi Joss Weddon, justice league versi Snyder harusnya nyaris gagal karena Cyborg terlambat memisahkan 3 mother box yang sudah menyatu, beruntung Flash berhasil berlari lebih kencang dan memutar waktu mundur sehingga superman punya waktu membantu Cyborg.

Scene Darkseid juga banyak diperlihatkan, sangat berbeda dengan versi Joss Wedon yang seingat saya malah gak ada sama sekali, kabar gembira juga karakter baru seperti Martian Manhunter juga dihadirkan serta karakter baru Seath Stroke juga diperkanalkan diakhir film.

Ending film terbilang sangat berkesan, dan bakal menjadi pondasi yang kita untuk sekuel Justice League berikutnya, alih-alih menampilkan perlombaan lari adu cepat ala Joss Wedon, Snyder menghadirkan scene masa depan era Invasi Darkseid di mana Mera, Batman, Flash, Death Stroke sepertinya lari dan sembunyi dari kejaran seseorang, joker versi jaret Letto tampil kembali, nampaknya mereka bekerjasama kali ini, dan scene ditutup dengan kehadiran superman yang marah, apakah di masa depan mereka saling bermusuhan? kita lihat saja nanti sekuelnya.

Itu tadi sobat campusnesia, review dan perbedaan mendasar film justice league versi joss wedon 2017 dan versi Snyder Cut yang baru saja rilis di situs HBO max. menurut kalian bagaimana? setujukah bahawa versi Zack Snyder lebih baik? atau punya pendapat lain? jangan lupa share di kolom komentar.

Penulis: Nandar

Baca Juga:
 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »