Lagi Hobi Naik Sepeda? Jangan Lewatkan 4 Film tentang Gowes Ini




Campusnesia.co.id - Sejak pandemi melanda selain bisnis yang berkaitan dengan kesehatan, jual beli online ada fenomena tren baru yang juga mendadak hits yaitu naik sepeda. Tiba-tiba banyak orang gemar gowes dari anak-anak, bapak-bapak hingga ibu-ibu pun tak mau kalah.


Efek domino terhadap tren baru ini tentu saja permintaan akan sepeda juga turut naik tajam. Seorang teman yang sudah menyukai gowes bahkan jauh sebelum pandemi ini terjadi menuturkan semua yang berkaitan dengan sepeda ikut naik harganya dan mulai langka di pasaran. Memang masyarakat indonesia kalau sudah suka akan sesuatu pasti begitu, sebut saja demam tanaman ikan louhan, gelombang cinta, love bird dan batu akik.

Tapi bukan itu yang akan kita bahas dalam artikel kali ini, karena di segmen entertainment kita akan membahas film-film yang bertema sepeda, buat pembaca yang lagi hobi Gowes gak ada salahnya nonton film-film berikut ini, apa saja? ini daftarnya.

1. Premium Rush

Film laga Amerika Serikat yang rilis 24 agustus tahun 2012. Disutradarai oleh David Koepp dan ditulis oleh Koepp dan John Kamps. Dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt, Michael Shannon, Dania Ramirez dan Jamie Chung. berdurasi 91 menit menghabiskan anggaran $20 juta dan berhasil meraup pendapatan kotor sebesar $30,675,248.

Film ini mengisahkan Wilee (Joseph Gordon-Levitt), seorang pengantar pesanan dengan sepeda. Ia juga bekerja bersama mantan kekasihnya, Vanessa (Dania Ramirez), pengantar pesan yang juga menggunakan sepeda. 

Suatu hari, Wilee mendapat tugas untuk mengantar barang dari Nima (Jamie Chung), teman Vanessa. Nima mengirimkan uang 50 ribu dolar Amerika Serikat (AS) dalam kemasan yang misterius. Uang tersebut dikirim untuk Kakak Chen (Wai Ching Ho) di daerah pecinan. Kakak Chen merupakan seorang penyelundup manusia antarnegara. 

Nima ingin ibu dan anaknya bisa dipindahkan dari Cina ke Amerika menggunakan jasanya. Beberapa hari sebelumnya, Bobby (Michael Shannon), seorang polisi yang senang bermain judi mendapat masalah. Dia sering kalah di tempat judi milik Mr. Lin (Boyce Wong) di daerah pecinan. 

Dia berutang banyak kepada Mr. Lin hingga mencapai 17 ribu dolar AS. Mr. Lin kemudian meminjamkan anak buahnya untuk membantu Bobby mencari uang demi membayar utangnya. Di saat terdesak itu, Bobby mendapat informasi ada salah satu anak buah Kakak Chen yang akan mengantar uang sebesar 50 ribu dolar AS ke tempatnya. Sumber: tirto.id


2. To The Fore

Film drama olahraga Hong Kong-Tiongkok difilmkan di Taiwan dan negara-negara lainnya meliputi Tiongkok, Korea, Mongolia dan Swiss, disutradarai oleh Dante Lam, dan dibintangi oleh Eddie Peng, Shawn Dou, Choi Siwon dan Wang Luodan. 

Dirilis pada 6 Agustus 2015 di Hong Kong dan Singapura, dan 7 Agustus 2015 di Taiwan, Tiongkok dan Amerika Serikat. To The Fore terpilih sebagai perwakilan Hong Kong untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-88 namun tidak masuk nominasi.

Khas film drama olahraga selama 125 menit kita akan disajikan alur yang dramatis. To The Fore menceritakan tentang kehidupan persahabatan para pembalap sepeda yang penuh ambisi. Bumbu pertengkaran dan persaingan akan kita lihat hingga akhirnya satu sama lain bisa bekerjasama dengan baik. Banyak pesan moralnya.

Penggemar Eddi Peng dan Choi Si Won jangan samapai lewatkan film ini. Keduanya menampilkan akting yang memukau dan jaminan tidak mengecewakan. Selamat menonton.


3. The Program

Merupakan sebuah film drama biografi 2015 tentang Lance Armstrong yang disutradarai oleh Stephen Frears , dibintangi Ben Foster sebagai Armstrong dan Chris O'Dowd sebagai jurnalis David Walsh.

Film ini didasarkan pada buku Walsh 2012 Seven Deadly Sins.  Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Toronto 2015 pada 14 September 2015 dan dirilis secara teatrikal di Prancis pada 16 September dan Inggris pada 14 Oktober.

"The Program" mendokumentasikan sisi gelap balap sepeda profesional, yang masih berjuang menghapus kecurigaan akan kecurangan di tengah budaya loyalitas kepada bintang tim.
Kejayaan dan kejatuhan Lance Armstrong, dari juara Tour de France dan penyintas kanker sampai kecurangannya mengkonsumi obat untuk menang, menjadikannya kisah yang epik, menurut sutradara "The Program," yang ditayangkan secara perdana di Film Festival Internasional Toronto.

Armstrong yang kelahiran Texas menggalang ratusan juta dolar sebagai perwakilan amal kanker sambil memenangkan tujuh lomba Tour de France antara 1999 dan 2005, kemenangan yang dicabut tahun 2012 ketika ia dihukum sebagai dalang doping.

Setelah bertahun-tahun menyangkal, Armstong mengakui konsumsi doping tahun 2013. Ia masih menghadapi larangan bertanding seumur hidup dan gugatan US$100 juta.

Keputusan Armstrong untuk kembali dari pensiun tahun 2009-lah yang akhirnya membuktikan kejatuhannya, membuat sesama pembalap seperti Floyd Landis melawannya.

Chris O'Dowd bermain sebagai jurnalis Sunday Times David Walsh, yang curiga kepada Armstong sejak awal dalam perjalanan inspiratif dari tempat tidur di rumah sakit dan kursi roda sampai ke podium Tour de France.

Buku Walsh, "Seven Deadly Sins: My Pursuit of Lance Armstrong," membentuk narasi utama film tersebut, selain laporan tahun 2012 dari Badan Anti-Doping Amerika Serikat yang mengatakan bahwa karir Armstong "didorong dari awal sampai akhir oleh doping." sumber: voaindonesia.com

Pada 2013 kisah Lance Armstrong ini juga diangkat dalam bentuk film dokumenter berjudul The Armstrong Lie yang naskah ditulis dan disutradari oleh Alex Gibney.

4. 127 Hours

Walau sebenarnya bukan bercerita tentang dunia sepeda, tetapi saya ingin memasukan film tentang survival berjudul 127 Hours ini. Diangkat dari kisah nyata bertema biografi drama tahun 2010 yang disutradarai oleh Danny Boyle dan diproduseri oleh Danny Boyle, Christian Colson dan John Smithson. Naskah film ini ditulis oleh Danny Boyle dan Simon Beaufoy berdasarkan buku Between a Rock and a Hard Place karya Aron Ralston. Film ini dibintangi oleh James Franco, Kate Mara dan Amber Tamblyn.

Film 127 Hours ditayangkan secara perdana di Festival Film Telluride pada tanggal 4 September 2010 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 5 November 2010 secara terbatas dan 28 Januari 2011 secara luas.Film ini dirilis di Britania Raya pada tanggal 7 Januari 2011. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

Aron Ralston (James Franco), seorang pendaki gunung dan petualang, mulai mendaki di Taman Nasional Canyonlands, Utah. Dalam perjalanan, ia berteman dengan Kristi (Kate Mara) dan Megan (Amber Tamblyn), dan menunjukkan mereka sebuah danau bawah tanah. Setelah berenang, Aron berpisah dengan mereka dan berjalan melalui ngarai sempit di Blue John Canyon. 

Ketika Aron turun, ia tergelincir dan jatuh, menjatuhkan batu besar yang menjepit tangan kanan dan pergelangan tangannya di dinding. Terjebak, ia mencoba meminta pertolongan namun ia menyadari bahwa ia sendirian. 

Aron mulai merekam diari video untuk menjaga moralnya, memotong bagian-bagian dari batu besar itu untuk membebaskan dirinya dan tetap hangat di malam hari. Ia mulai makan dan minum dengan bekalnya agar bisa hidup. Ia memasang sebuah katrol menggunakan tali pendakiannya untuk mengangkat batu itu, meskipun hasilnya nihil.

Beberapa hari setelah terjebak, Aron menggunakan pisau sakunya untuk membebaskan dirinya sendiri, tetapi ia mengetahui bahwa pisau itu tidak mampu memotong tulang. Tanpa air, ia terpaksa minum air seninya. 

Video-videonya memperlihatkan Aron yang sangat putus asa dan tertekan, lalu Aron berhalusinasi tentang pelariannya dan pengalaman masa lalunya dengan mantan kekasihnya, keluarganya, Kristi dan Megan. Dalam salah satu halusinasinya, ia menyadari bahwa kesalahan Aron adalah ia tidak memberitahu siapapun ke mana ia pergi. Aron berpikir ini menjadi takdirnya bahwa batu besar itu yang menjebaknya.

Dengan menggunakan pengetahuannya tentang torsi, Aron membuat sebuah turniket (alat untuk menghentikan aliran darah melalui vena atau arteri, biasanya dengan menekan anggota badan dengan kabel atau perban yang kencang) sederhana dari tabung isolasi CamelBak dan menggunakan karabiner untuk mengencangkannya. 

Ia kemudian mengamputasi lengannya secara perlahan dan berhasil, lalu ia membungkus tunggul lengannya untuk mencegah darahnya bercucuran dan mengambil gambar batu besar itu. Ia kemudian merangkai batu setinggi 65 kaki tersebut dengan menggunakan lengannya yang lain dan minum air hujan dari kolam kecil. 

Ia bertemu dengan satu keluarga yang melakukan pendakian, yang memberitahu pihak berwenang mengenai Aron dan sebuah helikopter Utah Highway Patrol tiba untuk membawa Aron ke rumah sakit. Aron telah berkeluarga, terus mendaki dan selalu meninggalkan pesan yang mengatakan ke mana ia pergi. sumber: id.wikipedia.org

Demikian sobat Gowes artikel kita kali ini, tentang 4 film bertema sepeda yang tidak boleh dilewatkan buat kamu yang lagi hobi naik sepeda. 

Pesan saya baik yang sudah lama hobi maupun yang baru mulai, entah sepedanya mahal atau yang harganya merakyat, tetap jaga sopan santun saat bersepda di jalan raya. Jangan kalah sama ibu-ibu petani, pedagang yang bisa tertib dan rapi saat bersepeda di jalan raya. Patuhi rambu-rambu lalu lintas jangan cuma gowes untuk update story he he. Semoga bermanfaat sampai jumpa.

penulis
Nandar



Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »