Tim I KKN Undip Kenalkan Probiotik Alami Guna Percepat Pertumbuhan Ikan Lele di Desa Kemiri Timur

1:56:00 PM


Campunesia.co.id -- Batang, 31 Januari 2020. Mahasiswa Tim 1 KKN Undip 2020 di Desa Kemiri Timur, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang mengadakan edukasi dan pendampingan mengenai manfaat dan pentingnya penggunaan probiotik bagi pertumbuhan ikan lele. Hal ini didasari dengan fakta bahwa kegiatan budidaya lele tradisional menghasilkan limbah air cukup banyak yang dapat menurunkan kualitas pada umumnya. Selain itu, diperlukan biaya pakan yang tinggi sehingga berdampak pada biaya pakan mahal yang dikeluhkan oleh pembudidaya.

“Desa Kemiri Timur memiliki potensi budidaya lele khususnya di dusun kalisari  yang memiliki cadangan air tanah yang tinggi, namun yang menjadi hambatan adalah budidaya tersebut hanya sampai pada tahap pembibitan saja” Ujar Jayono selaku sekretaris desa. 

iklan

Tiyo Meizi Nugroho, Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan memberikan edukasi dan praktik pembuatan probiotik guna mengatasi permasalahan tersebut di Desa Kemiri Timur. Probiotik memiliki segudang manfaat yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan metabolisme ikan,merangsang nafsu makan, membantu proses pembenihan,makanan tambahan untuk ikan, dan menghilangkan bau air kolam akibat amonia.


Program ini disambut baik oleh masyarakat Desa Kemiri Timur, khususnya para pembudidaya lele. Beberapa pembudidaya ikan lele bahkan berencana untuk segera mengaplikasikan probiotik tersebut pada kolam budidaya miliknya. “Menurut saya edukasi ini sangat penting karena saya ingin mengetahui cara pembuatan probiotik dan menambah padat tebar perkolam ” ungkap Bapak Parman pemilik kolam lele 

Probiotik tersebut memiliki banyak manfaat yaitu diantaranya meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan metabolisme ikan, merangsang nafsu makan, membantu proses pembenihan dan makanan tambahan untuk ikan dan menghilangkan bau air kolam akibat amonia. Pembudidaya dapat memulai pembuatan probiotik dengan menyiapkan bahan bahan yang di campurkan seperti gula merah cair atau molase, air kelapa tua, yoghurt, EM4 dan ragi tape yang kemudian difermentasi selama minimal seminggu.

Mahasiswa KKN Undip, Tiyo mencoba mempraktikan probiotik yang sudah dibuat sebelunya di salah satu kolam budidaya milik pembudidaya ikan Lele di Dusun Kalisari, Desa Kemiri Timur. Cara pemberian probiotik ini adalah dengan cara melarutkan probiotik dalam air kolam sesuai denganprosedur yang dianjurkan, proses pemberian probiotik dapat dihentikan apabila kondisi air kolam sudah berwarna merah. Sehingga kedepannya pembudidaya dapat membuat probiotik ini secara mandiri agar dapat menekan biaya pakan, ikan yang dibudidayakan jauh lebih sehat serta mengurangi buangan limbah air budidaya.


Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »