Hukum Membayar Zakat Online

3:44:00 PM


Campusnesia.co.id -- “Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan harta mereka” (QS. At-Taubah 103).

Dengan melihat ayat tersebut, kita sebagai umat Islam diperintahkan untuk wajib membayar zakat baik itu zakat fitrah maupun zakat maal. Zakat sendiri dilakukan sebagai cara membersihkan harta kita serta menjadi manusia yang bermanfaat dengan membantu sesama.

Dalam membayar zakat, biasanya kita perlu melakukan doa sebagai tanda terima dari zakat yang telah kita berikan. Apakah doa tersebut termasuk wajib atau sunnah? Lalu, bagaimana dengan zakat online yang langsung membayar lewat dunia maya tanpa bertemu dengan amilnya? Berikut penjelasan tentang hukum zakat online beserta wajib dan sunnahnya.

Pertanyaan:
Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Apakah benar bila membayar zakat itu harus ada ijab kabul, bagaimanakah hukumnya bila membayarnya via online, transfer? Terima kasih.

Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Yani di Samarinda

Jawaban:
Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh

Saudari Yani yang dirahmati Allah swt, pada dasarnya ijab qabul tidak termasuk salah satu rukun zakat. Ijab qabul juga tidak termasuk syarat sah zakat. Sebenarnya, ibadah zakat berbeda dengan wakaf, akad jual beli, hutang piutang, gadai dan sejenisnya.

Unsur yang terpenting dalam zakat adalah pemberi zakat, harta zakat dan penerima zakat. Seorang muzakki haruslah orang yang memiliki harta mencapai nishab atau memenuhi kriteria wajib zakat. Sedangkan harta zakat adalah harta yang diperbolehkan sebagai zakat. Sementara penerima zakat haruslah orang yang benar-benar berhak menerima zakat.

Adapun unsur penting lainnya, walau bukan suatu keharusan, dalam penyerahan zakat adalah: pernyataan zakat dan doa penerima zakat. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, dalam Fiqhuzzakat-nya, berpendapat bahwa seorang pemberi zakat tidak harus menyatakan secara eksplisit kepada mustahik bahwa dana yang ia berikan adalah zakat. Oleh karena itu, apabila seorang muzakki (pemberi zakat) tanpa menyatakan kepada penerima zakat bahwa uang yang ia serahkan adalah zakat, maka zakatnya tetap sah. Dengan demikian, seseorang bisa menyerahkan zakatnya secara online kepada lembaga amil zakat.

Bersamaan dengan itu, idealnya seseorang yang menyalurkan dana zakatnya via online ke lembaga amil zakat disertai dengan konfermasi zakat secara tertulis. Dan konfermasi tertulis itu merupakan salah satu bentuk pernyataan zakat. Konfermasi zakat atau transfer ke rekening zakat secara khusus akan memudahkan amil dalam mendistribusikan harta zakat kepada orang-orang yang berhak.

Wallahu a’lam


Zakat Online Tepat Sasaran
Berzakat sebaiknya tepat sasaran. Dalam Surat At Taubah:60 dijelaskan bahwa ada 8 (delapan) orang yang berhak menerima zakat antara lain Fakir, Miskin, Amil, Riqab, Gharim, Mualaf, Fissabillillah, dan Ibnu Sabil. Di Indonesia, delapan golongan orang ini bukan hanya terdapat di satu daerah saja, tetapi juga dari Barat Pulau Sumatera sana sampai dengan Timur Papua. Jika kita bisa membantu mereka yang ada di dekat kita, lalu bagaimana dengan Sahabat kita yang ada di Timur dan Barat sana?

Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga amil zakat terbesar di Indonesia telah berkiprah dalam beberapa bidang dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial. Keempat bidang tersebut bertujuan untuk pembagian zakat pada kedelapan penerima zakat tersebut sesuai dengan tujuannya. Karena jika diberikan tanpa ada tujuan, maka zakat tersebut akan sia-sia.

“Apa sahaja yang kamu infakkan pada jalan Allah nescaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS. Al-Anfaal: 60)

Versi Video



sumber artikel: Zakat.or.id 
sumber video: Kitabisa.com

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »