sponsor

Mahasiswa Binus Bikin Robot yang Jago Berbahasa Indonesia

1:53:00 PM

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus University) dari School of Computer Science berhasil membuat robot yang mereka namakan dengan 'Intelligent Humanoid Robot'. Ketiga mahasiswa itu Reinhard Lazuardi Kuwandy (22), Oey Kevin Wijaya (22) dan Christian Tarunajaya (22). 

Penemuan robot tersebut dimulai ketika ketiga mahasiswa itu diharuskan membuat tugas akhir kuliah pada September 2015 lalu. Didampingi Dr Widodo Budiharto sebagai dosen pembimbingnya, ketiga mahasiswa tersebut berhasil merancang robot yang dapat mengenali wajah dan ucapan manusia dalam bahasa Indonesia. Robot itu bahkan bisa merespon perkataan dalam bahasa Indonesia.

"Selain bisa mengenali ucapan manusia dalam bahasa Indonesia, robot ini juga bisa meresponnya dalam bahasa Indonesia," kata Widodo, Sabtu (5/3/2016).

Reinhard, satu dari tiga mahasiswa perancang robot tersebut, mengatakan penemuan robot itu diharapkan dapat membantu banyak pekerjaan manusia, misalnya di bidang pendidikan atau hiburan. 

"Manusia mempunyai batasan tenaga dalam mengerjakan suatu hal, sementara robot ini dirancang untuk membantu pekerjaan yang tidak dapat dilakukan manusia," ujarnya.

Robot tersebut terdiri dari dua sistem, yaitu robot system dan raspberry pi system. Robot system berguna untuk sistem pergerakkan motor, sedangkan raspberry pi system sebagai sistem kontrol robot. 

Secara singkat, cara kerja robot ini pertama-tama akan mendeteksi wajah pengguna. Setelah itu, terjadi proses "training" pengenalan wajah. 


Selanjutnya, raspberry pi system akan mengirimkan sinyal ke controller robot untuk menggerakkan motor robot. Pada proses inilah robot akan membaca sinyal yang masuk, lalu memberikan respon kepada user dengan mengucapkan salam.

Saat ini, robot canggih tersebut mampu melakukan interaksi dengan manusia, misalnya bercerita, memberikan salam dan memainkan musik. Sebagai contoh, robot ini dapat menjadi teman guru di sekolah dalam memberikan edukasi kepada para murid. 

"Karena kemampuannya yang dapat menyimpan banyak data atau informasi dan mampu menjelaskan kembali data dan informasi tersebut kepada user yang meminta," kata Reinhard.

Sebelumnya, melalui Bina Nusantara Wheelchair (BNW), dua mahasiswa Binus, yakni Ivan Halim dan Jennifer Santoso, dari Fakultas Teknik Informatika juga membuat inovasi teknologi. Lewat pengembangan encephalography (EEG), keduanya berperan mengembangkan kursi roda yang dapat dikendalikan dengan otak manusia.
Penulis : Latief
Editor : Latief

Artikel Terkait

Previous
Next Post »