Pemuda ini menjadikan Plakat Kaca sebagai Solusi Daur Ulang Limbah dan Persoalan Pengangguran




Kaca adalah bahan yang memiliki banyak manfaat, digunakan sebagai bahan pembuatan aneka peralatan rumah tangga dan industri. Selain itu juga untuk aneka kebutuhan interior dan lain-lain.

Dalam industri atau usaha yang memproduksi aneka produk dari kaca seperti akuarium, cermin, jendela dll terdapat limbah dari sisa-sisa pembuatan atau gagal produksinya yang tidak bernilai dan menjadi sampah atau limbah.

Atau dari life time suatu produk berbahan kaca yang apabila sudah rusak atau pecah maka dibuang begitu saja. Ujung-ujungnya limbah ini menjadi sampah.

Masalah yang terjadi limbah atau sampah dari kaca ini selain tidak ada nilainya juga susah didaur ulang, berbeda dengan sampah kertas atau plastik yang masih memiliki nilai ekonomis. Selain itu juga berbahaya apabila dibuang sembarangan.




Dari problem di atas seorang pemuda yang bernama mas sun memiliki ide kreatif yaitu memanfaatkan limbah kaca untuk membuat plakat. Plakat atau trophy biasanya dibutuhkan sebagai penghargaan atau kenang-kenangan dalam berbagai kegiatan seperti acara kunjungan, magang, talkshow dan seminar.

Dengan cara ini beliau bisa menjawab permasalahan limbah kaca yang melimpah yang tadinya tidak berguna menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis. Solusi ini juga menjawab permasalah serius bangsa kita saat ini yaitu tentang pengangguran dan lapangan kerja.

Melemahnya daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri, membuat angka pengangguran bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa.

Pada Agustus 2015, tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan didominasi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12,65 persen, disusul Sekolah Menengah Atas sebesar 10,32 persen, Diploma 7,54 persen, Sarjana 6,40 persen, Sekolah Menengah Pertama 6,22 persen, dan Sekolah Dasar ke bawah 2,74 persen.

Dari aktifitas daur ulang limbah kaca menjadi plakat ini, mas sun bisa menampung beberapa karyawan dan memutar roda ekonomi. di tanya dari mana pengalaman dan skill daur ulang ini, beliau menjelaskan pernah kerja di usaha serupa.



Untuk pemasaran, beliau bekerja sama dengan LOETJU merchandise sebuah untuk yang bergerak dalam usaha merchandising dan digital printing, beralamat di Jl. Banjarsari Gg. Iwenisari no.35 B Tembalang Semarang. anda bisa menghubungi di no. 085292613001 atau kunjungi websitenya di www.LOETJU.com 

Nandar pengelola Loetju menjelaskan beliau membeli plakat kaca kosongan atau templete dari pengrajin dalam jumlah besar, dalam setiap bulan tidak kurang  30-50 plakat kaca dapat terjual dengan kisaran harga 50.000 - 60.000. margin untuk pengrajin lumayan. Ia menuturkan ini merupakan wujud sinergi dan kerja sama yang baik. Loetju yang sudah dikenal banyak orang sebagai tempat memesan plakat dan merchandise membantu sekali dalam penjualan.

“ salah satu problem usaha pemula adalah kesulitan mencari pasar dan menjual produk, kita yang sudah lama berkecimpung dan dikenal orang mencoba membantu para pengrajin untuk memasarkan, masalah keuntungan sedikit tidak menjadi masalah yang penting lancar dan membantu ekonomi berjalan dan membuka lapangan pekerjaan sudah alhamdulillah.” Kata nandar

Kini dalam sebulan kapasitas produksinya semakin besar seiring banyaknya pesanan. Semoga niat tulus pengarjin menjawab solusi daur ulang dan masalah pengangguran bisa terus berkambang dan mendapat kemudahan. Mari dukung ide-ide kreatif anak bangsa yang berusaha menjawab permasalaha negara kita salah satunya dengan membeli produknya. / AM

Artikel Terkait

Previous
Next Post »