Pensiun, Ini Biografi Valentino Rossi VR 46 Legenda MotoGP dan Deretan Prestasinya

 



Campusnesia.co.id  - Kabar sedih datang dari dunia olahraga balap MotoGP, sang legenda pemilik nomer 46 Valentino Rossi mengumumkan akan pensiun. 

Valentino Rossi telah mengumumkan bakal pensiun usai MotoGP 2021. Keputusan itu disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, pada Kamis (5/8) malam.

Pembalap berusia 42 itu mengaku keputusan untuk pensiun dari ajang yang telah membesarkan namanya bukan suatu keputusan mudah. 

Saya memutuskan untuk berhenti pada akhir musim ini. Ini momen yang sangat menyedihkan, tak mudah untuk mengetahui saya tidak akan membalap di MotoGP tahun depan," kata Rossi dalam sesi jumpa pers.

Keputusan Rossi untuk pensiun diambil seiring performanya yang kian menurun dan sulit bersaing dengan rider-rider muda.

Sejak MotoGP 2017, mantan rider Ducati itu mulai kehilangan tajinya. Valentino Rossi yang merupakan runner up MotoGP 2014 hingga 2016 hanya mampu finis di urutan kelima pada musim 2017.



Performa The Doctor sempat meningkat pada MotoGP musim 2018 dengan berhasil finis di peringkat ketiga klasemen. Tetapi, pada musim 2019, prestasi The Doctor kembali menurun dengan finis di urutan ketujuh pada klasemen akhir. 

Performa Rossi semakin jeblok dengan finis di urutan ke-15 pada MotoGP 2020. Bahkan parahnya Rossi belum pernah memenangkan balapan sejak MotoGP Belanda 2017.

Dengan performa yang kian menurun dan sulitnya bersaing dengan rider-rider muda banyak yang menyarankan Rossi untuk pensiun. Sejak saat itu isu Rossi bakal pensiun dari MotoGP semakin berhembus kencang.

Akan tetapi, juara dunia sembilan kali itu ternyata masih percaya diri untuk bersaing di MotoGP. Rossi memutuskan pindah dari tim Monster Energy Yamaha ke tim satelit Petronas Yamaha di MotoGP 2021.

Sayangnya, bersama tim Petronas Yamaha Valentino Rossi juga tak kunjung mampu untuk kembali mencapai performa terbaiknya.

Hingga paruh musim MotoGP 2021, Rossi dalam posisi terpuruk di urutan ke-19 klasemen pembalap dengan mengoleksi 17 poin dari sembilan balapan MotoGP 2021. Saat ini Rossi terpaut 139 poin dari pemuncak klasemen pembalap MotoGP 2021, Fabio Quartararo.

Bahkan, pada balapan terakhir di MotoGP Belanda, Rossi tampil buruk. Start dari posisi 12, The Doctor akhirnya terpuruk hingga finis di posisi ke-21.

Ketidakmampuan Rossi untuk tampil kompetitif di MotoGP 2021 ini membuat The Doctor semakin dekat dengan keputusannya untuk pensiun pada akhir musim ini.

Rossi kemudian meminta waktu untuk memikirkan secara matang mengenai keputusan masa depannya selama jeda paruh musim.

Masa depan Rossi pun menjadi tanda tanya selama beberapa waktu lalu. Ada beragam rumor terkait masa depan Rossi, mulai dari pensiun hingga pindah ke tim baru pada musim depan.

Rossi sempat dikabarkan akan menjadi rekan setim sang adik, Luca Marini, di tim MotoGP miliknya, Aramco VR46 yang akan mulai terjun di musim 2022. Bahkan pihak Saudi Aramco sendiri yang meminta Rossi untuk tetap balapan musim depan.

Hingga akhirnya keputusan terkait masa depan Rossi akhirnya terjawab menjelang memasuki paruh kedua MotoGP 2021. Melalui konferensi pers, Kamis (5/8) malam, The Doctor menyatakan bakal pensiun usai MotoGP 2021. (sumber: cnnindonesia.com



Biografi Valentino Rossi VR 46 Legenda MotoGP
Valentino Rossi (lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979; umur 42 tahun) adalah seorang pembalap pada kejuaraan Grand Prix motor dunia setelah era Michael Doohan, dengan gelar juara dunia pada empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarier. 

Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan tujuh gelar juara dunia pada kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar pada kelas 250cc dan 125cc. Menurut majalah olahraga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di dunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada tahun 2007. 

Putra dari mantan pembalap GP 250 cc, Graziano Rossi, dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali pada kelas 125cc pada tahun 1997, sekali pada kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia pada kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009). 

Setelah ayahnya, Graziano Rossi, Rossi memulai balapan pada Grand Prix pada tahun 1996 untuk Aprilia pada kelas 125 cc dan memenangkan kejuaraan dunia pertamanya tahun berikutnya. Dari sana, ia pindah ke kelas 250cc di tim Aprilia dan memenangkan Kejuaraan Dunia 250cc pada tahun 1999. 

Ia memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc bersama Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga bersama Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan mempertahankannya pada tahun 2009 dan 2010, ia kemudian pindah ke tim Ducati pada tahun 2011 setelah terjadi ketegangan dengan rekan setimnya. Namun, saat di Ducati ia sedikit mengalami kemunduran dalam hal performa dalam lintasan yang memaksanya kembali ke Yamaha pada tahun 2013 sampai sekarang. 

Rossi adalah yang pertama dalam klasemen terbanyak memenangkan perlombaan dalam sejarah 500 cc / MotoGP, dengan 86 kemenangan, dan kedua di sepanjang masa menang klasemen keseluruhan dengan 112 menang balapan (di belakang Giacomo Agostini dengan 122). Rossi, bersama Jimmie Johnson (NASCAR), Michael Schumacher (F1) dan Sebastien Loeb (WRC), juga banyak disebut orang sebagai salah satu legenda olahraga otomotif di awal Abad 21.



Kisah Rossi Pindah ke Yamaha
Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan. Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002 dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999. 

Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR-M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.

Mengenai kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha, tetapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. 

Bahkan Rossi sendiri kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. 

Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat, dengan motor Yamaha, yang terakhir naik podium tahun 1992. Bahkan pada tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha dan menjadi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (Rossi juara 9 kali pada musim 2005).


Cerita tentang Para Saingan Valentino Rossi

1990-an dan awal 2000-an  Persaingan antara Capirossi, Biaggi dan Gibernau
Loris Capirossi, Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, terutama selama karier 250cc-nya, saingan utama Rossi adalah sesama Italia Loris Capirossi. Mereka sering berjuang keras antara satu sama lain selama balapan - dengan 1999 Assen, 2003 Catalunya dan 2006 Mugello sebagai contoh - mereka selalu mempertahankan tingkat keadilan di dalam dan di luar jalur.

Persaingan mereka mereda ketika Capirossi berhenti secara konsisten berjuang untuk podium dan akhirnya pensiun dari balap MotoGP sepenuhnya pada tahun 2011.

Max Biaggi, Pada tahap awal karier 500cc-nya, Max Biaggi dianggap sebagai saingan utama Rossi. Rossi sering menemukan dirinya berjuang di jalur dengan Capirossi dan Biaggi, menjuluki mereka "tiga penembak" oleh pers Italia. 

Sementara persaingan dengan Capirossi tidak pernah meningkat dan keduanya selalu berhubungan baik satu sama lain, persaingan dengan Biaggi telah berkembang sejak pertengahan 1990-an, meskipun keduanya tidak berpacu satu sama lain hingga musim 2000 ketika Rossi pertama kali bergabung kelas 500cc.

Sebelum perlombaan pertama musim 2001 bahkan dimulai, Rossi dan Biaggi sudah terlibat perdebatan sengit ketika Biaggi bertemu Rossi di sebuah restoran di Suzuka dan menyuruhnya untuk "mencuci mulut sebelum mengucapkan nama saya". 

Pada seri pertama musim di Jepang, salah satu episode paling terkenal dalam persaingan mereka terjadi ketika Biaggi tampaknya telah mencoba untuk mendorong Rossi ke tanah dengan kecepatan tinggi dan beberapa lap kemudian Rossi menyusul Biaggi dan ditampilkan, di televisi langsung, jari tengahnya ke arahnya. 

Persaingan mereka mencapai puncaknya dua bulan kemudian pada putaran Catalan 2001 ketika pada akhir balapan 500cc, Rossi dan Biaggi bertabrakan (melibatkan anggota rombongan dan karyawan sirkuit) pada saat-saat sebelum upacara podium. 

Tidak ada pembalap yang mengakui bahwa mereka bertengkar, tetapi Biaggi muncul dalam konferensi pers pasca-perlombaan dengan tanda merah dan goresan di wajahnya, yang katanya "pasti disebabkan oleh gigitan nyamuk". Rossi mengklaim bahwa insiden itu terjadi karena Biaggi menabrak manajernya ketika kedua pembalap bersiap untuk naik ke podium dengan finis ketiga Loris Capirossi.

Dua minggu kemudian di Grand Prix berikutnya di Assen, Honda mengadakan konferensi pers untuk menempatkan peristiwa Barcelona di belakang mereka. Rossi dan Biaggi berbicara tentang acara itu dan berjabatan tangan di depan media, yang mengakhiri perseteruan. 

Setelah itu, meskipun mereka mengalami run-in di jalur selama beberapa musim berikutnya, kegilaan media di sekitar mereka dan insiden di luar jalur tenang, terutama karena Kejuaraan Dunia berturut-turut Rossi dan perjuangan Biaggi untuk mendapatkan dukungan dan ritme yang konsisten dengan balapannya, bahkan setelah beralih ke Honda Pons dan kemudian tim Pabrikan Honda.

Beberapa juga akan mempertimbangkan seri Afrika Selatan 2004 poin kunci lain dalam persaingan karena perubahan yang dibuat Rossi dari Pabrik Honda ke tim Pabrik Yamaha, dengan banyak yang percaya bahwa Biaggi akan berada di atas angin untuk musim ini karena keuntungan Honda memiliki lebih dari pesaingnya pada saat itu. Selama balapan, Rossi dan Biaggi berjuang keras tetapi akhirnya, Rossi melewati garis 0,210 detik di depan Biaggi, memberikan pukulan psikologis kritis kepada Biaggi, dengan Rossi menyebut balapan "salah satu yang terbaik dalam kariernya".

Sete Gibernau, Saingan terdekat Rossi di musim 2003 dan 2004 adalah Sete Gibernau, yang mengendarai Gresini Team Movistar Honda pada RC211V satelit pada tahun 2004 dan kemudian pada pabrik RC211V, yang semuanya dikembangkan oleh Gibernau, yang membantu Gibernau kembangkan, pada tahun 2005. 

Awalnya mereka cukup ramah di paddock dan off - Gibernau berpesta pada kesempatan dengan Rossi di villa Ibiza Italia - tetapi hubungan buruk dimulai pada musim 2004 dan memuncak dalam "Insiden Qatar" pada musim yang sama ketika tim Rossi dihukum karena "pembersihan" posisi grid-nya untuk membantu traksi, bersama dengan Max Biaggi Honda Pons, dan kedua pebalap kemudian dipaksa untuk memulai dari belakang grid. 

Sejumlah tim, termasuk Tim Gibernau, Gresini dan tim pabrikan Repsol Honda resmi, memohon dengan sukses untuk membalap agar Rossi mendapat sanksi. Rossi dan chief engineer-nya, Jeremy Burgess, bersikeras bahwa mereka melakukan tidak lebih dari apa yang telah dilakukan banyak orang sebelumnya ketika dihadapkan dengan trek yang kotor dan Rossi menuduh Gibernau berada di belakang gerakan untuk memohon sanksi, sesuatu yang dibantah oleh petenis Spanyol itu. Rossi menuduh Gibernau pada 2015 bahwa ia "memainkan permainan kotor".

Sejak itu keduanya belum berbicara dan Rossi sepertinya menggunakan insiden tersebut untuk memberikan tekanan psikologis pada Gibernau. Rumor Rossi bersumpah bahwa setelah perlombaan Qatar, yang Gibernau menang sementara Rossi tersingkir setelah naik ke posisi 6, ia akan melakukan segalanya untuk memastikan bahwa Gibernau tidak pernah berdiri di tangga podium tertinggi lagi. Namun, Rossi membantah klaim tersebut.

Persaingan antara Rossi dan Gibernau mencapai puncaknya pada seri pembuka 2005 di Jerez. Rossi mulai dari posisi terdepan tetapi Gibernau menyusulnya di lap pertama. Di lap terakhir, Gibernau memimpin, tetapi Rossi mencoba menyalipnya di tikungan terakhir - hairpin Dry Sack - dengan keduanya bertabrakan di sudut tengah. 

Gibernau berlari lebar dan akan finis kedua sementara Rossi akan memenangkan perlombaan. Setelah kejadian itu, Gibernau sangat marah dan menolak mengomentari putaran terakhir. Kerumunan Spanyol mencemooh Rossi ketika lagu kebangsaan Italia diputar untuk merayakan kemenangannya. Rossi mengomentari insiden itu, menyatakan bahwa kepindahannya "keras" tetapi juga bahwa "balap sepeda motor terkadang seperti ini". 

Ketegangan berakhir ketika Gibernau pensiun dari balap Grand Prix setelah cedera, musim 2006 yang gagal dirusak dengan Ducati dan dia tidak pernah memenangkan perlombaan lain setelah Qatar, mendorong beberapa di media balap sepeda motor Spanyol dan Italia untuk menjelaskan fakta ini dengan merujuk pada "Kutukan Qatar." 



Akhir 2000-an dan awal 2010-an: Persaingan antara Stoner dan Lorenzo
Casey Stoner muncul sebagai saingan Rossi ketika ia pindah dari tim LCR pada 2006 ke tim Factory Ducati resmi pada 2007. Sepanjang musim, Rossi dan Stoner sering berjuang untuk meraih kemenangan - terutama di Catalunya dan Cina - tetapi yang muda Pembalap Australia memiliki Rossi yang lebih baik di banyak balapan berkat kombinasi kuat Ducati dan Bridgestone dan Yamaha Rossi yang berkinerja buruk, sehingga ia mengklaim gelar Juara Dunia MotoGP 2007.

Persaingan Stoner dan Rossi mencapai klimaks yang dramatis di GP Amerika Serikat 2008. Setelah banyak perubahan posisi, Rossi menyusul Stoner di pembuka botol. Langkah itu menyebabkan Rossi berlari ke tanah dan trotoar yang rusak di bagian dalam belokan kanan, dan bergabung kembali dengan trek nyaris menyebabkan tabrakan antara kedua pembalap. Beberapa lap kemudian, Stoner pergi ke kerikil pada entri lambat ke belokan 11 sementara mengungguli dirinya sendiri, hampir menabrak Rossi dalam proses. 

Stoner mengambil sepedanya untuk finis kedua, sementara Rossi mengambil kemenangan. Ketika Rossi ingin menjabat tangan Stoner di parc ferme, dia dengan marah menolak. Pada konferensi pers, Stoner mengklaim bahwa beberapa kepindahan Rossi dianggap "agresif" tetapi Rossi menyebutnya "hanya lomba". Setelah ini, Casey Stoner membuat komentar "Saya telah kehilangan rasa hormat untuk salah satu pembalap terhebat dalam sejarah". Atas komentarnya, Stoner meminta maaf kepada Rossi pada perlombaan berikutnya.

Persaingan mereda ketika Rossi memenangkan gelar back-to-back pada 2008 dan 2009 sementara Stoner berjuang dengan Ducati selama beberapa musim, menderita penyakit misterius dan berbagai kecelakaan - meskipun masih berjuang keras dengan Rossi pada beberapa kesempatan.

Setelah Rossi pindah ke tim Pabrikan Ducati dan Stoner ke tim Pabrikan Honda pada 2011, ketegangan akan sekali lagi meningkat pada seri Spanyol 2011 ketika Rossi bertabrakan dengan Stoner, menyebabkan dia tersingkir dari balapan sementara Rossi bangkit lagi dan finis di urutan kelima. 

Setelah balapan, Rossi pergi ke Stoner untuk meminta maaf atas kejadian itu, yang tersenyum dan menerima jabat tangan Rossi. Namun, Stoner mengatakan kepada Rossi bahwa "Ambisi-mu melebihi bakat Anda" selama pertukaran singkat, di mana ia juga bertanya tentang bahu Rossi. Stoner kemudian meminta maaf atas komentar ini. Setelah ini, ketegangan antara kedua pembalap akan berkurang sekali lagi ketika Stoner memenangkan gelar Kejuaraan Dunia 2011 sementara Rossi berjuang dengan Ducati yang berkinerja buruk selama sisa musim.

Namun, ketegangan akan meningkat sekali lagi pada balapan Prancis 2012 di mana Rossi dan Stoner sekali lagi berhembus ketika mereka berjuang keras dalam kondisi basah, dengan Rossi melewati dan mengulangi Stoner di sudut pertama lintasan Le Mans sebelum ia secara permanen menyusulnya pada lap terakhir untuk melewati garis di tempat kedua. Ketika Rossi menangkap Stoner, ia memikirkan kesalahannya di Jerez tahun lalu dan lebih berhati-hati karenanya.

Persaingan Rossi dan Stoner berakhir secara permanen ketika Stoner pensiun pada 2012 dan Rossi kembali ke tim Pabrikan Yamaha pada 2013.

Jorge Lorenzo, Pada 2008, Jorge Lorenzo bergabung dengan Rossi di tim Pabrikan Yamaha yang memulai persaingan baru. Awalnya, hubungan mereka bersahabat; Rossi memenangkan gelar 2008 sementara Lorenzo menderita dua tabrakan serius di Shanghai dan Laguna Seca yang mencegah persaingan serius dari awal, Rossi lebih berkonsentrasi pada persaingannya dengan Casey Stoner pada saat itu.
 
Pada tahun 2009, Rossi dan Lorenzo melanjutkan permusuhan dengan Rossi muncul sebagai juara lagi. Selama musim, Rossi mengalahkan Lorenzo dalam beberapa pertempuran ketat - seperti Assen, Sachsenring, Valencia dan, yang paling diingat, balapan kandang Lorenzo di Catalunya. Keduanya berjuang keras di sirkuit Catalan, dengan Lorenzo memimpin di putaran terakhir. 

Rossi mencoba menyalipnya di tempat-tempat biasa tetapi gagal, dengan banyak anggapan Lorenzo akan memenangkan perlombaan. Namun, Rossi berhasil melewatinya pergi ke tikungan terakhir, di mana banyak yang menganggap menyalip tidak mungkin, untuk mengambil kemenangan yang tidak mungkin.

Pada 2010, Lorenzo akhirnya muncul sebagai pemenang dalam pertarungan kejuaraan setelah Rossi pertama kali mencederai bahunya karena kecelakaan motorcross dua minggu sebelum balapan Spanyol 2010 dan kemudian mengalami patah tulang tibia kanannya yang bergeser saat latihan bebas jatuh pada putaran Italia 2010, yang menyebabkan dia ketinggalan empat balapan. 

Balapan paling dramatis musim ini datang di Motegi ketika Rossi berjuang keras dengan Lorenzo di putaran terakhir perlombaan untuk tempat ketiga, bertabrakan satu sama lain di lebih dari satu kesempatan. Rossi akan memenangkan pertempuran, melewati batas di urutan ketiga.

Setelah Rossi pindah ke tim Pabrikan Ducati pada tahun 2011, Lorenzo bertahan dengan tim Factory Yamaha dan persaingan menjadi dingin ketika Rossi berkinerja buruk di Ducati selama dua musim sementara Lorenzo berjuang untuk kejuaraan di kedua tahun, kalah dari Stoner pada 2011 tetapi menang gelar MotoGP keduanya pada tahun 2012.

Setelah Rossi kembali ke Yamaha pada tahun 2013, persaingan kembali, dan mencapai titik didih pada tahun 2015. Rossi berada di jalur untuk memenangkan gelar keseluruhan kesepuluh tetapi hampir di depan rekan setimnya, Lorenzo, yang telah menutup celah setelah liburan musim panas. 

Memasuki babak kedua terakhir di Malaysia, Rossi dan Márquez terjatuh, menyebabkan Márquez jatuh dan Rossi untuk melanjutkan, finis ketiga. Keputusan ini menyebabkan arah balapan yang memaksakan tiga poin penalti kepada Rossi dan menurunkannya ke belakang grid pada seri terakhir di Valencia. 

Ini sangat penting untuk peluang gelar Rossi karena Lorenzo mulai di tiang dan memenangkan perlombaan saat ia melewati garis di tempat keempat, menyerahkan gelar kepada Lorenzo dengan hanya lima poin. Rossi menuduh Márquez dan Lorenzo, menyebut gelar ini sebagai "jahitan Spanyol" dan bahwa "Memiliki Marc Márquez sebagai pengawal Lorenzo memalukan".

Setelah ini, hubungan antara Rossi dan Lorenzo menjadi masam, meskipun akan mereda sekali lagi ketika Lorenzo pindah ke tim Factory Ducati pada tahun 2017 sementara Rossi tetap bersama tim. Dalam dua musim dengan Ducati, Lorenzo sering berjuang di Ducati dibandingkan dengan rekan setimnya Andrea Dovizioso sementara Rossi masih menikmati beberapa kemenangan dan podium.



Pertengahan hingga akhir 2010-an: Persaingan antara Márquez dan Viñales
Marc Márquez, Dalam waktu yang lebih baru, Rossi telah terlibat dalam persaingan yang memanas dengan pembalap Spanyol Marc Márquez. Márquez naik ke kelas MotoGP pada tahun 2013 dan pada awalnya keduanya memiliki hubungan yang baik, dengan Márquez menyatakan bahwa Rossi telah menjadi idola masa kecilnya dan itu adalah kesenangan untuk bertarung dengannya. 

Rasa hormat mereka terhadap satu sama lain berubah selama musim 2015, dimulai dengan tabrakan balapan akhir sementara berjuang untuk memimpin di babak ketiga di Argentina. Márquez mulai dari tiang dan menciptakan celah pada tahap pembukaan balapan, tetapi Rossi menutupnya dan pertempuran dimulai. Pada seri ke-5, Márquez melakukan kontak dengan Rossi, yang mengakibatkan sepeda Márquez memukul ban belakang Rossi, menyebabkan dia jatuh. 

Márquez tidak bisa bergabung kembali, dan sebagai hasilnya, Rossi meraih kemenangan keduanya musim ini. Kedua pembalap menganggapnya sebagai insiden balap. Peristiwa serupa terjadi di Assen beberapa bulan kemudian; Márquez menyerbu bagian dalam Rossi di chicane terakhir di lap terakhir, Rossi mengambil sepeda dan naik melalui kerikil, bergabung kembali dengan trek dan memenangkan perlombaan. Pasca balapan, Márquez tampaknya tidak terpengaruh oleh insiden itu, meskipun timnya memang memohon hasil.

Hubungan mereka hancur total setelah seri kedua dari belakang di Malaysia. Setelah mengalami musim yang buruk dan keluar dari pertengkaran kejuaraan, Márquez menang di Phillip Island sementara pemimpin poin Rossi hanya di urutan keempat. Seminggu kemudian selama konferensi pers pra-acara di Malaysia, Rossi menuduh Marc sengaja bertarung secara agresif dengan dia di Australia untuk menghabiskan waktu dan memberi keuntungan kepada rekan setim dan rival kejuaraan Jorge Lorenzo. 

Kemarahan mencapai titik didih dalam lomba, di mana Márquez berlari lebar di awal, memungkinkan Lorenzo melaju untuk yang kedua dan kemudian mengalami pertempuran sengit dengan Rossi yang berlangsung selama beberapa putaran. Menjelang pergantian usia 14, Rossi berlari Márquez ke luar sudut dan mereka bertabrakan di tepi trek, menjatuhkan Márquez keluar dari balapan sementara Rossi melanjutkan untuk finis ketiga. 

Pasca balapan, Rossi dihukum oleh tiga poin kejuaraan dan dengan mulai dari belakang grid untuk penentuan kejuaraan di Valencia. Dalam balapan itu, Rossi naik dari belakang ke posisi keempat, tetapi Lorenzo mengambil kemenangan dengan Márquez kedua untuk mengklaim gelar dengan 5 poin. Márquez dituduh oleh para penggemar dengan sengaja membela Lorenzo untuk seluruh balapan melawan rekan setimnya sendiri Dani Pedrosa dan Rossi menyebut kejuaraan ini sebagai "pertandingan Spanyol".

Hubungan mereka tetap membeku untuk awal 2016, tetapi perseteruan itu berakhir ketika mereka berjabat tangan setelah saling bertarung di Barcelona untuk mengenang Luis Salom, yang meninggal dunia akibat kecelakaan fatal setelah menabrak dengan kecepatan tinggi di sirkuit Catalan. 

Namun, emosi akan kembali berkobar dua tahun kemudian, sekali lagi di Argentina. Márquez diberi penalti lewat setelah ia berhenti di grid dan merebut kembali posisi awal aslinya. Sementara naik kembali melalui lapangan di tahap akhir, dia menangkap Rossi yang berlari di tempat kelima. 

Dia berusaha menyalip ke tikungan terakhir, tetapi membentur patch basah dan bertabrakan dengan Rossi, mendorongnya keluar jalur dan menyebabkannya jatuh. Márquez melewati batas di urutan kelima tetapi dihukum 30 detik lebih lanjut atas insiden tersebut. Setelah balapan, Rossi menuduh Márquez bahwa ia "menghancurkan olahraga kami" dengan mengendarai yang agresif. Dia juga mengatakan bahwa "Marquez perlu menjauh dari saya dan tidak melihat wajah saya lagi".

Setelah Argentina, hubungan keduanya masih sangat buruk. Pada perlombaan San Marino 2018, Rossi menolak untuk menjabat tangan Márquez dan mengklaim bahwa "Kami tidak perlu menjabat tangan. Kami tidak memiliki masalah". Namun, satu tahun kemudian di GP Argentina 2019, Rossi dan Márquez sekali lagi menjabat tangan masing-masing sesaat sebelum upacara podium, menunjukkan bahwa ketegangan antara pembalap telah mereda sekali lagi.

Maverick Viñales, Dibandingkan dengan saingan lain seperti Max Biaggi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Marc Márquez, Maverick Viñales adalah saingan yang agak baru bagi Rossi. Sejak dia pindah ke kelas MotoGP pada tahun 2015, Viñales memiliki beberapa interaksi dengan Rossi, terutama selama dua musim pertamanya dengan tim Pabrikan Suzuki.

Namun, ketika ia pindah dari Pabrikan Suzuki ke tim Pabrikan Yamaha pada tahun 2017, persaingan segera melaju di dua balapan pertama musim ini di Qatar dan Argentina, di mana Viñales memenangkan kedua balapan sementara Rossi finis di urutan ketiga dan kedua. Momen terbesar persaingan mereka terjadi di Le Mans pada 2017 ketika Rossi dan Viñales berjuang keras untuk memimpin, bersentuhan satu sama lain beberapa kali. 

Pada lap terakhir, Rossi tersingkir dari balapan dan Viñales kemudian memenangkan perlombaan. Setelah perlombaan, Rossi mengatakan dia merasa "ditipu" oleh Viñales karena dia memotong chicane dan kehilangan waktu lebih sedikit sementara Rossi berusaha untuk mengambil celah, meskipun dia dihukum karena insiden serupa dua balapan lalu di Amerika. Momen besar lain datang di GP Australia dengan Rossi bertarung melawan Viñales untuk posisi kedua di sebagian besar balapan, termasuk lap terakhir.

Setelah pertarungan di Phillip Island, persaingan tampaknya mereda untuk sebagian besar musim 2018, tetapi menjadi panas sekali lagi di Thailand 2018. Kedua pembalap berjuang untuk tempat ketiga ketika Rossi mencoba menerjang bagian dalam Viñales di tikungan terakhir di lap terakhir, yang gagal dan hampir mengeluarkan rekan setimnya. Setelah Thailand, tidak ada lagi bentrokan atau persaingan yang terjadi pada 2019. (sumber: wikipedia.org)


Deretan Prestasi Valentino Rossi Sepanjang 41 Tahun Kariernya di MotoGP
Juara Dunia MotoGP 7 Kali Valentino Rossi berganti tim pada musim keduanya di kelas 250cc, kali ini ia bergabung dengan Aprilia Grand Prix Racing. Sekali lagi, pembalap yang di kemudian hari dijuluki The Doctor ini mampu meraih gelar juara di akhir musim dengan menjuarai 9 Grand Prix. 

Keberhasilan Valentino Rossi menjadi juara kelas 250cc membuat Honda menggaetnya. Sama seperti musim perdana di 2 kelas sebelumnya, Rossi baru menjadi juara dunia di musim kedua, tepatnya pada MotoGP 2001. Valentino Rossi meraih juara dunia MotoGP 2001 dan terus melanjutkan sukses bersama Honda dengan merengkuh juara dunia lagi untuk edisi 2002 serta 2003. 

Namun, ia lalu berseteru dengan dewan direksi Honda yang mengakibatkan The Doctor terpaksa hengkang dan menyeberang ke Yamaha. Keputusan Valentino Rossi berpaling ke Yamaha mengejutkan banyak pihak. 

Pasalnya, Yamaha saat itu bukanlah tim yang kompetitif. Namun, Valentino Rossi seakan ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa mengalahkan Honda yang kerap disebut sebagai tim terbaik. The Doctor ternyata bisa membuktikan bahwa keputusannya itu tepat. Bersama Yamaha, ia empat kali menyabet gelar juara dunia MotoGP, yakni edisi 2004, 2005, 2008, dan 2009. Total, Valentino Rossi mengoleksi 7 kali juara dunia MotoGP: tiga kali saat di Honda kemudian empat kali bareng Yamaha. (sumber: tirto.id)


6 Motor yang Antarkan Valentino Rossi Meraih 9 Gelar Juara Dunia

1. Aprilia RS125R

Jika berbicara motor apa yang paling bersejarah untuk Rossi, tentu Aprilia RS125R menjadi jawabannya. Motor tersebut berhasil membawa The Doctor meraih gelar juara pertamanya di kelas 125cc pada tahun 1997.

2. Aprilia RS250R


Naik ke kelas 250cc, Rossi memilih untuk tetap bertahan dengan Aprilia. Hasilnya, Rossi merengkuh gelar juara dunia di kelas 250cc pada 1999 bersama motor RS250.


3. Honda NSR500


Masuk ke kelas tertinggi, Rossi perlu waktu menjinakkan motor NSR500 Honda. Baru pada musim kedua, Rossi berhasil merebut gelar juara dunia setelah bersaing ketat dengan Max Biaggi yang membela Yamaha.


4. Honda RC211V
Pada 2002, Rossi langsung merebut gelar juara dunia menggunakan motor Honda RC211V.


5. Yamaha YZR-M1


Hengkang dari Honda, Rossi justru semakin menancapkan kukunya dan justru menjadi ikon dari Yamaha. Menggunakan YZR-M1, Rossi merebut dua gelar juara dunia pada 2004 dan 2005


6. Yamaha YZR-M1 800cc

Format baru MotoGP pada 2007 yang menggunakan mesin 800cc memaksa pabrikan-pabrikan besar untuk memperkenalkan motor anyar. Rossi baru bisa menjadi juara dunia bersama YZR-M1 pada 2008 dan 2009. (sumber: otogrid.com)


Bakal kangen dengan penampilan The Doctor tiap kali ada gelaran MotoGP, akan butuh waktu untuk mencari idola baru, terima kasih Valentino Rossi sudah menamani penulis sejak SMP hingga tahun 2021 ini. 


========
Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »