Review dan Penjelasan Film Tenet, Karya Christopher Nolan tentang Inversi Waktu




Campusnesia.co.id - Bukan Christopher Nolan kalau film-filmnya bisa dipahami oleh penonton dengan sekali lihat. Sebut saja The Prestige 2006, Inception 2010 dan interstellar 2014. Selain tema dan plot cerita yang penuh misteri, ciri khas lain adalah praktikal effect dalam hampir semua filmnya.

Begitu juga dengan film barunya yang berjudul TENET. Sempat tertunda tiga kali karena pandemi COVID-19, film ini akhirnya dirilis di Britania Raya, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Rusia pada tanggal 26 Agustus 2020 serta di Amerika Serikat pada tanggal 3 September 2020.

Sekenario Tenet ditulis dan disutradari oleh Christopher Nolan sendiri, dan di jajaran pemain banyak nama besar seperti John David Washington sebagai agen protagonis, Robert Pattinson sebagai Neil, rekan agen protagonis, Elizabeth Debicki sebagai Kat, juru lelang seni dan mantan istri Andrei, Dimple Kapadia sebagai Priya, penjual senjata dan istri Sanjay, Michael Caine sebagai Sir Michael Crosby, perwira Intelijen Britania Raya, Kenneth Branagh sebagai Andrei Sator, oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan, Clémence Poésy sebagai Laura, ilmuwan, Aaron Taylor-Johnson sebagai Ives, komandan militer, Himesh Patel sebagai Mahir, rekan agen protagonis dan Neil
Martin Donovan sebagai Victor, atasan agen protagonis, Denzil Smith sebagai Sanjay Singh, suami Priya, Fiona Dourif sebagai Wheeler, ketua Tim Biru dan Yuri Kolokolnikov sebagai antek.

Sinopsis, Seorang agen rahasia (John David Washington) dari organisasi yang diketahui sebagai Tenet ditugaskan untuk mencegah terjadinya Perang Dunia III melalui perjalanan waktu. iya sesimpel itu sinopisnya tetapi tentu sangat bebeda ketika kita menonton dan mencoba memahami isi filmnya, so mari kita review.

Trailer film Tenet


(Spoiler Alert)

Tentu saja konten berikut ini akan mengandung spoiler akut, buat kamu yang gak mau terpapar spoiler jangan lanjutkan membaca. yuk kita mulai.

Adegan dimulai dengan scene penyerangan sebuah konser musik orkestra oleh sekelompok pasukan berseragam khusus layaknya swat. Mereka membuat seisi auditorium pingsan setelah melepas gas dan memasang bom di sana sini. Protagonis (John David Washinton) yang seorang agen rahasiswa menyusup ke rombongan teroris tadi dengan beberapa rekanya, menyelamatkan pimpinan dan berhasil menggagalkan serangan bom tersebut.

Malang, ia tertangkap oleh musuh dan layaknya dalam film agen rahasia, ketika tertangkap oleh musuh dari pada membocorkan rahasia, ia memilih menelan kapsul sianida.

Anehnya ia tidak mati, terbangun di sebuah kapan bersama pimpinanya dan dalam percakapan ia ditugaskan untuk misi selanjutnya terkait mencegah perang dunia ke III dan sebuah clue tentang project Tenet.

Selanjutnya ia bertemu dengan rekanya Neil (Robert Pattinson) menemui seorang penjual senjata illegal dan berbicara tentang sebuah bahan peledak yang kalau gak salah Plutonium. Barang ini dimiliki oleh Andrei Sator, oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan. 

Protagonis mencoba mendekat Andrei melalui mantan instrinya yang juga juru lelang seni bernama Kat. 

Film mulai inten ketika protagonis, neil dan timnya membajak pengiriman plutonium yang dramatis dengan memepet mobil penjahat menggunakan 6 mobil besar dan pemadam kebakaran. Rupanya rencana protagonis dkk diketahui oleh Andrei, dalam perjalanan ia dicegat andrei dan anak buahnya.  Adegan saling tembak dan kejar-kejaran di jalan disajikan dengan epik, ditambah tiba-tiba ada mobil yang berjalan mundur.

Sebentar, berjalan mundur yang saya maksud di sini bukan berjalan mundur seperti umumnya ya, tetapi layaknya kalau kita muter video dan kita "Rewind" atau putar mundur. Inilah awal mula konsep inversi waktu diperkenalkan secara gamplang setelah adegan awal film saat di opera ada peluru menembak secara "reverse" bukan keluar dari mulut senjata, tetap peluru yang telah menengenai sasaran (kursi penonton) kembali ke senjata (menangkap) tetap saja jika kamu kebetulan ada diantara objek yang tertembak dan senjata, peluru yang berjalan mundur tadi akan melukai tubuhmu.

Singkat cerita, Andrei behasil mendapatkan plutonium kerena menyandera Kat dan berhasil menangkap protagonis. Mereka di bawa ke dalam 2 ruangan terpisah dan dibedakan dengan warna lampu merah dan biru, di ruangan lampu biru, orang-orangnya mengenakan masker oksigen untuk membantu bernafas, ini juga klu. Andrei melalukan interogasi protagoniost dengan mengancam membunuh Kat, di ruangan biru waktu berjalan terbalik. Untung Neil segera menyelamatkan protagonis dan kat.

Sejauh yang saya pahami, sebagai mana clue yang diberikan Tenet di wikipedia terkait nama pemeranya, Andrei disebut oligark Rusia yang berkomunikasi dengan masa depan. Ternayat ia sudah menguasi teknologi Tenet. Teknologi yang memungkin seseorang datang ke masa lalu dan bisa mengintervensi. Bedanya tidak seperti dalam film-film dengan tema time travel atau mesin waktu dalam Tenet Christopher Nolan menngunakan teori Inversi Waktu. Apa itu?

Secara teori waktu hanya berjalan satu arah yaitu maju, tapi bagaimana jika bisa melihat sebuah peristiwa berjalan mundur yang disebut riversible (proses pembalikan). Bisa dengan menggunakan teori hukum pertama thermodinamika bisa terjadi. Caranya jika terpenuhi hukum Maxwell’s Demon merupakan konsep yang dikembangkan James Clerk Maxwell. Jadi kasus yang ia buat begini:



Terdapat dua buah kontainer yang didalamnya terdapat gas yang seragam. dua kontainer memiliki dua sisi yang dihubungkan dengan lubang yang dapat dibuka dan ditutup. mula-mula, kedua sisi memiliki temperatur yang sama — kecepatan molekul terdistribusi sama di dua sisi. sekarang terdapat sebuah mahluk hipotetis — kita sebut iblis (demon). Iblis ini dapat membuka dan menutup lubang diantara dua sisi dengan tidak ada gaya (karena tutup ini tidak memiliki inersia dan gesekan). Iblis ini sangat cerdas sehingga dapat dia dapat mengetahui kecepatan setiap molekul gas didalam kontainer. maka, dia pun mulai memisahkan molekul dengan kecepatan yang cepat di satu sisi, dan kecepatan lambat di sisi lain. setelah beberapa lama, kedua sisi memiliki distribusi kecepatan molekul yang sangat berbeda. di satu sisi sangat panas, dan di sisi lain sangat dingin. dan tadaaa!! hukum kedua termodinamika dapat dilanggar! (sumber: Medium)

Babak akhir film kita disajikan kerja sama antara Protagonis, Neil dan tim pasukan khususnya serta Kat yang masing-masing punya tugas untuk menyelatkan dunia. Protagonis masuk tim merah menyerbu markas Andrei dengan lajur waktu normal. Sedang Neil masuk pasukan biru menyerbu markas Andrei dengan time riversal (pembalikan waktu). Sedang Kat menyelinap ke menemui Andrei di kapal pesiarnya.

Warna merah dan biru mewakili 2 kontainer teori Maxwell tadi, uniknya andrei bisa berkomunikasi dengan 2 lajur waktu. Protagonis dan Neil juga memiliki jam tangan yang menandakan hitungan mundur, Dugaan saya ini adalah timer dimana masing-masing dari mereka yang sedang beraksi di dua jalur berbeda akan bertemu pada titip waktu tertentu atau dalam ilustrasi kontainer maxwell tadi mencapai titik kesimbangan.

Pusing? tenang cobalah tonton setidaknya 2 kali agar bisa memahami, Punya teori lain? silahkan tulis di kolom komentar.

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »