Review Ultraman versi Netflix

11:38:00 PM



Campusnesia.co.id -- Yup lama tidak posting kini Campusnesia kembali hadir di kolom review. Film yang akan kita review adalah anime atau kartun jepang keluaran Netflix yang masih hangat karena baru rilis bulan april ini. Tidak lain tidak bukan yaitu anime yang berjudul ULTRAMAN session 1 dengan 13 episode. Seperti apa kisahnya yuk kita bahas.



1. Tentang Anime ULTRAMAN
Anime ini diangkat dari manga/komik dengan judul yang sama  ditulis oleh Eiichi Shimizu dan digambar oleh Tomohiro Shimoguchi dan telah diterbitkan dalam majalah komik terbitan Shogakukan Monthly Hero’s mulai dari 1 Oktober 2011 dan sudah mempunyai 9 volume.  Kenji Kamiyama dan Shinji Aramaki ditunjuk untuk menjadi sutradara, dan tentu saja hasil kerjasama Netflix dengan Tsuburaya pemilik paten Ultraman.



2. Jalan Cerita

Dari sisi cerita, setting waktunya adalah selepas era Ultraman pertama di mana seorang pilot Scientific Special Search Party  bernama Shin Hayata yang diselamatkan oleh raksasa cahaya saat peswatnya diserang monster dan jadilah ia host Ultraman, bisa berubah menjadi ksatria raksasa cahaya.

Disahkan selama puluhan tahun bumi damai tak lagi diserang oleh para alien monster, dan Ultramanpun tak lagi muncul. Tetapi SSSP masih berjalan untuk menjaga keamanan bumi. Hingga suatu hari Shin Hayata mengunjungi markas yang sudah menjadi museum bersama anaknya Shinjiro Hayata ada insiden Shinjiro jatuh dari lantai 2 tetapi tidak cedera.

Usut-punya usut ternyata, Shin Hayata walau sudah tidak bisa berubah menjadi ultraman tetapi mewarisi kekuatanya, dan gen itu menurun pada anaknya Shinjiro Hayata.

Waktu berlalu, 12 tahun kemudian saat shinjiro sudah menjadi anak SMA, munculah alien bernama Bemular yang dicurigai oleh SSSP menjadi penyebab kecelakaan sebuah pesawat. Bemular bertarung dengan Shin Hayata tetapi tidak dalam wujud ultraman raksasa melainakn seukuran manusia biasa dan memakai "Suit" baju perang ala ultraman. Ini adalah proyek SSSP sebagai antisipasi jika monster alien kembali menyerang bumi.

Bemular lebih kuat, dan Shin Hayata nyaris mati, hingga Shinjiro anaknya memutuskan menolong ayahnya setelah mendapat suit yang sama. Terjadilah pertarungan dahsyat antara Ultraman dan Bemular dan kita disuguhkan beberapa ciri khas Ultraman, mislanya tembakan sinar Specium dan Cakram Cahaya.



3. Ada 4 Ultraman
Dalam serial 13 episode ini akan ada 3 Ultraman, pertama adalah kilas balik dan patung Ultraman pertama versi raksasa. Kemudia Ultraman dengan Suit Shinjiro Hayata yang mewarisi gen dan kekuatan ayahnya, untuk ukuran manusia normal ia lebih kuat dan akan bisa terbang.



Kedua ada Ultraman Suit Ultra Seven, dalam animenya tidak disebut demikian hanya disebut bahwa suit armornya adalah mark 7.1 tetapi dari tampilan familiar sekali dengan ultraman 7, pemiliknya juga bernama sama di serial tokusatsu versi jepangnya yaitu Dan Moroboshi. Berbeda dengan Shin Hayata Dan Morobosi hanya manusia biasa dengan armor ultraman, ia adalah SSSP dengan senjata utama pedang katana.

Ketiga ada Ultraman Ace, sama tidak disebutkan juga, tetapi dari tampilan mirip dengan ultraman Ace yang diversi tokusatsu jepangnya saat berubah dari cincin gabungan 2 orang. Pemilik armornya adalah Seiji Hakuto, sekali lagi nama yang sama dengan Ultraman Ace versi jepang. Di serial ini diceritakan Seiji adalah adik kelas Shinjiro dan mendapat armor ultraman buatan alien.

4. Yang menarik dari Ultraman versi Netflix
Ini agak spoiler, beberapa hal yang menarik dari Ultraman versi Netflit ini diantarnya, Ultraman tidak berwujud raksasa melainkan seukuran manusia biasa yang memakai armor layaknya iron man. Lebih masuk akan dan realistis.

Monster aliennya pun demikian, ukuranya sama dengan manusia, kecuali beberapa ada yang sedikit lebih besar tetapi tak sebesar gedung di versi tokusatsunya. 

Awalnya saya mengira musuh utamanya adalah bemular, tetapi di 3 episode terakhir kita baru tahu musuh utamanya adalah pasukan pembunuh bayaran antar galaxy bernama Ace Killer yang menjadi biang kerok kecelakaan pesawat dan ia datang lagi untuk membunuh Seiji Hokuto yang merupakan korban selamat yang menjadi ultraman ace.

Bemular adalah musuh pertama ultraman tetapi wujudnya berbeda dengan versi tokusatsunya, demikian juga Ace Killer adalah juga musuh Ultraman Ace di versi tokusatsunya.

Dari sisi gambar dan pertarungan bagus menurut saya dan rekomended ditonton untuk mengisi waktu luang atau hari libur.

Itu dulu review Ultraman versi Netflix yang kayaknya kalau suatu saat dibuat versi life actionya bisa menyaingi Iron Man, selamat menonton. Sampai jumpa.

Penulis: Nandar 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »