sponsor

(Go Pimnas) Bikin Sampo dari Batang Pisang, Lolos ke Pimnas

3:38:00 PM
Tim PKMM Sampo Debo dari Undip 
"Go Pimnas adalah Serial dari Camppusnesia yang memuat kisah Sukses Kelompok-kelompok PKM yang berhasil lolos hingga Pimnas dari Tahun ke tahun"

Suara Merdeka-2012--MASIH ingat cerita orang tua bahwa air pelepah pisang bisa dimanfaatkan sebagai shampo? Air batang pisang ini pun diyakini berkhasiat untuk menyuburkan rambut dan mencegah agar tidak rontok.

M Bahrudin (19), masih ingat betul cerita itu, bahkan ia tak menyia-nyiakan kesempatan ketika mengikuti pengabdian masyarakat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Di desa yang masih tertinggal dari segi pembangunan ini, banyak pohon pisang. Mahasiswa Teknik Sipil Undip ini bersama empat rekannya, yakni Eko Triyanto (21) dari Fakultas Peternakan dan Pertanian, Roikhatus Solikhah (21) dari Fakultas Teknik, Nurul Mafrihah (20) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Astri Aprilia (19) membentuk tim dan mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Mereka sudah saling mengenal ketika berada dalam satu kelompok penerima beasiswa etos kerja dan diterjunkan di Kelurahan Rowosari sekitar tahun 2009. Pengalaman adalah guru berharga, hal inilah yang menjadi cambuk Bahrudin dan kawan-kawannya, berbuat lebih untuk masyarakat sekitar.

Pembeli Sampo Debo sedang berfoto dengan Produk Sampo Debo


Sederhana

Melalui program PKM-M, mereka menyusun proposal dengan judul ”Produksi Shampo Debo sebagai Program Percontohan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang”.

Bahrudin sebagai ketua pelaksana tim menjelaskan, proses pembuatan shampo bermerek Debo ini cukup sederhana. Batang pisang yang berwarna putih dipotong kecil-kecil lalu diblender untuk diambil sarinya. Supaya beraroma wangi ditambahkan formula pewangi dan soda untuk memberikan efek berbusa. Selanjutnya, bahan shampo didinginkan di dalam mesin pendingin untuk menetralisasi mikroba.

Mereka memproduksi shampo Debo dalam dua kemasan, yakni ukuran 90 ml dan 120 ml. Biaya produksi tidak terlalu mahal, di mana tiap botol membutuhkan Rp 5.000.

Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan, prestasi mahasiswa dalam pengajuan proposal PKM tahun ini luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari 17 proposal yang lolos ke Pimnas XXV, yang akan berlangsung 9-14 Juli, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Ketua Tim PKM Abdul Syakur ST MT mengatakan, dari 450 proposal, yang didanai Dikti 241 proposal. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu, di mana dari pengajuan 769 proposal yang didanai Dikti hanya 95 proposal. Yang lolos ke Pimnas hanya dua. (Hartatik-37)


Artikel Terkait

Previous
Next Post »