Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri review film. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri review film. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Review Series Tom Clancy's Jack Ryan, Ketika John Krasinski Jadi Agen CIA Tayang di Amazon Prime Video

0
 
Poster serial Tom Clancy's Jack Ryan yang menampilkan aktor John Krasinski sebagai analis CIA dengan latar belakang penuh aksi



Campusnesia.co.id - Untuk mengisi waktu luang diantara pekerjaan, bulan Mei 2026 ini saya memilih maraton menonton series produksi Amazon Prime berjudul Tom Clancy's: Jack Ryan.

Awalnya saya menonton versi movienya yang berjudul Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, karena penasaran saya coba cari versi seriesnya yang ternyata sudah ada sejak tahun 2018 dan total sebanyak 4 season.

Series ini berkisah tentang Tom Clancy's Jack Ryan (atau lebih dikenal dengan judul Jack Ryan) adalah serial televisi bergenre political action thriller asal Amerika Serikat. Cerita serial ini diadaptasi dari karakter dalam semesta fiksi Ryanverse ciptakan penulis legendaris, Tom Clancy.

Menampilkan interpretasi modern dari karakter aslinya, serial ini menggandeng John Krasinski sebagai sang analis CIA, Jack Ryan. Serial ini sendiri digarap oleh kreator Carlton Cuse dan Graham Roland. Selain menjadi pemeran utama, Krasinski juga duduk di kursi produser eksekutif bersama Carlton Cuse, Graham Roland, Michael Bay, Morten Tyldum, dan Brad Fuller.


Rangkuman Sinopsis Per Season

1. Season Pertama:
Musim perdana ini mengikuti kisah sang analis CIA, Jack Ryan, yang terpaksa keluar dari zona nyaman pekerjaan mejanya yang aman. Ia dilempar langsung ke lapangan setelah menemukan serangkaian transfer bank mencurigakan. Investigasi ini membawanya berhadapan dengan Suleiman, seorang ekstremis Islam yang pengaruhnya tengah naik daun.


2. Season Kedua:
Di musim kedua, Jack terjebak di tengah-tengah pergolakan dan perang politik di Venezuela yang korup.


3. Season Ketiga:
Memasuki musim ketiga, Jack menyelidiki sebuah konspirasi besar untuk membangkitkan kembali Uni Soviet. Rencana rahasia ini melibatkan peledakan bom nuklir taktis yang tidak dapat dilacak di Republik Ceko.


4. Season Keempat:
Di musim keempat, Jack yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana CIA harus menghadapi misi paling berbahaya sepanjang kariernya. Kali ini, musuh yang ia hadapi beroperasi di dalam negeri AS sekaligus di luar negeri. Masalah dimulai saat Jack menyelidiki rumor korupsi internal di tubuh CIA, di mana ia dan rekan-rekan kepercayaannya justru menemukan bukti aliansi gelap antara kartel narkoba dan organisasi teroris.


Daftar pemeran series  Tom Clancy's Jack Ryan

- John Krasinski sebagai Jack Ryan

- Wendell Pierce sebagai James Greer

- Abbie Cornish sebagai Dr. Cathy Mueller 

- Ali Suliman sebagai Mousa bin Suleiman

- John Hoogenakker sebagai Matice

- Michael Kelly sebagai Mike November 

- Betty Gabriel sebagai Elizabeth Wright 

- Michael Peña sebagai Domingo Chavez


Review series  Tom Clancy's Jack Ryan

Jujur salah satu yang membuat penasaran dengan series Jack Ryan ini adalah sang pemeran utamanya yaitu John Krasinski sebagai Jack Ryan. Pertama tahu aktor ini dari film 13 Hours yang sangat seru, ditambah dengan kemunculannya di film Doctor Strange in the Multiverse of Madness sebagai Mister Fantastic.

Secara umum buat sobat yang suka series tema agen rahasia ala CIA pasti langsung konek dengan Jack Ryan, sejak season pertama sudah menghadirkan perburuan seru dengan melibatkan lokasi di berbagai negara.

Drama, misteri dan aksi yang dihadirkan terasa pas dengan sedikit bumbu romansa, menariknya di setiap season kita diberi plot twist dari kasus besar yang coba dipecahkan dan hal ini menambah menarik jalan ceritanya.

Secara umum series Jack Ryan sangat rekomended dinikmati saat libur terutama buat sobat yang suka dengan genre agen rahasia, selamat menonton.

Sinopsis dan Review Film The Furious, Ketika Xie Miao dan Joe Taslim Melawan Yayan Ruhian

0


Campusnesia.co.id - Kabar gembira buat penikmat film laga asal Indonesia, film The Furious bakal tayang di bioskop tanah air nanti taggal 29 Mei 2026. Banyak alasan kenapa film satu ini layak dinanti, sang sutradara yaitu Kenji Tanigaki, adalah otak di balik koreografi keren Rurouni Kenshin, film ini bakal menyuguhkan aksi pertarungan yang intens, brutal, dan berstandar dunia.

Xie Miao baru saja tampil memukau lewat film Fight Against Evil 3, dua nama lainnya yaitu Joe Taslim dan kang Yayan Ruhian sudah tidak perlu dijelaskan lagi, The Furious bakal jadi reuni keduanya setelah bertarung penug "greget" dalam film The Raid 1 dan Hit & Run.


Sinopsis film The Furious
Cerita film The Furious akan fokus pada perjuangan seorang ayah bernama Wang Wei (diperankan Xie Miao) yang mati-matian mencari putrinya setelah diculik komplotan kriminal. Di tengah misi berbahaya itu, ia bertemu dengan seorang jurnalis investigasi yang diperankan oleh Joe Taslim. Kabarnya film ini bakal pamer aksi bela diri yang kreatif, bahkan memanfaatkan benda-benda di sekitar sebagai senjata.


Daftar pemeran film The Furious:
Miao Xie sebagai Wang Wei
Joe Taslim sebagai Navin
Yayan Ruhian sebagai Arrow Man
Enyou Yang sebagai Rainy
Sahajak Boonthanakit
Joey Iwanaga
Guo Junqing
Brian Le
Manatsanun Phanlerdwongsakul
Kittiphoom Wongpentak
Winai Wiangyangkung
Phet Suphadaeng


Poster film The Furious


Trailer film The Furious





Review film The Furious
Coming soon...




====
Baca juga:


Review Fight Against Evil 3, Film Aksi Komedi dari Mainland yang Memukau

0


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menonton sebuah film aksi komedi berjudul Fight Against Evil 3 yang diperankan oleh Xie Miao. Siapa Xie Miao? jika sobat penikmat film Layar Emas RCTI dan pernah nonton film The New Legend of Shaolin yang dibintangi oleh Jet Li dan seorang anak kecil yang jago kungfu itulah Xie Miao.

Fight Against Evil 3 kisahnya melanjutkan perjalanan karakter polisi dari seri Northeast Police Story yang memutuskan untuk pergi ke pulau tropis untuk mempersiapkan pernikahannya, namun rencana tersebut berantakan karena ia kembali terlibat dalam pertarungan melawan kriminal. Film ini menonjolkan adegan aksi, tinju, dan tendangan khas Xie Miao. 

Saya sudah nonton Fight Against Evil 1 tapi belum nonton yang ke 2, tapi di film ke 3 ini peningkatan value produksinya sangat luar biasa. 


Sutradaranya yaitu Yang Bingjia, sebelumnya merupakan penulis naskah untuk dua film pertamanya, kini mengambil alih kursi sutradara.

Sebagi informasi ini bukan film produksi Hong Kong namun Main Land yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dunia industri hiburan dari sisi sinematografi, teknologi, efek komputer dan tentu saja yang paling penting biaya produksi yang luar biasa karena didukung korporasi besar dengan anggran yang juga besar.

Plot Fight Against Evil 3 terbilang sederhana, polisi yang sedang mempersiapkan pernikahan harus menangani kasus penculikan dan perdangan anak dengan balutan aksi namun juga komedi.

Komedi aksi yang ditampilkan mengingatkan gaya-gaya pertarungan ala Jackie Chan dan ada bagian pertarungan 1 lawan 2 yang mengingatkan pada scene aksi film The Raid 2 antara Iko Uwais melawan baseball man dan hammer girl.

Berbeda dengan dua film sebelumnya yang lebih gritty (kelam), seri ketiga ini menyisipkan lebih banyak elemen komedi di awal film. Namun, untuk urusan aksi, film ini tetap menonjolkan teknik grappling yang apik dari Xie Miao dan koreografi pertarungan yang brutal di bagian akhir.

Poster film Fight Against Evil 3


Poster film Fight Against Evil 3



Daftar pemeran film Fight Against Evil 3
 
- Xie Miao (Miu Tse) sebagai Li Hongqi
Tokoh utama, seorang polisi tangguh dari Northeast China. Di film ketiga ini, ia melakukan perjalanan ke pulau tropis untuk urusan pernikahan, namun justru terlibat kembali dalam misi penangkapan penjahat.


- Philip Ng (Ng Wan-lung) sebagai "Fish Guy"
Aktor laga kenamaan ini berperan sebagai antagonis utama. Karakternya digambarkan sebagai sosok yang psikotik dan berbahaya, memberikan tantangan fisik yang besar bagi Li Hongqi.


- Diana Lin (Lin Xiaojie) sebagai Wang Xiuqin
Berperan sebagai calon ibu mertua Li Hongqi yang memberikan tekanan komedi dalam persiapan pernikahannya.

- Cui Zhijia sebagai Sun Biao
Partner atau rekan yang sering kali memberikan unsur humor dalam cerita.

- Huang Miyi sebagai Qin Yerong

- Ma Qianyi sebagai Liu Xinxin

- Momo Wu (Wu Mochou) sebagai Bingbing (Penampilan Spesial)

Sebagai informasi Miao Xie juga berperan dalam film The Furious (2025) yang akan tandem dengan Joe Taslim melawan Yayan Ruhiyan kabar gembiranya bakal tayang di bioskop Indonesia.

Oke sobat Campusnesia, secara keseluruhan film 
Fight Against Evil 3 sangat rekomended apalagi buat sobat yang suka film action terutama dari mandarin, selamat menonton.


===
Baca juga:

Jalan Cerita Film Inggris Fuze, Ketika Penjahat Menang dan Polisi Kalah

0
 


Campusnesia.co.id - Jika sobat mencari film dimana sang penjahat menang dan polisi kalah, Fuze bisa jadi pilihan menarik. Fuze adalah film thriller kriminal perampokan Inggris tahun 2025 yang disutradarai oleh David Mackenzie dan ditulis oleh Ben Hopkins. Film ini dibintangi oleh Aaron Taylor-Johnson, Theo James, Gugu Mbatha-Raw, dan Sam Worthington. Diproduksi oleh Sigma Films dan Anton, film ini dirilis secara teatrikal oleh Sky Cinema melalui StudioCanal pada 3 April 2026.


Daftar pemeran film Fuze
Film Fuze dibintangi oleh Aaron Taylor-Johnson sebagai Mayor Will Tranter, Theo James sebagai Karalis, perampok bank, Gugu Mbatha-Raw sebagai Kepala Inspektur Zuzana, Sam Worthington sebagai X, tangan kanan Karalis, Saffron Hocking sebagai Sersan Militer Dootsie Keane, Elham Ehsas sebagai Rahim dan Honor Swinton Byrne sebagai Clareese.


Jalan cerita film Fuze
Sebuah bom yang belum meledak, tampaknya dari Perang Dunia II, ditemukan di lokasi konstruksi yang ramai di Paddington. Saat militer dan polisi, di bawah komando Kepala Inspektur Zuzana Greenfield, menutup area tersebut dan mengevakuasi warga sipil, termasuk Rahim dan orang tuanya, ke Hyde Park, Mayor Will Tranter dan timnya dikirim untuk mencoba menjinakkan bom tersebut. Operasi menjadi rumit ketika Tranter menemukan pemicu berjangka waktu. Salah satu tentara menggunakan alat magnetik untuk menonaktifkan sementara pengatur waktu, sementara yang lain mencoba membangun dinding untuk menahan dan mengurangi dampak ledakan.

Di tengah kekacauan, Karalis, X, Hardeep, dan Z membobol bank di Edgware Road dengan mengebor di bawahnya, dan mencuri uang dan perhiasan. Jejak panas mereka terdeteksi dari apartemen Rahim oleh drone polisi, menghentikan operasi penjinakan bom sementara polisi mencari di area yang telah ditutup. Karalis terlihat, dan polisi terlibat dalam pengejaran dengan para perampok. Perangkat tersebut mengalami kerusakan, mengaktifkan kembali pengatur waktu dan akhirnya menyebabkan bom meledak sebelum tembok selesai dibangun, tetapi tidak ada korban jiwa.

Para perampok berhasil menghindari polisi dan melarikan diri dengan sebuah van ke rumah persembunyian di pedesaan. Di sana, Karalis mengungkapkan berlian mentah di antara barang curian, kemudian mengkhianati mereka dengan memanggil tim gangster bersenjata tempat dia bekerja, yang mengikat para perampok dan mengunci mereka di sebuah gudang. Ketika Karalis mengetahui bahwa berlian itu palsu, para gangster mematahkan tangannya, menguncinya di bagasi mobil mereka dan pergi bersamanya, tetapi dia berhasil menggunakan teleponnya untuk menyiarkan lokasinya. X, Hardeep, dan Z melarikan diri dari gudang dan, karena sudah melacaknya, mereka mengejar, membunuh para penembak, dan mencoba mencekik Karalis, tetapi Tranter tiba dan menembak mati mereka, memungkinkan Karalis untuk melarikan diri.

Pada saat polisi dapat mengetahui keterlibatan Tranter, Karalis, dan Rahim dalam perampokan tersebut, ketiganya telah melarikan diri dari Inggris dengan penerbangan terpisah. Setelah bertemu kembali di Istanbul, terungkap bahwa Tranter bekerja sama dengan Karalis untuk mencuri berlian; ketika Karalis ketahuan, Tranter menyabotase alat tersebut, memicu ledakan untuk memberi mereka waktu melarikan diri dari polisi. Setelah mengatur agar berlian dipotong dan dijual, dan membagi uangnya secara merata di antara mereka, ketiganya berpisah.

Di ending film kita akan diberikan flashback yang mengungkapkan bahwa Tranter, Karalis, dan Rahim pertama kali bertemu sepuluh tahun sebelumnya di Afghanistan, ketika Karalis dikhianati oleh majikannya, yang menculiknya, hanya untuk kemudian konvoi mereka terjebak dalam ledakan IED; dengan Tranter dan Rahim memberikan tembakan perlindungan, Karalis mampu melucuti sebagian besar ranjau darat yang tersisa.



Tips dan Trik Cepat Monet FB Pro serta Segera Gajian Dolar dari Meta

0
 


Campusnesia.co.id - Facebook platform sosial media fenomenal besutan Mark Zuckerberg yang nyaris gulung tikar di tengah gempuran Youtube, Twitter, Instagram dan TikTok kini kembali menemukan momentumnya lewat program share revenue bernama FB Pro.

FB Pro yang merupakan kepanjangan dari Facebook Professional Mode adalah fitur resmi dari Meta yang mengubah profil pribadi Facebook menjadi akun kreator profesional untuk menjangkau audiens publik, mendapatkan insight data, dan memonetisasi konten untuk menghasilkan uang tanpa perlu membuat Halaman atau Fanpage terpisah. Fitur ini sangat cocok bagi kreator, influencer, dan pelaku UMKM. 

Hal unik dari FB Pro ini konten kreatornya tidak didominasi oleh kalangan publik figure namun justru orang-orang biasa dengan berbagai latar belakang. Ibu-ibu rumah tangga, petani, penjual cilok, penjual es teh, dan lain sebagainya sehingga konten-kontennya sangat otentik.

Kesuksesan para generasi awal pemain FB Pro yang sering share gaji dari Facebook ratusan hingga ribuan dollar membuat semua orang jadi ingin merasakan hal yang sama. 

Sebagaimana hukum alam, ketika semakin banyak konten kreator maka distribusi pendapatannya juga akan berkurang. Ibarat dahulu satu piring kue hanya dinikmati oleh tiga orang, kini dengan porsi yang sama 100 orang ikut memperbutkannya. Fenomena yang terjadi juga di Youtube, TikTok dan Affiliate seperti Shopee.

Nah pertanyaannya, jika baru mau mulai menjadi kreator di FB Pro apakah masih ada kesempatan? dan bagaimana caranya agar cepat mendapatkan monetisasi dari Meta?

Untuk pertanyaan pertama, ika baru mau mulai menjadi kreator di FB Pro apakah masih ada kesempatan? jawaban saya masih! kuncinya adalah sabar dan konsisten.

Untuk pertanyaan kedua, bagaimana caranya agar cepat mendapatkan monetisasi dari Meta? berikut penjelasan berdasar pengalaman saya.

Saya membuat akun Facebook baru sejak 2023 dan akhir tahun 2025 ketika tahu ada program FB Pro pengikut saya baru 800, menurut Facebook sayarat mengikuti program monetisasi minimal harus memiliki 1.000 pengikut.

Setelah itu sobat wajib mengubah mode akun facebook dari personal ke mode facebook profesional dengan demikian jika nanti secara syarat sudah menenuhi akan ada pemberitahuan bahwa akun kita sudah bisa dimonet dan siap menghasilkan uang.


Sebagai informasi, di FB Pro ada 5 jenis monet, yaitu:

1. Kemitraan Afiliasi
Yaitu kita bisa menambahkan link di affiliate toko online di postingan kita, prinsipnya jika ada orang yang beli produk lewat link tersebut maka kita akan mendapatkan komisi dari toko online. Sobat bisa memposting link dari Shopee, TikTok SHop dan Tokopedia.


2. Langganan
Konsepnya seperti subscription youtube, pelanggan membayar nominal tertentu untuk mendapatkan konten eksklusif yang tidak didapat oleh pengikut biasa.


3. Bintang
Konsepnya mirip gift di TikTok, pengikut atau orang yang melihat konten kita bisa memberikan apresiasi berupa bintang yang kalau dikonversi bakal bernilai dollar dan bisa dicairkan.


4. Monetesi konten
Inilah jenis monet yang diharapkan banyak pengguna Fb Pro, karena kalau sudah memenuhi syarat ini semua konten yang kita posting bakal punya peluang dapat dollar dari facebook baik berupa foto, teks, cerita maupun video. 

Jalur monet konten ini berdasar pengalaman saya menunggu undangan dari facebook. Kalau ditanya apa kriterianya saya kurang paham, tapi saya dapat undangan ketika pengikut 1.400 dan cukup rajin posting setiap hari.


Screenshoot email undangan monet dari FB Pro


5. Storefront
Monet jenis ini konsepnya kita bisa menerima request dari pengikut untuk video khusus untuk penggemar. Misal jika konten kita tentang review mungkin penggemar bisa request untuk review film tertentu secara eksklusif dan berbayar, untuk jenis ini akun saya belum memenuhi sayarat.



Setelah tahu jenis-jenis monet facebook pro di atas, saatnya saya akan berbagi kapan dan konten apa yang sebaiknya kita post.

Pada dasarnya semua konten baik status berupa tulisan, foto dan video serta cerita punya peluang yang sama dalam menghasilkan dollar, namun karena ini untuk jangka panjang dan terkait daya tahan saya sarankan sobat mulai menentukan akan bermain di niche atau tema apa.

Sehingga ketika membuat konten ada semangat untuk terus melakukannya dan dibarengi dengan perasaan bahagia. Pada akhirnya konten yang dita publish akan menggambarkan siapa kita alias personal branding.


Waktu yang ideal untuk posting konten Facebook Pro, berikut yang saya lakukan:

1. Pagi jam 06.00-07.00
Postingan pada pagi hari menyasar orang-orang yang baru bangun, akan berangkat kerja atau sekolah. Konten berupa status tulisan atau gambar lebih disarankan.


2. Siang Jam 12.00-13.00
Postingan ditujukan untuk orang-orang yang sedang istirahat siang, konten jenis video disarankan.


3. Sore jam 16.00-17.00
Ditujukan untuk orang-orang yang sedang pulang kerja atau sekolah, konten ringan berupa foto disarankan.


4. Malam jam 19.00-20.00
Postingan untuk orang-orang yang sedang melepas lelah dan bersiap istirahat, konten berupa teks, cerita, foto dan video bisa, atau sesekali live untuk menyapa yang menonton.


Contoh tampilan dashboard Fb Pro


Kapan dan lewat apa pembayaran dari FB Pro?

Ketika dashboard kita sudah menunjukkan ada penghasilan dari Meta berupa dollar, maka ketika memenuhi minimum payout kita akan mendapatkan pembayaran. Settingan pembayaran ada yang minimal $25 dan ada yang minimal $100 dollar.

Pembayaran bisa lewat PayPal atau nomor rekening Bank Indonesia dan nilainnya berdasarkan kurs rupiah saat itu.

Jika sobat akan atau sudah bergabung dengan FB Pro jangan gelisah, saat akun kita sudah memenuhi minimum pembayaran akan ada pemberitahuan dari Meta dan jika belum menyiapkan akun pembayaran akan diminta untuk menyiapkannya.


Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh FB Pro

Ini lebih pesan saya kepada teman-teman yang akan atau sudah berkecimpung di dunia Fb Pro bukan aturan resmi dari facebook. Seringkali saya temui atas nama mengejar engagement dan jangkauan semua hal dibuat konten, menurut saya hal seperti ini tidak bijak.


1. Konten-konten tertentu misalnya tentang musibah, berita duka atau hal-hal sensitif lainnya ada baikknya tidak usah dijadikan konten, berempatilah kepada mereka yang sedang sedih karena musibah tersebut.


2. Konten dengan isi provokatif dan postensi misleading atau kesalahpahaman juga sebaiknya tidak usah diupload. Memang peluang untuk FYP atau viral besar karena memicu perdebatan, tapi coba bayangkan hanya demi mengejar dolar yang gak seberapa bisa saja memicu konflik tentu tidak sebanding dengan akibatnya.


3. Konten dengan eksplisit asusila atau dewasa, jangan sampai mempermalukan diri sendiri hanya demi monetisasi, ingat jejak digital itu abadi, apa untungnya dapat bayaran dari dosa jariyah, kita harus mawasdiri.


Baik sobat campusnesia, demikian tadi postingan kita kali ini tentang Tips dan Trik Cepat Monet FB Pro serta Segera Gajian Dolar dari Meta. In this economy era sekecil apapun peluang patut kita coba untuk menghasilkan uang selama itu halal. Semoga bermanfaat sampai jumpa.




Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Review F1, Film Tentang Balapan Formula 1 yang Dramatis dan Menegangkan

0
 



Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film tentang balapan berjudul F1. Jujur saya tidak mengikuti balapan mobil F1 seperti balapan Moto GP, sempat ikut hype jamannya ada perwakilan Indonesia Rio Haryanto setelah itu tidak lagi mengikuti.

Tapi dari trailer, ulasan positif serta aktor utamanya yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya saya putuskan untuk menonton juga.

Terakhir film bertema balapan yang saya tonton adalah Ford v Ferrari yang diperankan oleh Matt Damon dan Christian Bale dan pengalaman menontonnya sangat luar biasa.

Pengalaman ini bisa saya dapatkan kembali ketika menonton F1, awalnya agak skeptis bagaimana nanti jalan ceritanya dan kenapa untuk sebuah film harus menggunakan logo official lomba balapannya, jangan-jangan bakal boring seperti film dokumenter.

Nyatanya tidak, film F1 berkisah tentang sosok Sony Hayes pembalap kawakan yang diminta oleh sahabatnya masuk tim APXGP yang diambang kebangkrutan dan menempati posisi buncit di klasemen balapan yang tinggal 9 race lagi.

Sony Hayes yang diperankan oleh Brad Pitt akhirnya menerima permintaan tersebut dan dengan pengalamannya perlahan mampu membawa timnya pada kesempatan untuk meraih finis sebagai juara.

Untuk mencapai puncak tersebut, drama yang dihadirkan sangat menarik, kekhawatiran film ini bakal jadi layaknya film dokumenter terpatahkan.

Sepanjang film, ketika momen balapan, saya yang awam dan biasanya kurang menikmati aksi F1 surprisingly sangat enjoy dan ikut merasakan ketegangan yang dihadirkan.

Secara keseluruhan film balapan F1 ini sangat menarik, sangat rekomended ditonton sebagai hiburan terlebih bagi sobat yang suka film bertema olahraga.


Daftar Pemeran film F1
- Brad Pitt sebagai Sonny Hayes, seorang pembalap keliling yang pernah membela tim Lotus di ajang Formula 1 era 1990-an, kini direkrut kembali ke dunia F1 oleh tim APXGP.

- Damson Idris sebagai Joshua Pearce, seorang pembalap rookie berbakat yang baru bergabung dengan tim APXGP, sekaligus menjadi rival utama bagi Sonny.

- Kerry Condon sebagai Kate McKenna, direktur teknis APXGP dan kekasih Sonny.

- Javier Bardem sebagai Ruben Cervantes, pemilik tim APXGP, teman Sonny, dan mantan rekan setimnya di Lotus.

- Tobias Menzies sebagai Peter Banning, anggota dewan direksi APXGP.

- Kim Bodnia sebagai Kaspar Smolinski, kepala tim APXGP.

- Sarah Niles sebagai Bernadette Pearce, Ibu Joshua.

- Will Merrick sebagai Hugh Nickleby, insinyur balap Sonny di APXGP.

- Joseph Balderrama sebagai Rico Fazio, insinyur balap Joshua di APXGP.

- Abdul Salis sebagai Dodge Dowda, kepala mekanik APXGP.

- Callie Cooke sebagai Jodie, pemasang baut di tim pit stop APXGP.

- Samson Kayo sebagai Cashman, sepupu sekaligus manajer Joshua.

- Simon Kunz sebagai Don Cavendish, penyiar dalam balapan F1 yang diikuti Sonny.

- Liz Kingsman sebagai Lisbeth Bampton, tim Humas APXGP.

- Luciano Bacheta sebagai Luca Cortez, pembalap cadangan APXGP.

- Shea Whigham sebagai Chip Hart, pemilik tim Chip Hart Racing, tempat Sonny membalap dalam ajang 24 Hours of Daytona.

- Kyle Rankin sebagai Cale Kelso, salah satu rekan tim Sonny di Chip Hart Racing.



F1 disutradarai oleh Joseph Kosinski berdasarkan skenario yang ditulis oleh Ehren Kruger, dari cerita yang ditulis bersama oleh keduanya. Pengembangan film ini dimulai pada bulan Desember 2021 dengan Pitt, Kosinski, dan Jerry Bruckheimer terlibat dalam proyek ini. Ketiganya sebelumnya pernah bekerja sama di film Top Gun Maverick (2022).

Sebagai penutup, ada sesuatu yang awalnya mengelitik bagi saya, ada salah satu logo sponsor yang nampang selama pemutaran film. Brand bernama Expensify, awalnya saya mengira ini sponsor fiktif yang dibuat oleh Apple untuk mengejek saingannya Spotifiy, karena punya bisnis streaming musik. Tapi ternyata memang ada brand bernama Expensify dan yang bikin menarik fakta bahwa brand Expensify membayar mahal untuk tampil di film F1 sebagai sponsor tim fiksi APXGP.

Expensify adalah aplikasi dan platform manajemen pengeluaran berbasis cloud yang dirancang untuk mengotomatiskan pelacakan pengeluaran, pemindaian tanda terima (receipts), laporan pengeluaran, dan penggantian biaya (reimbursement). Aplikasi ini populer di kalangan bisnis kecil hingga besar, wiraswasta, dan pekerja lepas untuk menyederhanakan proses akuntansi.


====
Baca juga:

Review Film Space Sci-Fi The Martian, Ketika Matt Damon Tertinggal di Mars dan Berjuang Pulang Ke Bumi

0
 



Campusnesia.co.id - Jika ada yang meminta rekomendasi satu film science fiction berlatang belakang dunia luar angkasa, saya akan dengan yakin menyebut sebuah film berjudul The Martian.

Rilis pada tahun 2015, 
film The Martian disutradarai oleh Ridley Scott dan diproduseri oleh Simon Kinberg, Ridley Scott, Aditya Sood, Michael Schaefer dan Mark Huffam. Naskah film ini ditulis oleh Drew Goddard.

Film ini diangkat dari novel berjudul sama yaitu The Martian yang ditulis oleh Andy Weir yang juga menulis buku Project Hail Mary dan tahun 2026 ini akan diangkat ke film layar lebar.


Pemeran film The Martian
Matt Damon sebagai Mark Watney

Jessica Chastain sebagai komandan Melissa Lewis

Kristen Wiig sebagai Annie Montrose

Jeff Daniels sebagai Theodore "Teddy" Sanders

Michael Peña sebagai mayor Rick Martinez

Kate Mara sebagai Beth Johanssen

Sean Bean sebagai Mitch Henderson

Sebastian Stan sebagai Dr. Chris Beck

Chiwetel Ejiofor sebagai Vincent Kapoor

Aksel Hennie sebagai Dr. Alex Vogel

Mackenzie Davis sebagai Mindy Park

Donald Glover sebagai Rich Purnell

Benedict Wong sebagai Bruce Ng

Eddy Ko sebagai Guo Ming

Chen Shu sebagai Zhu Tao

Naomi Scott sebagai Ryoko

Nick Mohammed sebagai Tim Grimes



Review film The Martian
Film ini diawali dengan sekelompok astronot yang sedang melakukan di penelitian planet mars, karena badai datang mereka harus kembali ke pesawat luar angkasa. Naas salah satu astronot kecelakaan dan harus ditinggal karena diasumsikan sudah mati.

Ternyata, sang astronot yang bernama Mark Watney yang diperankan oleh Matt Damon masih hidup. Sadar bahwa rombongannya sudah meninggalkan dirinya, Watney berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghubungi tim Nasa yang ada di bumi.

Beruntung tim Nasa di Bumi juga sadar bahwa Watney masih hidup, padahal sudah terlanjur mengadakan pemakaman ala militer, dan sepanjang durasi film kita akan diajak berjuang bersama menyelamatkan sang astronot yang ketinggalan rombongan di Mars.

Beberapa kendala jadi fokus dalam misi penyelamatan ini, bagaimana Watney harus bertahan hidup dengan sisa makanan di basecamp Mars selama menunggu jemputan.

Masalah berikutnya tentang bagaimana mereka akan berkomunikasi, dari yang paling sulit hingga yang bisa realtime, dan tentu saja bagaimana teknis penyelamatan Watney, secara teori bisa, tapi dalam pelaksanaannya  selalu saja ada kendala dan di situlah serunya.

Nuansa Science Fiction di film The Martian sangat kental, referensi teori ilmiah dan sejarahnya ada sehingga nyaris semua jadi terasa masuk akal.

Apakah ada kurangnya? tentu saja karena namanya film fiksi, unsur dramatisir sangat diperlukan, ada momen-momen di mana cerita terasa fiksi sekali namun karena ketegangan yang dibangun penonton justru merasa terharu dan ikut merasakan ketegangannya.

Saran saya kalau mau nonton harus dengan suasana yang tenang biar feelnya dapat, kemarin saat rewatch saya sengaja nonton tengah malah di teras rumah sehingga bisa menambah kesan kesunyian luar angkasa dan hamparan planet Mars berpasir dengan warna keemasan.

Sebagai penutup, buat sobat yang suka nonton film fiksi ilmiah terutama bertema luar angksa, The Martian harus masuk dalam salah satu listnya.


Selamat menonton, sampai jumpa.


Penulis
Nandar


===
Baca juga:

Review HUMINT, Film Spionase Korea Selatan dengan Cerita dan Aksi yang Menawan

0
 


Campusnesia.co.id - Saya baru saja menyelesaikan nonton sebuah film asal Korea Selatan yang tayang di Netflix berjudul HUMINT. Tadinya penasaran ya, Humint ini bahasa korea atau bahasa negara mana dan apa artinya, ternyata Humint merupakan akronim dari Human Inteligen. 

Seperti makna judulnya, film ini berkisah tentang perjalanan tugas seorang agen inteligen bernama Manager Zo yang diperankan oleh aktor Zo In-sung. Ngomongin Zo In-sung sangat suka dengan penampilannya yang cool saat jadi bapak-bapak yang bisa terbang di drama korea Moving, kali ini ia berperan kembali jadi agen intelijen dan sekali lagi harus berurusan dengan Korea Utara.


Sinopsis film Humint
Di Vladivostok, Rusia, Manajer Dinas Intelijen Nasional Korea Selatan, Zo, ditugaskan untuk melacak sindikat kejahatan internasional yang beroperasi di dekat perbatasan. Investigasinya bersinggungan dengan Park Geon, seorang pejabat Keamanan Negara Korea Utara yang dikirim untuk menyelidiki pelanggaran keamanan baru-baru ini. Situasi semakin rumit karena Hwang Chi-seong, konsul jenderal Korea Utara, yang kepentingan pribadinya bertentangan dengan misi resmi. Di pusat pengumpulan intelijen terdapat Chae Seon-hwa, seorang pekerja di restoran Korea Utara. Saat agen dari kedua belah pihak berusaha mengamankannya sebagai sumber intelijen manusia, ia terpaksa berada dalam posisi berisiko tinggi. 


Pemeran film Humint
Zo In-sung sebagai Manager Zo
Park Jeong-min sebagai Park Geon
Park Hae-joon sebagai Hwang Chi-seong
Shin Se-kyung sebagai Chae Seon-hwa
Jung Yoo-jin sebagai Assistant Manager Lim
Lee Shin-ki sebagai Geum-tae
Robert Maaser sebagai Aleksei
Kang Ha-kyung sebagai Eun-pyo
Lee Jun-young sebagai Dong-cheol


Review film Humint
Sejak pembuka film, Humint sudah menghadirkan aksi yang memukau, kalau istilah dunia film ala Netflix penonton harus dibuat takjub sejak pertama sehingga punya ketertarikan selama menonton film, formula yang pernah diungkapkan oleh Matt Damon saat diwawancara terkait film The RIP yang juga tayang di Netflix.

Humint bercerita tentang Manager Zo yang sedang menyelidiki tentang asal dan peredaran barang terlarang narkoboy bernama Jingdu lewat wanita penghibur dari Korea Utara. Dalam pencarian fakta tersebut salah seroang informannya meninggal akibat over dosis dan terungkapnya fakta bahwa selain obat-obatan terlarang juga terjadi perdagangan manusia.

Fakta baru ini membawanya ke sebuah daerah bernama Vladivostok di Rusia dan harus berurusan dengan inteligen Korea Utara dan Mafia Rusia.

Visual film ini bagus, memperlihatkan pemandangan kota khas Rusia yang tenang, bangunan jaman dulu namun dengan balutan kehadiran teknologi modern dan masalah kekinian.

Jalan ceritanya khas agen inteligen yang dibumbui permainan tikus dan kucing, saling menyelidiki, adegan-adegan interogasi hingga bumbu romance tipis-tipis tapi mampu menjadi alasan masalah dalam film ini jadi serius.

Dari sisi tema yang diangkat juga patut disimak, bagaimana sindikat perdagangan manusia berkelindan dengan bisnis haram lain dan faktanya masih terjadi hingga sekarang.

Aksi yang ditampilkan juga menarik, adegan hand combat dan tembak-tembakannya menengangkan apalagi nanti di babak akhir menuju akhir film cukup berdarah-darah dengan peluru pamungkas yang sinematik sekali.

Film yang menghibur, cerita yang unik namun tidak cukup rumit untuk dipahami sehingga mudah diikuti alurnya. Sangat rekomended buat sobat yang mau nonton film aksi dengan tema spionase diakhir pekan.

Selamat menonton.



Penulis
Nandar  


====
Baca juga review film Korea Selatan bertema intelijen:

Review Drama The Art Of Sarah, Catch Me If You Can Versi Korea Selatan

0



Campusnesia.co.id - Ngikuti mbak Shin Hae-Sun sejak main di drama makjang My Golden Life dan Stranger, saat akhir pekang jelang imlek kemarin saya sempatkan nonton drama terbarunya yang sudah tayang di Netflix berjudul The Art Of Sarah. Kali ini mbak Shin Hae-Sun tampil bersama mas Lee Jun-Hyuk yang juga mencuri perhatian di film Along With the Gods dan Mercy for None.

Skenario drama ini ditulis oleh Chu Song-Yeon dan sebagai sutradara ada Kim Jin-Min orang yang sama dibalik drama korea Goodbye Earth, My Name dan Extracurricular tayang juga besutan Netflix.

The Art of Sarah berkisah tentang Sarah Kim (Shin Hae-sun) adalah penguasa di balik layar sebuah brand mewah ternama se-Asia. Namanya diagungkan di setiap sudut industri, namun sosoknya tetap menjadi teka-teki - ia ada di mana-mana, namun tak pernah terlihat oleh siapa pun.

Keheningan itu pecah saat Sarah Kim mendadak diidentifikasi sebagai korban dalam sebuah kasus pembunuhan yang penuh misteri.

Detektif Mu-gyeong (Lee Joon-hyuk) pun turun tangan untuk menguak kebenaran. Namun, semakin dalam ia menggali kehidupan Sarah Kim, semakin banyak rahasia gelap yang terkupas. Siapa sebenarnya Sarah Kim? Dan apakah sosok yang tewas itu benar-benar dirinya?


Sebelum bahas reviewnya, berikut daftar pemeran drama korea The Art Of Sarah:

Shin Hae-Sun sebagai Sarah Kim
Lee Jun-Hyuk sebagai Park Mu-Gyeong
Shin Hyun-Seung sebagai Hyeon Jae-Hyeon
Kim Jong-Tae sebagai captain
Lee Hwa-Jung sebagai Ketua Tim Kejahatan Keuangan
Bae Jong-Ok sebagai Choi Chae-U
Jeon Su-Ji sebagai Kim Hong-Mi
Kim Jae-Won sebagai Kang Ji-Hwon
Jung Jin-Young sebagai Hong Seong-Shin
Park Bo-Kyung sebagai Jeong Yeo-Jin
Jung Da-Bin sebagai Woo Hyo-Eun
Lee E-Dam sebagai Kim Mi-Jeong
Yoon Ga-I sebagai Yang Da-Hye
Kim Yong-Ji sebagai Shin So-Ui
Lim Ki-Hong sebagai Min Byeong-Kwan


Poster dan Trailer drama korea The Art of Sarah






Review drama korea The Art Of Sarah
Jika sobat suka film-film tema penipuan penuh plot twist ala Catch Me If You Can pasti bakal suka dengan drama korea mbak Shin Hae-Sun ini. Sejak episode pertama kita sudah dibuat yakin bahwa sosok wanita muda dengan tato di mata kaki yang ditemukan meninggal di saluran air adalah sosok bernama Sarah Kim. Yang jadi heboh adalah Sarah Kim dikenal sebagai pemilik brand tas mewah bernama Boudoir yang lagik sukses-suksesnya hanya 1% dari sosialita yang mampu memilikinya. 

Kasus ini membawa detektif kriminal Park Mu-Gyeong yang diperankan oleh Lee Jun-Hyuk menyelidiki orang-orang terkait untuk mencari pelaku pembunuhannya.

Sosok pertama yang diperiksa adalah pengusaha brand kosmetik Jeong Yeo-Jin karena tas yang ditemukan di dekat korban adalah miliknya. Terungkap Jeong Yeo-Jin dan Sarah Kim awalnya adalah bestie yang kemudin berseteru karena permasalahan uang, tepatnya Jeong Yeo-Jin menuduh Sarah Kim menipunya setelah berinvestasi sebesar 15 Milyar Won dan baru mendapatkan bagi hasil 1,5 Milyar. Apakah Jeong Yeo-Jin adalah pelaku pembunuhan tersebut? maaf spoiler tapi jawabanya Tidak. Karena ini baru episode 1 kalau pelakunya terungkap tamat sudah dramanya.

Di episode selanjutnya kita akan di ajak ke jalan cerita lain, bahwa sosok Woo Hyo-Eun adalah pelaku pembunuhan Sarah Kim. Woo Hyo-Eun adalah mantan karyawan di butik Boudoir yang dipecat setelah diduga menjual data pelanggan kepada agen asuransi (hmm familiar ya). Tapi apakah benar Woo Hyo Wun adalah pelaku pembunuhan Sarah Kim? sayang tidak.

Pencarian membawa kepada terduga baru dengan nama Mok Ga-Hui, nama ini diperoleh berdasar hasil investasi keterangan dari Woo Hyo-Eun dan rekannya Yang Da-Hye. Namun justru masalah baru muncul, Yang Da punya bukti foto bahwa Mok Ga-Hui yang merupakan karyawan Mall Samwol punya tato di mata kaki. Mok Ga-Hui terlilit hutang rentenir, terpaksa melakukan penipuan dan berakhir dengan bunuh diri menerjunkan diri di danau. Park Mu-Gyeong makin bingung jika sosok mayat yang ditemukan adalah Mok Ga-Hui maka berarti Sarah Kim masih hidup, atau apakah mereka adalah orang yang sama? atau berbeda? mengapa memiliki tanda tato yang sama?

Akhirnya danau yang digunakan sebagai lokasi bunuh diri Mok Ga-Hui dikuras, surprise ditemukan terngkorak namun setelah dicek forensik, hasilnya tengkorak tersbut bukan wanita melainkan sosok pria usia 30an, hmmm makin rumit sekaligus menarik.

Ada pula sosok Eun Jae yang dihubungkan dengan pemandu karaoke Kang Ji-Hwon dan rentenir Hong Seong-Shin, bagian ini akan menjawab pertanyaan darimana sosok Sarah Kim punya uang ratusan milyar untuk memulai hidup barunya dengan nama Sarah Kim dan membangun bisnis tas mewahnya Boudoir.

 Menurut saya, 4 episode pertama drama ini sangat solid membuat penonton merasa misteri segera terpecahkan namun seketika harapan itu kandas setelah plot twist terungkap. Masuk episode 5 hingga final bisa dibilang agak kebingungan dan mulai kurang intens.

Kejutan berlanjut sosok Sarah Kim muncul atau setidaknya orang yang mengaku sebagai Sarah Kim.

Detektif Park Mu-Gyeong mulai disadarkan bahwa ia tak akan pernah menang dalam kasus ini melawan Sarah Kim jika fokus pada sosok manusia dan perbuatannya. Ia mulai melihat pola dari semua tindakan yang dilakukan oleh Sarah Kim yaitu bagaimana ia serius memperjuangkan merk tas mewahnya Boudir.

Sebelum masuk ke kesimpulan, sebagai penonton yang terbiasa menikmati film atau series bertema misteri saya hampir menduga bahwa endingnya bakal dibuat mudah ada film The Prestigenya Christopher Nolan dengan mengungkap bahwa sebenarnya ada dua sosok Sarah Kim misalnya saudara kembar atau sebagainya.

Dugaan saya tidak melenceng jauh, namun tidak sepenuhnya benar, bahwa ada dua sosok Sarah Kim yang eksis di dunia nyata, sebagai kejutan sebaiknya sobat pembaca menonton seriesnya dulu agar tidak mengurasi keasyikannya.

Namun diakhir, sebagaimana keyakinan detektif Park Mu-Gyeong, Sarah Kim lebih memilih mengorbankan dirinya daripada brand Boudirnya, ia reka mengakui perbuatannya dan sekali lagi mengaku sebagai orang lain agar brand yang ia perjuangkan dengan taruhan hidup dan mati tetap hidup dan meraih sukses.

Skenario "Tangkap Aku Jika Kau Bisa" ala Sarah Kim nyaris sempurna hingga detail babak kehidupannya bersama bos rentenir Hong Seong-Shin menyisakan sebuah tanda luka yang tidak bisa dibantah oleh dirinya, sayangnya sang detektif tidak memeriksa hingga detail bekas luka tersebut dan saya sarankan sobat pembaca fokus pada babak akhir final episode series ini agar tidak terlewat detail ini.

Uniknya walau sebagai penonton kita yakin bahwa sosok terkahir ini adalah Sarah Kim, namun sepanjang 8 episode yang disajikan masih menyisakan pertanyaan, apakah benar ia adalah Sarah Kim, Mok Ga-Hui, Eun Jae atau siapa sebenarnya nama aslinya? mengingat nama Sarah Kim adalah pemberian si rentenir.

Sebuah drama yang berkelas dan sekali lagi sineas Korea Selatan berhasil menghadirkan sebuah kisah yang menarik, menjukkan drama korea memang berada di level lebih tinggi dalam industri hiburan, walau secara kepingan tema pernah kita temukan dalam film atau series lain, sekali lagi Sarah KIm salah salah satu drama terbaik sejauh ini di 2026.

Selamat menonton.


Penulis
Achmad Munandar

Review Film Netflix The RIP, Drama Polisi Korup Penuh Plot Twist

0

 

Campusnesia.co.idJika sobat suka film-film yang dibintangi Matt Damon seperti Jason Bourne atau Tripple Frontier yang dibintangi oleh Ben Affleck, maka besar kemungkinan bakal suka film yang mempertemukan mereka dalam satu frame yang berjudul The RIP.

Film berlatar dunia kepolisian The RIP baru saja rilis di platform Netflix. Tanpa babibu, scene pertama langsung menunjukkan seorang Polisi bernama Jackie disergap oleh dua sosok misterius dengan penutup kepala dan berakhir dengan kematian.

Pertanyaannya, apa motif kedua pembunuh polisi tersebut dan kasus apa yang diselidiki?

Berikutnya seorang letnan bernama Dane yang diperankan oleh Matt Damon di integorasi oleh direktur kepolisian dan agen FBI karena kuat dugaan pembunuhnya adalah polisi.

Film berjalan semakin seru ketika mucul sebuah informasi anonim yang menyebut ada sebuah tempat berisi uang sitaan yang jumlahnya sangat besar.

Seperti yang saya sampaikan di awal, salah satu yang menarik dari film ini adalah plot twistnya yang akan sangat memuaskan.

Dari sisi aksi juga menarik, jelang pertengahan hingga babak akhir sangat khas ala film action hollywood.

Satu lagi poin positif dari film The RIP adalah ruang lingkup dan timelinenya tidak lama, alias hanya sehari semalam to the point langsung persolaan utamanya.


Daftar pemeran film The RIP
- Matt Damon sebagai Letnan Dane Dumars
- Ben Affleck sebagai Sersan Detektif JD Byrne
- Steven Yeun sebagai Detektif Mike Ro
- Teyana Taylor sebagai Detektif Numa Baptiste
- Sasha Calle sebagai Desiree “Desi” Molina
- Catalina Sandino Moreno sebagai Detektif Lolo Salazar
- Scott Adkins sebagai Agen FBI Del Byrne
- Kyle Chandler sebagai Agen DEA Mateo ‘Matty’ Nix
- Néstor Carbonell sebagai Mayor Thom Vallejo
- Lina Esco sebagai Kapten Jackie Velez
- Jose Pablo Cantillo sebagai Agen DEA Dayo Reyes
- Cliff Chamberlain sebagai Petugas Junger
- Alex Hernandez sebagai Petugas Warwick
- Daisuke Tsuji sebagai Agen FBI Logan Casiano


Buat sobat yang suka film aksi ala Hollywood dan kangen dengan Matt Damon dan Ben Affleck saya sarankan langsung nonton saja di Netflix.

Sangat rekomended, semoga berlanfaat sampai jumpa.

Penulis
Nandar


===
Baca juga: