Campusnesia.co.id - Di Kabupaten Pati sedang ramai diperbincangkan bunga Tabebuya yang bermekaran di kawasan alun-alun simpang lima. Lumrahya sosial media, begitu ada sesuatu yang viral lalu banyak yang mendatanginya, berlomba-lomba membuat konten untuk diupload apalagi bagi konten kreator momen seperti ini sangat dicari.
Banyak yang menyebut, Tabebuya di Kabupaten Pati yang sedang viral dan bermekaran pada Oktober 2026, menciptakan pemandangan ala musim semi di Jepang. Sekitar 20 pohon Tabebuya dengan warna putih, oranye, dan merah muda mekar lebat di area publik ini.
Politisipun tak mau ketinggalan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyiapkan 250 bibit Tabebuya gratis bagi warga yang berkunjung dan mengunggah konten kreatif atau momen kunjungan ke media sosial. Pemkab Pati juga telah mengajukan tambahan 1.000 bibit Tabebuya kepada PT Djarum untuk memperluas program penghijauan di wilayah Pati. Its ok, selama msih dalam konteks positif.
Politisipun tak mau ketinggalan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyiapkan 250 bibit Tabebuya gratis bagi warga yang berkunjung dan mengunggah konten kreatif atau momen kunjungan ke media sosial. Pemkab Pati juga telah mengajukan tambahan 1.000 bibit Tabebuya kepada PT Djarum untuk memperluas program penghijauan di wilayah Pati. Its ok, selama msih dalam konteks positif.
Tapi tahukah sobat sebenarnya apa bunga Tabebuya ini?
Yuk kita bahas lewat postingan kali ini.
Mengutip laman id.wikipedia.org, Tabebuya (Handroanthus chrysotrichus), Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar.
Sering kali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Bunga sakura memiliki genus Prunus dari famili Rosaceae, sedang bunga tabebuya dari famili Bignoniaceae. Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya yang tidak mudah rontok, saat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, dan akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.
Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. banyak sekali varian tabebuya dari berbagai negara dalam genus handroanthus dan tabebuia dengan warna bunganya yang beraneka macam, tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dan merah muda dengan panjang 3–11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.
Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. banyak sekali varian tabebuya dari berbagai negara dalam genus handroanthus dan tabebuia dengan warna bunganya yang beraneka macam, tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dan merah muda dengan panjang 3–11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.
Setiap spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah. Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya. Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.
Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis. Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, di mana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak. Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini.
Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus) .
Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus) .
Tabebuya sudah dijadikan tanaman peneduh jalan raya di Surabaya, Batu, Magelang, Malang, Purwokerto, Kediri, Karanganyar, Semarang, Sumenep dan kota-kota lainnya.
Perbedaan Tabebuya dan Sakura
Tabebuya dan Sakura sering kali disamakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal keduanya memiliki beberapa perbedaan dalam aspek tertentu. Berikut perbedaan keduanya
Asal-Usul
- Tabebuya: pohon tabebuya berasal dari Amerika Selatan dan banyak tumbuh di daerah tropis maupun subtropis seperti brazil
- Sakura: sakura berasal dari Jepang dan banyak tumbuh di daerah Asia Timur seperti Tiongkok dan Korea
Bentuk Bunga
- Tabebuya: tabebuya memiliki bentuk bunga yang menyerupai terompet, bentuk bunga inilah yang sering membuat orang menyamakannya dengan sakura
- Sakura: sakura memiliki bentuk bunga yang terdiri dari lima kelopak. Tekstur bunga ini juga lebih halus dan rapuh dibanding tabebuya.
Musim
- Tabebuya: Pohon tabebuya akan berbunga di musim kemarau, namun seringkali tumbuhan ini mekar di bulan September – Januari. Bunga ini juga lebih tahan lama mekarnya hingga akhir nya gugur.
- Sakura: Sakura mekar pada musim semi yaitu sekitar bulan maret – april di Jepang. Bunga sakura tergolong lebih cepat gugur dibanding tabebuya yaitu hanya bertahan sekitar 1-2 minggu.
Iklim
- Tabebuya: tabebuya akan subur pada daerah dengan iklim tropis maupun subtropis. Ini lah alasan mengapa bungan ini cocok ditanam di indonesia yang merupakan negara tropis.
- Sakura: sakura tumbuh subur didaerah yang beriklim sedang seperti Jepang, Korea dan Taiwan.
Karakteristik Daun
- Tabebuya: Pohon tabebuya memiliki daun meskipun saat berhubungan. Dimana daunnya cenderung akan hijau sepanjang tahun.
- Sakura: berbeda dengan sakura yang daun nya akan muncul ketika bunga nya telah berguguran. Ukuran daun pada sakura juga lebih kecil dibanding tabebuya.
Manfaat Menanam Tabebuya
Tahukan sobat selain terkenal sebagai tanaman hias, pohon tabebuya juga dapat dijadikan pengobatan tradisional di beberapa negara. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Seham S. El-Hawary, tanaman ini bermanfaat untuk mengobati malaria, sifilis, infeksi kulit, gangguan perut, kanker dan infeksi akibat bakteri atau jamur. Pengobatan ini diperoleh dari hasil ekstraksi bagian-bagian pohonnya seperti kulit pohon, akar, bunga dan daun tabebuya.
Ekstrak pohon tabebuya mengandung senyawa napthoquinones, quinines, furanonapthoquinones, asam benzoat , siklopentena dialdehida dan flavonoid yang dipercaya dapat mengobati berbagai masalah kesehatan. Berikut berbagai penelitian dari manfaat tabebuya di bidang kesehatan
Sumber foto: radarpati.jawapos.com
