Review dan Penjelasan Call, Film Thriller Korea Bertema Perjalanan Waktu



Campusnesia.co.id - Menjadi film kedua Park Shin Hye yang tayang di tahun ini, The Call awalnya dijadwalkan tayang bulan Maret namun karena pandemi akhirnya film ini dirilis pada 27 November 2020 di Netflix. Film berdurasi 114 menit ini merupakan garapan sutradara Lee Coong Hyun dan didistribusikan oleh Next Entertainment World.

Pemain Film Korea Call
Park Shin Hye berperan sebagai Seo Yeon
Jun Jung Seok berperan sebagai Young Sook
Kim Sung Ryoung berperan sebagai ibu Seo Yeon
Park Ho San berperan sebagai ayah Seo Yeon
Lee El berperan sebagai ibu Young Sook
Oh Jung Se berperan sebagai Sung Ho

Poster Film Korea Call



Trailer Film Korea Call



Sinopsis Film Korea Call
Seo Yeon tiba disebuah desa untuk menuju rumahnya karena ibunya yang tengah sakit. Di perjalanan ia bertemu Sung Ho yang merupakan paman pemilik kebun strawberi, ia mengantarkan Seo Yeon ke rumahnya yang terlihat sudah lama  tidak terurus. Seo Yeon meminjam ponsel Sung Ho untuk menghubungi ponsel miliknya karena ponselnya hilang di perjalanan. Sung Ho menawarkan ponselnya untuk sementara waktu bisa dipinjam namun Seo Yeon menolak karena ia akan menggunakan telepon di rumahnya.

Seo Yeon dengan berani mulai tinggal di rumah lamanya itu, ia segera mencari telepon nirkabel dan menghubungi ponselnya, namun terdengar bahwa orang yang menemukan ponsel menginginkan imbalan atas pengembalian ponselnya. Panggilan diputus. Setelahnya ada panggilan masuk, terdengar seorang wanita meminta tolong dan memanggilnya Sun Hee, mengkonfirmasi kalau panggilan tujuannya adalah nomor toko Sunhee. Panggilan terputus.

Di satu sisi, ibunya berada di rumah sakit, hubungan keduanya terlihat tidak baik karena luka masa lalu yang mengakibatkan ayahnya tewas dalam kebakaran.

Malam hari itu Seo Yeon kembali mendapat telepon dari wanita yang meminta tolong dan mengatakan ibunya akan membunuhnya, panggilan kembali terputus. Melihat alamat di surat yang dikirim ke rumahnya, Seo Yeon menyadari bahwa alamat yang dikatakan wanita itu adalah alamat rumahnya.

Di malam hari Seo Yeon terbangun karena mendengar suara. Akhirnya ia memaku dinding untuk menggantungkan foto, namun paku yang ia pakai terjatuh dalam lubang yang ia buat. Seperti suara terjatuh ke lantai yang dalam, ia menyadari bahwa ada ruangan lain di balik dinding. 

Ia segera menghancurkan dinding dan melihat ada tangga menuju ruang bawah tanah. Sebuah kursi, boneka beruang, dan kardus yang berisi barang-barang lama ia temukan. Terdapat buku harian dan foto seorang wanita, dengan tanggal yang tertulis 26 November 1999.

Keesokan harinya ia menayakan tentang wanita dalam foto itu kepada Sung Ho, ia nampak enggan menjawab. Ia hanya bercerita kalau wanita itu bernama Young Sook, anak seorang dukun. Dalam perjalanan pulang ia melihat seorang wanita duduk di depan toko Sunhee. 

Telepon kembali berdering, Seo Yeon mulai mengatakan bahwa mereka mungkin berada di rumah yang sama saat itu. Dalam tempat yang sama namun di waktu yang berbeda, malam itu mereka mulai berkenalan dan membicarakan segala hal untuk menjawab rasa menasaran mereka. Komunikasi antar dunia paralel ini mulai terjadi. 

Young Sook menelpon Seo Yeon, ia menunjukkan suara percakapan ayahnya, itu merupakan hari dimana keluarga Seo Yeon mengunjungi rumah itu sebelum membelinya. Young Sook memikirkan ide untuk mengubah dunia Seo Yeon, menyelamatkan sang ayah dari kebakaran. 

Tak disangka berubahan luar biasa terjadi. Dengan nyata Seo Yeon melihat berubahan yang terjadi. Ponselnya yang tiba-tiba berdering di tangan, kuku yang berwarnai dan keadaan rumah yang jauh berbeda. Rumah itu menjadi begitu hidup dengan kisah bahagia Seo Yeon bersama sang ayah dan ibu.
 
Sementara Young Sook yang tinggal dengan ibu tirinya merasa seperti hidup di neraka karena tak diijinkan keluar dan sang ibu memperlakukannya seolah seperti seorang yang kerasukan dengan segala ramalan buruk di masa depannya. Ibunya kerap melakukan ritual aneh padanya.

Hari-hari Seo Yeon berlalu dengan banyak senyuman, hingga ia sibuk dan mulai jarang berhubungan dengan Young Sook. Young Sook merasa begitu kesal. Hari itu panggilan terputus dan ibu Young Sook berkata pada Seo Yeon untuk berhenti menghubunginya jika tak ingin mendapat nasib buruk. 

Young Sook menjalani ritual dari sang ibu hingga merasa begitu kesakitan. Seo Yeon mencari tahu kehidupan Young Sook di masa kini, namun yang ia temukan adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh sang ibu. Seo Yeon memperingatkan Young Sook bahwa sang ibu berniat membunuhnya. Young Sook berhasil menghindari kematiannya malam itu, namun ia malah berakhir membunuh sang ibu. Young Sook memulai hidupnya yang bebas  seolah terlahir kembali. 

Hari itu Sung Ho membagikan strawberi panenannya ke rumah Seo Yeon, mereka tampak bahagia mengobrol bersama. Sementara di tahun 1999, Sung Ho juga mengunjungi rumah itu dan membawa strawberi, Young Sook menyuruhnya masuk dan membantunya untuk memilih baju. 

Ketika Young Sook berganti baju, Sung Ho membuka kulkas dengan niat menyimpan stroberi bawaanya namun ia malah menemukan plastik penuh darah yang digunakan untuk menyimpan tubuh ibunya yang telah dimutilasi. Sung Ho yang menyaksikan kejadian itu juga berakhir tragis.

Seo Yeon mendengar teleponnya berdering, ia segera ke kamarnya dan mengangkat panggilan Young Sook. Setelah mengobrol ia kembali ke bawah, namun yang ia temukan hanya orang tuanya, Sung Ho seperti tak pernah datang ke rumah itu. Ia segera mencari Sung Ho ke kebunnya namun nampak kebun itu sudah lama tak digunakan, ia ke kantor polisi dan mendapati kalau Sung Ho telah lama tewas dan pelakunya telah ditanggkap untuk dihukum seumur hidup. Young Sook menderita gangguan kepribadian.

Seo Yeon begitu marah daan segera menghubungi Young Sook untuk menanyakan kebenarannya, Young Sook bertanya hingga ia tahu bahwa dirinya akan di penjara seumur hidup. Ia meminta Seo Yeon mencari tahu bukti yang ditemukan polisi, dan mengungkit tentang ia yang telah menyelamatkan ayahnya. Namun Seo Yeon tak bergeming dan memutus panggilan. 

Polisi mendatangi rumah Young Sook untuk mengumpulkan saksi, mencari keberadaan Sung Ho. Polisi mulai curiga ketika melihat kotak stroberi dan pernyataan Young Sook yang nampak berantakan. 

Seo Yeon kecil dan ayahnya mendatangi rumah Young Sook untuk menemui sang ibu terkait pembelian rumah, Young Sook menyuruh mereka masuk. Young Seok membunuh sang ayah di hadapan Seo Yeon karena kemarahanya. 

Sementara Seo Yeon di tahun 2019 yang tengah berlatih menyetir bersama sang ayah tiba-tiba, menyadari perubahan kisah yang terjadi. Ia segera berlari ke rumahnya yang telah kembali menjadi berantakan untuk mencari telepon. Young Seok mendesak untuk menemukan informasi bagaimana polisi menangkapnya, Seo Yeon yang putus asa dan khawatir tentang ancaman Young Sook pun bergegas mencari informasi di internet, namun ia memikirkan cara untuk menjebak Young Seok di insiden ledakan gas yang terjadi pada hari itu. 

Young Sook selamat, ia menjadi tambah marah hingga tak segan menumpahkan air panas pada Seo Yeon kecil. Seo Yeon pun juga merasa kesakitan karena dampak perbuatan Young Sook tersebut. Young Sook kembali menekan Seo Yeon dengan menyebut soal sang ibu. Kini Seo Yeon bergegas ke kantor polisi untuk mencari bukti di catatan kepolisian. 

Young Sook berhasil melenyapkan bukti, catatan di buku kepolisian juga berubah. Kondisi rumah kembali berubah, kali ini perubahan menunjukkan Young Sook yang masih hidup dan tinggal di rumah itu. Rumah dipenuhi dengan kulkas dan kantong plastik yang seperti menunjukkan sosok Young Sook telah membunuh banyak korban. Seo Yeon segera keluar dari rumah.

Ibu Seo Yeon yang merasa kehilangan kabar suami dan anaknya mencari hingga rumah Young Sook dan melapor ke kantor polisi. Seorang polisi yang sebelumnya mencurigai Young Sook kemudian menemani sang ibu kesana dan mengecek rumah Young Sook. 

Perubahan di buku mengatakan tentang pemakaian telepon nirkabel, sehingga Seo Yeon kembali masuk ke rumah untuk mencari telepon. Namun disana hal brutal lain mulai terjadi. Seo Yeon menelpon sang ibu dan mengatakan untuk segera keluar dari rumah itu. Belum sempat beranjak, sang polisi tewas terbunuh. 

Ibu Seo Yeon hanya bisa berlari dan mencoba menyelamatkan diri. Hal yang sama terjadi pada Seo Yeon setelah Young Sook di tahun 2019 menyadari keberadaannya. Seo Yeon mencoba menenangkan sang ibu dan memberi intruksi sebagai pertahanan diri. 

Namun setelah ia mendengar suara Seo Yeon kecil di depan kamar, ia keluar, pertumpahan darah tak bisa dihindari. Sang ibu hingga akhir berusaha melindungi Seo Yeon hingga terjatuh dari lantai 2 bersama Young Sook.

Perubahan cerita, Seo Yeon berusaha mencari keberadaan sang ibu dengan mendatangi makam, namun hanya makam sang ayah yang tetap ada disana. Sang ibu datang dalam keadaan sehat namun penuh bekas luka yang telah mengering.
Sampai disini cerita menunjukkan akhir bahagia untuk Seo Yeon. Namun setelah kredit mulai ditampilkan, plot twist kembali muncul. Sang ibu perlahan menghilang dan Young Sook nampak masih membuka matanya pada insiden di tahun 1999 silam. Juga nampak Young Sook di masa kini yang sempat menelpon Young Sook di tahun 1999.

Review Film Korea Call
The Call merupakan film lain yang mengangkat tema misteri dan pembunuhan, poster yang terlihat menunjukkan suasana seram. Bagi kalian pecinta genre misteri, film ini sangat recommended.

Sepertinya judulnya, konflik yang terjadi dalam film ini bermula dari panggilan telepon misterius yang ternyata berasal dari masa lalu, kisah yang mengangkat dunia paralel dan beberapa kali plot twist disuguhkan dengan begitu baik, meski efek fiksi yang ditampilkan begitu kuat. 

Perubahan cerita yang menjadi misteri, mampu membawa penonton tegang dan penasaran. Selain akting dari Park Shin Hye yang seperti biasa begitu mendalam, kemistri antar kedua karakter yang meski kebanyakan adegannya hanya terhubung lewat telepon dapat ditampilkan Denham begitu apik. Serta adegan pembunuhan yang brutal dari karakter Young Sook yang memiliki gangguan kepribadian begitu menghidupkan genre film ini bahkan  hingga adegan terakhir. 

Akhir cerita yang penuh teka teki seolah menujukkan penulis yang ingin mengajak penonton bermain dengan sudut pandang masing-masing. Sehingga akhir cerita yang samar juga menjadikan kisah yang jelas dapat diyakini sepanjang film ini menjadi bias karena berbagai kemungkinan yang muncul.

Penulis: Ika Shintya

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »