Review Memories of The Sword, Film 3 Pejuang Aspirasi Rakyat Era Dinasti Georyo

 



Campusnesia.co.id - Meomories of The Sword dirilis pada 31 Agustus 2015, merupakan drama bergenre action, drama. Disutradarai oleh Park Heung Sik, sedangkan naskah ditulis oleh Park Heung Sik dan Choi A Reum.  Film ini berdurasi 121 menit dan didistribusikan oleh Lotte Entertainment.


Pemain Memories of The Sword
Lee Byung Hoon berperan sebagai Deok Ki atau Yoo Baek
Jeon Do Yeon berperan sebagai Seol Rang atau Wol So
Kim Go Eun berperan sebagai Seol Hee atau Dong Yi
Lee Joon Ho berperan sebagai Yool
Lee Kyoung Young berperan sebagai guru

Poster  Memories of The Sword



Trailer Memories of The Sword



Sinopsis dan Review Memories of The Sword
Memories of The Sword merupakan film bertema sejarah pada masa Dinasti Georyo. Mengisahkan tentang 3 orang pejuang yang berusaha menyuarakan aspirasi rakyat kecil dan meminta keadilan dari penguasa yang tidak memimpin dengan baik. Dalam peperangan, mereka berhasil menawan sang pimpinan perang yang merupakan anak sang Raja. Poo Chun, Deok Ki, dan Seul Rang, karena kehebatan mereka yang terkenal di seluruh negeri, pedang milik mereka juga disebut sebagai 3 pedang terbaik.

Hari itu saat mereka menghadap raja untuk bersepakat, Deok Ki yang terbawa akan keserakahannya berakhir menghianati teman dan rakyat. Pada hari itu pun Poo Chun, sang istri, dan anaknya Dong Yi tewas ditangan Deok Ki. Deok Ki meminta Seul Rang untuk tetap berada disisinya, namun Seul Rang memutuskan untuk pergi membawa pedang Poo Chun dan Dong Yi. Ia meminta sang guru untuk  menyembuhkan Dong Yi, namun apa daya karna bayi itu telah tewas.

Seul Rang yang merasa bersalah pada Poo Chun rela kehilangan penglihatannya, mengganti namanya menjadi Wol So dan membesarkan anaknya Seol Hee dengan mengatakan bahwa ia adalah Dong Yi, anak dari Poo Chun yang telah dibunuh oleh Deok Ki dan Seol Rang. Dengan dendam atas kematian orang tuanya, anak perempuan itu tumbuh dengan melatih kemampuan bertarungnya. 

Hingga suatu hari ketika ia merasa kemapuannya telah cukup, ia muncul di area bertarung dan melawan seorang pemuda yang telah dikenal pandai bertarung, Yool. Deok Ki yang merubah namanya menjadi Yoo Baek, merupakan salah seorang perdana menteri dan menyaksikan pertarungan tersebut. 

Ia teringat dengan perkataan Seul Rang bahwa Dong Yi pasti akan muncul untuk membunuh mereka berdua. Yoo Baek langsung menyuruh penjaga menangkap Dong Yi, namun ia berhasil kabur. Yoo Baek menemui Dong Yi dalam perjalanan pulang untuk memastikan identitasnya.

Hari itu Wol So akhirnya memberitahukan identitasnya kepada Dong Yi bahwa ia adalah Seul Rang dan laki-laki yang telah ia temui adalah Deok Ki. Wol So memberikan pedang Poo Chun kepada Dong Yi dan menyuruhnya pergi. Dong Yi yang mengetahui fakta ini tak habis pikir karena wanita yang ia anggap ibu adalah orang yang selama ini ia cari. 

Dong Yi kembali bertemu dengan Yool dan mereka menjadi bersimpati satu sama lain. Yoo Baek memerintahkan prajuritnya untuk membawa Gam Cho dan Seul Rang. Namun dalam penangkapan ini Gam Cho tewas dan Seul Rang berhasil kabur dan manemui sang Guru. Tapi sang guru tak mau membantu.

Dong Yi kembali ke rumahnya untuk menemui Seul Rang namun yang ia lihat hanya kekacauan di rumahnya, serta fakta bahwa Gam Cho telah meninggal, ia merasa bersalah karena sebelumnya telah menyebut nama Gam Cho sebagai namanya.

Dong Yi pun bergegas ke kekerajaan untuk mencari Yoo Baek, namun dalam pertemuan itu Yoo Baek mendapati bekas luka di punggung Dong Yi bukanlah luka dari pedang miliknya, melainkan pedang Seul Rang. 

Dan ia dengan tega menusukkan pedangnya ke Dong Yi serta membuangnya ke danau. Beruntungnya Yool yang telah menjadi pengawal menyelamatkan Dong Yi dan melawan para prajurit, disaat itu Seul Rang muncul dan membawa Dong Yi ke sang Guru.

Seul Rang kembali untuk menemui Yoo Baek, ia tak memberitahukan kebenaran bahwa Dong Yi adalah anak mereka, namun mengingatkan bahwa satu-satunya cara untuk menebus dosa mereka adalah dengan mati ditangan Dong Yi. Yoo Baek yang berambisi menjadi raja tak mengindahkan perkataan Seul Rang karena bahkan ia tak pernah merasa bersalah. 

Disisi lain Dong Yi yang telah pulih mulai belajar ilmu bertarung dan menggunakan pedang dari sang Guru. Ia pun mulai mengetahui bahwa Dong Yi sebenarnya telah tewas, dan ia adalah Seol Hee, anak Seul Rang. Meski mengetahui fakta ini, ia tetap pergi ke kerajaan dan menemui Yoo Baek. 

Malam itu setelah pernikahan Yoo Baek dan putri raja, menjadi malam pertumpahan darah diantara mereka. Seul Rang yang mencoba menghentikan pedang Yoo Baek pun terlibat, akhirnya pedang Poo Chun menembus tubuh Yoo Baek dan Seul Rang. Sementara Seol Hee menangis tersedu melihat orang tuanya terbunuh dengan tangannya sendiri.

Penulis: Ika Shintya
Editor: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »