Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kkn. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri kkn. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Mahasiswa KKN Undip Edukasi Gizi Ikan dan Cara Bedakan Ikan Segar Melalui Uji Organoleptik


Campusnesia.co.id - Tambakaji, Semarang (23/07) - Penerjunan KKN Tim II Universitas Diponegoro periode 2021/2022 secara resmi telah dilaksanakan pada hari Senin, 4 Juli 2022 oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M. Hum. Kegiatan KKN pada tahun ini mengusung tema “Peduli, Partisipasi, Pahami, Stunting dan Narkoba berbasis SDG’s” yang berlangsung mulai dari tanggal 5 Juli 2022 hingga 18 Agustus 2022.

Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro melakukan Edukasi kepada ibu-ibu PKK RT 05 RW X1 Kelurahan Tambakaji mengenai kandungan gizi pada ikan serta bagaimana cara membedakan ikan segar dan tidak segar dengan uji organoleptik. Hal ini dilakukan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDG’s) NO 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Ikan memiliki kandungan gizi yang beragam dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Gizi yang terkandung dalam ikan seharusnya dapat dimanfaatkan secara maksimal agar tubuh dapat menyerap gizinya secara maksimal. Kebutuhan Omega-3 khususnya EPA dan DHA harus dipenuhi. Selain itu kandungan gizi yang terdapat pada ikan yaitu seperti Protein, Karotenoid, Mineral, dan Vitamin.
 
Kegiatan edukasi dilaksanakan pada hari Sabtu (23/07/2022) mengenai kandungan gizi pada ikan serta uji organoleptik cara membedakan ikan segar dan ikan tidak segar. Kegiatan tersebut dilakukan agar masyarakat Tambakaji memperoleh gizi yang maksimal dari mengonsumsi ikan yang masih segar sehingga manfaatnya dapat dirasakan dan dapat menghasilkan anak-anak yang cerdas dan sehat di Tambakaji. 

Kegiatan diawali dengan arisan rutin oleh Ibu-ibu PKK selama kurang lebih satu setengah jam. Kemudia setelah arisan selesai dimulai penjelasan mengenai kandungan gizi pada ikan serta manfaatnya, kemudian penjelasan mengenai ikan apa saja yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak, seperti ikan salmon dan tuna merupakan ikan yang kandungan proteinnya paling banyak, ikan patin, ikan kembung, ikan cakalang, dan masih banyak lainnya
 
Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan terkait uji organoleptik cara membedakan ikan segar dan ikan tidak segar, dan kegiatan ditutup dengan pembagian produk olahan ikan kepada Ibu-ibu PKK berupa bakso dan otak otak ikan. 

Mengonsumsi Ikan dapat mencegah penyakit jantung, menjaga fungsi dan kesehatan otak, mendukung kesehatan tulang, mencegah kerusakan tiroid, dan menjaga kesehatan mata.  Namun, apabila Ikan yang dikonsumsi sudah tidak segar, maka kandungan gizi tersebut tidak dapat diserap oleh tubuh dan bahkan dapat menimbulkan racun dan malah berbahaya bagi tubuh. Oleh karenanya diperlukan kemampuan untuk membedakan ikan yang segar dan tidak segar. 

Uji Organoleptik atau biasa disebut uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.
 
Setelah kegiatan ini berlangsung, harapnnya agar ibu-ibu yang telah mendapatkan edukasi menganai kandungan gizi dan cara memilih ikan segar dan ikan tidak segar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga konsumsi ikan oleh masyarakat Tambakaji dapat diserap gizinya secara maksimal.


Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Warga Cipinang Perbedaan HIV dan AIDS

 

Campusnesia.co.id - Jakarta, Cipinang Besar Selatan (23/07/2022) — Kematian bayi dan anak di bawah lima tahun (balita) di Indonesia mencapai 28.158 jiwa pada tahun 2020. Salah satu penyebabnya adalah penyakit menular HIV/AIDS.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan infeksi oleh HIV.

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa kasus HIV/AIDS di Indonesia didominasi oleh kelompok usia di bawah 4 tahun. Penularan HIV bisa dicegah sehingga bisa mengurangi angka kejadian dan kematian pada balita di Indonesia.

Banyak bayi maupun balita yang terkena HIV, bisa dari orang tua ataupun dari lingkungan sekitarnya. Dampak dari penularan HIV menyebabkan tingginya angka kematian pada bayi dan balita. Orang tua masih banyak yang tidak sadar akan pentingnya deteksi dan pencegahan HIV dini.

Sesuai latar belakang tingginya angka kematian bayi dan balita akibat HIV di Indonesia termasuk di wilayah KKN serta sejalan dengan SDGs, khususnya poin 3 mengenai kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, Mutiara Devia mahasiswa Tim II KKN UNDIP Tahun 2022, menjalankan program untuk berantas HIV.

Pada program ini dilakukan sosialisasi door to door di wilayah RW 05, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, mengenai HIV menggunakan poster. Di mana nanti akan dijelaskan perihal perbedaan HIV dan AIDS, gejala awal, cara penularan, dan cara pencegahan. 

Poster tersebut kemudian ditempelkan di dinding Balai Warga RW 05 supaya semua orang yang datang ke sana bisa membacanya. Kemudian dilakukan tanya jawab bagi masyarakat yang ingin bertanya seputar topik yang diangkat.

Dengan adanya program ini diharapkan bertambahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai HIV, khususnya pada ibu dan balita serta mengurangi angka kejadian dan kematian bayi dan balita karena HIV.

Keberlanjutan program penyuluhan dan peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan dapat dilakukan oleh masyarakat yang secara aktif dapat saling mengedukasi satu sama lain mengenai pencegahan HIV.

Edukasi Mengenai Pemanfaatan Kotoran Kambing Jadi Pupuk Kandang Bernilai Ekonomis

 

Campusnesia.co.id - Semarang (12/08/2022), Desa Tambakaji, Kota Semarang, Jawa Tengah merupakan wilayah industri pabrik sehingga sebagian besar warga desanya berprofesi sebagai buruh pabrik, namun masih terdapat sedikit warga yang bermata pencaharian sebagai peternak, hal ini karena warga masih memiliki lahan yang cukup luas dan ketersediaan pakan yang melimpah untuk kebutuhan ternak. Ternak yang dipelihara yaitu ayam, kambing, dan sapi. Kambing menjadi ternak yang digemari peternak karena pemeliharaannya yang mudah dan harga pasar yang stabil.

Kambing menghasilkan kotoran sebanyak 0,5 hingga 1 kg/ekor/hari. Dalam sebulan satu ekor kambing dapat menghasilkan kotoran 15 hingga 30 kg. Populasi kambing yang dimiliki warga bekisar 2-15 ekor kambing. Banyaknya limbah kotoran kambing yang ada belum diimbangi dengan pengolahan limbah yang tepat, sehingga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Upaya menyelesaikan kondisi tersebut, mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2021/2022 yang bernama Usama Ash Shidiqy Ikhsan dari Program Studi S1-Peternakan melakukan edukasi pemanfaatan limbah peternakan (kotoran kambing) menjadi pupuk kandang yang memilik nilai ekonomis. 

Sasaran dari kegiatan ini yaitu peternak kambing di Desa Tambakaji. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan secara langsung (door to door) ke peternak menggunakan media leaflet pada 10 Agustus 2022 di RW 7 Kelurahan Tambakaji. 

Leaflet memiliki peranan sebagai alat bantu memudahkan peternak menerima informasi pada saat kegiatan berlangsung. Selain menggunakan leaflet, peternak juga diberikan video tata cara pembuatan pupuk kandang dari kotoran kambing. Video dibagikan melalui grup whatsapp peternak Desa Tambakaji, sehingga informasi dan proses pembuatan pupuk kandang dari kotoran kambing dapat tersampaikan secara detail dan jelas. 

Pupuk kandang kotoran kambing merupakan pupuk organik yang bahan baku utamanya berupa kotoran kambing. Pupuk kotoran kambing sangat bermanfaat bagi tumbuhan karena memiliki kandungan unsur hara yang lengkap yang dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup tanaman, selain itu pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk dapat menjaga kesehatan lingkungan dan dapat menambah pendapatan peternak. 

Kotoran kambing tidak dapat diberikan langsung kepada tanaman karena mengandung ammonia yang bersifat panas yang mengakibatkan tanaman layu dan mati. Oleh karena itu dilakukan pengolahan pupuk dengan cara fermentasi menggunakan alat dan bahan yaitu karung, kotoran kambing, EM 4, air, dan molasses.

Tata cara pembuatan pupuk kotoran kambing cukup mudah dengan cara menyiapkan kotoran kambing (50 kg), kemudian mencampurkan 1 tutup botol EM 4, 50 gram molasses dan 2,5 liter air, lalu larutan yang sudah tercampur disemprotkan ke kotoran kambing secara merata, kemudian kotoran kambing dimasukkan kedalam karung dan disimpan ditempat teduh hingga 14 hari dan angin anginkan terlebih dahulu pupuk kandang sebelum digunakan. 

Pupuk yang baik memiliki ciri-ciri aroma tidak menyengat, warna coklat kehitaman, dan tidak menggumpal saat dikepal. Pupuk kotoran kambing memiliki kelebihan mempercepat pertumbuhan tanaman dan menyuburkan tanah, memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang baik bagi tanaman, tidak memiliki efek samping bagi tanah dan tamanan, dan memiliki daya ikat ion yang tinggi.

Kegiatan edukasi berjalan dengan lancar dan memperoleh respon positif dari peternak. Harapan dari adanya edukasi ini peternak dapat mengolah limbah peternakan menjadi pupuk yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menambah pendapatan peternak dan terciptanya lingkungan peternakan yang sehat.  

Mahasiswa KKN Undip Sulap Sampah Jadi Pupuk Cair MOL Probiotik Stimulan Pertumbuhan Ikan

 

Campusnesia.co.id - Semarang, (31/07/2022) – Kegiatan edukasi pembuatan MOL Probiotik merupakan program penerapan pengolahan limbah organik hasil kegiatan rumah tangga menjadi pupuk cair MOL Probiotik yang dapat berfungsi mempercepat pertumbuhan ikan di kolam warga. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi warga dalam pemanfaatan lingkungan berkelanjutan atau sDG’s (Sustainable Goals Development). Kegiatan edukasi pembuatan MOL Probiotik diadakan bersama Ibu Ketua RT 6 RW 6 di Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah.

Program ini diangkat dari permasalahan sampah organik yang belum termanfaatkan dengan baik dan lambatnya pertumbuhan ikan di kolam yang sempit. Kolam yang dimiliki warga dibangun di wilayah sempit seukuran kolam hias di teras rumah. Melalui program ini, limbah organik hasil rumah tangga dapat dimanfaatkan untuk stimulus pertumbuhan ikan di wadah sempit. 

Syarat pembuatan MOL Probiotik cukup mudah. Terdapat 3 syarat komponen bahan yang digunakan yaitu Karbohidrat, Glukosa, dan Bakteri baik. Sumber karbohidrat berasal dari sisa limbah organik rumah tangga seperti sisa nasi, jagung, singkong/tapai singkong. Glukosa didapat dari limbah buah seperti nanas, pepaya, pisang. Bakteri baik yang digunakan dapat berupa EM4, atau bisa diganti dengan ragi tape dan yakult.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan MOL Probiotik yaitu sisa nasi, limbah buah seperti nanas, pisang dan tomat, gula cair/tetes tebu/molase, temulawak sebagai herba alami untuk ikan, EM4, dan air secukupnya.

Cara pembuatannya pertama-tama remas nasi, haluskan. Potong buah matang/busuk, haluskan. Masukkan dalam wadah, tambahkan gula cair/tetes tebu/molase, aduk merata. Tambahkan EM4 ke dalam wadah, bisa juga menggunakan ragi tape, atau yakult. 

Tambahkan temulawak sebagai herba alami untuk ikan. Tambahkan air (lebih baik diendapkan terlebih dahulu untuk menyaring kotoran supaya tidak langsung masuk ke dalam wadah). 

Air dimasukkan hingga ¾ bagian wadah untuk tujuan fermentasi. Tutup wadah, biarkan selama 1-2 minggu hingga berbau seperti tape dengan permukaan berwarna putih. Pupuk cair MOL Probiotik siap pakai sebagai starter.

Kegiatan Edukasi Pembuatan MOL Probiotik Sebagai Stimulan Pertumbuhan Ikan di Kolam dilakukan melalui rangkaian kegiatan berupa Demonstrasi Pembuatan MOL Probiotik bersama Ibu Ketua RT 6 RW 6 Gondoriyo sebagai perwakilan perangkat warga, untuk kemudian dapat di share kepada yang lainnya. 

Pelaksanaan dilanjutkan melalui sosialisasi keliling secara door to door serta pemberian prototype produk, disertai penjelasan singkat tentang MOL Probiotik, manfaat dan fungsi, cara pembuatan serta penggunaannya agar mudah diterapkan masyarakat. 

Melalui edukasi pembuatan MOL Probiotik kepada masyarakat, terjadi percepatan pertumbuhan ikan sehingga produksi lebih cepat panen, ukuran lebih gemuk, peningkatan efektivitas produksi, serta pemeliharaan kesehatan lingkungan.

Mahasiswa KKN Undip Berikan Sosialisasi Cara Aman Transaksi Jual Beli Online



Campusnesia.co.id - Tambakaji, Semarang (11/08) – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2021/2022 berlokasi di daerah tempat tinggal masing-masing mahasiswa mengingat masih berlangsungnya kondisi pandemi Covid-19. 

Berbeda dengan pelaksanaan KKN sebelumnya, KKN kali ini berlangsung secara luar jaringan (luring) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada sesuai anjuran pemerintah. 

Pandemi Covid-19 yang meluas secara cepat dan masih berlangsung hingga sekarang ini membuat masyarakat lebih memilih untuk melakukan pembelian barang maupun jasa secara dalam jaringan (daring) ketimbang membeli secara langsung. 

Pembelian barang maupun jasa secara daring tersebut dianggap lebih efektif dan efisien dalam memutus rantai penularan Covid-19. Namun dalam hal ini, masyarakat masih kurang memahami cara aman dalam melakukan transaksi jual beli online.

Dari keresahan yang ada pada masyarakat, Fadia Fitri F (20), Mahasiswa S-1 Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN Tim II UNDIP 2021/2022, melaksanakan program kerja “Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tambakaji dalam Transaksi Jual Beli Online” dengan mengedukasi masyarakat di RT 7 RW 10 Kelurahan Tambakaji, Kota Semarang pada Selasa, 9 Agustus 2022 pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB.

Edukasi yang diberikan adalah dengan pemberian edukasi secara langsung maupun melalui Whatsapp mengenai hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan transaksi, cara menghindari penipuan, langkah pengajuan komplain, dan hak-hak yang didapatkan oleh masyarakat selaku konsumen berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa audiens yang bertanya seputar transaksi jual beli online. Seperti sistem Cash on Delivery (COD) yang benar dan cara membedakan penjual yang terpercaya dengan penipu. 

Dengan berlangsungnya pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa telah berkontribusi dalam melaksanakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat dan diharapkan masyarakat lebih bijak dalam melakukan transaksi jual beli online agar terhindar dari penipuan.

Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Fisika Melalui Eksperimen Sederhana Pembiasan dan Difraksi Cahaya


Campusnesia.co.id - Ngembak (21/07/2022) – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021/2022 mengajak siswa-siswi SD Negeri 1 Ngembak untuk melaksanakan eksperimen fisika bersama, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Juli 2022.

Kegiatan ekseperimen fisika sederhana ini dilaksanakan agar dapat meningkatkan kreativitas dan memudahkan pemahaman siswa-siswi Kelas 6 di SDN 1 Ngembak mengenai materi fisika (IPA). 

Dikarenakan pembelajaran fisika yang sering dianggap membosankan dan sulit untuk dipahami, dengan adanya kegiatan eksperimen ini diharapkan mampu membuat pembelajaran menjadi lebih seru dan menyenangkan, sehingga materi yang disampaikan juga dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa-siswi.

Program tersebut dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Program KKN Tim II UNDIP 2021/2022. Berdasarkan hasil diskusi bersama Kepala Sekolah SDN 1 Ngembak disepakati bahwa kegiatan eksperimen dilaksanakan pada Siswa-Siswi Kelas 6 dengan tema mengenai Pembiasan dan Difraksi Cahaya. 

Mahasiswa membuat poster mengenai materi yang akan disampaikan sebagai media untuk menunjang proses penjelasan. Selain itu, Mahasiswa juga membuat leaflet yang berisi prosedur atau langkah-langkah serta alat dan bahan yang akan digunakan sehingga siswa-siswi juga lebih mudah dalam memahami step by step yang harus dilakukan dalam proses pelaksanaan praktikum. 

Mahasiswa menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum, meliputi air, gelas bening, sedotan, kertas kosong, spidol, compact disk (CD), dan senter.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan ke seluruh siswa-siswi kelas 6 SDN 1 Ngembak. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Mahasiswa, terlihat siswa-siswi sangat antusias dalam mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan. 

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan eksperimen bersama yang terdiri dari 3 percobaan mengenai pembiasan dan difraksi cahaya, dimana sebelumnya dalam satu kelas telah dibagi menjadi 5 kelompok. Mahasiswa mempraktekkan di depan kelas kemudian diikuti oleh para siswa. 

Setelah kegiatan eksperimen selesai, Mahasiswa memberikan kuis berupa pertanyaan serta memberikan reward bagi siswa-siswi yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Hal tersebut untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman siswa-siswi terhadap materi dan eksperimen yang telah dilaksanakan.

Pentingnya Kepastian Hukum Bagi UMKM Dalam Mengembangkan Usahanya, Mahasiswa KKN Tim II Undip Memberikan Pendampingan Pembuatan Izin Usaha Mikro Kecil Melalui Sistem Online Single Submission


Campusnesia.co.id - Semarang (11/08/2022). Izin Usaha Mikro Kecil adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk izin usaha mikro dan kecil dalam bentuk satu lembar, maka setiap usaha harus memiliki izin secara legal. 

Mengetahui masih banyaknya para pelaku usaha kecil di Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang yang belum memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dan belum memahami peruntukannya, Amara Audy Salsabila (20) mahasiswa KKN Tim II Undip 2021/2022 yang berasal dari Fakultas Hukum tergerak untuk melaksanakan kegiatan program kerja monodisiplin dengan tema “Pendampingan Pembuatan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) untuk UMKM Melalui Online Single Submission (OSS)” yang dilaksanakan dalam dua hari.

Pelaksanaan program hari pertama dilaksanakan pada hari Senin (08/08/2022), Mahasiswa berkunjung ke salah satu pelaku UMKM pengrajin tangan di RW 04 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. 

Program dilaksanakan dengan memberikan penjelasan dan pendampingan pembuatan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) untuk UMKM yang diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 02 Tahun 2019 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik bagi Usaha Mikro dan Kecil melalui sistem Online Single Submission. 

Bapak Tarsidi sebagai pelaku UMKM merasa dengan diperkenalkannya sistem Online Single Submission memudahkan dirinya untuk mengurus izin usaha maupun operasional dan memudahkan pelaporan serta solusi pemecahan masalah yang berkaitan dengan perizinan yang dihadapi.

Pada hari kedua, Selasa (09/08/2022), Mahasiswa berkunjung ke salah satu pelaku UMKM pengrajin gelang di RW 06 Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.  

Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM mematuhi aturan-aturan hukum yang berlaku dengan memiliki unsur legalitas dalam usahanya sebagai bukti pengesahan bahwa suatu usaha yang sedang dijalankan adalah sah dan legal serta sudah diakui oleh pemerintah. 

Dengan memiliki IUMK, pelaku UMKM dapat memiliki kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya. 

Mahasiswi KKN Undip Edukasi Pemanfaatan Serai Sebagai Spray Anti Nyamuk



Campusnesia.co.id - Pelaksanaan KKN Tim II Universitas Diponegoro periode 2021/2022 secara resmi telah dilaksanakan pada hari Senin, 4 Juli 2022 oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. 

Kegiatan KKN pada tahun ini mengusung tema “Peduli, Partisipasi, Pahami, Stunting dan Narkoba berbasis SDG’s” yang berlangsung mulai dari tanggal 5 Juli 2022 hingga 18 Agustus 2022.

Salah satu Mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melakukan edukasi kepada ibu-ibu PKK RW VI Kelurahan Tambakaji pada Senin, 23 Juli 2022. Pada pertemuan tersebut, selaku mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika yang sedang melakukan program kerja monodisplin melakukan pemaparan yang bertujuan mengedukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan bahan alam, seperti serai sebagai bahan pembuatan obat anti nyamuk dalam bentuk spray guna mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebelum pemaparan materi, masyarakat dibagikan brosur dan produk spray anti nyamuk.

Alasan mahasiswi  mengedukasi hal tersebut adalah supaya masyarakat RW VI Kelurahan Tambakaji meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan penyakit DBD dan mengurangi angka kasus penyakit DBD di Kota Semarang.  Pencegahan tersebut melalui penggunaan produk anti nyamuk dengan menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan, yaitu serai.

Tanaman serai mengandung minyak atsiri dengan 3 komponen utama, di antaranya sitronelal, sitronelol dan geraniol. Sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuk.

Kegiatan ini diapresiasi dengan baik oleh ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, Kegiatan pelatihan ini sangat berguna, dimana dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikaskan cara tersebut untuk membuat spray anti nyamuk di rumah masing – masing dan dapat menjadi solusi dalam permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dengan memanfaatkan tanaman sekitar.

Kegiatan yang diselenggarakan ini berjalan lancar dan komunikatif antara mahasiswa dengan peserta yakni ibu – ibu  di RW VI Kelurahan Tambakaji. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan nyamuk di Kelurahan Tambakaji, khususnya RW VI dan masyarakat dapat mengetahui manfaat tanaman sekitar. 

Mahasiswa KKN Undip Pemanfaatan Sampah Organik Jadi Pupuk Bokashi

 


Campusnesia.co.id - Semarang (03/08). Pada minggu ke-5, TIM II KKN UNDIP 2021/2022 dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Bapak Marwini, S. HI., Lc., M. Si. melaksanakan program kerja monodisipliner oleh Ikhda Fitri Handayani (21), mahasiswa Program Studi Agribisnis 2019 dengan sasaran adalah ibu-ibu PKK RW 4 Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalanng, Kota Semarang sebanyak 10 audiens. 

Kegiatan ini merupakan program kolaborasi dengan Alfiyyah Yulzain Irnanda (23), mahasiswa program studi Teknik Sipil 2017. Melalui program yang berjudul “Pembuatan Lubang Biopori sebagai Resapan Air dan Media Fermentasi Pupuk Organik” diharapkan sasaran dapat mempraktikkan pembuatan pupuk organik sendiri di rumah sehingga sampah organik dapat dikelola secara berkelanjutan.

Pupuk organik merupakan pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti jerami, sekam, sampah rumah tangga, dan kotoran ternak dengan menggunakan bantuan aktivator yaitu EM4 untuk mempercepat prosesnya. 

Pupuk organik memiliki banyak manfaat diantaranya memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan organik dalam tanah, mempermudah pertumbuhan akar pada tanaman dalam penyerapan unsur dan hara, serta meningkatkan hasil panen pada tanaman. Bahan-bahan yang dibututhkan adalah dedak, sekam, sampah organik (daun-daun kering), aktivator EM4, gula pasir dan air secukupnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 3 Agustus 2022 ini diawali dengan dilakukannya sosialisasi mengenai pembuatan lubang biopori dan pupuk organik di dalam Balai RW 4 yang dihadiri oleh 10 audiens. 

Dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik yang dilakukan di luar ruangan yaitu di taman toga samping Balai RW 4. Audiens menunjukkan partisipasi dan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan pupuk ini. 

“Pembuatan pupuk dari bahan-bahan organik seperti daun-daun kering ini sangat membantu ibu-ibu untuk memanfaatkan sampah daun yang menumpuk, hasilnya juga dapat digunakan pada tanaman-tanaman di depan rumah” (Ujar Ibu-Ibu PKK RW 4 Kelurahan Rowosari).


Covid Meningkat Lagi, Mahasiswa KKN Undip Kelurahan Pakintelan Buat Dispenser Handsanitizer Touchless Gunakan Sensor Infrared



Campusnesia.co.id - Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang (29/07/22) - Mutasi virus Covid 19 terus terjadi dan semakin meningkat seiring mengendurnya protokol kesehatan oleh masyarakat. 

Bahkan pemerintah baru baru ini sedang menggencarkan program vaksin booster dosis kedua untuk menghentikan penyebaran Covid 19. Untuk membantu menurunkan dan menghentikan penyebaran Covid 19, Mahasiswa KKN Tim II Undip di Kelurahan Pakintelan dengan dosen pembimbing Ir. Hermin Werdiningsih, MT. mengembangkan inovasi terbaru dengan menciptakan suatu alat yaitu Dispenser Handsanitizer Touchless. 

Handsanitizer Touchless (tanpa sentuh) merupakan handsanitizer otomatis yang dalam penggunaannya memanfaatkan sensitivitas dari sebuah sensor. 

Sensor yang digunakan untuk membuat Dispenser Handsanitizer Touchless ini adalah sensor infrared. Sensor infrared (IR) merupakan perangkat elektronik yang mengukur dan mendeteksi radiasi infra merah di lingkungan sekitarnya.


Dalam pembuatannya, dispenser handsanitizer touchless menggunakan komponen sederhana seperti Sensor Infrared, Resistor 1k, Transistor TIP 42 C, Kabel, Air Pump, Selang, Pengatur Tekanan Aliran, Baterai Holder, Baterai. Sedangkan alat yang digunakan untuk merangkai komponen yaitu solder dan timah, serta wadah untuk cairan handsanitizer. 

Komponen tersebut dirangkai dan dihubungkan satu sama lain menggunakan solder sesuai dengan skema yang telah di buat. 

Setelah komponen dirangkai, kemudian di rapikan pada suatu wadah yang akan digunakan untuk menampung cairan handsanitizer nya.

Dispenser handsanitizer touchless ini dikenalkan kepada masyarakat di Kelurahan Pakintelan khususnya RW 01. 


Masyarakat sangat antusias dan menilai bahwa penggunaan Dispenser Handsanitizer Touchless ini sangat praktis karena hanya dengan mendekatkan tangan ke lampu sensor maka cairan handsanitizer akan keluar dengan sendirinya, selain itu juga bahan utama yang hanya menggunakan baterai bukan listrik yang pastinya sangat minim resiko dan tentunya hemat biaya.

Diharapkan dengan penggunaan handsanitizer otomatis akan dapat membantu pemutusan rantai Covid 19, serta meminimalisir penularan penyakit lain yag disebabkan oleh virus maupun bakteri lain. 

Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Gondoriyo Waspadai Hipertensi

 

Campusnesia.co.id - Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi normal dan risiko yang ditimbulkan lebih besar dari keuntungannya. Dilansir dari Kemenkes RI, kondisi hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. 

Hipertensi sendiri sering disebut sebagai "Silent killer" karena sering tanpa keluhan atau gejala, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Penyakit yang dapat timbul sebagai komplikasi dari hipertensi sendiri antara lain Stroke, Retinopati, penyakit Jantung, dan gagal ginjal. 

Di Indonesia sendiri, kasus hipertensi mencapai 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Lebih dari 50% penderita hipertensi berusia di atas 55 tahun. Kecenderungan lansia mengidap hipertensi dapat diakibatkan oleh menurunnya fungsi fisiologis tubuh manusia. 


Hal ini diperparah dengan gaya hidup masyarakat yang cenderung sedenter, dimana mereka lebih banyak bekerja dalam posisi yang statis seperti duduk berjam-jam, namun minim aktivitas fisik seperti berolahraga. Pola makan tinggi kolesterol, garam, dan gula juga menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. 

Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yakni Naily Fairuz Salma El Milla dari TIM II KKN Undip mengadakan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan cara mencegah hipertensi. 

Program ini dikemas dengan judul BLEWAH: Bersama Lawan Hipertensi, yang mencakup kegiatan tes kesehatan gratis untuk warga RW 06 Kelurahan Gondoriyo dan edukasi mengenai hipertensi melalui media berupa video animasi singkat. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Juli 2022 di lapangan Masjid Al Ijtihad. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dimana warga sudah mulai menunjukkan antusiasme dengan berkumpul di lapangan masjid untuk melakukan registrasi dan mengambil nomor antrian. 

Pada kegiatan tersebut, tercatat lebih dari 50 warga hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan mendapat edukasi mengenai hipertensi. Dari kegiatan tersebut, warga dapat mengetahui apakah dirinya termasuk memiliki gejala hipertensi atau tidak, dan bagaimana cara untuk mengatasi dan mencegah hipertensi. 

Mahasiswa KKN Undip Ajarkan Warga Gondoriyo Kerajinan Benang Rajut



Campusnesia.co.id - Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang (23/07/2022). Merajut adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. 

Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di salah satu jarum rajut sampai dimulainya tusukan yang baru.

Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. 

Demi meningkatkan kreatifitas ibu-ibu PKK, mahasiswa ini mencetuskan program PAMER (Pelatihan Merajut). Program ini hadir untuk membantu ibu rumah tangga memiliki kesibukan lain yang juga bisa dijadikan ide bisnis untuk membantu perekonomian rumah tangga di wilayah RW 06 Kelurahan Gondoriyo.


Apa itu PAMER?
Program PAMER (Pelatihan Merajut) merupakan program yang melibatkan ibu-ibu PKK di wilayah RW 06 Kelurahan Gondoriyo untuk membentuk kelompok kreatif dengan memanfaatkan waktu luang mereka dengan membuat kerajinan rajut dari benang polyester.

Kegiatan PAMER dimulai pukul 09.00 di Balai RT 03, RW 06 dan dihadiri oleh 10 perwakilan warga RW 06. 

Kegiatan ini diawali dengan membagikan alat dan bahan kepada peserta berupa Kit Merajut untuk pemula yang berisi benang polyester 1 gulung, hakpen ukuran 3-4, penanda 3 buah, jarum tapestry, dan kancing magnet. Selanjutnya dilakukan sosialisasi awal mengenai dasar-dasar dalam merajut dan memulai kegiatan pelatihan merajut untuk membuat dompet koin.

Mahasiswa KKN Undip Sulap Ember Jadi Tempat Budidaya Ikan Skala Rumah Tangga Lahan Sempit

 

Campusnesia.co.id - Semarang (31/07/22)- Ketahanan pangan saat ini menjadi prioritas para pemimimpin dunia, hal ini ditunjukan dalam 17 tujuan yang disampaikan dan ketahanan pangan dijadikan tujuan nomor dua didalam SDGs (Sustainable Development Goals). 

SDGs ini ditargetkan dalam 2030, dunia dapat mencapai tujuan-tujuan tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mendukung tujuan SDGs ini yaitu dengan melakukan Urban Farming.
Apa sih itu Urban Farming? Urban Farming merupakan suatu metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas. 

Metode ini dianggap cocok diterapkan di RW 06 karena pemukiman penduduk yang lahannya dihabiskan untuk bangunan sehingga hanya memiliki lahan kosong yang sempit. Salah satu Urban Farming yang dapat diterapkan yaitu BUKDIDAMBER (Budidaya Ikan Dalam Ember). 

BUKDIDAMBER ini merupakan teknik budidaya yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran. Hasil dari BUKDIDAMBER ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga dan menunjang kondisi ekonomi masyarakat melalui penjualan hasil panen. 

Konsep bukdidamber ini merupakan konsep budidaya yang sederhana dan tidak membutuhkan modal yang besar. Alat bahan yang dibutuhkan yaitu kapasitas ember 70 atau 80 liter ataupun ember bekas pakai, gelas plastic bekas, arang, tisu, kawat, bibit kangkung dan benih ikan lele.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNDIP Tim II 2021/2022 memberikan informasi kepada warga desa Gondoriyo melalui demo serta edukasi pembuatan bukdidamber untuk usaha skala rumah tangga. 

Selain dengan edukasi secara langsung dibagikan juga video youtube melalui Whatsapp group cara pembuatan bukdidamber ini. Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Minggu, 31 Juli 2022 di RW 06, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang yang diikuti oleh 47 peserta serta dikunjungi oleh ketua RW 06 yang menyambut baik program ini. 

Program demo pembuatan BUDIKDAMBER ini terlaksana dengan baik, dengan banyaknya warga antusias dengan menyampaikan beberapa pertanyaan terkait budidaya dalam ember ini. 

Dalam kegiatan ini, Ibu-ibu lebih antusias dikarenakan dapat dijadikan usaha sampingan. Diharapkan setelah program edukasi dan demi ini warga dalam menerapkan kegiatan ini, sehingga masyarakat bisa memiliki penghasilan sampingan sekaligus meminimalisir pengeluaran.

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Edukasi Pentingnya Imunisasi Dasar Di Rowosari

 

Campusnesia.co.id - Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang (30/07/2022) - Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan dari terjangkitnya penyakit tertentu yaitu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), antara lain tuberkulosis, diteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan campak. Pandemi Covid-19 yang terjadi menyebabkan penurunan angka cakupan imunisasi rutin dasar di Indonesia termasuk di Kota Semarang. 

Berdasarkan peta cakupan desa universal child immunization (UCI) Provinsi Jawa Tengah tahun 2021, terdapat lebih dari 50% wilayah dengan cakupan UCI desa kurang dari 100%. Sehingga imunisasi dasar perlu digalakkan kembali. 

Salah satu cara yang dilakukan dalam meningkatkan angka cakupan imunisasi rutin dasar sebagai mahasiswa adalah dengan melakukan edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Syariefah Nur Izzah Khadijah (20) Fakultas Kedokteran 2019 melakukan kegiatan "Edukasi Pentingnya Imunisasi Dasar" dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi dasar dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi dasar lengkap kepada bayinya. Kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu (30/07/2022) di rumah ibu hamil di Kelurahan Rowosari. 

Edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar ini dilakukan dengan mendatangi rumah ibu hamil yang berada di kelurahan Rowosari, kemudian mahasiswa membagikan infografis pada ibu hamil tersebut yang merupakan peserta edukasi. 

Selanjutnya, dilakukan edukasi dengan materi yang terdiri dari pengertian, jenis, manfaat, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), dan jadwal pemberian imunisasi dasar. 

Edukasi dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Setelah dilakukan edukasi, ibu hamil tampak antusias untuk melakukan imunisasi pada bayinya kelak setelah dilahirkan. 

Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapakan setiap bayi bisa mendapatkan imunisasi dasar lengkap sehingga terhindar dari penyakit serta peta cakupan desa UCI Provinsi Jawa Tengah dapat meningkat dan kembali mencapai target yang telah ditetapkan.


Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Peduli Perubahan Iklim

Campusnesia.co.id - Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur (21/07/2022) - Perubahan iklim adalah salah satu isu lingkungan global yang penting dihadapi oleh masyarakat saat ini. 

Perubahan iklim didefinisikan sebagai berubahnya iklim yang terjadi karena berbagai aktivitas manusia, terutama aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca ataupun gas karbondioksida. Jadi penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia. 

Dampak dari perubahan iklim ini juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dampak yang ditimbulkan diantaranya suhu yang lebih panas, kekeringan, resiko kesehatan, dan lain sebagainya.

Berdasarkan dampak yang dapat ditimbulkan dari perubahan iklim, sesuai dengan sdgs no 13 yaitu tanggap pada perubahan iklim, Shafa Zahra Salsabila mahasiswa KKN Tim II Undip 2021/2022, memberikan sosialisasi melalui infografis mengenai pencegahan perubahan iklim kepada masyarakat RW 05 Kelurahan Cipinang Besar selatan. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan juga kesadaran akan dampak dan juga pencegahan dari perubahan iklim yang terjadi

Pada program ini dilakukan sosialisasi melalui infografis mengenai definisi, dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim, kondisi peningkatan suhu bumi, dan juga cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya perubahan iklim

Bantu UMKM Perluas Pasar, Mahasiswi Undip Kenalkan Teknologi Digital Pada UMKM Sarirejo


Campusnesia.co.id - Semarang (31/7) - Perkembangan teknologi digital semakin pesat, khususnya semenjak pandemi Covid-19. Hal ini juga mendorong perilaku masyarakat untuk berbelanja daring. Tak heran, platform perdagangan elektronik menjadi laris manis sebagai pilihan masyarakat untuk berbelanja dan bertransaksi. 

Pada era digital sekarang ini, dengan akses yang sangat terbuka UMKM telah berkembang dengan sangat cepat sehingga jika dikelompokkan dalam kelompok diatas, UMKM tersebut sudah berubah dalam periode yang sangat singkat. 

Namun satu hal yang menjadi benang merah dari UMKM ini adalah konsep kemandirian wirausaha yang menjadi fondasi dalam berinovasi dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Untuk mendukung perkembangan teknologi yang sedang berlangsung, Lintang Ika (20) salah satu mahasiswi peserta KKN TIM II UNDIP 2021/2022 turut berpartisipasi dalam pemenuhan dan pengembangan teknologi digital yang termasuk dalam Sustainable Development Goals (SDG’s) di Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. 

Pada hari Minggu, 31 Juli 2022, Lintang (20) melaksanakan sosialisasi mengenai pemanfaatan teknologi digital kepada pelaku UMKM Kelurahan Sarirejo yang dilaksanakan di Balai Kelurahan. 

Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi bersama beberapa pengurus UMKM setempat dan dengan materi teknologi digital untuk meningkatkan daya tarik konsumen kepada UMKM. Selain itu disampaikan juga mengenai pemasaran lewat marketplace serta alur pembentukan UMKM mulai dari internal maupun eksternal. 

Penggurus UMKM atau pelaku UMKM dipilih menjadi target audience kegiatan ini karena setelah survey pada minggu pertama KKN terdapat beberapa permasalahan dalam UMKM tersebut sehingga perlu adanya pemecahan masalah yang salah satunya bisa diatasi dengan adanya kegiatan ini. 

Selain itu, diharapkan dengan adanya sosialisasi ini para pelaku UMKM dapat menerapkan metode pemasaran maupun branding menggunakan teknologi digital sesuai kegunaannya serta dapat meningkatan kualitas dan kuantitas penjualan UMKM setempat.