Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health. Tampilkan semua postingan

Daftar 91 Obat Sirup yang Dikonsumsi Korban Gagal Ginjal Akut

 


Campusnesia.co.id - Kementerian Kesehatan merilis daftar 91 obat sirup yang diduga menyebabkan kasus gagal ginjal akut pada anak. Obat itu sebagian besar merupakan obat batuk dan paracetamol. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa obat-obat tersebut dikonsumsi oleh para pasien sebelum mereka dinyatakan mengalami gagal ginjal akut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan, 75 persen penyebab gangguan ginjal akut karena senyawa kimia kandungan polietelin glikol. Kandungan itu, kata Budi, bisa menimbulkan senyawa berbahaya seperti etilen glikol (EG) dan Dietlien Glikol (DEG). 

"Kita 75 persen sudah tahu kira-kira yang sebabkan itu ini (EG dan DEG), kita larang untuk diresepkan dan kita larang untuk dijual di apotek-apotek", kata Budi di Gedung Adhyatama Kemenkes RI, Jumat, 21 Oktober 2022.

Budi pun mengumumkan bahwa data per hari ini, Jumat, 21 Oktober 2022, terdapat penambahan angka kematian korban. Kemenkes berhasil mendata 241 kasus di 22 provinsi. Angka kematian dari 241 kasus ini mencapai 55% atau 133 anak dinyatakan meninggal dunia. Data ini didapatkan dari bulan Januari-Oktober 2022.

Budi menjelaskan kasus ini mulai naik per bulan Agustus-Oktober, tercatat Agustus naik 36 kasus, September naik 78 kasus, dan Oktober naik 110 kasus.

"Kita sudah identifikasi telah dilaporkan adanya 241 (kasus) di 22 provinsi," kata Budi. 

Budi menjelaskan bahwa angka kematian kasus gangguan ginjal ini selalu ada namun jumlahnya tidak sebanyak saat ini.

"Jadi meninggal karena AKI selalu terjadi cuma jumlahnya kecilnya, enggak pernah tinggi", kata dia.

Berikut daftar 91 obat yang dikonsumi pasien dan diduga penyebab gagal ginjal akut: 

1. Afibramol
2. Alerfed Syrup
3. Ambroxol syr
4. Amoksisilin
5. Amoxan
6. Amoxicilin
7. Anacetine syrup
8. Antasida DOEN
9. Apialys syr
10. Azithromycin Syrup
11. Baby cough
12. Camivita
13. Caviplex
14. Cazetin
15. Cefacef Syrup
16. Cefspan syrup
17. Cetirizin
18. Colfin Syrup
19. Cupanol Syrup
20. Curbexon Syrup
21. Curviplex Syrup
22. Depakene
23. Devosix drop 15 ml
24. Dextaco syrup
25. Domperidon syr
26. Disudrin-ped
27. Elkana Syrup
28. Eritromisin
29. Etamox syrup
30. Fartolin Syrup
31. Ferro K
32. Hecosan
33. Hufabetamin
34. Hufagrip
35. Hufamag Plus Syrup
36. Ibuprofen
37. Ifarsyl Plus
38. Imunped drop
39. Interzinc
40. Itamol syrup
41. Klinik Tazkia : Paracetamol Syrup
42. Metronidazole syr
43. Mucos drop
44. Novachlor syrup
45. Nytex
46. OBH Ane Konidin
47. Omedom syrup
48. Omemox
49. Pacdin cough syrup
50. Pamol
51. Paracetamol
52. Paracetamol
53. Paracetamol drop
54. Paracetamol drop
55. Paracetamol syrup
56. Paraflu syrup
57. Praxion Syrup
58. Profilas Syrup
59. Proris
60. Proris Hijau
61. Psidii Syrup
62. Ranivel Syrup
63. Rhelafen
64. Rhinofed
65. Rhinos Junior Syrup
66. Rhinos Neo drop
67. Rosidon
68. RSKM : Paracetamol Syrup
69. Sanmol syr
70. Sanprima
71. Sucralfate
72. Tempra
73. Tremenza Syrup
74. Unibeby Cough Syrup
75. Unibeby drop
76. Vesperum
77. Vesperum drop 15 ml
78. Vestein ( Erdostein )
79. Vometa
80. Yusimox
81. Zenichlor syrup
82. Zinc drop
83. Zinc Syrup
84. Zincpro syr
85. Zibramax
86. Asam Valproat Sirup
87. Carsida
88. Hufabethamine
89. Renalit
90. Hufallerzine
91. Hufagrip

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk menghentikan pemberian obat sirup kepada anak. Hal itu merupakan langkah antisipasi untuk mencegah semakin banyaknya korban berjatuhan. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Kamis kemarin, 20 Oktober 2022, juga telah memerintahkan untuk menarik lima obat sirup dari peredaran. Penarikan itu karena obat tersebut dinilai memiliki kandungan Etilen Glicol dan Dietilen Glicol yang melebihi ambang batas aman. 

Meskipun demikian, BPOM menyatakan belum bisa memastikan apakah kasus gagal ginjal akut anak disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tersebut. 



Reporter: magang_merdeka
Editor: Febriyan


Manfaat Mengkonsumsi Jus Pakcoy Nanas dan Cara Pembuatannya, Bagus untuk Hilangkan Bekas Jerawat


Campusnesia.co.idPakcoy merupakan salah satu jenis tanaman yang masih satu keluarga dengan tanaman sawi putih dan sawi hijau. Pakcoy memiliki banyak kandungan yakni vitamin A, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, asam folat, protein, karbohidrat, serat, kalium, kalsium, magnesium dan zat besi.

Nanas sendiri mengandung enzim yang dapat melunakkan makana yang kaya serat, nanas juga dapat mengurangi tekanan darah dan menekan penumpukan plak di pembuluh arteri.
Manfaat mengkonsumsi jus pakcoy dan nanas diataranya adalah:

Membuat wajah menjadi lembab dan juga glowing

Membuat badan menjadi lebih segar dan rileks.

Menghilangkan jerawat.

Menurunkan Kolestrol

Menambah sumber antioksida

Mengurangi stress karena oksidatid

Jika sobat nesia penasaran dengan rasa jus pakcoy nanas, maka sobat bisa langsung membuatnya dirumah dengan bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah:

Bahan yang diperlukan
1.  Siapkan setidaknya 100 gram nanas atau 1 buah nanas utuh yang telah dipotong-potong

2.  Siapkan juga 50 gram pakcoy

3.  Siapkan gula atau  madu murni

4.  Air dan es batu secukupnya


Cara membuat jus Pakcoy Nanas:
1. Pertama nanas dan pakcoy yang telah dipotong-potong ke dalam mesin blender, tambahkan juga madu atau gula. Kemudian hidupkan blender dan tunggu sampai semua bahan tercampur halus.

2.Setelah itu sobat nesia bisa menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas, jika sobat nesia suka dengan jus yang berserat maka tidak perlu menyaring jus tersebut, namun jika sobat nesia tidak suka jus berserat maka bisa disaring terlebih dahulu.


Itulah tadi cara sederhana dalam pembuatan minuman jus pakcoy nanas. Sobat nesia bisa mencobanya sendiri di rumah, semoga bermanfaat


Penulis
Wulan Sari

Peninjauan Masalah Kesehatan dan Sanitasi Warga Melalui Survey Masyarakat Desa (SMD)

  

Campusnesia.co.idKKN-MMK Gizi UIN Walisongo Semarang Kelompok 2 melakukan kegiatan Survey Masyarakat Desa atau SMD di Desa Kedungboto, tepatnya di Dusun Kedungboto, Biting-Gedeg dan Watulawang. 

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1-4 Juli 2022 dengan cara menghampiri masing-masing rumah warga dalam bentuk pengukuran antropometri seperti tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas dan wawancara menggunakan kuisioner yang sudah disiapkan. 

Survey ini dilakukan untuk meninjau masalah kesehatan yang terjadi pada warga desa khususnya untuk kelompok remaja, balita dan ibu balita serta ibu hamil. 
 
Selain peninjauan masalah kesehatan, dilakukan pula pengecekan sanitasi di tiap rumah sebagai indikator penilaian “Rumah Sehat” yang dimiliki oleh setiap warga. Peninjauan ini dilakukan dengan cara melihat keadaan rumah mulai dari depan rumah hingga ke bagian dalam seperti kamar tidur, langit-langit, lantai, kamar mandi dan penggunaan jamban. 

Tak hanya itu, disini juga dilakukan penijauan berupa pembuangan limbah air serta pengolahan sampah organik dan anorganik di tiap rumah warga. 
 
Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar atas bantuan ibu-ibu kader di tiap dusun yang berkenan mengantarkan ke masing-masing rumah warga untuk dilakukan survey. Selain itu, antusias masyarakat desa saat dilakukan survey tidak mengecewakan, sebagian besar dari mereka memberikan respon baik dan menerima saat dilakukan pengukuran dan sesi wawancara. 

Bahkan ada yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar masalah kesehatan yang dihadapi untuk diberikan jalan keluarnya.
 
Hasil survey ini, diolah menjadi sebuah informasi yang dihubungkan dengan kejadian Stunting, kemudian dicari cara pencegahan atau penyelesaiannya dalam kegiatan KKN-MMK Gizi dengan mengadakan kerja sama Bersama pemangku kebijakan desa.

KKN Tunahan Ikut Serta dalam Germas

 

Campusnesia.co.id - Jepara-Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) desa Tunahan ikut memeriahkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di balaidesa Tunahan pada Kamis (11/08).

Germas di desa Tunahan dilaksanakan setiap 1 tahun sekali di bulan Agustus. serta melibatkan kader posyandu, kader Juru Pemantau Jentik (jumantik), ibu-ibu PKK, dan juga tim puskesmas.

Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB pagi, dan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh ibu Zuni instruktur senam dari Bangsri, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi germas okeh puskesmas II Keling. 

Materi yang disampaikan antara lain tujuh pilar GERMAS yaitu melakukan olahraga, mengonsumsi sayur dan buah, tidak mengonsumsi rokok dan alkohol, menggunakan jamban untuk buang air besar, peduli kebersihan lingkungan, serta periksa kesehatan minimal setiap satu bulan sekali. 

Di akhir acara dilanjutkan dengan proses pembagian doorprize dan hiburan.

"Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara Germas kali ini. Dengan adanya acara semacam ini, masyarakat menjadi teredukasi mengenai hidup sehat. Semoga acara senam pagi juga bisa menjadi rutinitas, setidaknya 1 minggu sekali" ucap salah satu mahasiswa KKN Unisnu.

Hastatik, selaku sekretaris desa mengungkapkan harapannya, "Semoga acara ini dapat meningkatkan kekompakan dari berbagai unsur serta memberi wawasan supaya taraf kesehatan masyarakat meningkat." pungkasnya.



Penulis
Ika Laila & H5M 

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Masyarakat Ikut Serta Cegah Stunting


Campusnesia.co.id
- Jakarta (15/07/2022), Masa pertumbuhan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan, terutama dalam masa anak-anak. Minimnya pengetahuan menyebabkan orang tua kurang menaruh perhatian pada tumbuh kembang anak, padahal tingkat tumbuh kembang anak yang tidak sesuai umurnya dapat menjadi salah satu tanda penyakit. 

Salah satunya stunting, menurut Menteri Kesehatam RI Stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, terserangnya infeksi, dan juga stimulasi yang kurang memadai.

Menurut BKKBN pada 2022, angka stunting di Indonesia sebesar 24,4%, melebihi standar dari WHO, yaitu 20%. Namun, angka stunting di Indonesia mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya dimana pada tahun 2018 angka stunting di Indonesia berada pada angka 30,8% dan pada tahun 2019 turun menjadi 27,7%. 

Pemerintah menargetkan pada tahun 2024 angka stunting bisa berada pada angka 4% dan mendorong keterlibatan dari semua pihak untuk berperan serta dalam upaya penurunan angka stunting, termasuk masyarakat.

Dalam rangka mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam penurunan angka dan mencegah stunting, Nirma Oktaviani salah satu peserta KKN Undip melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi stunting di Indonesia. 

Selain itu, dijelaskan juga perkembangan kondisi stunting di Indonesia beberapa tahun belakangan, penyebab, dampak, dan pencegahan stunting yang dapat dilakukan masyarakat. Dengan melampirkan data stunting Nirma berharap bahwa masyarakat dapat sedikit mengenal data sebagai salah satu fakta lapangan. Selain itu, dengan adanya edukasi mengenai stunting ini diharapkan masyarakat dapat ikut serta mencegah stunting sejak dini.

Mahasiswi KKN Undip Edukasi Pemanfaatan Serai Sebagai Spray Anti Nyamuk



Campusnesia.co.id - Pelaksanaan KKN Tim II Universitas Diponegoro periode 2021/2022 secara resmi telah dilaksanakan pada hari Senin, 4 Juli 2022 oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. 

Kegiatan KKN pada tahun ini mengusung tema “Peduli, Partisipasi, Pahami, Stunting dan Narkoba berbasis SDG’s” yang berlangsung mulai dari tanggal 5 Juli 2022 hingga 18 Agustus 2022.

Salah satu Mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melakukan edukasi kepada ibu-ibu PKK RW VI Kelurahan Tambakaji pada Senin, 23 Juli 2022. Pada pertemuan tersebut, selaku mahasiswi Fakultas Sains dan Matematika yang sedang melakukan program kerja monodisplin melakukan pemaparan yang bertujuan mengedukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan bahan alam, seperti serai sebagai bahan pembuatan obat anti nyamuk dalam bentuk spray guna mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebelum pemaparan materi, masyarakat dibagikan brosur dan produk spray anti nyamuk.

Alasan mahasiswi  mengedukasi hal tersebut adalah supaya masyarakat RW VI Kelurahan Tambakaji meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan penyakit DBD dan mengurangi angka kasus penyakit DBD di Kota Semarang.  Pencegahan tersebut melalui penggunaan produk anti nyamuk dengan menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan, yaitu serai.

Tanaman serai mengandung minyak atsiri dengan 3 komponen utama, di antaranya sitronelal, sitronelol dan geraniol. Sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk sehingga penggunaan bahan-bahan ini sangat bermanfaat sebagai bahan pengusir nyamuk.

Kegiatan ini diapresiasi dengan baik oleh ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut mereka, Kegiatan pelatihan ini sangat berguna, dimana dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat mengaplikaskan cara tersebut untuk membuat spray anti nyamuk di rumah masing – masing dan dapat menjadi solusi dalam permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat dengan memanfaatkan tanaman sekitar.

Kegiatan yang diselenggarakan ini berjalan lancar dan komunikatif antara mahasiswa dengan peserta yakni ibu – ibu  di RW VI Kelurahan Tambakaji. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan nyamuk di Kelurahan Tambakaji, khususnya RW VI dan masyarakat dapat mengetahui manfaat tanaman sekitar. 

Covid Meningkat Lagi, Mahasiswa KKN Undip Kelurahan Pakintelan Buat Dispenser Handsanitizer Touchless Gunakan Sensor Infrared



Campusnesia.co.id - Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang (29/07/22) - Mutasi virus Covid 19 terus terjadi dan semakin meningkat seiring mengendurnya protokol kesehatan oleh masyarakat. 

Bahkan pemerintah baru baru ini sedang menggencarkan program vaksin booster dosis kedua untuk menghentikan penyebaran Covid 19. Untuk membantu menurunkan dan menghentikan penyebaran Covid 19, Mahasiswa KKN Tim II Undip di Kelurahan Pakintelan dengan dosen pembimbing Ir. Hermin Werdiningsih, MT. mengembangkan inovasi terbaru dengan menciptakan suatu alat yaitu Dispenser Handsanitizer Touchless. 

Handsanitizer Touchless (tanpa sentuh) merupakan handsanitizer otomatis yang dalam penggunaannya memanfaatkan sensitivitas dari sebuah sensor. 

Sensor yang digunakan untuk membuat Dispenser Handsanitizer Touchless ini adalah sensor infrared. Sensor infrared (IR) merupakan perangkat elektronik yang mengukur dan mendeteksi radiasi infra merah di lingkungan sekitarnya.


Dalam pembuatannya, dispenser handsanitizer touchless menggunakan komponen sederhana seperti Sensor Infrared, Resistor 1k, Transistor TIP 42 C, Kabel, Air Pump, Selang, Pengatur Tekanan Aliran, Baterai Holder, Baterai. Sedangkan alat yang digunakan untuk merangkai komponen yaitu solder dan timah, serta wadah untuk cairan handsanitizer. 

Komponen tersebut dirangkai dan dihubungkan satu sama lain menggunakan solder sesuai dengan skema yang telah di buat. 

Setelah komponen dirangkai, kemudian di rapikan pada suatu wadah yang akan digunakan untuk menampung cairan handsanitizer nya.

Dispenser handsanitizer touchless ini dikenalkan kepada masyarakat di Kelurahan Pakintelan khususnya RW 01. 


Masyarakat sangat antusias dan menilai bahwa penggunaan Dispenser Handsanitizer Touchless ini sangat praktis karena hanya dengan mendekatkan tangan ke lampu sensor maka cairan handsanitizer akan keluar dengan sendirinya, selain itu juga bahan utama yang hanya menggunakan baterai bukan listrik yang pastinya sangat minim resiko dan tentunya hemat biaya.

Diharapkan dengan penggunaan handsanitizer otomatis akan dapat membantu pemutusan rantai Covid 19, serta meminimalisir penularan penyakit lain yag disebabkan oleh virus maupun bakteri lain. 

Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Gondoriyo Waspadai Hipertensi

 

Campusnesia.co.id - Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah melebihi normal dan risiko yang ditimbulkan lebih besar dari keuntungannya. Dilansir dari Kemenkes RI, kondisi hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. 

Hipertensi sendiri sering disebut sebagai "Silent killer" karena sering tanpa keluhan atau gejala, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Penyakit yang dapat timbul sebagai komplikasi dari hipertensi sendiri antara lain Stroke, Retinopati, penyakit Jantung, dan gagal ginjal. 

Di Indonesia sendiri, kasus hipertensi mencapai 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Lebih dari 50% penderita hipertensi berusia di atas 55 tahun. Kecenderungan lansia mengidap hipertensi dapat diakibatkan oleh menurunnya fungsi fisiologis tubuh manusia. 


Hal ini diperparah dengan gaya hidup masyarakat yang cenderung sedenter, dimana mereka lebih banyak bekerja dalam posisi yang statis seperti duduk berjam-jam, namun minim aktivitas fisik seperti berolahraga. Pola makan tinggi kolesterol, garam, dan gula juga menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. 

Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yakni Naily Fairuz Salma El Milla dari TIM II KKN Undip mengadakan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan cara mencegah hipertensi. 

Program ini dikemas dengan judul BLEWAH: Bersama Lawan Hipertensi, yang mencakup kegiatan tes kesehatan gratis untuk warga RW 06 Kelurahan Gondoriyo dan edukasi mengenai hipertensi melalui media berupa video animasi singkat. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Juli 2022 di lapangan Masjid Al Ijtihad. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dimana warga sudah mulai menunjukkan antusiasme dengan berkumpul di lapangan masjid untuk melakukan registrasi dan mengambil nomor antrian. 

Pada kegiatan tersebut, tercatat lebih dari 50 warga hadir untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dan mendapat edukasi mengenai hipertensi. Dari kegiatan tersebut, warga dapat mengetahui apakah dirinya termasuk memiliki gejala hipertensi atau tidak, dan bagaimana cara untuk mengatasi dan mencegah hipertensi. 

Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Edukasi Pentingnya Imunisasi Dasar Di Rowosari

 

Campusnesia.co.id - Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang (30/07/2022) - Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan dari terjangkitnya penyakit tertentu yaitu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), antara lain tuberkulosis, diteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, dan campak. Pandemi Covid-19 yang terjadi menyebabkan penurunan angka cakupan imunisasi rutin dasar di Indonesia termasuk di Kota Semarang. 

Berdasarkan peta cakupan desa universal child immunization (UCI) Provinsi Jawa Tengah tahun 2021, terdapat lebih dari 50% wilayah dengan cakupan UCI desa kurang dari 100%. Sehingga imunisasi dasar perlu digalakkan kembali. 

Salah satu cara yang dilakukan dalam meningkatkan angka cakupan imunisasi rutin dasar sebagai mahasiswa adalah dengan melakukan edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Syariefah Nur Izzah Khadijah (20) Fakultas Kedokteran 2019 melakukan kegiatan "Edukasi Pentingnya Imunisasi Dasar" dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi dasar dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dasar, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi dasar lengkap kepada bayinya. Kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu (30/07/2022) di rumah ibu hamil di Kelurahan Rowosari. 

Edukasi mengenai pentingnya imunisasi dasar ini dilakukan dengan mendatangi rumah ibu hamil yang berada di kelurahan Rowosari, kemudian mahasiswa membagikan infografis pada ibu hamil tersebut yang merupakan peserta edukasi. 

Selanjutnya, dilakukan edukasi dengan materi yang terdiri dari pengertian, jenis, manfaat, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), dan jadwal pemberian imunisasi dasar. 

Edukasi dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Setelah dilakukan edukasi, ibu hamil tampak antusias untuk melakukan imunisasi pada bayinya kelak setelah dilahirkan. 

Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapakan setiap bayi bisa mendapatkan imunisasi dasar lengkap sehingga terhindar dari penyakit serta peta cakupan desa UCI Provinsi Jawa Tengah dapat meningkat dan kembali mencapai target yang telah ditetapkan.


Tim KKN Undip Gelar Sosialisasi Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Stunting

 

Campusnesia.co.id - Cepoko (22/7) - Anemia merupakan kejadian dimana seseorang memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Pada ibu hamil sendiri, apabila kadar Hb sudah kurang dari 11gr/dl, maka sudah teridentifikasi mengalami anemia. 

Pada dasarnya, anemia apabila dialami pada siapa pun akan membuat seseorang tampak lesu dah lemah, tidqk terkecuali ibu hamil. Apabila terdapat kasus ibu hamil dengan anemia, maka dapat diidentifikasi ibu hamil menjadi mudah lelah dan tidak berenergi. Padahal, energi sangat penting bagi ibu maupun janin dalam kandungannya.

Anemia pada ibu hamil dapat terjadi karena asupan gizi yang kurang. Ibu hamil dengan status gizi kurang akan lebih mudah merasa lemah, letih, lesu, lunglai dan nafsu makan berkurang sehingga asupan gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi, karena ketika nafsu makan menurunkan ibu hamil akan mudah mengalami anemia. Tingginya angka kurang gizi pada ibu hamil mempunyai kontribusi terhadap tingginya stunting di Indonesia.


Berdasarkan survey yang sudah dilakukan pada Kelurahan Cepoko, ditemukan beberapa kasus ibu hamil dengan anemia, kasus paling banyak ditemukan pada RW 03. 

Hal ini lah yang menjadi pilihan saya untuk mengadakan sosialisasi agar dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran, guna mengurangi banyaknya ibu hamil dengan anemia. Ditambah lagi, adanya kasus stunting di Kelurahan Cepoko juga. Ditemukan 1 kasus stunting pada masing-masing RW di Kelurahan Cepoko.

Pencerdasan terkait anemia yang mana juga memiliki hubungan sebab akibat dengan faktor risiko terjadinya stunting, menjadi penting adanya dan perlu untuk dilakukan. Sosialisasi dilakukan dengan media presentasi, dengan saya memaparkan materi kepada para ibu hamil. 

Sosialisasi dilaksanakan pada 22 Juli 2022 di Rumah Pintar Kelurahan Cepoko, bertepatan dengan tanggal diadakannya Kelas Ibu Hamil rutin Kelurahan Cepoko.

Jalannya sosialisasi berlangsung lancar dan aktif. Para ibu hamil terlihat antusias dalam mengikuti sosialisasi. Terdapat beberapa pertanyaan pula yang diajukan oleh ibu hamil guna menuntaskan rasa penasaran yang dirasakan. 

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan “tikar stunting” sebagai salah satu alat untuk deteksi dini stunting. “Tikar stunting” ini digunakan untuk mengukur tinggi balita, dimana disana sudah tertera batasan umur dan tinggi badan sesuai usianya.

Harapannya, sosialisasi ini dapat menyadarkan seluruh masyarakat terutama para ibu hamil, bahwa stunting itu dapat dicegah sejak kehamilan. Dengan adanya pencegahan dini sejak kehamilan, diharapkan angka stunting yang terjadi di Kelurahan Cepoko dapat mengalami penurunan. Semoga kedepannya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dapat menjadi kunci masa depan Kelurahan Cepoko menjadi lebih sehat.