Menyoal Eksistensi Akun Undip Cantik, Isu Sexism, Standard Beauty dan Coba Menelusuri Siapa Pengelolanya

 
sumber gambar: ig bem fisip undip



Campusnesia.co.id - Kemunculan sosial media selalu dibarengi variasi fungsi yang kadang bisa jadi melenceng dari tujuan utama sosmed tersebut diciptakan.

Sebut saja facebook dan twitter, fungsi awal sekedar media bersosial, saling sapa di dunia maya dan sesekali sambat, dalam perkembangannya fungsinya bisa jadi tempat menulis hingga jualan online.

Tak terlepas dari fenomena kemunculan akun neko-neko di Instagram, dibuat dengan tujuan bersosialisasi dan berbagi momen dengan media visual, namun ada saja yang memanfaatkan untuk jualan hingga update foto-foto mahasiswa "cantik dan ganteng" dari kampus di indonesia.

Spesifik yang kami maksud adalah akun @(namakampus) lalu diikuti Cantik atau Ganteng. Bagi beberapa orang yang setuju dan tidak ada masalah dengan akun-akun seperti ini seakan jadi kesempatan mendapat publikasi gratis dan eksposure yang besar.

Sebagian lagi, termasuk kami tidak setuju dan cenderung risih dengan akun-akun serupa dengan alasan menjadikan mahasiswa dan mahasiswi jadi komoditi pengelola akun, belum lagi kasus foto yang dicomot tanpa ijin, komentar negatif dan merendahkan hingga masalah komersialisasi, sudah menjadi rahasia umum, dari besarnya eksposure dan engagement penglola akun membuka paid promote atau jualan hoodie, tumbler dan masker.

Keresahan ini pernah diangkat oleh mahasiswa universitas indonesia, akun instagram UI Cantik sempat tumbang sekarang muncul lagi ganti nama @uicantikreal . 

Media online Tirto.id pada tahun 2018 pernah menulis fenomena ini dalam artikel berjudul "Akun Mahasiswi Cantik dan Pentingnya RUU Perlindungan Data Pribadi" bisa dibaca di sini.

Beberapa tahun berselang kini mahasiswa undip yang dipelopori oleh Bem Fisip dan Bem FIB Undip menyoroti hal serupa, eksistensi akun IG @undip.cantik yang juga bagian dari @ui.cantik.

Kajian yang dilakukan oleh teman-teman Bem Fisip Undip kolaborasi dengan Bem FIB Undip sangat menarik, berikut kami kutip dari file pdf berisi 17 halaman yang mereka bagikan di akun twitter @BEMFISIP_Undip. pada 24 Spetmber 2021 pukul 10.39 wib siang tadi.


Undip Cantik dalam Pusaran Sexism dan Standard Beauty

a. Standarisasi dan Objektifikasi Kecantikan ala Undip Cantik
Standarisasi kecantikan perempuan dengan pengelompokan berdasarkan tampilan fisik sesungguhnya memiliki keterkaitan dengan pencehak asasi manusia. 

Hak asasi manusia dapat melekat sepenuhnya pada setiap individu tanpa memandang status ras, etnis, jenis kelamin, ekspresi atau identitas gender, atau aspek lainnya (Rosemarie Putnam Tong, 2009).

Pada akun Undip Cantik, terdapat hegemoni yang dibangun oleh admin terhadap kelayakan perempuan untuk masuk ke dalam postingan akun tersebut. 

Melalui postingan akun Undip Cantik, mahasiswi Universitas Diponegoro berpotensi menjadi korban stigmatisasi dan penindasan secara digital. Penindasan merupakan dampak kontruksi berpikir masyarakat, termasuk para mahasiswa pengikut akun Undip Cantik yang mengolok-olok perempuan yang dianggap tidak sesuai dengan kriteria kecantikan dalam akun tersebut.

gambar dari pdf kajian Bem Fisip Undip

Media sosial selalu menempatkan perempuan dalam stereotip bahwa perempuan harus selalu tampil cantik untuk dapat memikat lawan jenis. Stereotip tersebut kemudian menjadi sumber objektifikasi dan pelecehan terhadap perempuan di media. 

Objektifikasi adalah perilaku seseorang sebagai sarana untuk memuaskan hasrat seksual serta mengenai objektifikasi yang memiliki tindakan dalam memperlakukan seseorang sebagai objek tanpa memperhatikan harga dirinya (Prastiyo, 2018). 

Akun Undip Cantik turut membentuk polaobjektifikasi perempuan. Objektifikasi merupakan salah satu preferred reading atau makna dominan yang muncul dalam semua foto yang di unggah oleh akun Undip Cantik. Objektifikasi dapat dilihat pada foto leksia dan komentar leksia.
gambar dari pdf kajian Bem Fisip Undip

Berdasarkan hasil penelusuran pada kolom komentar akun Undip Cantik, beberapa komentar kerap mengarah pada stereotipe mengenai ketidaksesuaian antara foto pihak yang diposting dengan standar kecantikan yang sebelumnya diterapkan. Para pengikut juga memberikan tanggapan negatif terhadap keadaan fisik pihak yang diposting. 

Tiga contohsampel postingan Undip Cantik tersebut memperlihatkan bagaimana tendensi perempuan dijadikan sebagai bahan objektifikasi para pengikut, sehingga tidak jarang lontaran kalimat yang disampaikan merendahkan harga diri perempuan. 

Secara tidak langsung, hal itu akan membentuk sebuah kontruksi berpikir mengenai standar kecantikan dari para pengikut adalah seperti sosok dalam postingan Undip Cantik. Di sisi lain, hal ini memunculkan anggapan bahwa perempuan belum cantik jika belum diunggah oleh akun tersebut.

b. Komodifikasi Tubuh Perempuan
Vincent Mosco sebagaimana dikutip oleh Cininta (2018:4), memaknai komodifikasi sebagai “proses mengubah barang dan jasa, termasuk komunikasi, yang dinilai karena kegunaannya, menjadi komoditas yang dinilai karena apa yang akan mereka berikan di pasar.” 

Komodifikasi tubuh perempuan dalam akun Undip Cantik berlangsung melalui pemanfaatan postingan perempuan yang dianggap telah memenuhi standar kecantikan untuk meraup keuntungan komersial bagi pengelola akun. 

Hal ini mencerminkan bahwa citra fisik perempuan berubah menjadi komoditas ekonomi yang menguntungkan pemilik akun tersebut.

Komodifikasi perempuan dalam media elektronik dan digital sejatinya merupakan bagian dari permasalahan ideologi. Sebab, deskripsi yang dibangun mengenai tubuh perempuan didasarkan pada relasi kuasa yang menempatkan perempuan di posisi subordinan.

Sebagaimana ditegaskan oleh Benedicta (2011:147), “perempuan semata-mata menjadi objek eksploitasi kelompok dominan, yaitu laki-laki—inilah ideologi patriarki”. 

Komodifikasi dan objektifikasi menempatkan tubuh fisik perempuan selaku objek tontonan guna mengakomodasi keinginan, imajinasi, maupun fantasi seksual laki-laki. Laura Mulvey menyatakan realitas tersebut sebagai “sensual pleasure object” atau “tatapan dan kenikmatan
pria” (Ibrahim dalam Cininta, 2018:2).

Kajian BEM Fisip Undip versi lengkap dengan pengantar dan dasar teorinya bisa dibaca di sini >>  KajianSeksismeDanStandarisasiKecantikanUndipCantik


Menelusuri Pengelola di Balik Akun Undipcantik dll

Kami penasaran siapa orang di balik akun undip cantik, mencoba mengunjungi akun instagram dimaksud ternyata diprivate harus follow dulu untuk melihat kontenya.

Di bio akun IG nya tertulis, part of @anakkampusid, kami klik tersebut baru berisi 9 postingan dengan 7.188 followers.


Kembali lagi ke akun ig @undip.cantik masih di bio yang sama ada linktree setelah di klik akan mengarah pada halaman menu berisi "Order Tumbler Undip", "Order Masker Undip", "Youtube Channel" dan "Line Undip Cantik".


Menu order tumbler dan masker undip terdapat nomer rekening bank Mandiri atas nama Aditya Dewantara Arianto dan nomer Gopay serta Ovo dengan nama pemilik yang sama. 

Ketebak kan ujung-ujungnya memanfaatkan eksposure dan engagement untuk jualan, Pertanyaannya pemilik foto-foto yang mereka post dapat bagi hasil gak? atau kejauhan deh pertanyaannya, foto-foto yang dipost atas ijin pemiliknya atau tidak?


Coba klik menu channel youtube, kita diarahkan ke channel youtube Anak Kampus dengan 681 subscriber ada 7 konten video tema horor sekitar kampus.

Kami coba play salah satu videonya, mas-mas pembawa acaranya memperkenalkan diri sebagai Adit dengan demikian kami asumsikan inilah mas Aditya pengelola akun Anak Kampus yang membawahi akun-akun undipcantik, ugmcantik, uicantikreal, ugmcantik, unpadgeulis dll.

Kalau mas Adit baca artikel ini dan keberatan silahkan gunakan hak jawab kami akan posting di web ini, sekalian kami juga hendak bertanya:

1. Apa tujuannya bikin akun ig yang menjadikan kecantikan dan kegantengan sebagai objektifikasi?

2. Apakah semua foto yang dipost sudah dapat ijin pemiliknya?

3. Apa pertanggungjawaban anda jika foto yang anda post mendapat komentar negatif, merendahkan dan judemental seperti temuan BEM Fisip Undip?

4. Apakah pemilik foto dapat share profit dari komersialisasi yang anda lakukan?

Contoh Keresahan Netijen

Membuat media di sosial media dan memonetisenya gak masalah, tapi kenapa harus bertema cewek cantik dan cowok ganteng serta bawa-bawa nama kampus.

Untuk kampus apa tidak merasa dirugikan? nama institusinya dibawa-bawa akun seperti ini, tak jarang menggunakan sebagian logo kampus-kampus tersebut.


Penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »