Hubungan Antara Karya Sastra dan Perubahan Sosial dalam Masyarakat


 
 
 
Campusnesia.co.id - Hubungan mengenai sebuah karya sastra dengan perubahan sosial dalam masyarakat merupakan suatu hal yang perlu dibicarakan lebih dalam mengenai bagaimana perubahan sosial dapat berpengaruh dalam karya sastra yang berkembang pada suatu masa dalam suatu kalangan masyarakat tertentu. Karya sastra juga sering kali dikatakan sebagai cerminan dari masyarakat itu sendiri, apakah anggapan itu benar adanya?.

A. Hubungan Karya Sastra Dengan Sosiologi
Dalam berbagai jenis dan bentuk karya sastra yang telah berkembang dari dulu, tidak jarang bahkan sering kali sebuah karya sastra membahas atau membicarakan mengenai unsur-unsur sosiologis yang ada dalam masyarakat. Unsur-unsur sosiologis tersebut dapat berupa feminisme, psikologis, maupun sosial budaya. 
 
Hal ini bukanlah suatu hal yang aneh karena pada dasarnya unsur karya sastra bersifat sosial, yang mana segala jenis norma yang berkembang dalam masyarakat dapat diwakilkan dalam bentuk karya sastra karena bagaimanapun juga pengarang adalah bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Dikatakan bahwa problem yang ada dalam sebuah masyarakat juga problem pada karya sastra, tetapi bagaimanapun juga sebuah karya sastra adalah karangan bebas yang tidak terikat karena hakikatnya karya sastra bukanlah sebuah prosa mengenai tiruan kehidupan sosial masyarakat dan karya sastra merupakan karangan bebas yang memiliki nilai dan tujuannya sendiri. 

B. Hubungan Karya Sastra Dengan Sistem Sosial Budaya
Hubungan karya sastra dengan sistem sosial budaya dapat dikatakan sangat erat. Karya sastra merupakan sebuah hasil cerminan dari berbagai segi kehidupan sosial budaya, di antaranya seperti bahasa, agama, sistem sosial, dan lain sebagainya. Keterkaitan antara karya sastra dan sistem sosial budaya dapat dilihat melalui hakikat fungsi sosial karya sastra dan fungsi sosial budaya. 

Selain itu, dalam sebuah karya sastra yang baik biasanya selalu dikaitkan dengan pesan, amanat, maupun nilai moral yang terkandung di dalamnya. Sebuah karya sastra biasanya memiliki pesan yang akan disampaikan, tujuannya adalah untuk memperbaiki moral masyarakat sebagai individu atau manusia yang memiliki nilai positif yang luhur. 
 
Di sisi lain, nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah karya sastra juga dikaitkan dengan nilai sosial budaya. Seharusnya karya sastra membawakan suatu nilai yang baru ke dalam masyarakat, hal ini berkaitan dengan fungsi karya sastra sebagai pembaharu dalam sebuah sistem sosial budaya, sehingga karya sastra hadir sebagai sebuah inovasi, dan mendahului nilai-nilai yang belum ada dalam sebuah masyarakat.

C. Teori Sosiologi Sastra
Untuk memahami bagaimana hubungan antara sebuah karya sastra dengan perubahan sosial yang ada dalam masyarakat, tentunya harus dipahami konsep mengenai teori sosiologi sastra, sehingga dapat dipahami terlebih dahulu dasar sasar karya sastra yang bersifat sosiologis. 

Hartoko (1986: 129) mengatakan bahwa sosiologi sastra merupakan salah satu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang hakikat karya sastra dalam hubungannya dengan kenyataan sosial. Dalam kajian dan fungsi sosiologi sastra pada dasarnya menitikberatkan pada bagaimana sebuah teks sastra mampu berkontribusi untuk membangun nilai dan moral manusia agar semakin dekat dengan hakikat kemanusiannya atau mengembalikan manusia pada hakikat kemanusiannya (Noor, 2015: 91). 

Dengan demikian, maka dapat kita simpulkan secara singkat bahwa sosiologi sastra adalah salah satu cabang ilmu yang membahas mengenai kajian sosiologis pada karya sastra. Kajian sosiologis tersebut tentunya memiliki hubungan dan keterikatan dengan nilai, moral, kebudayaan, adat, dan istiadat sebuah masyarakat. Kajian sosiologis dapat berupa psikologis sastra, feminis, sosial budaya, sosial politik, dan masih banyak lagi. 

D. Hubungan Karya Sastra Dengan Perubahan Sosial
Melalui apa yang telah disampaikan pada poin A, B, dan C, maka dapat diketahui bahwa sebuah karya sastra sangat memiliki ikatan yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat. 
 
Oleh sebab itu, maka segala macam dan bentuk perubahan sosial pada masyarakat dapat memberikan imbas pula terhadap dunia sastra. Hal ini disebabkan karena kondisi sosial biasanya merupakan ilham atau ide seorang pengarang untuk menciptakan sebuah karya sastra, jika keadaan sosial masyarakat berubah maka selera pasar terhadap karya sastra juga akan ikut berubah.
 
 
Daftar Pustaka:  

Damono, Sapardi Djoko. 2009. Sosiologi Sastra: Pengantar Ringkas. Ciputat: Editum. 

Hartoko, Dick dan B. Rahmanto, 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius. 

Wellek, Rene & Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). Jakarta: Gramedia. 

Noor, Redyanto. 2015. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo. 

 
Penulis: Erlita Purnomo   
Editor: Ika Shintya


** Artikel ini merupakan bagian dari program Magang Online Campusnesia season 2  
 

 

 


 

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »