Kisah Perjuangan Jerrycho, dari Ngojol Hingga Kini jadi Pemadam Kebakaran


 
 
Campusnesia.co.id -- Tahun 2019 merupakan tahun pertama Jerrycho bekerja sebagai pemadam kebakaran. 
 
Laki-laki yang genap berusia 21 tahun ini tidak menyangka bahwa niat awal mendaftar karena coba-cobanya itu justru membuatnya diterima bekerja sebagai pemadam kebakaran. 
 
Sebelum bekerja sebagai pemadam, ia bekerja sebagai driver ojek online, kurang lebih selama setahun semenjak dirinya lulus dari bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sudah hampir tiga tahun semenjak Jerrycho bekerja sebagai pemadam membuatnya mendapatkan banyak pengalaman. “Memadamkan api, evakuasi, dan membantu masyarakat sudah menjadi makanan sehari-hari,” katanya. 
 
Ia bercerita jika merasa gugup ketika pertama kali melakukan pekerjaannya sebagai pemadam, “Pekerjaanku sebagai juru padam, awal pertama kali kebakaran gugup dan bingung apa yang harus dilakukan, akan tetapi lama-lama enjoy karena ada komandan yang memberikan pengarahan,” ujarnya dengan sedikit kelakar.

Jerrycho masih ingat kesialan yang ia rasakan ketika akan menjalankan tugasnya untuk memadamkan api. “Kebakaran saat itu terjadi di pelabuhan, saat itu kapal yang terbakar. Mendengar kabar itu saya dan rekan-rekan kaget dan juga sangat terburu-buru.

Tiba-tiba teman saya menutup pintu dengan kencang sehingga tangan saya terjepit dan itu sakit sekali. Ketika melakukan proses pemadaman jari saya terasa mati rasa, saya masih ingat sekali rasanya waktu itu sakitnya minta ampun sampai sekarang pun masih teringat,” kata Jerrycho.

“Teman-teman saya ketika itu malah menertawakan dan menggoda saya karena jari saya. Sampai-sampai sesudah itu harus dilakukan operasi kecil gara-gara di dalam kuku ada darahnya, jadinya harus dicabut,” lanjut Jerrycho sembari mengingat momen kesialan yang menimpanya itu.

Adanya pandemi Covid-19 tidak lantas membuat pekerjaannya sebagai pemadam kebakaran menjadi berkurang. Tidak banyak perubahan yang terjadi ketika sebelum terjadi pandemi Covid-19 dan ketika pandemi terjadi. 

“Selama pandemi Covid-19 ini, saya dan rekan-rekan juga masih melaksanakan tugas, gaada kata libur buat kita. Berbagai macam tugas seperti penyemprotan desinfektan, operasi masker, juga penjagaan wilayah di perbatasan dengan mengutamakan protokol kesehatan dilakukan dengan tujuan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” imbuhnya.


(Proses penyemprotan desinfektan)


Selain adanya pandemi Covid-19, cuaca buruk yang terjadi di kota Semarang tentunya mengakibatkan adanya bencana banjir. Beberapa wilayah di kota Semarang pun terdampak adanya banjir tersebut. Jerrycho bersama dengan rekan-rekannya turut membantu masyarakat, salah satunya dengan membantu mengevakuasi warga.

Jerrycho menjelaskan jika tugas seorang pemadam tidak hanya memadamkan api saja, namun juga membantu masyarakat. Jerrycho berpesan pada masyarakat jika tidak perlu ragu untuk meminta bantuan kepada pemadam karena pemadam akan selalu siap membantu masyarakat.

Sampai saat ini, Jerrycho masih sesekali  bekerja sebagai driver ojek online, namun ia melakukan jika ada kemauan. “Saya masih nyambi jadi driver ojek online, hasilnya lumayan untuk menambah uang jajan, dan membantu memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Jerrycho merupakan satu-satunya laki-laki di keluarganya. Ia tinggal bersama ibu, nenek, dan kedua adik perempuannya. Tentunya ia harus menjaga keluarganya itu dan bekerja keras pula. Ia ingin adik-adiknya hidup nyaman dan dapat menempuh pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

 

Penulis: Dzulhi Rossa Kinanti 
Editor: Ika Shintya

** Artikel ini merupakan bagian dari program Magang Online Campusnesia season 2

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »