Majalah Udara: Ngomongin Dampak Pandemi pada Usaha Foto Copy di Tembalang Semarang

 



Campusnesia.co.id - Pandemi secara resmi setahun melanda indonesia, hari ini 7 Maret 2021 menurut statistic ada penambahan kasus sebeanyak 8.074 kasus. Tidak dipungkuri nyaris semua sektor terdampak, tak terkecuali dunia UMKM.

Melalui segmen baru Majalah Udara campusnesia mencoba menghadirkan konten liputan seputar UMKM melalui media tulisan dan audio di podcast campusnesia.

Kali ini saya mengunjungi sebuah usaha Kenana Fotocopy yang beralamat di Jl. Banjarsari No. 29 Tembalang Semarang berbincang dengan sang pengelola bernama Mas Herman.

Males Baca?
Dengarkan versi audio dengan klik tombol play.


Bapak satu anak asli Demak ini bercerita, ia mulai terjun ke dunia fotocopy sejak tahun 2010 dan pertama kali sebagai karyawan di kawasan kampus USM Tlogosari Semarang. Tiga tahun learning by doing pada medio 2013 akhirnya pindah ke cabang Tembalang semarang hingga sekarang di percaya sebagai pimpinan cabang.

Seperti jasa fotocopy pada umumnya, selain menawarkan jasa perbanyak dokumen juga  ada layanan Print, Scan, Jilid, laminating hingga burning CD dan menjual beberapa jenis ATK. Dari sisi harga bisa dibilang Kencana fotocopy sangat terjangkau, sebagai contoh untuk fotocopy mulai harga 200 rupiah, print mulai 250 dan warna mulai 500-200 per lembar  tergantung komposisi warnanya. Sedang untuk jlid mulai 4.000 hingga 7.000.

Ia menjelaskan produk paling laris justru print dan jilid, bukan fotocopy mungkin karena harganya yang tidak terpaut jauh. Jilid menjadi produk dengan margin paling besar. Sebagai tambahan fasilitas juga disediakan akses internet wifi gratis.

Modal Bisnis Fotocopy
Tak pelit informasi beliau berbagi berapa modal yang musti dikeluarkan jika ingin memulai usaha fotocopy, hal wajib yang musti ada tentu saja mesin fotocopy dengan kisaran 20-30 juta, untuk printer 1juta per unit dan komputer dengan spesifikasi yang memadai paling tidak seharga 5 juta per unit karena harus compatible dengan berbagai program yang sering dibutuhkan customer dari Photoshop, Coreldraw dan Autocad.

Hal yang tidak boleh dilewatkan adalah biaya perawatan dan service karena seringnya pemakaian dua hal tersebut sangat dibutuhkan.

Setahun Pandemi
Dampak virus corona juga dirasakan mas Herman dengan fotocopynya, ia berkisah sebelum pandemi bisa mendapatkan omset 1 juta sehari semalem namun selama pandemi untuk dapat 100-200 saja sangat berat dirasa. Pada masa jayanya cabang banjarsari ini memiliki 5 pegawai namun karena kondisi tak kunjung membaik terpaksa harus mengurangi jumlah tenaga kerja hingga tersisa 2 orang saja serta memangkas jam operasional dari awalnya 24 jam kini hanya buka dari jam 07.00-22.00 WIB.

Poin inspiratif yang bisa dipetik adalah kesabaran dan kenyakinan untuk tetap bertahan berharap pandemi segera berlalu dan kondisi segera normal, "jalanin, sabar, nikmatin".

Penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »