Taman Permata Tembalang, Rekomendasi Desain Ruang Terbuka Publik untuk Mewadahi Aktivitas Fisik masyarakat Kelurahan Kramas


Campusnesia.co.id -- Kota Semarang, mahasiswa Jurusan PWK Universitas Diponegoro melalui kegiatan KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2021 Kelurahan Kramas berinisiatif untuk membuat Desain Ruang Terbuka Publik “Taman Permata Tembalang” di wilayah Perumahan Permata Tembalang RW 5 Kelurahan Kramas. 

Program ini dilaksanakan karena melihat urgensi aktivitas fisik sebagai sarana untuk menjaga imunitas tubuh dan meringankan beban mental akibat Pandemi COVID-19. Untuk mewadahi semua kalangan masyarakat di wilayah ini, Taman Permata Tembalang dilengkapi dengan ruang dan atraksi yang dapat digunakan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

Hal ini secara lebih lanjut diwujudkan dengan membuat 5 zona pada Taman Permata Tembalang, yaitu Zona Jogging Track, Zona Kreatif Anak, Zona Bermain Anak, Zona Hijau, dan Zona Tunggu. 


Hasil Desain kemudian diserahkan secara tatap muka kepada Bapak Ade Novaries Ryandoko selaku Kepala RW 5 Kelurahan Kramas pada hari Senin, 7 Februari 2021 untuk dijadikan arsip dan bahan pertimbangan jika di masa mendatang akan ada rencana pembangunan Ruang Terbuka Publik di kawasan Perumahan Permata Tembalang. Selain itu, hasil desain juga diupload secara online kemudian disebarkan melalui Whatsapp masyarakat di RW 5 Kelurahan Kramas

Setelah penyerahan produk desain, tahap akhir dari pelaksanaan program KKN ini adalah dengan melakukan evaluasi untuk mengetahui respon masyarakat dan tingkat ketercapaian program pembuatan Desain Taman Permata Tembalang. 

Proses evaluasi dilakukan menggunakan google form yang disebarkan secara online dengan mengambil 4 indikator, yaitu tingkat kepuasan, tingkat pemahaman, tingkat kebermanfaatan, dan tingkat kelayakan. 

Hasil menunjukan bahwa seluruh responden menyatakan sangat puas terhadap desain Ruang Terbuka Publik “Taman Permata Tembalang”. Terkait tingkat pemahaman, 66,7% responden menyatakan sangat memahami penjelasan yang ada pada Desain Ruang Terbuka Publik, sedangkan 33,3% sisanya bersikap netral. 

Setelah membaca Buku Desain Ruang Terbuka Publik, 66,7% responden secara lebih lanjut menyatakan bahwa desain tersebut sangat bermanfaat bagi mereka sedangkan 33,3% sisanya menyatakan bahwa Buku Desain Ruang Terbuka Publik bermanfaat. Pada indikator terakhir terkait tingkat kelayakan, 67% responden menyatakan bahwa desain ruang terbuka publik ini layak diterapkan, sedangkat 33% lainnya menyatakan sangat layak untuk diterapkan.

Adapun harapan penulis sekaligus sebagai pelaksana kegiatan KKN adalah adanya koordinasi semua pihak termasuk pemangku kebijakan di wilayah Perumahan Permata Tembalang dalam melakukan pengawasan program kedepannya dengan harapan program dapat ditindaklanjuti di masa depan.


Penulis: 
Affan Safana Nuha

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »