Desain Vertikultur Multifungsi sebagai Sarana Penunjang Program Buruan Sae di Kelurahan Sukaluyu Karya Mahasiswa KKN UNDIP


Campusnesia.co.id -- Bandung (31/01), program Buruan Sae menjadi salah satu program yang sedang gencar digalakkan oleh Kelurahan Sukaluyu, Kota Bandung. Program Buruan Sae sendiri adalah sebuah program urban farming terintegrasi yang di galakan oleh Dinas Pangan dan Pertanian (DISPANGTAN) kota Bandung, yang ditujukan untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan yang ada di kota Bandung. melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.

Taman Lansia Jalaprang dipilih menjadi titik pusat untuk pengembangan program Buruan Sae di Kelurahan Jalaprang, khususnya di RW.09. Pihak Dispangtan Kota Bandung secara rutin mengirim bibit-bibit tanaman sayuran untuk ditanam dan dikelola oleh masyarakat RW.09. Kegiatan Buruan Sae ini juga menjadi kegiatan positif di tengan pandemi Covid-19, sekaligus menjadikan warga menjadi mandiri secara ketersediaan pangan.

Namun seiring dengan banyaknya bibit tanaman yang masuk, Taman Lansia Jalaprang belum cukup memiliki lahan dan sarana yang memadai untuk menampung dan menanam bibit tersebut, karena taman ini juga awalnya didesain tidak untuk menunjang kegiatan berkebun. Sehingga dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan dan sarana untuk berkebun.

Hasna Munifah, salah satu mahasiswi Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur, dengan bantuan dosen pembimbin, Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, MM., MA. mencari cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan membuat desain Urban Farming dengan Teknik/ Vertikultur untuk mengatasi keterbatasan lahan. Desain ini dibuat multifungsi dengan tujuan menampung bibit tanaman sebanyak mungkin  dan bagian dalamnya terdapat ruang kosong yang dapat dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan berkebun dan media tanam.


Desain Vertikultur ini berbentuk segi enam dengan panjang 0.8 m pada masing-masing sisinya, dan tinggi 1.5 m. Pada salah satu sisi dibuat bisa dibuka seperti pintu, tujuannya adalah agar ruangan kosong didalamnya dapat dimanfaatkan menjadi ruang penyimpanan peralatan berkebun maupun sebagai kandang ayam. Desain ini juga memanfaatkan limbah botol bekas minuman sebagai wadah penanaman bibit yang kemudian diikatkan ke jaring-jaring besi yang terdapat di tiap sisi model vertikultur. Agar kuat dan tahan lama, penggunaan material besi sangat disarankan untuk membuat model vertikultur ini.


Penulis : Hasna Munifah

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »