Review Film The Banker, Perjuangan 2 Warga Amerika Kulit Hitam di bidang Propertti tahun 1965

5:50:00 PM




Campusnesia.co.id - Menonton film drama yang diangkat dari kisah nyata memang punya keasyikan tersendiri walau kita sudah tahu dari sejarah bagaimana garis besar filmnya, tetapi menikmati gaya sutradara bertutur melalui dialog, akting dan sinematografi tetap asyik diikuti.

Akhir 2019 kemarin, Apple Tv merilis sebuah film drama yang diangkat dari kisah nyata berjudul The Banker, diperankan oleh Anthony Macckie dan Samuel L Jackson yang kalian pasti familiar karena keduanya bermain dalam film avenger sebagai Nick Furry dan Falcon.

Pemeran
Jajaran pemain tak tanggung-tanggung ada Samuel L. Jackson sebagai Joe Morris, Anthony Mackie sebagai Bernard Garrett, Nicholas Hoult sebagai Matt Steiner, Nia Long sebagai Eunice Garrett, Scott Daniel Johnson sebagai Robert Florance, Jr., Taylor Black sebagai Susie, Michael Harney sebagai Melvin Belli, Colm Meaney sebagai Patrick Barker, Paul Ben-Victor sebagai Donald Silverthorne, Jessie Usher sebagai Tony Jackson.

Berurasi selama 120 menit, masuk kategori genre Drama  Rilis 6 December 2019 (AS) dibangku sutradara ada George Nolfi dan Penulis Naskahnya iceole Levy, David Lewis Smith dan Stan Younger.
diproduksi Romulus Entertainment, Iam21 Entertainmen da untuk Distributor oleh Apple TV +.

Sinopsis
The Banker mengangkat cerita yang terfokus pada revolusi yang dilakukan oleh seorang pebisnis bernama Bernard Garrett (Anthony Mackie) dan Joe Morris (Samuel L. Jackson).
Mereka mengembangkan rencana berani yang secara tersirat menyatakan penolakan terhadap rasisme yang terjadi pada tahun 1960-an.

Rencana tersebut adalah melatih seorang buruh berkulit putih bernama Matt (diperankan oleh Nicholas Hoult) untuk berdandan seperti orang kaya saat itu, sehingga mendapatkan sejumlah hak istimewa yang membantu bisnis perumahan dan perbankan mereka berkembang.

Sementara, Garrett dan Morris menyamar jadi pesuruh dan sopir si buruh. Sukses mereka lantas menarik perhatian pemerintah federal, hingga segala yang telah dibangun terancam dihancurkan.

Dalam trailer, terlihat Garrett tengah berusaha membujuk Morris supaya setuju membeli sebuah bank. Meskipun rekan-rekannya skeptis, Garrett bersikeras melanjutkan rencana itu dengan dukungan sang istri Eunice (Nia Long).

Garrett pula yang meyakinkan Matt untuk menjadi 'wajah' bisnis. Ketika Matt mengakui bahwa ia tak tahu apapun soal perbankan, Garrett dan Morris bertindak sebagai pelindung dengan mengajarkan segala hal yang perlu ia tahu seperti bermain golf dan cara berbicara kepada 'rekan kulit putih yang kaya raya'.

Review
Sangat asyik gaya sutradara George Nolfi, menggambarkan suasana tahun 1965, di mana isu rasial masih melekat di amerika. 

Orang kulit hitam seperti Joe Morris dan Bernard Garret tidak bisa memiliki properti atau bahkan bank. Kisah ini kemudian jadi drama yang diangkat, Joe dan Bernard bekerjasama dengan Matt seorang kulit putih yang menjadi wakil mereka di muka umum dalam menjalankan bisnisnya.

Ambisi Berbard yang tak puas hanya punya puluhan properti dan sebuah gedung perkantoran bank di california, membawanya untuk kembali ke kampung halaman tempat ia dibesarkan yaitu Texas.

Masalah mulai muncul, ketika ia ingin membeli bank di mainland dan kemudian menambah lagi sebuah bank. Permainan kucing-kucingan ini akhirnya tercium FBI hingga badan pemerikasa keuangan dan tidak cukup sampai di situ hingga masuk ranah politik.

Sepanjang film, saya menikmati bagaimana optimisme tokoh Bernard dan perjuangannya untuk bisa sukses dalam ekonomi bersama rekannya Joe Morris. 

Nuansa politis juga tergambar apik, walau agak membuat mengernyitkan dahi saat tahu bahwa kahirnya berbard dan morris di penjara. Tapi dari peristiwa yang mereka alami akhirnya lahir undang-undang bahwa setiap warga amerika berhak kesamaan dalam hal properti tanpa harus memandang SARA.

Menarik sobat campusnesia, filmnya juga tidak seserius temanya, selingan canda tepat dan tidak berlebihan. Selamat menonton.

penulis: Nandar

Baca Juga:

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »