Mengenal Homeless Media di Era Sosial Media

5:46:00 PM



Campusnesia.co.id -- Setiap zaman ada masanya, agaknya adegium tersebut memang relevan dalam banyak hal. Termasuk jika kita bicara tentang perkembangan media.

Koran menjadi pelopor sebagai media pembawa berita, hingga kemunculan Radio dan televisi.

Era digital berdampak pada media koran dan radio, mengubah pola masyarakat dalam membaca berita dari kertas ke layar desktop dan pesonal gadget (baca smartphone).

Tidak berhenti di situ, era selanjutnya semakin berkembang dengan kehadiran aneka media sosial. Sebut saja Youtube, Twitter, Facebook dan Instagram.

Adakah pengaruh terhadap dunia media? Jawabanya ada.

Homeless Media

Lahirlah apa yang dinamakan Homeless media atau media tanpa rumah.

Jika media sebelumnya bertransformasi dari Koran, Radio dan TV yang memiliki versi online atau website atau totally online hanya punya website. Tidak demikian dengan Homeless media, ia tidak lahir dari semua yang telah kita sebut.

Homeless media memanfaatkan sosial media. "Istilah homeless media merujuk kepada segelintir media yang bermukim dan mengembangkan bisnisnya di tiap platform media sosial raksasa seperti Facebook, Instagram, YouTube, atau Snapchat."(Remotivi)

Contoh Homeless Media misalnya, Nowthis, The Dodo, Thrillist, dan Seeker. Keempatnya kini tergabung dalam sindikasi konten di bawah atap perusahaan Discovery Communications. 

Bagaimana media konvensional menyikapi lahirnya trend baru ini? 

Kami kutip dari Remotivi;  AJ+, misalnya, merupakan sayap Al Jazeera yang berbasis konten video di Facebook. Begitu pula Tasty dari Buzzfeed. Vice juga sudah lebih dulu memaksimalkan monetisasi dari YouTube. Pun demikian dengan Vox. The Washington Post sejak 2015 juga telah mengumumkan akan memuat 100% konten mereka lewat ”Instant Article” di Facebook agar para pembaca dapat mudah mengaksesnya. Sementara sejak pemilihan presiden 2016, CNN membentuk biro konten politik untuk menggaet market anak muda lewat fitur discover di Snapchat. Sebagian besar konten dari media terkait di atas tak akan dapat Anda temui di situswebnya masing-masing.

Di Indonesia, ada Opini dan Pijaru yang secara serius memaksimalkan sistem kerja ala homeless media, kendati memang tidak sepenuhnya. Begitu pula dengan Popular Flix, Males Banget, Brilio dan Detik lewat 20detik-nya. Zetizen, sayap konten dari Jawa Pos, MLDSpot, dan content network yang berisikan para youtuber seperti Last Day Production atau Tim2one juga bermain di ranah ini. (Remotv)

Jadi hari gini sobat Campusnesia juga bisa membuat media kamu sendiri, mulai saja dari sosial media.

Penulis: Nandar
Referensi: Remotivi

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »