Opini: Kekuatan Inspirasi

8:57:00 AM



Campusnesia.co.id -- Saya bersyukur tumbuh beranjak dari anak-anak hingga dewasa dalam limpahan kasih sayang, baik dari keluarga maupun saudara, teman dan tetangga. Kebaikan orang-orang di sekitar saya ternyata membekas hingga sekarang. Contoh, alm. Bapak saya adalah orang yang “lomo dan nyah-nyoh” dermawan mungkin istilah kita hari ini (semoga jadi amal kebaikan beliau..amin) hal itu saya lihat bagaimana sikap dan perhatian terhadap karyawanya, khusus terhadap saya misalnya tatkala sedang belajar tiba-tiba beliau datang membawa makanan atau minuman. Atau semasa kecil ada tetangga yang sering memberi hadiah buku ketika saya dapat rangking 1 di kelas. Tanpa sadar pengalaman semasa kecil itu membekas dan tertananam dengan sendirinya, suatau hari kelak jika saya sudah mandiri saya akan jadi orang dengan kebaikan saya sebutkan tadi. 



Pengantar kedua, saya ingin berbagi tantangan terbesar ketika berusaha merampungkan buku yang judulnya “Lucu-lucuan jadi sukses beneran” kisah perjalan 8 tahun saya bersama Loetju, walau gak bagus-bagus amat tetapi bukan berarti tanpa kendala. Tantangan terbesar adalah beberapa pikiran negatif yang sering muncul dalam prosesnya, misalnya apakah saya sudah layak menulis buku? Apakah saya sudah benar-benar sukses padahal masih banyak yang lebih sukses, apa kata orang nanti? Dan lain sebagainya.

Kekuatan Inspirasi

Pada paragraf pertama saya belajar, bahwa kebaikan-kebaikan yang kita terima bisa jadi sebuah inspirasi untuk berbuat kebaikan juga pada masa akan datang. Oleh karena itu dalam beberapa hal baik yang saya lakukan, salah satu niat yang saya gumamkan adalah semoga kebaikan ini bisa menjadi memori dan kenangan positif yang semoga menjadi bibit inspirasi untuk berbuat hal baik yang sama atau lebih baik lagi.

Paragraf kedua, tentang pikiran negatif, hal yang akhirnya membuat saya tetap berusaha merampungkan buku yang sudah saya tulis selama 3 tahun adalah keinginan untuk berbagi pengalaman dan aktualisasi diri, juga warisan. Saya menemukan hal menarik misalnya, mungkin saya belum sukses-sukses amat tetapi masih banyak rekan-rekan yang belum sesukses kami, nah sepertinya buku ini masih bisa jadi bacaan mmereka paling tidak agar bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kami perbuat agar tidak perlu melalui proses yang sama. 

Bagi yang sudah lebih sukses, saya percaya sebuah kalimat bijak “Ide besar bisa datang dari hal yang kecil dan sepele ” kadang kita perlu juga membaca atau menonton hal-hal sepele dan receh, siapa tahu justru bisa terinspirasi dan mendapat ide-ide yang tidak terduga. Who know?

Kecil dan Besar

Beberapa tahun terkahir marak trik-trik tentang “Great Haack” DIY (Do It Your Self) masalah-masalah besar dan kita anggap rumit bisa diselesaikan dengan cara-cara yang sederhana bahkan sepele. Ibarat pepatah, tak ada rotan akarpun jadi. Kdanag kita berfikir untuk mencapai atau menghasilkan sesuatu harus punya segalanya dulu, 2 fenomena di atas mengajarkan kita kadang dengan apa yang kita miliki sekarang juga bisa untuk memulai menghasilkan sesuatu, proses ini saya sebut sebagai “Kreatifitas”.



Atau pernahkan rekan-rekan membaca sebuah strategi pemasaran prosuk minuman air mineral yang ingin produknya laris di pasaran hanya dengan membuat ukuran diameter sedotannya diperbesar? Iya, sedotan yang lebih besar akan berdampak isinya mudah tersedot dan cepat habis sehingga customer harus membeli satu gelas lagi.
Hal yang sama dilakukan oleh oleh produsen pasta gigi yang membuat ukuran lubang pengeluaran pasta gigi lebih besar dari produk kompetitor sejenis. Tujuannya? Agar cepat habis. 

Penutup

Saya percaya tentang kekuatan inspirasi, melihat, membaca, menonton atau mendengar sesuatu sehingga menumbuhkan ide. Bisa sama persis atau sedikit lebih baik. Jadi mari kita coba untuk menggali inspirasi kebaikan dari setiap aktifitas kita. 

Ada rekomendasi film bagus sekaligus agak membingungkan tentang inspirasi, filmya berjudul “Inception” karya sutradara Chritopher Nolan, dibintangi oleh Leonardi DiCaprio. Bagaimana perubahan sikap dan kebijakan yang signifikan bisa dimulai dengan menanamkan ide kecil di alam bawah sadar. 

Hadiah buku di masa kecil saya pada paragraf awal tadi, dikedumian hari ketika saya di Loetju menginspirasi kami untuk membuat program bakti pendidikan, sudha terlaksana 3 kali ketika tahun ajaran baru berbagi buku untuk adek-adek TK dan SD, dengan harapan selain sebagai apresiasi, semoga bisa jadi kenanganan manis nan positif dan semoga menjadi inspirasi kebaikan kelak ketika mereka dewasa. Amin. 

penulis: Nandar

Baca Juga

Lanjut
« Prev Post
Mundur
Maju »