Workshop Membranding Unimus dengan Industri Kreatif oleh IMM



Campusnesia.co.id -- Minggu sore 18 Maret 2018, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menggelar acara Workshop dn Diskusi dengan tema "Membranding Unimus dengan Industri Kreatif" yang dilaksanakan di kampus 2.

Acara diikuti oleh puluhan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai jurusan dan fakultas. Acara ini merupakan bagian dari rangkain Leader Summit, menurut Dinar ketua IMM Unimus acara serupa akan dilaksanakan selama 6 sesi setiap 2 pekan sekali dengan tema tematik yang berbeda.

Dalam tema industri kreatif ini, di isi oleh pemateri dari Loetju.com sebuah UMKM di Semarang yang bergerak dalam merchandising dan digital printing yang diwakili oleh Achmad Munandar yang merupakan CEO nya.

Pemilihan pemateri dari Loetju bukan tapa alasan, Loetju lahir dan berkembang dari bisnis kreatif yang memproduksi souvenir dan oleh-oleh bertema kota semarang dan kampus undip. Pengalaman ini yang dibagi selama sesi workshop dan diskusi.

Antusias peserta yang rata-rata semester 2 ini sangat tinggi, dalam tanya jawab setidaknya ada 6 peserta bertanya seputar industri kreatif, bagaimana memulainya serta studi kasus terhadap tantangan yang pernah dihadaopi peserta dalam menjalankan bisnisnya.

Mas Nandar sapaan akrab pemateri, menjelaskan dengan bahasa yang sederhana dan sesekali dibumbui guyon dalam menjawab pertanyaan. Misalnya Untung, mahasiswa jurusan sastra yang bertanya tentang bagaimana Loetju bisa bertahan dari persaingan, Risky dari jurusan manajemen bertanya cara menentukan harga atau Citra dari jurusan pendidikan kimia yang bertanya tips handling komplain.

Kemudian pemateri bercerita kembali tentang sejarah Loetju.com yang ternyata lahir dari kompetisi PMW Dikti dan bagaimana fenomena banyaknya usaha dari kompetisi serupa yang berguguran di tengah jalan, rahasia agar tetap bertahan adalah kreataifitas, diferensiasi, pelayanan yang baik, kosistensi dan daya tahan.

Sedangkan untuk cara menentukan harga , mas Nandar memberi tips sebaiknya dihitung dulu harga pokok produksi, biaya promosi, baru kemudian menentukan harga jual, atau dengan mempertimbangkan harga yang ada di pasaran serta memperhatikan segmentasi dari customer yang dituju.

Tentang handling komplain, kunci utama menurut mas nandar adalah dengarkan dengan seksama dulu apa yang dikeluhkan customer, akui jika memang kesalahan dari penjual dan berikan solusi yang sama-sama menguntungkan, jika memang harus mengganti harus tetap dilakukan agar cusmtoer tidak merasa kecewa. Ada juga kisah nyata yang dialami Loetju bahwa handling komplain yang baik justtru berbuah manis dikemuadian hari.

Menjelang magrib acara disudahi, secara keseluruhan berjalan lancar dan penuh antuaisias. semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »