Ingin Bisnis dari PKM-K dan PMW Berkembang? ini Tipsnya

9:16:00 PM


Campusnesia.co.id -- Hai sobat Campusnesia, redaksi hadir kembali dengan tema kewirausahaan nih. Bicara merintis sebuah bisnis saat ini sedang tren tentang Start-Up yang secara umum bermakna bisnis rintisan, walau hari ini identik dengan bisnis yang berbau teknologi.

Bicara merintis sebuah bisnis, mayoritas orang ketika ditanya apa tantangan terbesar memulai sebuah bisnis adalah modal. Walau menurut penulis modal bukanlah satu-satunya tantangan terbesar memulai bisnis, hari ini banyak peluang untuk mendapat permodalan bisnis mulai dari modal sendiri ( bootstrap) mencari investor  personal (angel investor) menggalang dana dari masyarakat (crowfunding) atau ikut kompetisi macam PKM-K dan PMW dari Dikti yang setiap tahun diadakan.


Opsi PKM-K dan PMW ini lebih lunak dari sisi konsekuensi, karena penerima modal tidak ada kewajiban mengembalikan, walau itu tidak boleh digunakan sebagai alasan tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan bisnis. 

Bicara Bisnis yang lahir dari PKM-K dan PMW ada fakta menarik bahwa ternyata kurang dari 20% dari jebolanya berumur panjang, banyak yang gugur di tengah jalan bahkan saat program belum selesai. Sangat disayangkan ya, andai bisnis-bisnis ini bisa berkembang dan tetap jalan pasti akan menambah banyak entrepreneur yang lahir dari kampus, bukan hanya bisa mandiri tetapi bisa membuka lapangan pekerjaan.


Nah, Artikel kita kali akan coba membahas, sebenarnya apa penyebab bisnis yang lahir dari PKM-K dan PMW tidak berumur panjang dan bagaimana Tips menghadapinya, yuk mari..

1. Ide Bisnis
Dari pengalaman penulis mengamati rekan-rekan penerima pendanaan dari PKM-K dan PMW serta terlibat beberapa kali sebagai pembicara dalam sosialisasi dan pelatihan, banyak Ide Bisnis yang terlalu "Idealis" bukan sesuatu yang salah, tetapi ide yang baik harus bisa menjawab masalah di masyarakat dan bisa dijual.

Kadang yang terjadi adalah, produknya bagus dan idealis tetapi tidak banyak dibutuhkan bahkan belum dibutuhkan pasar, ini akan berdampak lebih susah dijual.

Tips dari penulis: ketika mencari ide, mulailah dari riset dan mengamati produk dan jasa yang dibutuhkan di masyarakat, ada nasehat bijak "cari produk yang dibutuhkan pasar-bukan mencari pasar untuk produk baru kita" ini untuk jangka pendek akan lebih mudah menghasilkan uang dari pada sebaliknya.

2. Dapur Ngebul
Keinginan agar bisnis menghasilkan uang dan laba kurang, Mungkin..mungkin ya.. karena para anggota masih mendapat support finansial dari orang tua atau beasiswa jadi mindsetnya bisnis belum menghasilkan laba tidak apa-apa. Akan beda cerita jika kondisi terdesak dimana kalau bisnis tidak menghasilkan uang maka tidak dapat uang.

Tips Kuncinya di selling (penjualan), harus ada prinsip "bagaimana agar dapur ngebul". Bicara pengembangan bisnis bisa sambil jalan. Akan lebih mudah mengembangkan dan ekspansi bisnis jika ada modal dari laba yang didapat.

Cashflow atau perputaran uang yang sehat juga penting, laba banyak jika dalam bentuk piutang akan menggangu perputaran uang untuk opersional. Maka cashflow harus diperhatikan.



3. Manajemen Keuangan
Setelah sampai tahap bisnis jalan dan menghasilkan laba, tantangan berikutnya menurut penulis adalah pengelolaan keuangan. Walau mungkin uangnya belum seberapa kalau tidak dikelola dengan baik maka akan berakibat menganggu opersional usaha. Maka dari awal harus benar-benar dipikirkan bagaimana mengelola uang yang ada.

Tips mulai dari pencatatan setiap uang yang keluar dan masuk. Kemudian menentukan pos dan pembagian keuangan, minimal ada alokasi untuk operasional, gaji, marketing dan tabungan atau investasi.

Membiasakan mengelola keuangan dengan baik sejak modal masih kecil akan menjadi kebiasaan baik saat bisnis makin besar dan uang yang dikeola semakin banyak.



4. Tim yang Solid dan Visioner
Tantangan berikut adalah bagaimana membentuk tim solid dan visioner, bisa lolos ditahun pertama tantangan berikutnya adalah ketika para anggota mulai pada Lulus, bagaimana kelanjutan bisnis? bagaimana pembagian keuntungan dll.

Dari sekian kelompok bisnis PKM-K dan PMW yang masih berjalan dan berkembang yang penulis temui, tidak ada yang utuh anggotanya, pasti ada beberapa bahkan semua keluar satu demi satu, mungkin tertinggal satu orang yang mengurusi.

Bisa dikatakan wajar sekaligus disayangkan, wajar karena setelah lulus pasti ada keinginan untuk berkarya di tempat lain. Apalagi jika saat lulus bisnis yang dirntis belum menghasilkan yang cukup.

Tips dibicarakan baik-baik dan kalaupun tidak semua bisa mengurusi kalau bisa tim tetap dipertahanakn dengan profesional. Bisa ditunjuk pengelola dan yang lain sebagai pemilik saham. 

5. Konsistensi dan Daya Tahan
Tantangan berikutnya menurut penulis adalah menjaga konsistensi dan daya tahan tidak mudah menjalani sesuatu dalam kurun waktu yang lama. 

Tips agar kosnisten harus disiplin, agar terjaga daya tahan milikilah motivasi selain materi agar ketika terjadi turbulensi tetap semangat dan termotivasi.



6. Pengembangan
Selanjutnya, ketika bisnis sudah jalan dan kosnsiten maka harus dipikirkan bagaimana mengambangkan bisnis.

Tips kembangkan bisnis dengan menari ceruk dalam bisnis, sederhanaya cari peluang yang biasa dikembangkan dan masih berhubungan dengan bisnis yang ada, tujuannya agar lebih mudah dipahami karena masih berhungungan.

serta milikilah prinsip agar selalu berkembang menjadi lebih baik walau sekecil apapun.

oke, demikian sobat campusnesia tips agar suskes mengembangkan bisnis yang lahir dari PKM-K dan PMW. Semoga bermanfaat dan apakah sobat punya bisnis yang lahir dari PKM-K dan PMW? share di kolom komentar ya. sampai jumpa



grafis: Achmad
penulis: Munandar

Artikel Terkait

Previous
Next Post »