Yuk Bantu Zaidan Pulih dari Penyakit Leukemia Langka

6:29:00 PM



Campusnesia.co.id -- Sobat campusnesia kabar kurang bahagia dari seorang anak yang bernama Muhammad Khairy Zaidan atau yang biasa dipanggil dengan Zaidan yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit Leukemia langka yang disebut JMML (Juvenile melomonocytic Leukemia) yaitu sejenis kanker yang menyerang hanya pada anak-anak rata-rata dibawah umur 4 tahun.



Kabar ini kami dapatkan mbak Ratna Hening Pitaloka/@ockanna, bulik dari Zaidan yang sedang menggalang dana untuk membantu keponakanya melalui situs crowfunding KitaBisa. Dalam posting kali ini redaksi bermaksud mengajak para pembaa Campusnesia ikut turut serta membantu dek Zaidan, baik melalui doa dan Donasi yang bisa disalurkan melalui KitaBisa klik link ini >> DONASI << .


Kami kutip dari situs penggalangan donasi di KitaBisa berikut lengkapnya:

Assalamualaikum Wr. Wb

Perkenalkan nama Saya Ratna Hening Pitaloka/@ockanna, bulik dari balita Muhammad Khairy Zaidan atau yang biasa dipanggil dengan Zaidan yang saat ini sedang berjuang melawan penyakit Leukemia langka yang disebut JMML (Juvenile melomonocytic Leukemia) yaitu sejenis kanker yang menyerang hanya pada anak-anak rata-rata dibawah umur 4 tahun. Penyebab penyakit JMML ini tidak diketahui tetapi para dokter menyimpulkan bahwa kondisi medis tertentu seperti Neurofibromatosis tipe 1 dan Sindrom Noonan dapat membuat seorang anak lebih berisiko terkena JMML. Penyakit langka ini terjadi dengan frekuensi 3 kasus per satu juta anak.



Zaidan, keponakan saya, anak dari Abi Gafur @gafur_n dan Umi Kikin @renykinastiii, merasakan keluhan sakit pertama nya pada bulan Maret awal lalu. Saat itu dia mengeluhkan sendi kakinya sakit dan Zaidan mengalami inflamasi atau demam yang berkelanjutan. Setelah sendi yang satu reda, sendi yang lain mengikuti. Setelah serangkaian tes dan konsultasi kesehatan, oleh Dokter Zaidan divonis Juvenile Idiopatic Arthritis (JIA). Tetapi nyeri sendi bukanlah merupakan satu-satunya keluhan yang dialami Zaidan. Secara perlahan, fungsi motorik, mata, dan telinga Zaidan mengalami kemuduran dan mau tidak mau Zaidan menjalani fisioterapi dan pemeriksaan dengan beberapa dokter spesialis. Berat badannya pun turun dengan drastis dan pada akhirnya Zaidan tidak bisa melihat dan berjalan lagi.



Di awal November lalu, Alhamdulilah Umi Kikin yang sedang mengadung telah melahirkan anaknya yang ketiga dengan selamat di kampung halaman di Wonosobo. Zaidan pun senang punya adek baru tetapi setelah itu, kondisi Zaidan memburuk dan tes darah menunjukkan Hb Zaidan di angka 3. Setelah transfusi darah di RSI Wonosobo dan HB sudah di angka 11, kondisi Zaidan membaik walaupun masih lemas dan karena terjadi pengerasan limfa/getah bening dan pankreas yang ditandai dengan perut yang mengeras, Zaidan kemudian dirujuk ke RSUP Dr.Kariadi Semarang. Di sana, Zaidan tes darah lagi dan ternyata menunjukkan angka 5.5. Doktor pun mengindikasikan bahwa Zaidan mengidap Leukemia mengingat Hb dan Trombosit yang terus turun bahkan sesaat setelah dilakukan transfusi darah.

Setelah melakukan observasi gejala medis Zaidan atas pembengkakan kelenjar limfa/getah bening, pankreas, kemudian atas beberapa memar dan bengkak di banyak titik tubuh serta uji lab pengambilan sampel sumsum tulang belakang, maka Zaidan positif dinyatakan mengidap leukemia tipe JMML oleh dokter.

Kami sekeluarga tentu sangat terpukul atas vonis Zaidan mengingat Zaidan anak yang ceria, lucu, pintar dan sholeh tapi kami tidak akan berputus asa dalam berjuang mengupayakan kesembuhan untuk ananda Zaidan dan akan mengusahakan seluruh perawatan dan pengobatan berapapun biayanya bahkan untuk Transpalantasi Stem Cell sekalipun yang membutuhkan biaya ratusan juta.

Sampai saat ini kami masih terus mengumpulkan tabungan agar Zaidan bisa segera menjalani perawatan. Tetapi dengan kondisi perkekonomian yang seadanya (Abi Gafur merupakan karyawan Swasta di Jakarta dan Umi adalah ibu rumah tangga), akan sangat berat bagi kami untuk mengupayakan upaya penyembuhan yang maksimal.

Kemudian tanpa mengurangi rasa hormat, disini kami pribadi memohon kerendahan hati dan kerelaan rekan-rekan semua untuk dapat memberikan doa & membantu meringankan beban material kami agar Zaidan dapat segera melakukan perawatan maupun operasi.

Untuk berdonasi dengan cara sbb :
* Klik Tombol Merah “DONASI SEKARANG”
* Masukan nominal Donasi
* Pilih Metode Pembayaran, lalu lanjut
* Transfer ke Nomor Rekening yang tertera

Apabila keperluan pengobatan Zaidan sudah selesai, maka sisa dana dari hasil donasi akan kami salurkan kembali untuk para PEJUANG CILIK seperti Zaidan melalui yayasan dan lembaga yang kredibel.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sekalian atas doa dan bantuan untuk Zaidan. Mohon maaf jika diatas ada kesalahan penulisan bahasa medis. Semoga amal baik rekan semua menjadi amalan surga, dan dibalas berlipat oleh Allah SWT.

Amiin YRA.

Untuk info lebih lengkap, dapat menghubungi kami melalui SMS atau WA :
0819893138/081210210939 (Oka)
Instragram: @gafur_n @renykinastiii @ockanna_
Email: Rpitaloka989@gmail.com

Wassalamualaikum, wr wb.

sekali lagi yang ingin membantu 
melalui KitaBisa klik link ini >> DONASI << .

siang ini tepat jam 12.08 kamis 4 januari 2018, kami mendapat email dari KitaBisa tentang Update terkini dek Zaidan

Akhir Perjuangan Zaidan
Assalamualaikum wr wb

Selamat siang para rekan donatur yang baik hati,

Bismillah..

Innaalillahi wa innaailaihi raaji?un.

Telah meninggal dunia, Muhammad Khairy Zaidan pada tanggal 21 Desember 2017 pukul 11.30 WIB di RSUP Kariadi, Semarang. Alhamdulillah, Zaidan berpulang ke rumah Allah saat dikelilingi oleh orang-orang yang sangat mencintainya.

Kronologi

Seperti yang sudah dijelaskan di update sebelumnya, Zaidan menjalani pengobatan kemoterapi. Setelah selesai menjalani sesi pertama kemoterapi selama 5 hari, kondisi Zaidan semakin menurun drastis. Rencana Zaidan untuk dirujuk ke RS. Dharmais Jakarta pada tanggal 16 Desember batal. Dokter spesialis hematologi dari Dharmais, dr. Edy Tehuteru, Sp.A(K), tidak merekomendasikan Zaidan untuk melakukan perjalanan dari Semarang ke Jakarta, karena kondisi umum Zaidan yang tidak memungkinkan. Dr Edy merekomendasikan untuk dilakukan transfusi trombosit dan pemasangan shunting untuk menyalurkan cairan dari kepala menuju lambung dengan tujuan untuk mengurangi tekanan di dalam kepala.

Hari Minggu tanggal 17 Desember 2017, Zaidan melakukan transfusi trombosit sesuai saran dr Edy. Hari Senin tanggal 18 Desember 2017, kondisi Zaidan terus menurun. Zaidan lebih banyak tidur, dan tidak bisa mengucapkan kata apa pun. Seluruh tubuh Zaidan membengkak dan tidak bisa digerakkan. Hanya tangan kiri saja yang bisa digerakkan dan sesekali mengacungkan telunjuknya ke atas.

Senin siang, dokter menyampaikan bahwa kondisi Zaidan sudah sangat drop, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan medis apa pun, baik kemoterapi maupun operasi tumor di otak dan matanya. Kala itu, dokter meminta ibunya yang saat itu masih berada di Wonosobo untuk datang ke RS Kariadi Semarang agar ikut mendampingi saat-saat terakhir Zaidan. Selain ibunya, dokter juga meminta keluarga besar Zaidan untuk berkumpul untuk mendoakannya karena sudah tidak ada tindakan medis yang dilakukan untuk Zaidan. Senin malam, bertepatan saat ibunya dan keluarga dari Wonosobo datang, Zaidan mengalami pendarahan yang cukup banyak keluar melalui mulut dan hidungnya, hingga perlu dipasang tampon.

Pada hari Selasa, kesadaran Zaidan sudah tidak ada namun dia masih bisa menggerakkan tangan kirinya. Selain sesekali mengacungkan telunjuk ke atas, dia juga mencoba mencabut selang oksigen atau selang makanan di hidungnya. Saat itu Zaidan mencabut sendiri selang di hidungnya. Menurut dokter, selang tersebut boleh tidak dipasang kembali karena untuk saat itu dokter hanya mempertimbangkan kenyamanan Zaidan saja. Bahkan, menurut dokter, infus juga bisa tidak diberikan, apabila keluarga menghendaki. Yang diutamakan adalah meningkatkan kenyamanan dan "kualitas hidup" Zaidan dengan mengumpulkan orang-orang yang mengasihinya di sampingnya.

Hari Selasa dan Rabu. Zaidan tidak bisa membuka matanya, lagi-lagi hanya tangan kirinya yang masih aktif mengacungkan telunjuk atau sesekali mencoba memperbaiki kancing bajunya yang terbuka. Puncaknya pada Rabu malam, kondisi Zaidan sudah sangat melemah, tangan kiri Zaidan sudah tidak aktif lagi seperti biasa, nafas Zaidan sudah sangat berat meskipun dibantu dengan pemasangan oksigen di mulut dan hidungnya. Hari Kamis subuh, sekitar jam 4, Zaidan kembali mengalami pendarahan melalui mulut dan hidungnya, hingga pada akhirnya, pada hari Kamis pukul 11.30 Zaidan menghembuskan nafas terakhirnya didampingi oleh ayah dan ibunya.

Pembiayaan Selama Proses Pengobatan Zaidan

Sejak keluhan pertama kali, kurang lebih 1 tahun yang lalu, Zaidan sudah keluar masuk beberapa rumah sakit dan klinik kesehatan di Jakarta, Wonosobo dan terakhir di Semarang. Berikut ini adalah rincian sederhana pembiayaan Zaidan.

Pembiayaan medis

Tranfusi I dilakukan di RSI Wonosobo selama 6 hari, biaya yang dikeluarkan adalah Rp 7.700.000.

Tranfusi II dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Tranfusi kedua ini mendapat bantuan dari BPJS.

Masa observasi di RSUP dr. Kariadi selama 8 hari, biaya yang dikeluarkan adalah 7.497.000 dari total biaya sebesar 16.660.000

Masa pengobatan setelah diagnosa tegak, selama 24 hari, biaya yang harus dikeluarkan adalah 7.962.300


Biaya cek TORCH ibu Zaidan, setelah Zaidan ditemukan virus toksi, sebesar 2.000.000

Pembiayaan operasional

Selama kurang lebih 2 bulan, abu Zaidan dan om Zaidan tidak bisa bekerja karena harus mendampingi Zaidan menjalani proses penobatan. Sebagian dari dana yang ada digunakan untuk keperluan harian keluarga, terutama untuk transportasi Wonosobo-Semarang dan Cirebon-Semarang.

Sebelum itu, dana yang kami kumpulkan melalui kitabisa.com ini rencananya akan kami gunakan untuk operasi tranplantasi sumsum tulang belakang dan pembiayaan major lainnya seperti operasi tumor di otak, dan lain sebagainya. Memang Zaidan belum sempat mendapatkan pengobatan tersebut, sehingga dana yang terkumpul kami gunakan untuk pengobatan yang lain seperti yang sudah diuraikan di atas. Jadi, sesuai dengan komitmen kami, sisa dana akan kami salurkan ke yayasan terkait yang kredibel, atau akan disalurkan secara langsung kepada anak-anak yang sedang berjuang melawan sakit yang berat dan sedang menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Insha Allah, semoga bantuan dari para donatur ini bermanfaat bagi anak-anak atau siapa pun yang sedang melanjutkan perjuangan Zaidan dalam melawan penyakit seperti ini.

Terimakasih banyak kami ucapkan kepada seliruh donatur sekalian. Hanya Allah Tuhan YME yang mampu membalas semua kebaikan para donatur yang budiman.

Wassalamualaikum wr wb

Atas Nama Redaksi Campusnesia kami mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga dek Zaidan diterima di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. 

Terimakasih untuk para pembaca Capusnesia yang telah berpartisipasi dalam bentuk apapun, semoga jadi amal ibadah, amin. (Nandar)


Artikel Terkait

Previous
Next Post »