Menang! Dua Peserta Besut Kode SMA Meraih Grand Prize Winner Google Code-in 2016

7:23:00 PM

Dua peserta kompetisi Besut Kode tingkat SMA, Muhammad Kaisar Arkhan (16) dari SMAN 91 Jakarta dan Raefaldhi Amartya Junior (16) dari SMAN 12 Bandung berhasil menyabet posisi pemenang utama kompetisi internasional kode perangkat lunak terbuka bergengsi yang diselenggarakan Google pada akhir 2016: Google Code-in. Besut Kode sendiri adalah program mentoring-kompetisi kode skala nasional untuk tingkat SMA dan universitas yang diselenggarakan oleh Wikimedia Indonesia dan didanai oleh Ford Foundation Indonesia dibawah proyek hibah Keterlibatan Masyarakat Teknologi untuk Media.

Sementara peserta besut kode lainnya, Rafid Aslam (15) dari SMAN 1 Kebumen masuk pada daftar peserta unggulan finalis Google Code-in 2016 dari organisasi Zulip, hal ini menjadi prestasi karena umurnya yang terbilang sangat muda untuk jadi finalis Google Code-in. Total ada tiga pemenang yang berasal dari Indonesia, termasuk Scott Moses Sunarto dari Jakarta, namun nama terakhir bukan merupakan peserta Besut Kode SMA.

Google Code-in adalah kompetisi kode internasional untuk peserta berumur 13-17 tahun yang diselenggarakan oleh Google. Kompetisi tahun ini diikuti oleh 17 organisasi perangkat lunak sumber terbuka dan diikuti oleh 1.374 peserta dari 62 negara. Setiap organisasi boleh memilih dua pemenang utama (dan pendamping dewasa) yang akan diberangkatkan ke Markas Besar Google (Googleplex) di San Fransisco, Amerika Serikat dan menikmati empat hari konferensi pertemuan mentor dan pemenang di sana. Tahun ini Indonesia menyabet tiga posisi dari total 34 posisi pemenang untuk tiga organisasi yang berbeda.

Besut Kode SMA diluncurkan daring pada tanggal 27 Juni 2016 dengan serangkaian tugas-tugas matematika dari Project Euler dan identifikasi masalah dalam proyek kode sumber terbuka. Program pelatihan-kompetisi ini didanai oleh hibah Keterlibatan Masyarakat Teknologi untuk Media dari Ford Foundation Indonesia menimbang sulitnya mencari bakat-bakat dengan kemampuan teknis taraf internasional di bidang teknologi infomatika di Indonesia.

Sejak diluncurkan, program bebas biaya ini diikuti oleh 290 peserta dari 49 kota di Indonesia, peserta mendaftar dalam tiga gelombang, namun hanya tujuh peserta yang dapat menyelesaikan program. Program ini dipandu oleh John Mark Vandenberg (mentor) dan Tasya Aditya Rukmana (pemenang Google Code-in 2014) peserta dilatih secara daring dan temu muka serta diterbangkan dari kota masing-masing untuk ke Jakarta menerima mentoring intensif dan bertemu peserta lainnya.

John Vandenberg, mentor Besut Kode menyatakan bahwa program pelatihan teknologi di luar sekolah penting untuk mengasah bakat anak-anak tingkat SMA yang telah mendapatkan kemampuan pemrograman di sekolah. “Bakat-bakat ini butuh mentor dan peserta seumuran lainnya untuk mengukur tingkat kemampuan mereka. Tanpa anak-anak lain dengan ketertarikan yang sama ataupun mentor, mereka akan menjadi katak dalam tempurung dan tidak berkembang, terutama untuk anak-anak di luar Jawa atau kota besar.“

Sementara manajer program Besut Kode, Siska Doviana, menyatakan bahwa siswa SMA di Indonesia harus belajar (terlalu) banyak dalam waktu singkat untuk mengejar ketinggalan mereka akan hal-hal yang mereka tidak ketahui saat mengikuti kompetisi internasional Google Code-in. “Kemenangan ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia bisa apabila mendapat pelatihan yang baik. Sudah saatnya sebagai warga Indonesia kita berhenti berharap pada keberuntungan dan berinvestasi pada pengetahuan dan pelatihan intensif yang berujung pada kemampuan.“ Wikimedia Indonesia juga meluncurkan Program Besut Kode mentoring-kompetisi untuk tingkat Universitas pada tanggal 21 September 2016 melalui promosi keliling di lima kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Lampung, dan Samarinda). Pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Oktober 2016 dan program mentoring intensif tingkat universitas masih berlangsung hingga kini. 

sumber gambar: Wikimedia Commons, karya Dwi Satria Utama, CC-BY-SA-4.0

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

sponsor